Assalamualaikum wr,wb....
Kisah nyata,.saya mengangkat kisah ini dari saudari sepupu saya,..
Bibi saya memiliki empat orang putri-putri yang cantik,
tetapi memiki watak yang berbeda-beda,anak pertamanya memiliki watak yang cenderung susah di tebak, karna sejak memasukki bangku sekolah menengah atas,
ia tinggal dirumah paman dari ayahnya,.selain sekolah menempuh pendidikan ia juga bekerja untuk memenuhi biaya kebutuhannya.
wataknya ku ketahui ketika setelah ibuku menceritakannya karna ia lebih tua dariku,
ibuku jauh lebih mengetahui,wataknya diam,
enggan akan sepatah kata pun,ia lemah,dan mudah meneteskan air mata,ketika ada yang menyakiti hati dan perasaannya,.
Pernah pada saat itu, ku saksikan ia berderai air mata,ketika ada orang yang sedikit,menyakiti hatinya, karna orang tuanya,akan dijadikan bahan ancaman,
ia berderai air mata, tak tanggung tanggung sayapun ikut meneteskan air mata,karna usap tangisnya yang begitu pilu mencintai orangtuanya,
meskipun dia hanyalah seorang wanita yang tak memiliki tekad yang bulat untuk maju kedepan mempertahankan harkat martabat orangtuanya,.
Apa boleh buat,.
Hanya tetesan air mata yang mampu ia ungkapkan, tapi hati kecilnya sangat tertampung akan amarahnya,..
dengan besar kesabarannya,ia mampu membuktikan bahwa ia mampu menjadi kebangga'an orang tuanya,
tak menjadi anak berdedi kasih yang tinggi, tetapi ia mempunyai pekerjaan yang menetap,gaji yang cukup,usiahnya cukup matang setelah memilih untuk dijenjang lebih serius yaitu (pernikahan).,
ia mendapatkan seorang pemuda yang baik hati,besar akan kasih sayangnya terhadap orangtua,dan memiliki iman yang sangat baik,.
Anak keduanya sedikit licik,semasa remajanya ia picik, ia tetap tinggal bersama kedua orangtuanya,dan melanjutkan pendidikannya,
tapi sayangnya ia tidak memiliki kesukaran yang sangat besar, melainkan ia tak memikirkan orang tuanya
,tak pernah bersyukur dengan apa yang terjadi,
memang setelah kelahirannya semua terpenuhi, karna ayah dan ibunya sudah berkecukupan untuk membiayainya utamahnya dalam pendidikan,tapi ia menyia-nyiakan,.
ia kerap kali membodohi kedua orangtuanya,dengan liciknya,
jika ada uang akses sekolah,ia melebih-lebihkan agar ia mendapat komisi,.sungguh miris😔 sifat yang ia miliki,
selama dalam menempuh pendidikan ia tak henti dikirimkan surat karena jarang masuk,
oleh perwaliannya,dan beruntungnya surat yang dikirimkan dari perwaliannya itu tak pernah sampai, tapi tuhan berkata lain,ketika kita memiliki sifat yang tidak baik/buruk,
tuhan akan menunjukan kebesarannya dan tidak ada kesangkahanya surat itu tiba2 sampai ditangan kedua orang tuanya,...
kecewa, orangtuanya sangat kecewa,.
tapi kedua orangtuanya masih mau melanjutkan pendidikannya dan alhamdulillahnya ia meskipun hanya mengikuti paket C tapi ia tetap lulus sekolah menengah atas.,..
kemudian ia mendapatkan seorang pemudah yang sedikit tajir melintir,
tapi pemuda yang ia jadikan seorang imam itu kasar tak ada ciri ia akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga,
ia sering main tangan,
begitupun orang tua pemuda itu tak menyukainya,. Sangat tak sudi ketika mereka akan melangsungkan pernikahan, dikarenakan orang tuanya beda jauh kastanya,
hari demi hari ia,tak pernah merasakan yang namanya kebahagiaan,.hanya tangisan yang mampu menyelimuti kesehariannya,namun ia pandai menyembunyikan luka,duka,derita yang ia miliki,dengan keceriaanya,
ia selalu membuat lelucon agar tak sedikit orang tau bahwa hatinya terluka parah,
dalam pernikahannya ia memiliki jabatan yang cukup sukar yaitu ibu kepala desa dalam kehidupan nyata yang ia jalani,kadang senyum yang ia pancarkan hanyalah kesing dalam jabatannya,agar rakyatnya tak meyakini akan berat jalan hidup yang ia tempuh,..
sungguh miris😔 beban yang ia miliki,
tiap saat harus melawan sakit yang ia rasakan,. Bahkan ia pernah bertanya pada diri sendiri,
cobaan apakah yang menimpahnya?
Sehingga berat sekali untuk melewati semua ini. Tapi dia adalah wanita yang tangguh, ia mampu menyembunyikan duka dihatinya,..
Anak ketiganya..,hampir memiliki watak yang sama dengan anak pertama,ia susah ditebak,
ia sholeha,baik hati,penyayang, ia adalah saudari perempuan yang ku kagumi😇, ia sangatlah diam,tak sedikitpun mengeluarkan sepatah katapun,
ia juga menempuh pendidikan tetap menetap bersama kedua orangtuanya,semasa menempuh pendidikan utamanya dijenjang sekolah menengah atas,ia memiliki bakat utamahnya dalam olahraga wati.
banyak olimpiade yang ia tempuh,selalu memiliki banyak peluang yang besar, entah masuk 5 besar bahkan 3 besar sekalipun,
tapi tuhan berkata lain,
Selepas pendaftaran dibrida ia mengalami kecelakan yang hampir melayangkan nyawanya,
kepala lecet dan harus dirawat selama berbulan-bulan,
berat cobaan yang ia miliki, tapi ia tetap semangat dan tak patah semangat,
Ia tetap melanjutkan pendidikannya, dijenjang perguruan tinggi,meski dengan tanggungan sendiri, dalam biaya pendidikannya,
ia tak sampai menyelesaikan pendidikannya diperguruan tinggi karena ia dipersunting oleh pemuda yang baik hati,
memiliki iman yang kuat,.dan alhamdulillahnya sekarang ia sudah memiliki usaha sendiri,.memiliki kios yang lumayan akan penghasilannya,..
Anak keempat atau terakhir,
dia yang paling bisa dibilang lucu,unik,
wataknya sedikit sama dengan anak kedua,licik,
ia pandai berbohong ia hanya duduk dibangku kelas satu sekolah menengah pertama.,
ia berhenti sekolah karena dengan alasan sekolah yang ia tempati bersekolah keramat,banyak hal gaib,berbaur mistis,
Padahal jika diukur dan diliat ketiga kakaknya tamat disekolah yang sama, tapi tidak ada yang merasakan adanya kekeramatan,
Yahhh, bukannya mau takabur atau apapun itu,. Saya sendiripun pernah sekolah disekolah itu,
sampai tamat sekalipun saya alhamdulillah tak menemukan keganjalan selama bersekolah disana,.
Ia sering jatuh pingsan, bahkan kesurupan, sampai kakaknya pun beranggapan dia hanya membohongi dirinya saja,. Ujar kakaknya,.. yahhh begitulah,
sampai usianya mengijak remaja, ia menemukan dambaan hatinya dengan usia yang terbilang sangatlah muda, yaitu 17 tahun,
Dan sekarang merekapun masih tinggal bersama kedua orangtua/paman dan bibi saya,
berulang kali bergegas tinggal sendiri, meski tak mempunyai rumah sendiri tapi mereka selalu berusaha ingin tinggal sendiri,
sayangnya tuhan berkata lain, mereka selalu dipulangkan untuk kembali kerumah orangtua/bibi dan paman saya,..
Itulah kisah inspirasi yang saya petik dari kisah keempat bersaudari watak yang berbeda,
jalan masing-masing yang mereka tempuh,.tapi inspirasi yang paling mendalami yaitu anak pertama ia mandiri, dan ia mampu berdiri diatas kaki sendiri, tanpa kedua orangtuanya..,
Wa'aalaikumsallam wr,wb..