Jika senja datang aku membenci nya ,hari berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejaknya seperti kemarin .
Beribu senja telah ku lalui ,seolah menatap mu seperti hari itu .
Dalam rindu yang tak pernah berkesudahan ,kata cinta selalu terucap lirih .
Andai senja itu terulang satu kali saja .
Saat kau genggam jemari ku kuat-kuat ,tersenyum dengan bibir tipis pucat mu .
Senyum dengan sejuta kilowatt ,membuat seolah tubuhku tersetrum dan permanen mencintai mu .
Apa bisa terulang kembali ?.
Senja terakhir kita bersama .
Aku melihatnya di bibir pantai ,dengan wajah sendu dan prustasi dia melangkah perlahan ke arah lautan .Aku masih memperhatikan apa yang akan dia lakukan ,sudah satu bulan lebih dia tak masuk sekolah aku tak cukup dekat untuk bertanya kenapa ?.
Awan sudah berwarna jingga ,ini sudah senja ,karna tak akan ada yang mengkhawatirkan keberadaan ku ,aku bebas pulang kapan pun .Ku lihat lagi dia pirasat ku buruk ,apa mungkin gadis se ceria dia akan mengakhiri hidup nya seperti itu .
"Apa yang kau lakukan ?"
"Jangan ikut campur ,pergi lah "
Ku tarik tangan nya ,ku lihat wajah menangis nya kemudian tubuhnya lemas dan tenggelam di air asin laut .Dengan susah payah ku bawa dia ke tepi ,ku berikan pertolongan pertama pada nya tapi tak berhasil .
"Akhh siall apa yang harus aku lakukan ? "
Tak terlalu berat ,ku panggku tubuh nya mencari kendaraan lewat di jalan sekitar pantai dan membawanya ke rumah sakit.
Suara monitor jantung itu sedikit menakutkan ,aku masih tak percaya dia sakit separah ini bahkan seisi rumah sakit telah mengenal nya .
"Terimakasih telah menolong Hana nak ,kalau tak ada kamu mungkin Hana ..."
"Sudah mah jangan menangis jika Hana tau dia akan marah ,terimakasih sekali lagi nak "
Namanya kim Hana,dia gadis tercantik di sekolah bukan hanya itu dia bahkan pintar dan pandai bergaul ,tak ada yang tak menyukainya termasuk aku ,hanya saja aku sadar siapa diriku dan memilih melihat nya dari jauh .
"Ini kau menjatuh kan nya "
Ku ingat senyum manis nya saat dia mengembalikan buku ku yang tak sengaka terjatuh ,dengan ke tiga teman nya Laura ,Ross dan Jeni dia duduk di bangku pojok kantin ,semua mata memandang nya mereka bagai bunga yang cantik dan juga harum wangi nya .
Setelah kejadian di pantai itu pandangan ku padanya berubah ,bagai mana tuhan begitu tak adil dengan nya .Hana menderita kanker darah setadium akhir dia bahkan telah melakukan oprasi sumsum tulang belakang tapi kanker itu tetap tak bisa hilang .Aku mengunjunginya setiap hari ,meskipun kita tak pernah saling bicara ,aku hanya duduk di sopfa ruang rawat itu sambil diam-diam melukis nya ,orang tua Hana yang meminta ku melakukan itu ,tentu dengan senang hati ku lakukan .
"Apa kau melukisku lagi ,diam-diam "
Ehh bagai mana dia tau ,aku memang selalu melukisnya diam-diam bahkan saat di sekolah .
"Waktu aku menemukan buku mu ,aku tak sengaja melihat isi nya dan wahh itu gambar wajah ku semua "
Dia tersenyum pada ku ,setelah seminggu menemani nya baru kali ini dia bicara pada ku .
"Maaf karna lancang telah menggbar mu "
"Kau memang sangat pendiam ,lukisan mu bagus jadi aku memaafkan mu ,coba sini lihat "
Setelah hari itu kami menjadi lebih dekat ,Hana lebih kuat dari yang terlihat saat aku tanya kenapa dia ingin mengakhiri hidupnya jawaban nya karna dia tak mau lagi menyusahkan orang tuanya ,aku tak punya mereka jadi tak mengerti perasaan nya .
"Saat nanti aku pergi kau bisa menjadi anak orang tua ku ,gantikan aku dan berbaktilah pada nya "
"Tidak kau harus sembuh ,kau pasti sembuh "
"Aku juga ingin begitu ,tapi sepertinya Tuhan tak begitu .
"Aku akan melakukan apapun untuk mu ,jadi sembuh lah "
"Hahaha ,wahhhh lihatlah lelaki dingin ini kau bisa menangis "
"Jangan meledek ku "
Ku usap kasar air mata di pipi ,melihat senyum nya aku tau dia memendam sakit yang luar biasa ,selain aku teman-teman nya juga baru tau kebenaran ini ,Hana berbohong pada mereka dan mengatakan bahwa dia pindah ke luar kota .
"Kenpa kau membohngi kami ? "
"Maaf "
"Apa kau ingin membuat kami menanggung rasa bersalah seumur hidup "
"Tidak ,maafkan aku "
Bunga sekolah yang biasa ku lihat cerah kini terlihat layu ,mereka layu bersama dengan semerbak wangi yang tak hilang .
Hingga bagian akhir dari kisah ini ,saat hari ulang tahun Hana yang ke 18 ,dia sangat suka senja hingga kami membuat acara di dekat pantai saat sore hari ,pihak rumah sakit sebenarnya melarang Hana keluar tapi dia memaksa dan mengancam tak akan minum obat nya ,dan beginilah jadi nya dengan selang infus menancab di tangan dan sekang oksigen di hidung mancung nya Hana hadir di pesta nya .
"Selamat ulang tahun selamat ulang tahun ....."
Lihatlah senyum nya ,itu adalah senyum tercantik nya yang pernah ku lihat dan juga menjadi senyum terakhinya .Setelah meniup lilin dan saat dia berdoa Tuhan mengambil nya dari kami semua ,ini senja terakhir yang dia lihat ,ini senja terakhir juga yang aku lihat ,karna setelah kepergian nya aku menjadi benci datang nya senja ,aku benci senja yang membawa dia pergi .