Cinta Yang Terlambat
"Yaaang...
Kemarin ku melihatmu
Kau bertemu dengan nya"
Itu potongan lagu Armada yang menjadi nada dering hp ku, dan lagu itu mengalun dari ponselku pertanda ada panggilan telepon. .
"Halo,, ini dengan Mba Imel?"
"Iya benar,," jawabku spontan
"Mba, Mas Andi sekarang ada di rumah sakit karena tadi jatuh dari motor"
"Ya Allah,,, rumah sakit mana ya?" tanyaku
"Rumah Sakit Sari Asih"
"Baiklah saya segera kesana"
•
Aku segera menuju rumah sakit setelah terlebih dahulu aku titipkan kedua anakku kepada mertuaku.
Sampai di rumah sakit, aku langsung masuk ke UGD, ternyata suamiku tidak sendiri di sana ada seorang wanita yg menemaninya.
"Mba imel ya istri y Andi," sahut wanita itu
"Iya" jawabku singkat sambil tersenyum menyapa nya
"Dik, kenalin ini Wita teman sekolahku dulu" sahut suamiku
"Oh iya" sahutku sambil tersenyum dan saya pun berjabat tangan dengan wanita itu.
"Mas ko bisa jatuh dari motor sih, gimana ceritanya?" tanyaku
"Nama nya juga kecelakaan, Dik" jawab suamiku
"Iya tadi motornya senggolan sama motor aku Mba, maaf ya aku ga sengaja,,, eh ternyata yang aku senggol malah Andi temen sekolah dulu, padahal udah lama banget kita tidak bertemu, malah ketemu pas momen kecelakaan begini ya" penjelasan wanita itu.
"Iya tidak apa-apa luka nya juga ringan kok" balas suamiku.
Perawat membersihkan luka-luka suamiku, ada beberapa luka yang juga diperban. Setelah selesai dokter mengizinkan suamiku pulang karena hanya luka ringan.
"Andi kamu tinggal dimana? , nanti kalau ada waktu saya akan menjenguk lagi karena saya ga enak banget nih udah nyenggol motor kamu" Sahut Wita
"Iya maen aja ke rumah, nanti telpon aja dulu kalo mau ke rumah" jawab suamiku
Setelah bertukar nomor telepon akhirnya kami berpisah. Wita pulang lebih dahulu, aku dan suamiku pulang setelah taksi online datang karena ketika kecelakaan itu ternyata motor suamiku diamankan oleh pak polisi.
Seminggu kemudian Wita datang ke rumah dengan niat menjenguk suamiku. Kondisi suamiku pun sudah membaik. Kami pun mengobrol bertiga. Tapi ada yang lain dengan suamiku, aku lihat tatap matanya berbeda ada kebahagiaan disana, bahkan kadang kadang suamiku tertawa lepas ketika mengobrol dengan Wita.
Selama 9 tahun aku menikah dengannya tidak pernah sekalipun aku melihat suamiku tertawa lepas seperti itu ketika mengobrol denganku. Selama ini aku kira suamiku adalah sosok yang pendiam, dia jarang atau hampir tidak pernah mengajak ngobrol duluan. Biasanya aku lah yang lebih dulu membuka percakapan dan suamiku lebih banyak diam. Ketika ngobrol denganku paling suamiku hanya memandangku, mengangguk atau menjawab seperlunya, selebihnya lebih banyak diam. Dia bisa tertawa lepas hanya ketika bermain PS atau ngopi bareng temannya. Itulah suamiku, tapi ini berbeda, dia kelihatan bahagia ketika mengobrol dengan Wita .
Suatu hari, Alif anakku yang sulung bermain laptop ayahnya dan tanpa sengaja membuka salah satu file suamiku. Dan akupun membacanya, ternyata isinya adalah curhatan suamiku.
"Wita, sampai saat ini aku belum bisa mencintai istriku, aku hanya menyayanginya karena dia adalah ibu dari anak-anakku. Imel itu berbeda dengan kamu, denganmu aku selalu merasa bahagia. Imel terlalu kekanak-kanakan, kadang terlalu banyak mengatur, dia selalu marah bahkan untuk hal sepele"
Tak terasa air mataku menetes membaca tulisan itu. Suamiku tidak mencintaiku. Pernikahan ini sudah 9 tahun tapi aku tidak sadar bahwa suamiku tidak mencintaiku.
Teringat saat 2 bulan setelah menikah aku bertengkar dengan suamiku, aku marah besar karena dia pergi memancing dengan temannya. Atau sebulan yang lalu aku marah karena dia begadang main PS bersama temannya di rumah. Dan ketika bertengkar, ketika aku marah, suamiku selalu diam tak ada satu kata pun terucap.
Aku berjanji akan berubah, aku akan memperbaiki kekuranganku sebagai seorang istri. Walaupun suamiku tidak mencintaiku, sekuat tenaga aku akan menjadi istri yang terbaik. Aku mulai belajar memasak, jika biasanya aku selalu beli lauk di warteg karena aku malas memasak, sekarang tiap hari aku memasak, terutama masakan kesukaan suamiku. Aku tidak lagi komplen jika suamiku di waktu liburnya kadang-kadang begadang bersama temannya, mungkin itu memang hiburan baginya dari kepenatannya mencari nafkah.
Sore ini aku belanja bahan-bahan kue, besok hari ulang tahun suamiku, aku berencana akan membuat kue bolu untuk suamiku, aku bisa lihat dari youtube cara membuatnya. Tapi hujan begitu deras dan belum reda juga, aku khawatir suamiku sudah pulang bekerja dan aku masih di luar, akhirnya aku putuskan untuk pulang walaupun basah kuyup kehujanan. Sampai di rumah, benar saja suamiku sudah ada di rumah.
"Ya Allah, Dik dari mana kok hujan-hujanan gitu? " tanya suamiku
"Maaf Mas aku habis belanja tapi hujannya tidak berhenti"
"Kan kamu bisa berteduh dulu, baru pulang kalau hujan sudah reda, kalau begini kamu nanti sakit" sahut suamiku dengan nada cemas kemudian suamiku memberikan handuk untukku.
"Ya sudah mandi dulu sana pakai air hangat agar tidak kena flu" perintah suamiku.
Aku merasa bahagia sekali karena suamiku memperhatikanku, terlihat kecemasan di matanya melihat aku basah kuyup kehujanan, "Mungkin suamiku mulai mencintaiku" ucapku dalam hati.
Hari ini aku berusaha membuat kue bolu untuk ulang tahun suamiku dan alhamdulilah aku berhasil membuat kuenya. Aku akan memberi kejutan untuk suamiku. Kunyalakan motorku, aku akan membeli kado untuk suamiku. Aku ingin memberikan hadiah Jersey bola club kesukaan suamiku Ac Milan. Suamiku pasti senang.
Sementara di tempat kerja Andi membuka laptopnya, dia mulai mengetik.
" Istriku sekarang sudah berubah dia tidak pernah marah lagi ketika aku begadang. Dia selalu memasak makanan kesukaanku. Rumah selalu rapih ketika aku pulang kerja. Sepertinya aku mulai mencintai Imel istriku. Kemarin dia basah kuyup kehujanan dan aku sangat khawatir. Aku yakin aku mencintainya . Hari ini hari ulang tahunku, nanti malam aku akan mengajak istriku nonton dan makan malam di luar. Malam ini aku akan menyatakan bahwa aku mencintainya "
Alhamdulilah setelah 2 jam akhirnya aku mendapatkan Jersey bola kesukaan suamiku dan langsung dibungkus kado. Aku senang sekali, nanti sore suamiku pulang kerja aku akan memberikan kejutan untuk suamiku. Dan akupun meninggalkan toko jersey bola itu dan hendak pulang ke rumah .
Aku begitu bersemangat. Dalam perjalanan pulang aku membayangkan wajah suamiku yang 9 tahun sudah menemaniku. Suami dan ayah yang sangat baik.
Tiba-tiba sebuah bus melaju cepat di sampingku dan membuat motorku oleng, aku kehilangan keseimbangan. Suatu benda yang besar terasa menabrakku membuat tubuhku terpental jauh, tubuhku terbanting keras di aspal jalan raya, darah keluar deras dari kepalaku, kesakitan luar biasa hebat terasa disekujur tubuhku. Aku mulai merasa lemas, dan tiba-tiba tiba semuanya menjadi gelap.
Andi dan anak-anaknya berjalan tergopoh-gopoh menuju rumah sakit.
"Dik jangan tinggalkan aku dan anak-anak , aku mencintaimu, ayo bangun Dik."
"Mamah,,, mamah,,,"
Tangis andi dan anaknya.
Inna lilahi wa Inna ilaihi rojiun