Kosan berpenghuni
Aku mahasiswi di Aceh, Lhokseumawe karena tidak memungkinkan jika aku pulang pergi setiap hari dari rumah ke kampus ataupun dari kampus ke rumah dengan jarak tempuh hampir 2 jam perjalanan. Maka dari itu aku memilih untuk ngekos di daerah dekat situ juga.
Kosan yang aku tempati ialah ruko berlantai dua, di lantai pertama ditempati oleh pemilik kos itu sendiri sedangkan di lantai dua atas anak anak kos yang menempatinya.
Kebetulan hari itu di saat balek lagi ke kos setelah liburan semester, di sana baru aku sendiri yang sampai sedangkan teman kosanku yang lain masih dalam perjalanan. Pas pertama saat aku menginjakkan kaki menaiki tangga firasatku mengatakan ada yang aneh disini, tapi aku mengabaikan firasatku itu lalu naiklah aku ke lantai dua untuk menyimpan barang terlebih dahulu sebelum aku keluar lagi untuk membeli makan malam karena kebetulan saat sampai di kosan waktu sudah hampir memasuki waktu makan malam.
Nak sudah siap, tanya orangtuaku padaku, ikut menyusulku ke kamar kosan yang aku tempati.
Sudah Ma, Pak, jawabku kemudian
Ayok kita makan dulu
Iya Mak
Mamak dan bapak ikut mengantar aku ke kos karena barang yang aku bawa dari rumah ya lumayan banyak tidak memungkinkan jika aku bawa dengan sepeda motor jadi mamak dan bapak ikut mengantar dengan membawa semua barang aku ke kos dengan mobil.
Sekitar jam 10 malam aku sudah sampai lagi ke kos setelah mengisi perut tentunya. Ku bergegas membereskan barang bawaanku semuanya. Setelah barang siap rapi tersusun semua aku duduk di balkon teras kosan, baru sebentar aku duduk lewatlah bayangan yang melintas di lorong kamar kosan, oh tidak, ucapku dalam hati, berarti yang tadi bukan firasat tetapi memang ada sesuatu disini. Tanpa banyak aba aba lagi aku langsung masuk kamar dan mengunci pintunya lantaran aku sendirian di lantai dua.
Malam malam selanjutnya aku selalu melihat bayangan yang sama, tetapi aku mengabaikannya karena menganggap itu tidaklah penting bahkan pernah saat aku wudhu bayangan yang sering melintas di depanku itu tidak lagi melintas melainkan bayangan itu berdiri tepat di sampingku memperhatikan aku yang sedang berwudhu untuk shalat tahajud malam itu, tapi lagi lagi aku mengabaikannya karena bayangan itu cuma memperhatikan saja tidaklah menganggu aktivitasku.
Dua pekan kemudian sekitar jam dua pagi aku belum tidur masih di sibukkan dengan tugas kuliah yang menumpuk, karena kelelahan tengkukpun sudah sakit aku memilih keluar kamar dan duduk di balkon teras, hampir satu jam aku duduk di situ menikmati angin malam seorang diri, tidak sengaja mataku melihat ke bawah waw dalam hatiku takjub ternyata daerah sini tidaklah sepi ya, tadi manusia yang berkeliaran berlalulalang kesana kemari dan sekarang makhluk lain yang sibuk dengan akvitasnya masing - masing.
Aku begitu sibuk memperhatikan mereka lama kelamaan salah satu dari mereka memperhatikan aku balik, hem ternyata felling mereka kuat juga ya ucapku dalam hati, lalu aku mulai risih karena semakin banyak dari mereka memperhatikanku balik. Aku semakin risih dengan tatapan mereka, lalu aku membalikkan badan ingin masuk kamar kembali namun saat berbalik jantungku hampir copot lantaran terkejut mendapati seorang gadis asing yang begitu cantik, sangat cantik berdiri tepat di hadapanku saat aku berbalik. Ya walaupun cantik aku tetap terkejutlah karena gadis itu tiba tiba ada hadapan mata. Dengan tatapan tajam lantaran kesal aku berkata pada gadis itu "Minggir" tanpa mempedulikan apapun lagi aku bergegas masuk dikarenakanpun mata juga sudah mengantuk biar tugas besok lanjutkan kembali.
Ris, Risna bangun sudah shubuh shalat dulu ucap teman satu kamar kosku.
Iya sebentar lagi
Bangunlah cepat
Iya iya sebentar
Lalu akupun duduk sebentar untuk mengumpulkan kesadaranku kembali.
Setelah shalat shubuh dan mengaji kawanku ngomong gini
~ Riis tadi shubuh ada yang tidur disamping kamu, dia tidur di tengah antara kita.
~ Hah, yang betul tanyaku kembali
~ Betul
Dan saat itu juga badan meremang seperti melebar mau terbang, dan mataku langsung mengeluarkan bening buliran air mata. Setelah beberapa saat keadaanku mulai tenang, akupun bertanya pada kawanku itu
~ Bagaimana bentuknya? Apakah kamu lihat jelas rupanya?
~ Bentuknya kayak angin gitu Ris, sepertinya kalau dilihat dari bayangannya kayak seorang perempuan.
~ Oo jawabku, lalu teringat kejadian semalam mungkin dia gadis cantik yang mengangetkan aku semalam.
Setalah kejadian malam itu, gadis asing berparas cantik itu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi baik itu ke kampus atau di kos tetap sama selalu dia menguntitku. Malam yang ketiga setelah kejadian itu badanku betul betul lelah, mau tidur ngak nyaman karna ada yang perhatiin, mau masuk kamar teman juga sama dia ikutin.
Huft betul betul risihlah, lalu aku masuk kembali ke kamar untuk bersiap siap tidur kuperhatikan dia masih ada di sudut dinding kamar memperhatikan aku dengan senyumnya, ish sungguh menyebalkan, dan tak lama kemudian keluarlah jurus merepetku yang telah lama nganggur
Ngapain kamu di situ, keluar sana, jika hanya ingin mengawasi janganlah menampakkan diri apalagi menonjolkan diri ucapku dengan suara lantang dan kemarahan yang agak kutahan, gadis itu menghilang secara mendadak dari pandangan mataku dan akupun bergegas tidur karena kelelahan.
Malam malam berikutnya gadis itu tidaklah lagi terlihat, entah aku tidak tahu dimana gadis itu pergi. Saat aku memarahi gadis itu aku melihat sorot mata sedih dari wajahnya. Kejadian itu sudah tiga bulan berlalu dan sampai sekarang aku masih masih bertanya tanya siapakah gadis cantik itu?