" APA... " Ucap seorang gadis terkejut
" Please... Ica, aku mohon " Mohon sahabat nya dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada dengan wajah memelas
" Apa kau sudah gila? " Tanya nya sedikit meninggi
" Ya katakan saja aku sudah gila. Aku benar-benar minta tolong pada mu. Kali ini saja please " Mohon nya lagi tak menyerah
" Aku bisa menolong mu apa saja, tapi tidak untuk yang ini. Ini sebuah pernikahan, aku tak bisa mempermainkan sebuah pernikahan. Apa kau mengerti Dila, bagi ku menikah itu untuk sekali seumur hidup " Tegas Ica lagi pada sahabat nya yang bernama Dila
Dila adalah sahabat baik Ica, mereka bersahabat sudah dari kecil. Dila meminta sahabat nya Ica untuk menggantikannya menikah dengan seorang CEO. Yang menurut kabar CEO itu terkenal dingin dan kejam, ia seperti tak memiliki hati karena tak punya belas kasih. Namun nilai plus nya CEO itu sangat tampan dan kaya raya.
Sungguh sangat gila bukan? Ia di minta untuk menjadi pengantin pengganti.
Menurut pandangan seorang wanita seperti Dila, percuma saja memiliki harta banyak dan berwajah tampan jika tak memiliki hati nurani maka itu semua sia sia. Masalah harta, ia sendiri tak peduli karena ia terlahir dari orang tua yang memiliki harta yang cukup banyak.
Dila memiliki hati yang lembut, ia tak bisa mendengar bentakan. Ia takut jika mereka menikah maka ia akan sering tersakiti. Selain itu sebenarnya Dila sendiri sudah memiliki kekasih. Maka dari itu ia meminta Ica untuk menggantikan nya.
Ica mengerti mengapa Dila meminta nya menjadi pengantin pengganti, setelah mendengar rumor tentang CEO itu. Ia juga kasihan jika sahabat nya sampai menikah dengan pria kejam seperti itu.
Demi membalas kebaikan keluarga Dila pada nya selama ini, akhirnya Ica menerima permohonan Dila. Dengan syarat kedua orang tua Dila mengizinkan ia menggantikannya.
Dalam pikiran Ica tak mungkin orang tua Dila menyetujui itu. Karena orang tua Dila sudah membuat kesepakatan dengan kedua orang tua pria itu.
Tapi siapa sangka ternyata kedua orang tua Dila malah dengan senang hati menyambut kebaikan Ica yang mau mengganti posisi anaknya untuk menikah dengan CEO kejam. Mereka juga sangat menyayangi putri satu satunya, mereka tak akan tega melihat putri mereka menderita.
Tapi untuk Ica, mereka yakin Ica akan bisa mengatasi pria kejam itu. Mereka sangat tahu karakter Ica yang tak selemah putri mereka. Lagi pula sebenar nya perjanjian pernikahan ini bukan mereka yang menginginkan melainkan orang tua mereka yang terdahulu.
Di sebuah taman kampus nampak seorang gadis sedang melamun. Ia memikirkan nasibnya setelah menikah nanti. Akan seperti apa kehidupan nya bersama pria dingin dan kejam. Mereka tak saling mengenal dan tentunya tak ada cinta diantara mereka. Tak ada cinta dalam pernikahan itu.
Setelah pembicaraan antara keluarga Dila dan pihak pria selesai akhirnya keputusanpun di dapat. Dari pihak pria tak masalah, mereka menerima keputusan itu. Mereka juga berfikir positif akan lah ini.
" Ahh seminggu lagi status ku sudah berubah " Gumamnya pada diri sendiri
" Apa keputusan ku sudah benar, bagaimana aku bisa menjalani hari hari ku nanti nya? " Tanyanya, ia sudah jauh memikirkan nasibnya nanti
Ica menumpuhkan kepalanya di meja taman kemudian ia kembali menegakkan kepalanya yang tertunduk. Terlihat ia mengepalkan ke dua tangannya dan mengangkat ke udara.
" Ica kamu pasti bisa. Dan kamu harus bisa " Ica menyemangati dan menyakinkan dirinya sendiri
Di luar pagar taman seorang pria memperhatikan kelakuan Ica. Pagar itu tidak terlalu tinggi sehingga orang dari luar bisa melihat aktivitas di dalam. Pria itu memperhatikan Ica dari dalam mobilnya jadi Ica tak menyadari jika ia sedang di perhatikan dari sejak awal.
" Jadi dia calon istri ku? " Tanya pria itu pada asisten nya yang duduk di kursi pengemudi
" Ya tuan. Namanya Monica Putri, usianya dua puluh tahun. Dia kuliah dengan jalur beasiswa dan sekarang sudah memasuki tingkat akhir. Ayah nya sudah meninggal ketika dia di bangku SMP dan sekarang hanya tinggal berdua dengan ibunya saja " Jelas sang asisten mengenai Ica detail
" Hmmm " Hanya itu jawaban yang terdengar
Semenjak mengetahui calon istri nya di ganti, pria itu meminta asisten nya untuk mencari tahu informasi mengenai siapa calon istri nya. Ia tak mau membeli kucing dalam karung. Sebagai seorang pembisnis ia sudah terbiasa harus teliti dan hati hati dalam mengambil keputusan. Hal itu juga berlaku untuk pendamping hidup. Ia tak mau rumah tangga nya bermasalah di lain waktu. Walaupun pernikahan ini bukan kemauan dari nya tapi ia harus menghargai sebuah pernikahan itu sendiri. Lagi pula ia terlalu malas untuk mencari wanita untuk di jadikan kekasih atau istri. Maka dari itu ia menerima saja keputusan orang tua nya ketika ia akan di jodohkan.
Sedangkan rumor yang beredar tentang nya tidak semua nya benar. Ia memberikan saja rumor itu beredar tanpa mengklarifikasi nya, hal itu ada bagusnya untuk nya.
Pria tampan itu perlahan membuat garis lengkung di bibirnya tapi garis itu sangat tipis sehingga tak terlihat. Pria tampan itu memperhatikan gadis cantik yang sedang duduk di salah satu bangku taman kampus. Gadis itu memiliki wajah yang manis, babyface jadi tak bosan untuk memandang nya terus. Hidung nya mancung, bulu matanya lentik alami, bibir nya kecil menyesuaikan dengan bentuk wajahnya yang imut.
**
Hari ini adalah hari di mana Ica akan merubah status nya. Ia akan menjadi seorang istri dari seorang CEO. Ia tak pernah membayangkan akan menikah di usia muda. Gadis itu menatap pantulan wajah nya dari cermin, riasan sederhana membuat wajah nya semakin cantik. Ibunya masuk ke dalam kamar calon pengantin itu untuk membawa nya keluar karena ijab qabul akan segera di laksanakan, tapi sebelum itu ibu nya memberi beberapa nasehat pernikahan.
Beberapa jam kemudian ijab qabul sudah selesai di ucapkan oleh pria tampan itu dengan sangat lancar, kata SAH menggema di dalam aula dan lantunan do'a menjadi backsound aula itu.
Serangkaian acara resepsi di gelar. Acara resepsi pernikahan itu cukup mewah. Acara di gelar di salah satu hotel bintang lima milik keluarga suami Ica. Suami? Ya suami karena sekarang status mereka telah berubah menjadi sepasang suami-istri.
Acara resepsi pernikahan sudah selesai, malam hari nya di kamar hotel yang mewah itu nampak Ica yang sedang duduk di kursi depan meja rias. Ica sudah nampak segar karena sudah membersihkan diri.
Ica yang sedang menyisir rambut, melihat pantulan suaminya yang baru keluar dari kamar mandi. Pria itu keluar dengan santai dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya untuk menutup bagian bawah. Sedangkan dada nya di biarkan polos sehingga perut kotak kotak nya terpampang nya di depan mata. Rambut nya yang masih basah meneteskan sedikit air di pundaknya. Hal itu membuat pria tampan itu semakin tampan dan keindahan itu sangat sayang untuk di lewatkan.
Mata Ica tak berkedip melihat penampakan suami nya itu. Tubuh nya terasa kaku, gerakan tangannya terhenti. Pria yang berstatus suaminya itu berjalan semakin mendekati nya tanpa ada rasa malu sedikit pun.
Pria tampan itu tersenyum tipis melihat wajah istri nya yang nampak kaku. Tapi wajah itu sangat lucu untuk nya, ia menyukai nya. Sangat cantik, ia ingin mengerjai istri nya malam ini.
" Hai istri ku, apa kau sudah siap? " Tanya nya berbisik di telinga Ica
Merasa hembusan napas panas di sekitar telinga nya, tubuh Ica merasa meremang. Aroma sabu dari tubuh pria itu menusuk hidung Ica, aroma itu sangat segar.
" Apa kau sudah tahu siapa aku? " Tanya nya lagi
Ica mengangguk " Kamu Damian Wilson, CEO wils yang terkenal dingin dan... " Jawab Ica dan perkataan nya terhenti karena ia takut untuk melanjutkan nya
Damian menaikan salah satu alisnya melihat ekspresi Ica yang gugup, kemudian ia tertawa.
" Aku tak seburuk itu " Ucapnya tahu kemana arah ucapan Ica
" Lupakan itu, jadi bagaimana kita melakukan malam pertama kita " Katanya sambil memeluk tubuh Ica dari belakang dengan tubuh nya yang masih polos
Mendengar kata malam pertama dan dalam posisi intim membuat Ica semakin gugup.
" Apa benar ini CEO yang di katakan dingin itu? Sepertinya tak seperti rumor yang beredar, dia malah seperti pria mesum. Mesum...? Apa malam pertama? Bagaimana ini apa dia meminta hak nya sekarang? Apa yang harus aku lakukan? " Begitu banyak pertanyaan yang melintas di kepala Ica. Jika ada celah Ica ingin kabur di malam pertama nya.
****
Hai... ini cerpen perdana saya. karena keterbatasan imajinasi jadi cukup sampai disini ya...