Di hari yang cerah terlihat sosok gadis berpakaian lusuh yang sedang berjalan di tengah ramainya kota.
ia berjalan dengan sedikit terseok-seok dengan raut wajah yang penuh kebingungan dan juga kesedihan.
gadis itu bernama Rani, ia adalah seorang anak jalanan yang tanpa arah dan tujuan hidup. hari_harinya hanya di penuhi dengan cibiran terhadap orang yang ada di sekelilingnya.
kedua orang tuanya telah tiada, kini ia hanya tinggal sebatang kara dan menjalani hidup nya di jalanan.
Rani telah di usir dari kontrakannya, dikarenakan pembayaran nya sudah menunggak hingga lima bulan, kini kolong jembatan beserta emperan ruko lah tempat nya untuk berteduh.
Rani berjalan mengikuti aspal berharap akan ada barang-barang bekas yang dapat ia jual untuk membeli kebutuhan hidupnya dan sesuap nasi.
di saat dia berjalan melihat ke kanan dan ke kiri, dia melangkah kan kakinya ketengah aspal untuk menyebrang ke arah Utara.
untuk mengambil rongsokan yang barusan ia lihat, namun na'as nya
"Tiiiit..tiit." suara klakson mobil melaju dengan cepat.
"Aaaaaaaa"sontak Rani berteriak sambil menutupi matanya.
"Duarr..."lalu mobil itu pun menabrak Rani dan menghempaskan nya di tepi jalan, sang sopir langsung berhenti untuk memastikan keadaan Rani.
Rani pun pingsan dan tak sadar kan diri, orang_orang yang menyaksikan kejadian itu bergegas mengerumuni nya. para warga lalu meminta bantuan kepada pihak yang berwajib untuk menangani tragedi kecelakaan itu.
setah lima menit akan kejadian itu datang lah mobil ambulance untuk membawa Rani ke rumah sakit, dan orang yang membawa mobil Dengan plat "BM 1223A". telah menabrak Rani kini telah di aman kan oleh aparat ke polisian.
untuk di mintai penjelasan atas kejadian kecelakaan tersebut.
setibanya di kantor kepolisian, Briptu Hendry memberikan beberapa pertanyaan ke kepadanya.
"nama kamu siapa.?"tanya Briptu Hendry dengan tegas.
"Tony pak"jawab sang pelaku sambil menangis
"kamu tau apa kesalahan kamu.?"kata Briptu Hendry dengan gertakan nya
"tau pak, tapi cewek itu nyebrang nya di lapu hijau.!"
jawab Tony sambil tersendat-sendat menahan tangisannya.
"kamu usianya berapa?udah punya SIM memangnya kamu"ujar Briptu Hendry
"17 thn pak, saya masih sekolah"Jawab Tony dengan menunduk.
setelah selang waktu beberapa jam di interogasi, polisi tidak dapat menjatuhkan suatu hukuman di karenakan sang pelaku masih di bawah umur.
lalu pihak kepolisian pun mengambil keputusan bahwasanya Tony mendapatkan hukuman denda sebesar 20 juta, di tambah biaya perawatan Rani hingga sembuh.
pihak kepolisian mengambil inisiatif ini dikarenakan si korban terdata tidak memiliki keluarga atau pun sanak famili.
pihak keluarga dari Tony pun menyetujui persyaratan itu dan akhirnya Tony terbebaskan.
"Tony kamu itu udah tua bukannya mikir, jangan buat papa sama Mama mu ini malu bisa gak..!"
ujar pak Karim kepada Tony sang pelaku yang telah menabrak Rani.
"iya pa maaf Tony gak sengaja" saut Tony dengan tertunduk
"maaf, maaf..!"jawab pak Karim dengan nada keras di tambah sedikit emosi.
"udah pa udah, namanya juga musibah mana ada manusia yang bisa menghindari nya." jawab Bu Henny ibunya si Tony yang dari tadi terduduk di sofa sambil melihat percekcokan yang terjadi di rumahnya.
"mama lagi sudah jelas anak salah di bela_belain"
jawab pak Karim dengan penuh kekesalan sambil menatap tajam kepada Bu Henny.
percekcokan pun terus berlanjut di antara ke tiga nya, dan pada akhir nya sang ibu berinisiatif untuk meredamkan amarah sang ayah dengan berkata.
"udah dong pa marahnya, malu ama tetangga sebelah coba lihat Bu Ratmi ngeliatin kita melulu."
papa pun sontak terdiam dan menuruti kata-kata ibu sambil menoleh ke seberang rumah di kediaman keluarga Bu Ratmi.
setelah hal itu pak Karim lalu bergegas menutup pintu rumah sembaril berkata
" tony..!pokoknya kamu harus ke rumah sakit dan jagain itu anak jangan pulang kalau dia belum sadar, awas kamu..!"
"i iya pa" saut Tony dengan gugup dengan perasaan penuh bersalah dan rasa takut.
tidak pikir panjang Tony pun langsung bergegas meraih kunci mobil yang terletak di atas meja, lalu bergegas menuju ke rumah sakit.
dengan pikiran tak karuan Tony pun mengemudi mobil dengan begitu pelan nya, guna memastikan supaya tidak ada kejadian yang menimpanya kembali.
setelah sesampainya di rumah sakit Tony pun bergegas menuju kamar 102, yaitu kamar di mana Rani di rawat.
hari sudah semakin sore, Tony hanya duduk terdiam sambil melihat keadaan Rani yang terbaring tak sadar kan diri.
Tony dengan penuh seksama melihat raut wajah Rani, yang ternyata di balik ke lusuhan nya terdapat wajah yang cantik dan imut.
"ni cewek kalau gue liat liat cantik sih.!" ujar Tony dalam hati nya.
"uhuk..uhuk aduh.!"
setelah beberapa menit kemudian, terdengar suara batuk dari mulut Rani yang membuyarkan lamunan Tony, yang artinya dia telah sadarkan diri, ia terbangun sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit.
sontak Tony langsung mengeluskan dada sambil berkata
"akhirnya kamu sadar juga.!"kata Tony padanya dengan di iringi senyum di bibirnya bertanda bahwa si Rani baik baik saja.
kedua bola mata Rani pun tertuju ke Tony dengan sedikit kebingungan, karena begitu asing nya raut wajah Tony baginya.
"kamu siapa.?"tanya Rani padanya
dengan cepat Tony pun menjawab pertanyaan Rani.
"e anu e e aku orang yang bawa kamu ke rumah sakit"ujar Tony dengan kikuk dan penuh ke kecemasan.
"ooo makasih ya udah tolongin aku.!"jawab Rani dengan lembut
"iya gak papa kok, aku malah seneng bantuin kamu"jawab Tony sambil menyahut tangan Rani
"nanti kalau kamu udah sembuh kamu boleh tinggal bareng aku, pasti papa sama Mama aku seneng"ujar Tony padanya
"gak usah ah ini aja udah ngerepotin, makasih banget udah tolongin aku"jawab Rani dengan enggan
"udah lah ikut aja gak papa kok"ujar Tony dengan raut wajah merayu
Tony melakukan semua ini di karenakan ia mulai jatuh hati kepadanya, walaupun penampilan Rani sedikit lusuh, tapi kecantikan nya membuat Tony terpesona.
di asyiknya perbincangan mereka terdengar lah suara ketukan pintu.
"tok tok tok" siapa tanya Tony sambil memandang tajam ke arah pintu,
"ini mama"saut nya di balik pintu.
"oh mama, pintu nya gak di kunci kok" jawab Tony
"krek krek jegrek" pintu pun terbuka dan Bu Henny masuk sambil memberi senyuman kepada ke dua nya.
lalu Bu Henny pun tiba-tiba langsung menghampiri Rani dan berkata.
" iya, kamu boleh kok tinggal di rumah Tante"ujarnya kepada Rani
Rani yang mendengarkan pun langsung gugup dengan perkataan Bu Henny
"makasih banyak ya Tante, Rani gak tau harus bagai mana mau membalas kebaikan Tante" ujar Rani sambil meneteskan air mata haru
Tony yang menyaksikan kejadian itu ikut terharu, disertai rasa senang di hati karena wanita yang ia sukai bisa tinggal bersamanya.
tapi di hati Tony ada yang menyangkal, karena ibunya tiba-tiba masuk dan mengatakan sedemikian kepada Rani. tanpa pikir panjang Tony pun menanyakan prihal itu kepadanya
"jangan jangan mama nguping nih, dari pintu obrolan kita berdua tadi.?"tanya Tony kepala mama nya
"hehehe.!iya maaf, mama udah dengan semuanya dari jendela"
saut Bu Henny dengan menunjuk ke arah jendela kaca
Tony yang mendengarkan penjelasan Bu Henny pun spontan tersipu malu sambil berkata di dalam hati
"jangan jangan mama nampak aku pegang tangan nih cewek.?"
lalu mereka bertiga pun melanjutkan sedikit obrolan_obrolan kecil bercanda dan tertawa bersama di kamar rawat itu, sampai_sampi tidak terasa waktu pun mulai berlaku.
matahari pun perlahan hilang berganti dengan rembulan waktu menunjukkan pukul 22:00, Tony dan Bu Henny bermalam di kamar rawat itu mereka beristirahat di kursi yang telah tersedia.
karena keadaan Rani besok pagi sudah bisa di bawa pulang oleh dokter rumah sakit. mereka pun memutuskan untuk bermalam di situ, guna untuk tidak bolak-balik di karenakan akses rumah sakit sangat lah jauh dari kediamannya.