hari Sabtu tanggal 20 September, aku pergi ke gunung bersama temanku Gagas. Kami berencana pergi jika salah satu hutan lindung yang ada di daerah Malang. tepatnya berada di Malang Selatan yang terkenal masih banyak hutan Asri dan dekat dengan lautan. kami berdua memang suka akan pemandangan alam, karena kami juga berprofesi sebagai fotografer.
kami berangkat dari Jakarta, menggunakan sebuah mobil Jeep sehingga dengan mudah melintasi jalanan berbatu. dalam perjalanan kami membawa banyak perlengkapan diantaranya yaitu tenda, makanan kaleng, alat penerangan, alat memasak, botol air minum, serta perlengkapan lengkap berfoto.
perjalanan menuju ke tempat yang kami inginkan sangatlah lama. perjalanan hampir memakan waktu seharian, kami berangkat mulai dini hari dan sampai keesokan paginya. aku dan Gagas pergantian menyupir dari Jakarta ke Malang Selatan. dan memutuskan singgah sejenak di rumah warga tepatnya di rumah Pak RT.
kami membayar sebesar Rp250.000 untuk 1 hari menginap serta tiga kali makan. Kami memang tidak memutuskan untuk langsung pergi menjelajah hutan lindung, tetapi kami memutuskan untuk istirahat dulu seharian guna mengumpulkan tenaga.
kami pun bercerita tentang niat kami untuk mengumpulkan foto-foto di hutan lindung tersebut. beliau pun bercerita bahwasanya tempat itu memang masih Asri, sehingga disarankan untuk tidak bermalam di dalam hutan karena tidak tahu bahaya yang ada di hutan.
beliau bercerita ditakutkan banyaknya hewan liar yang bisa mencelakakan kami berdua. kami pun Hanya mengiyakan peringatan dari Pak RT, dan hanya menganggap remeh Omongan dia.
pagi pun sudah muncul, seolah mengajak kita berdua untuk segera menjelajah dan mencari foto yang bagus. kami menyusuri langkah Setapak demi setapak, terlihat banyak pohon-pohon tua yang diselimuti oleh lumut serta tanaman-tanaman paku. kami terus berjalan sambil mengawasi sekitar. dan Kami merasa bahwasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan di dalam hutan ini.
sambil terus berjalan melintasi pepohonan yang rimbun dengan suasana pagi hari yang yang lembab dikarenakan embun pagi. terlihat juga banyak butiran-butiran air yang menempel di daun, terlihat sangat sejuk dimata. udaranya pun sangat segar berbeda dari udara kota yang sangat dan kotor.
kami berdua terus berjalan sambil memotret spot-spot yang sekiranya terlihat bagus. kamu juga memotret beberapa jenis hewan seperti burung dan gerombolan kupu-kupu yang menempel pada daun pohon cemara.
semakin kami memasuki hutan lindung, terlihat makin banyak gerombolan kupu-kupu berwarna coklat yang indah, dengan guritan garis putih di tepi sayapnya. tiba-tiba Gagas memanggilku dan mengajak beristirahat, karena tak terasa kami sudah berjalan lebih dari 5 jam. kulihat waktu di jam tanganku sudah menunjukkan pukul 3 sore dan memutuskan untuk berkemah di tempat ini. tidak mungkin kita kembali pulang ke rumah Pak RT karena waktu tidak akan cukup. jika kita memaksakan untuk tetap kembali, maka kita akan berjalan di dalam hutan pada waktu malam hari.
aku dan Gagas berpikir posisi kita saat ini berada di di di tengah gunung belum mencapai puncak. waktu terus bergulir dan malampun tiba, aku memutuskan untuk menyalakan alat penerangan ku dan ku mencoba melihat sekelilingku. yang kudapati hanyalah kegelapan dan rimbunan pohon yang mengeluarkan suara siulan ketika tertiup angin. suasana malam itu benar-benar sunyi sekali tanpa ada suara cara jangkrik ataupun makhluk hidup yang lain.
di kejauhan terlihat kunang-kunang mulai berterbangan. kupanggil Gagas untuk memotret momen itu. Gagas pun segera bergegas untuk mengambil kamera dan memotret momen itu.
ketika Gagas memotret, kilatan cahaya kamera sangatlah terang dan terlihat sesosok kain putih yang berdiri di balik pohon. aku pun mulai ketakutan dan meminta Gagas untuk melihat hasil jepretannya. setelah dilihat tidak ada sosok apapun yang ada di dalam foto gagas.
seketika bulu kudukku merinding, dan segera masuk ke dalam tenda. aku mencoba melupakan apa yang kulihat barusan. tapi setelah, pikir-pikir sosok itu makin jelas di bayanganku dan itu adalah sosok POCONG.
Aku minta Gagas untuk segera masuk ke dalam tenda tetapi Gagas tidak menjawab panggilanku. aku pun mulai panik dan aku mulai melihat sekeliling tendaku. aku mulai ketakutan karena terlihat banyak bayangan tangan, terlihat menekan tendaku. tendaku yang terbuat dari bahan yang elastis memperlihatkan cetakan banyak tangan yang mencoba meraih ku di dalam tenda.
Aku hanya bisa berbaring dan ketakutan di dalam tenda. Setelah beberapa lama, aku memutuskan untuk membuka mataku dan melihat. tangan-tangan tadi yang menekan tendaku dari luar sudah hilang. sekarang yang berganti suara cara langkah kaki yang diseret serta langkah kaki seperti orang loncat. membuat membuatku makin ketakutan dan memutuskan untuk menutup telingaku serta berbaring di tenda.
terasa Hawa dingin memasuki tenda, serasa ada taman yang raba kakiku terus berjalan hingga ke punggungku. terasa tangan dingin yang kaku mulai mengusap-usap punggung ku dan akhirnya aku segera lari dari tenda. betapa kagetnya aku melihat ribuan makhluk halus mengelilingi tenda dengan berbagai wujud.
seketika aku pun pingsan karena sudah tidak sanggup menahan tekanan ini. saat aku tersadar aku melihat wajah pucat yang sangat menakutkan dengan mulut terbuka lebar. mata putih dan ekspresi yang menakutkan terpancar dari wajah itu.
aku segera bangun dan lari sekencang-kencangnya. Aku berlari tidak tahu kemana arahnya aku hanya berpikir harus terus berlari. terlihat sesosok POCONG terbang mengejarku.
aku terus berlari tanpa melihat kebelakang. karena ketakutan seolah-olah Aku mendapatkan kekuatan yang lebih untuk terus berlari. keajaiban datang Aku sudah berada di di pinggir hutan dan segera menuju ke rumah warga.
para warga kaget melihatku dan di sana juga sudah terlihat Gagas. tetapi Gagas tergeletak di tanah dan di kerumuni oleh warga. Pak RT menjelaskan bahwasanya tubuh Gagas ditemukan oleh, warga yang mencari ranting di pinggiran hutan berada di atas pohon.
Pak RT pun segera menenangkanku dan memberikanku air minum serta menyuruhku untuk duduk sejenak. Pak RT pun menjelaskan bahwasanya aku tidak keluar dari hutan selama seminggu. sebuah keajaiban bahwasanya aku bisa keluar dari hutan hidup-hidup.
kuceritakan kan awal mula perjalanan hingga akhirnya aku bisa keluar dari hutan itu kepada warga dan Pak RT. Pak RT menjelaskan bahwasanya di tengah hutan memang ada sebuah napak tilas atas sebuah kuburan kuno yang sangat Kramat. tidak boleh sembarangan orang masuk seenaknya, harus ada ritual khusus.
Pak RT juga menjelaskan bahwasanya, saking keramatnya tempat itu tidak boleh ada satu orang pun yang mengabadikan foto di tempat itu. setelah setelah hari itu aku benar-benar Terpukul dan tidak bisa lagi ditinggal sendirian karena aku mengalami trauma yang hebat. aku mengalami ketakutan sepanjang waktu akibat kejadian itu.