Jika orang lain menganggap kita cantik, mengapa kita tidak? Semua orang ingin dipuji dan diperhatikan dengan kata yang manis, Tapi mengapa kita tidak menerimanya? Seorang siswa yang hanya menunjukkan sikap yang pemalu, dia tak pernah menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya. Setiap hari nya ia mencoba untuk melupakan dan tak memperdulikan apa yang dikatakan oleh teman-temannya. Ia tak menyadari, jika dirinyalah yang tengah dikagumi oleh teman-temanya, tapi karena sikapnya yang pemalu, membuatnya tak percaya diri untuk bergaul. Ia hanya mengandalkan satu teman saja untuk dia ajak bicara. Dia tengah ramai diperbincangkan, hingga membuatnya risih.
Di matanya teman-temannya bukan memuji nya, tapi malah membulynya, Ia mengingat saat pertama kali masuk ke sekolah ini, dia terus di tatap oleh para siswa yang sedang duduk dan bercengkrama di taman. Hal yang paling ia benci ialah, saat orang lain melihatnya dan berbicara tentangnya. Setelah kejadian itu, membuat nya tak percaya diri lagi dan terus menutupi dirinya jika ingin keluar dari kelas.
Segerombolan kakak kelas sedang mencari kelas untuk jadikan bahan bullyan, tiba-tiba terhenti di depan ruang kelas Heize, anak pemalu yang terkenal. Kakak-kakak itu mendekati Heize, sedangkan dirinya hanya bisa terdiam dan mencoba meminta pertolongan, tapi sayangnya tak ada yang menolongnya.
"Kau sedikit takut denganku? Tak apa, ada banyak orang yang akan lebih menyakitimu, jika aku tak bersama denganmu,"
Ucap Louis
"Apa_apa yang membuat kakak kemari?"
Tanya Heize memberanikan diri
"Hanya kebetulan lewat,"
Jawabnya
Louis memberikan cermin kepada Heize yang sontak membuat dirinya mengambil kaca itu dengan cepat, untuk memastikan jika dirinya tak terlihat aneh. Ia yang tak menyadari jika parasnya lah yang membuat Louis datang ke kelasnya, Dia tetap mencari apa ada yang aneh dari dirinya, tapi tak menemukan apapun, dengan segera Heize mengembalikan cermin itu kepada Louis, Hingga membuat Louis tertawa karena sikapnya yang lucu
"Kau tak membutuhkan cermin ini, karena kau akan terpana melihat paras mu sendiri,"
Ujar Louis, segera memecahkan Cermin ke lantai dan membuat cermin itu pecah berkeping-keping
Segerombolan kakak kelas itu pun keluar dari kelasnya, dan tak lama kemudian Bel istirahat pun berdering, Heize menarik nafas agar ua tetap tenang untuk keluar menerima udara bebas di lingkungan sekitar. Teman Heize menghampiri nya tak lupa mengajaknya untuk pergi ke kantin. Dasha menggenggam tangan Heize agar tak terlepas dari nya, ia juga tak lupa untuk meyakinkan dirinya jika dia cantik sebab itu Louis dkk, datang ke kelas mereka
"Kau hanya perlu percaya diri, Akan ku beritahu, mereka bukan membully mu, tapi sebaliknya,"
Ujar Ďasha meyakinkan
"Sebaliknya?"
Tanya Heize tak percaya
"Dia sedang memuji mu, begitupun dengan mereka,"
Dasha menunjuk siswa yang sedang makan atau minum di kantin
Semua siswa-siswa memandangi dirinya, dan disinilah sebuah penolakan untuk datang tiba dengan sendirinya. Tangan Heize yang mulai renggang ditarik kembali oleh Dasha, agar Heizw belajar untuk tetap percaya diri jika sudah diperhatikan orang lain
"Tenang lah!! Aku ada bersamamu, Ayo kita segera menyelesaikan tugas kita, dan aku akan segera mengantar mu ke kelas,"
Pinta Dasha menarik pelan tangan Heize untuk membuat langkahnya berubah
Mereka duduk di kursi yang berdampingan dengan cermin yang besar. Para siswa menjauh dari cermin itu ialah agar mereka dapat menyaksikan, Bagaimana ekspresi Heize jika dirinya berhadapan langsung dengan cermin. Heize yang tak memperlihatkan kepalanya malah membuat para suswa heran dengan sikapnya satu minggu ini, mereka yang tak berniat untuk membullynya, tapi Heize yang berfikir itu sendirian
"Kau tak usah malu!! Aku akan memesan makanan, kau tunggu disini!!"
Pintanya lalu pergi
Heize yang lupa membawa benda pipih kesayangannya yang dapat memberinya pekerjaan walaupun itu hanya melihat-lihat gambar, tapi setidaknya ia tidak dibuat menjadi bahan pembicaraan di kantin
Tak lama kemudian....
Dasha datang membawa dua mangkok makanan dan tak lupa dua gelas minuman kesukaan mereka masing-masing. Para siswa yang melihat itu langsung berlari ke arah ibu kantin untuk meminta makanan yang sama denagn Heize. Dasha memberitahu Heizw jika dirinya tidak sedang dibully, tapi malah dikagumi
"Kau lihat? Semua siswa menukar makanannya agar sama denganmu, Kau harus bangga dan bersyukur, Sebenarnya, jika aku bersama mu, aku merasa, diriku tak berarti, tapi tenang saja, aku sangat mudah untuk mencintai diri sendiri,"
Ujar Dasha
Heize tiba-tiba melihat ke arah cermin yang berada tepat di sebelahnya. para siswa mengambil gambar dan menyimpan nya. Ekspresi Heize disebut aneh, tak merasa jika dirinya cantik tapi malah merasa jika dirinya biasa saja. Heize mengabaikan gambaran dirinya yang masih disaksikan para siswa. Dalam gambaran itu, seolah mencoba untuk berfikir dua kali dan kembali menatap ke cermin lagi
Beberapa menit kemudian....
Setelah menyelesaikan tugas mereka, segeralah Heize berlari ke arah toilet, dan menatap ke cermin memastikan jika dirinya tak aneh. Keran air yang tiba-tiba menyala dengan sendirinya, membuat kaget Heize dan juga Dasha yang sedang mencuci tangannya
"Aku biasa saja, apa yang membuatku istimewa di mata orang lain?"
Tanya Heize pada cermin
'Paras mu yang memikat, tapi kau tidak dapat melihatnya secara langsung dengan kedua matamu, dan kau hanya dapat bertanya pada temanmu, jika merasa ada yang kurang dari dirimu,'
Ucap bayangannya yang seolah hidup dan bicara dengannya
"Ada apa ini?"
Tanya Heize pada Dasha
"...."
Heize yang mulai ketakutan karena tak ada sahutan dati Dasha, di pantulan cermin Dasha sudah pergi meninggalkannya sendiri di dalam toilet. Heize ingin menangis tapi ia tetap menahannya, Dia mencoba untuk keluar tanpa ada yang menemani
Langkah demi langkah telah ia jalankan, dengan cepatnya ia berjalan, dua sedikit demi sedikit mengurangi sikap malunya, dan mulai memberanikan diri untuk menunjukkan jati dirinya yang telah lama ia tutupi
Ia juga mengingat pesan bayangan cermin tadi, jika dirinya tak dapat melihat keindahannya sendiri, tapi orang lain lah yang dapat melihatnya. Mungkin di mata orang lain dirinyalah yang paling istimewa dan sadar jika masih banyak orang yang menginginkan hidup dengan sempurna.
Sampailah Heize ke ruang kelas, dia masuk tanpa ada keraguan, dan mencoba menyapa teman-temannya. Ia juga harus terbiasa dengan apa yang ditentukan.
Kupu-kupu tidak bisa melihat bagaimana indah dan cantik sayapnya. Tetapi dia akan tetap indah dimata tang lain