Kenalin gua Daniel Anugerah, kawan kawan gua kalo manggil gua nengok ko, dan sekarang disini gua mau cerita tentang kisah kasih gua di sebuah organisasi sekolah. Gausah lama lama deh langsung aja dan ceritanya begini;
Pada hari itu, waktu dimana menjadi sebuah moment yang teramat menyedihkan dan mengharukan khususnya bagi gua dan umumnya bagi semuanya yang hadir dikala itu. Peristiwa ini terjadi tepatnya pada hari senin tanggal 09 oktober 2017 bertempatkan di sebuah sekolah yang lebih tepatnya di lapangan basket sekolah gua "SMA NEGERI 1 LURAGUNG" sekolah yang paling banyak menyimpan kenangan, kala itu waktu menunjukan pada pukul 07.00 WIB seperti biasanya diadakan upacara pengibaran bendera merah putih dan kali ini akan dilanjutkan dengan dilaksanakannya sebuah peristiwa penting dari bukti pengabdian di sebuah organisasi siswa intra sekolah (OSIS), ialah prosesi Pengukuhan Pengurus Osis Baru dan pembubaran Pengurus Osis Lama.
Setelah upacara pengibaran bendera selesai, inilah acara yang di tunggu-tunggu oleh kami semua, sedikit memacu detak jantung gua saat pertama kaki di hentakan menuju tempat yang telah di tentukan; ialah depan pembina upacara atau bapak pembina osis, di bawah bendera merah putih yang berkibar begitu gagahnya, daun daun pohon palem yang gua pandang seperti mengucapkan selamat tinggal menatap gua dan pula terdengar riang suara burung gereja saling bersahutan dengan setiap kali kaki gua terhentak.
Sampailah kaki ini yang membawa raga ke ambang sebuah perpisahan, yakni sekarang berada tepat di depan bapak pembina osis dengan badan tegap menatap sorot mata para manusia-manusia pilihan itu.
ketika Bapak Yan kusdianto selaku pembina osis membuka suara untuk mengumumkan nama-nama Pengurus Osis yang baru lagi lagi badan gua bergetar hebat, entah kenapa; gua pun ngga tau makna nya.
diambang waktu itu, terbesit ingatan masa lalu gua dalam 2 tahun sebelumnya, biasanya nama gua selalu ada disana didaftar nama yang disebutkan olehnya, namun sekarang sudah tidak ada lagi nama gua disana. Perasaan gua begitu terkikis, apalagi ketika pak Tete Kosasih selaku Kepala Sekolah SMA NEGERI 1 LURAGUNG memutuskan bahwa Pengurus osis periode 2016/2017 secara resmi dibubarkan dan Pengurus Osis periode 2017/2018 secara resmi dibentuk.
Disini rasanya air mata yang terbendung oleh kelopak mata ingin segera menetes menghujani pipi dan suara suara kesedihan di dalam lubuk hati yang tidak mau keluar tetapi ingin segera di teriakan;
"Inikah akhir? Perpisahankah yang menjawabnya? Mengapa? Hati seraya bertanya".
ketika gua melirik muka-muka yang pernah menguatkan gua; Ingin rasanya memeluk meraka semua, rekan-rekan seperjuangan yang berada disana, didekat gua saat itu. Lalu otak gua yang sedang bergeriliya dengan berbagai pertanyaan menghampiri, apakah ini yang dulu membuat kakak kelas gua pada waktu itu bersedih? Hati selalu bertanya dengan begitu penasaran, dan memang sekarang perasaan mereka telah di transfer ke gua dan gua merasakannya sendiri.
Kepala mulai menunduk, mengenang dan memutar 180 derajat kembali ingatan masa lalu, dimana saat itu gua masih menjadi bagian dari mereka yaitu masih menjadi Pengurus Osis.
"Gua merasakan ganasnya hantaman menit dan derasnya arus detik yang secara kontraksi memaksa kami untuk mengakhiri masa-masa yang begitu singkat. Masa dimana kami jatuh bangun beriringan, suka duka berbarengan dan senang sedih bersama. Sekarang masa itu telah habis ditelan oleh sang waktu".
Sungguh air mata sudah berada di pelupuk, tetapi masih saja tertahan oleh keegoisan dengan kalimat masa iya gua yang tengil gini nangis cuma karena beginian. Walaupun begitu gua memang merasa sedih tapi sedih dengan alasan gua teramat bangga, karena sudah menjadi bagian orang-orang pilihan yang dipercaya dan pemegang amanah oleh para siswa siswi SMA N 1 LURAGUNG untuk menjadi perwakilan dari mereka selama 2 periode.
Dan kini kami pun harus memberikan semuanya kepada para pengurus baru sepertihalnya tanggung jawab dan kepercayaan para siswa siswi SMA N 1 LURAGUNG dalam mengemban sebuah amanah kepada adik-adik kami atau calon Pengurus Osis baru dan mereka pula sekaligus menjadi orang-orang yang akan melanjutkan perjuangan dan pengabdian kami selama menjabat sebagai Pengurus Osis.
Setelah acara demi acara yang menjadi sekat jurang pemisahan manusia-manusia kuat selesai, gua dan rekan-rekan Pengurus Osis yang lama mendatangi Pengurus Osis yang baru dan memberikan ucapan selamat kepada mereka berselimut canda yang telah menghiasi hari-hari akhir bulan oktober ini.
Kembali benak gua bergumam, "tak apalah gua pensiun, toh merekalah yang akan melanjutkan pengabdian dan menggantikannya. Gua percaya kok mereka bisa atau bahkan lebih dari gua dan rekan-rekan persembahkan selama ini".
"Karena orang-orang inilah yang akan melanjutkan perjuangan dan pengabdian kami, inilah putra putri terbaik SMA NEGERI 1 LURAGUNG yang akan mengharumkan nama baik sekolah dan inilah generasi yang siap menjadi logam mulia layaknya sebuah emas yang dapat mewujudkan impian warga sekolah tanpa takut berkarat seperti halnya besi-besi yang telah mengajari dan melindungi mereka sebelumnya".
Lelah dan letih tergambar dari muka mereka serta aura kesuksesan di balik pancaran wajah mereka semua menjadikan gua semakin yakin bahwa segala hinaan akan berubah wujud jadi sebuah kebanggaan,dan doa gua sederhana; semoga mereka bisa menjadi lebih baik dibanding ketika kami menjabat sebagai Pengurus Osis dan meneruskan perjuangan para pendahulunya yang senantiasa mendoakan segala usaha mereka yang membawa kejayaan Kepengurusan osis menjadi sebagai garda terdepan bagi para penghuni sekolah.
Tak mengerti bagaimana mengawali nya, tiba tiba tercurahlah semua perasaan yang ada dalam benak hati. Tidak ada lagi kata senior dan junior di dalam forum tersebut. Semuanya kini terlampiaskan yang kian hari mengganjal organ yang berada di bawah diafragma, menurut kami inilah saat-saat terakhir kami semua bisa kumpul bersama, dan mungkin takkan pernah ada lagi moment seperti ini di kemudian hari karena akan tersibukan dengan masalah percintaan dan cita-cita yang sejak dulu di damba-dambakan.
"Semua suka dan duka yang terjadi, kenangan yang telah terlukiskan oleh tinta-tinta keabadian dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini harus segera berakhir. Ada yang datang ada pula yang harus pergi, ada yang masuk ada pula yang harus keluar dan ada yang bekerja ada pula yang harus pensiun. Begitulah filosofi hidup di dalam fatamorgana ini".
kata-kata indah yang menjadi sebuah kalimat mutiara inilah yang pada waktu itu ada dalam otak dan pikiranku.
*****
Setelah kami meluapkan semua perasaan dan isi hati, sesi berfoto pun tak mau ketinggalan dan mungkin ini adalah sebuah foto perpisahan dengan mereka atau jembatan melewati jurang keabadian.
Ketika itu selesai aku pun masih mengingat dan memutar waktu ku dikala dulu;
Aku yang dulunya hanyalah seorang anak ingusan yang ketika memasuki lembaran kisah putih abu, sekarang sudah sedikit mengerti arti tentang kehidupan. Aku telah tergabung dalam organisasi sekolah yaitu OSIS. Aku tidak hanya berilmu tentang bagaimana berorganisasi saja, disini juga aku belajar tentang hal yang sangat penting, yakni sebuah
kebersamaan dan bekerja tanpa pamrih. Selain itu juga, aku telah mendapatkan banyak teman-teman baik yang sebaya, kakak kelas yang saling menghormati dan adik kelas yang saling menyayangi satu sama lain, namun kadang kala mereka suka membuat kesal dengan segala keegoisan mereka dalam mewujudkan musyawarah yang mufakat. Tetapi merekalah yang selalu mengerti apa yang sedang gua rasain, tatkala ketika gua sedih dengan kesendirian lalu mereka datang menawarkan diri untuk menemani maupun ketika sedang bahagia dan pula mereka termasuk salah satu alasannya.
Tak sia-sia gua ikut OSIS, tak terbuang cucuran keringat membanjiri kening hingga badan selama ini, tak percuma rasa lelah dan letih yang melekat dalam raga. Tak apalah, semua itu telah terbayar lunas bahkan lebih; dari perjuangan dan pengabdian.
"Dispensasi sehingga pelajaran terbengkalai, rapat acara OSIS dimana anak-anak yang lainnya sedang asik menikmati suasana libur ataupun waktu istirahat di rumah ketika pulang sekolah. Di push up, lari mengelilingi lapangan basket dan dimarah-marahi bersama ketika LATIHAN KEPEMIMPINAN SISWA, bersibuk diri hingga pulang malam bahkan menginap di sekolah ketika menyiapkan acara. Lembaran yang ada di tangan bukanlah buku pelajaran, tidak ada matematika, fisika, kimia dan biologi melainkan buku tahunan, proposal kegiatan, pensi, perpisahan, hingga masa pengenalan lingkungan sekolah yang dipikirkan sewaktu dikelas. Itulah segelintir kenangan yang terselip dari memori yang mengendap dalam otak."
Tapi semua itu hanyalah tinggal sebuah kenangan, kenangan yang bisa saja hilang dan terlupakan, tetapi begitu indah dan kadang membuat tersenyum sampai ketawa sendiri bila mengingatnya. Semoga kenangan itu dapat terkubur dalam memori kita dan tumbuh saat kita dewasa nanti sehingga kita bisa memetiknya di kemudian hari.
"Foto-foto yang mengabadikan semuanya kini akan terbingkaikan, cerita-cerita mengenai semuanya akan tertuang ke dalam sebuah tulisan, langkah kaki yang telah kita hentakan bersama biarlah menjadi jejak pengalaman di masa tua kita nanti dan kalian semua akan menjadi bagian yang terbaik dalam lika-liku perjalanan masa putih abu".
Terima kasih untuk semuanya, kalian takkan pernah mungkin bisa terlupakan dan semoga kalian juga takkan melupakan semua kenangan yang telah kita lewatkan selama ini; mungkin suatu saat nanti gua berharap bisa kembali bertemu lengkap dengan kalian semua membuat satu acara besar untuk bernostalgia mencurahkan kembali cerita cerita lama atau keberhasilan kalian di kehidupan baru, dengan membawa pasangan atau mungkin buah hati untuk ikut meramaikan acara tersebut.
Saatnya menutup buku dan lembaran Pengurus OSIS dalam sebuah Kabinet Kacang Asia; dan selamat membuka lembaran baru di kehidupan yang baru menuju jenjang yang lebih menantang.