aku merupakan seorang gadis yang masih duduk di kelas X SMA,yaaahhh seperti gadis-gadis remaja lainnya aku juga merasakan masa remaja ku yang sangat indah, atau bahasa lainnya di katakan dengan pubertas dimana seorang remaja merasakan indahnya segala hal yang datang di dalam kehidupannya. yaaaa sama seperti aku yang bersemangat baik dalam mengikuti pelajaran sekolah,kegiatan dirumah. aku seorang remaja putri yang lumayan aktif disekolah dengan mengikuti berbagai bidang ekstrakulikuler seperti pramuka,bola voly,bola basket dan berbagai macam kegiatan lainnya.
Di suatu pagi yang indah aku seperti biasa berangkat kesekolah dengan menggunakan motor,karena jarak antara rumah dan sekolahku membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 10 menit jika menggunakan kendaraan motor tetapi jika menaiki bus atau angkot maka bisa memakan waktu 15 menit dari biasanya,terlebih lagi aku mampir ke warteg,kios-kios untuk menitipkan kue dagangan ibu yang dijual di kedai-kedai untuk memenuhi kebutuhan kami,begitu juga bapak yang bekerja sebagai salah satu karyawan di kebun sayuran milik pak yanto dengan gaji yang cukup untuk menghidupi kami bertiga,selain itu bapak juga membudidayakan tanaman hidroponik di halaman belakang rumah sehingga banyak para tetangga dan penjual dipasar membeli tanaman sayuran bapak karena terbilang segar. ketika aku bersiap untuk berangkat tiba-tiba ibuku memanggil "anggun" panggil ibu dengan sedikit teriak.
"iya bu,ada apa?" tanya ku penasaran
"ini loo kue nya hampir saja tinggal" kata ibu mengingatkan
"astagfirullah,ya bu ma'af anggun lupa"jawab ku sambil menepuk jidatku dengan tangan
"masih kelas X udh pikun,anggun anggun" sambung bapak.
"hehehe ma'af pak"
"ya sudah berangkat sana nanti telat,ingat jangan lupa lagi ya"kata bapak sambil tersenyum
"iya pak,kalau gitu anggun berangkat ya pak,bu. assalamualaikum" jawabku sambil pamit dan mencium punggung tangan kedua orang tua ku.
"waalaikumsalam,hati-hati ya nak" jawab ibu
"ya bu".
ketika diperjalanan setelah semua kue dagangan ibuku mendarat di tempat biasanya tiba-tiba aku melihat via ditepi jalan dengan menolak sepeda yang dia gunakan untuk pergi ke sekolah dan lalu aku berhenti karena melihat teman ku itu berjalan dengan keringat bercucuran.
"kamu kenapa via,sepeda kamu rusak?" tanyaku untuk memastikan sambil melihat kearah sepeda via.
"ya ni gun,tiba-tiba ban sepeda aku kempes"jawabnya sambil ngos-ngosan karena kelelahan berjalan.
"ya Allah via,yaudh istirahat dan ni minum dulu" lalu aku mengambil air minum dari tas dan memberikan nya pada via,kebiasaan ku yang selalu membawa air minum setiap hari pergi kesekolah.
"makasih gun"kemudian via mengembalikan air minum itu.
"ya udah kita carik bengkel saja kemudian kita berangkat sama-sama dan setelah pulang sekolah nanti kita jemput sepedamu itu"ucap ku.
"ya nggun,ayuk"ajak eva.
setelah sampai disekolah aku memasukan motor ke tempat parkir sekolah," selamat pagi mbak anggun dan mbak eva" sapa security sekolah
"selamat pagi pak",jawab kami kompak sambil tersenyum
"anggun,makasih ya karna kamu udah nolongin aku tadi,kalau saja kamu tidak lewat gak tau deh aku bakal kayak mana"
"ya va sama-sama,kamu ini seperti bukan sama kawan sendiri aja. oh ya va gimana kalau mulai besok kita berangkatnya bareng aja kan rumah kita gak jauh sama-sama satu tujuan,jadi kamu gak perlu pakai sepeda lagi" pinta ku
"nanti ngerepotin kamu lo nggun"jawab eva
"ya enggaklah va,lagian aku bosen sendiri jadi kalau kita berangkat bareng kan seru biar ada kawan cerita gitu" ajak ku
"yaudh deh" jawab eva.
kemudian kami masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa.
setelah bel berbunyi pertanda pulang sekolah,aku dan eva menuju bengkel yang memperbaiki sepeda eva dan sesampainya disana kami melihat tiga orang pemuda yang sedang duduk sambil menunggu sepeda motornya diperbaiki dan teryata salah satu dari mereka adalah kawan abangnya eva
"va,ngpain disini,kamu udh plg sekolah?"tanya pemuda itu
"udh bang,ni eva mau jemput sepeda habisnya tadi pagi ban nya kempes,abang ngapain?"tanya eva.
"sama juga kasusnya dengan sepeda kamu va,oya va abang kamu ada dirumah soalnya nanti abang mau kerumahmu nongkrong"sambungnya
"ada kok bg,datang aja. yaudh kalau gitu eva duluan ya bang"jawab eva.
"ya va,hati-hati"
"ok bang"
Setelah sampai dirumah dan setelah semua pekerjaan ku selesai kemudian aku pamit ke ibu untuk pergi kerumah eva guna untuk mengambil buku yang dia pinjam beberapa hari yang lalu,dan sesampainya disana aku melihat abang eva dan ketiga pemuda tadi ada disana.
"assalamualakum,bang eva nya ada?" tanyaku
"waalaikumsalam,da nggun silahkan masuk aja kedalam"
"ya bang,"
"eh anggun sini,"sapa eva sambil membawaku kedalam kamarnya
"nggun ni buku mu yang aku pinjam,makasih ya"
"ya va sama-sama".
"oh ya nggun,ada yang minta nomor hp mu tu"
"siapa?"
"itu kawan nya abang ku"
"yaudah kasih aja va,"
"boleh ni?"
"ya boleh"kataku sambil tersenyum
tak lama kemudian akupun berpamitan dan pulang karena hari juga sudah mulai sore tidak baik untuk seorang gadis pulang terlalu lama.
setelah malam tiba ketika aku,bapak dan ibu selesai makan malam kemudian aku masuk ke kamar dan mengulang pelajaran,namun tiba-tiba
drrtt drrrtt
ponselku bergetar dan ku lihat pesan WA masuk dengan nomor yang tidak dikenal,
"assalamualaikum,dik" sapa dari nomor tersebut
"waalaikumsalam,ini siapa ya?"balas ku
"perkenalkan nama abang yudi,abang teman nya abang eva"sambungnya
"oh ya bang,ada apa ya bg?"
"gak da apa-apa dik cuman pengen kenalan aja,ma'af kalau sudah menganggu waktu adik"
"tidak bang,sama sekali tidak menganggu kok"jawabku
yaaa begitulah kami saling mengirim pesan sampai jam menunjukan pukul 22.00 dan akupun tertidur karena mengingat besok sekolah dan mengantar kue jualan ibu seperti biasa.
seperti biasa aku berangkat kesekolah dengan membawakan kue jualan ibu,namun pagi ini ada yang berbeda yaitu menjemput eva dan berangkat bersama ke sekolah,ketika sesampainya disekolah aku menceritakan kepada eva tentang perkenalan ku dengan yudi melalui pesan WA dan eva pun membalas dengan senyuman dan mulai meledek ku. setelah beberapa lama aku dan yudi saling mengirim pesan dan kami mulai berteman baik. yudi seorang pemuda yang baik,sopan,ramah dan santun membuat aku merasa kagum kepadanya sehingga seperti ada sesuatu yang tak pernah kurasakan selama ini ketika bertemu dengan nya walaupun hanya sekilas senyuman yang terlihat dari bibirnya.
setelah pulang sekolah tiba-tiba aku menerima satu pesan WA dimana bang yudi mengajak ku bertemu,entah apa gerangan sehingga membuat dia ingin bertemu denganku. yaaa akupun memutuskan untuk menemuinya,dan kemudian kami bertemu
"anggun,ada yang ingin abang sampaikan"
"ya bang ada apa"
"setelah lama kita berteman entah kenapa abang merasa nyaman sama anggun,abang,,,abang suka sama anggun dan cinta sama anggun semenjak pertama kali bertemu" jelasnya dengan terbata-bata.
deeeggg hatiku langsung deg-degan dan lidah ini kelu seakan tak tau harus berkata apa
"gimana nggun apa abang salah menyampaikan perasaan ini kepada anggun?"tanya nya
"ti,,tidak bang,karna anggun juga merasakan hal yang sama"jawabku sambil tersenyum menutupi pipiku yang memerah.
senang sekali rasanya perasaan ini tersampaikan dan terbalas,semenjak itu hari-hari kami dihiasi dengan begitu indah,kami sering bertemu hanya untuk sekedar cerita,bahkan bang yudi sangat mendukung dalam sekolahku,dia juga menyemangatiku dan menjadi teman dalam suka dan duka. aku beruntung mendapatkan kekasih seperti dia,namun setelah beberapa bulan perjalanan cinta kami tiba-tiba aku merasa ada yang lain dari bang yudi,tidak seperti biasa dia terlambat menjemputku pulang sekolah dan akhir-akhir ini kami jarang bertemu
setelah pulang sekolah seperti biasa dia menjemputku didepan pintu gerbang,"bang kok lama sekali?" tanya ku menyelidikinya
"ya nggun ma'af tadi isi bensin dulu,"
"kok isi bensinnya lama?"
"lagi banyak yang isi nggun jadi ngatri deh,kenapa anggun lapar ya?"
"ya bang,habis"a nungguin abg kelamaan sih"
"yaudah kita makan dulu,kemudian pulang ya.nanti bapak sama ibu khawatir dikirain kita kemana kelayapan".
aku hanya mengangguk saja menjawab pembicaraan bang yudi,walaupun dalam hatiku bertanya ada apa dengan bang yudi sehingga dia berubah
setelah sampai kerumah,bang yudi pamit ke orang tua ku sambik meminta ma'af karena menjemputku lama pulang sekolah,begitulah hubungan kami sehingga bang yudi sudah kenal dengan keluargaku. pada saat malam tiba,ketika aku berbaring dikamar kemudian ponselku berbunyi dan kulihat satu pesan WA dari nomor yang tak dikenal
"hai,kamu anggun ya"tanya nya
"iya,kalau boleh tau ini siapa ya?"
"aku tia pacarnya bang yudi,heh ku harap kamu mau menjauhi bang yudi karena kamu orang ketiga dalam hubungan kami"
"hah,tapi aku duluan yang menjadi kekasihnya,bukannya kamu orang ketiga dalam hubungan kami"jawabku dengan marah
"walaupun aku orang ketiga tapi ku pastikan bang yudi akan memilihku,bukan memilih orang seperti kamu. lagian aku lebih cantik dan lebih menarik makanya dia berpaling dari kamu"
"baiklah kita liat saja nanti"tantang ku
setelah pulang sekolah aku langsung bertemu dengan bang yudi,kali ini aku bawa motor sendiri karena masih menahan amarah dan sakit hati yang telah digoreskan oleh bang yudi kepadaku. namun ketika diperjalanan pulang,tiba-tiba mataku melihat sepasang kekasih yang sedang duduk di taman dan sepertinya aku mengenal orang itu dan benar saja dia bang yudi bersama dengan seorang wanita dengan begitu mesranya
"jadi ini yang membuat kamu berubah bang?"tanyaku dengan amarah
"anggun"mata"a melotot melihatku dengan terkejut
"kenapa,kenapa kamu setega ini bg. pantesan kamu berubah,apa salahku bg?"tak terasa air mata mulai jatuh berlinang
"tega kamu selingkuhin aku bg"
"ooo jadi ini pacar kamu bg,pantesan aja kamu berpaling sama aku bg karena aku lebih cantik dari dia"kata tia dengan memandang ku sinis
"diam tia,ma'afkan abang nggun"katanya dengan merasa bersalah
"sekarang juga kita putus"kataku sambil berlari meninggalkan mereka.
"anggun tunggu"bang yudi mengejarku dan meninggalkan tia
"apa lagi bang,mulai sekarang jangan pernah ganggu hidupku dan jangan datang kerumah karena kamu sudah bukan siapa-siapa ku lagi"
"tapi abang mencintai mu nggun".
"cinta?,apa ada cinta menyakiti?,jangan cinta dijadikan alasan apabila kamu berpaling kelain hati,aku tak percaya dengan semua omong kosongmu"
kemudian aku berlalu dan menghidupkan motor untuk melaju pulang kerumah,sesampai"a dirumah aku melihat eva dan memeluk serta menceritakan semua hal yang terjadi,kemudian eva memeluk dan memberiku semangat. ponselku berbunyi,ternyata dari bang yudi,aku enggan untuk mengangkat bahkan untuk membalas chat nya saja aku enggan,bang yudi terus-terus saja menghubungiku meminta ma'af dan bahkan ingin kembali lagi,dari cerita yang ku dengar bang yudi juga telah putus dengan tia.
"kenapa bang,ada apa abang menghubungiku lagi kan sudah aku katakan jangan menganggu hidupku lagi".
"ma'afkan abang nggun,abang beneran cinta sama anggun,abg ingin kembali tolong kasih abang kesempatan".
"tidak ada wanita yang ingin di dua kan bang,aku sudah mema'afkan abang tapi untuk kembali aku tidak bisa,kembali saja dengan tia atau cari wanita lain"
"tapi abang cuma cinta sama kamu nggun,abang ngaku abang salah,abg tidak mencintai tia,abang hanya terpaksa dengan dia karena abang menang dalam taruhan dalam bermain game".
"apa abang pikir aku percaya,apa abang pikir sikap abang itu baik,menjadikan wanita taruhan. apapun alasan abang aku tak perduli bahkan sekarang aku merasa tambah membenci mu karena sifat burukmu itu"
"abang salah nggun,abang minta ma'af,abang pengen kita kayak dulu lagi".
"ma'af bang aku tak bisa menerimamu lagi"
dengan mendengarkan penjelasan dari bang yudi membuatku semakin tidak yakin kepadanya,selain dia menghianatiku membuat hatiku menjadi persinggahan cinta nya yang sementara saja hanya untuk berlayar mencari persinggahan ke hati yang lain,lebih baik aku disini sendiri menjalani hari-hari dengan indah aku juga bisa menjalani kehidupan sendiri walau tanpa bang yudi.
~"TAMAT"~
"tiada wanita yang ingin didua kan,lebih baik melepaskan jika itu yang terbaik daripada mempertahankan namun terasa sangat sakit,jangan jadikan cinta sebagai alasan hanya untuk mencari dan berpetualang ke hati yang lainnya."
~=*PERSINGGAHAN CINTA*=~