Taya Mahawira adalah Putri dari seorang Pengusaha besar yang memiliki nama Raga Mahawira. Putri yang sangat-sangat disayang bahkan begitu dimanjakan. sampai-sampai Publik tak mengetahui keberadaan Taya ini. Karena,Taya saat usia 17 tahun disuruh untuk tinggal bersama Neneknya dikampung halaman sang Ibu yang bernama Rustariya.
Saat usianya menginjak 20 tahun. Orang tuanya yang ada dikota tiba-tiba menghubunginya.
"Putriku, saatnya Kau kembali kekota.."Ucap sang Ibu yang menelpon dirinya.
Taya yang asik menikmati indahnya wahana bermain harus meladeni sang Ibu. "Kenapa Bu?, Aku baru saja menikmati liburan bersama Sahabatku"Ucap Taya yang menepi karena harus mendengarkan sang Ibu.
"Kembalilah, Akan ada Supir yang memjemputmu. Karena Kau..."Belum selesai Ibunya berbicara. Taya yang sudah merasa kesal karena liburannya diganggu langsung memotong omongan Ibunya.
"Baiklah Bu..Aku akan pulang, kalau begitu dah"Ucapnya yang langsung mematikan ponselnya. Taya tak menghiraukan lagi urusan yang menganggu dirinya. Ia memilih untuk melanjutkan liburannya yang akan berakhir besok.
-
Keesokkan harinya, seperti yang dikatakan Ibunya. Ia langsung dijemput oleh Supir keluarganya.
"Huh, Merepotkannya..kenapa sih?"Benak Taya yang masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediaman Neneknya menuju kekota.
selama perjalanan Taya memilih untuk mendengarkan musik lalu menikmati cemilan yang dibawa olehnya.
Sebenarnya Taya merasa sesuatu dihatinya. ada rasa tak enak yang entah kenapa hadir begitu saja. seakan-akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi. dan selama perjalanan yang memakan waktu 2 jam itu hanya diisi oleh ngemil sambil berpikir.
"Kenapa Ibu menyuruhku pulang?"Benak Taya yang mengembil sambil menatap kearah Mansion besar yang berada disana. Ia melanjutkan "Tak bisanya Ibu memintaku untuk pulang"Gumannya.
Keluar dari Mobil, Taya melangkah masuk kedalam Mansion sambil melihat sekeliling. 4 tahun tak kembali, Mansion yang ditinggalinya dulu tak berubah.
Alasan Ia tinggal dikediaman Neneknya karena Ayahnya yang begitu menyayanginya sampai-sampai tak ingin publik tahu keberadaannya. Dan Taya yang memiliki sifat sama seperti Ayahnya tak ingin dikenali, menyetujui apa yang diinginkan Ayahnya. Maka berakhirlah Ia tinggal ditempat Neneknya.
"IBU!!!AYAH!!!"ucap Taya sambil melangkah masuk. Mansion luas itu benar-benar menghangatkan matanya. tapi lebih enak tinggal didesa bersama Neneknya. karena Rumahnya terbilang sederhana.
"Oh..Kau sudah pulang?"Ucap Seseorang yang melangkah mendekat. Ia tak lain adalah Tantenya. Taya yang melihat dirinya mengangguk.
"Bagus Kau datang pagi ini..Sudah sana Mandi, bersiap..Nanti Pelayan akan mendandanimu"ucap Tantenya yang mendorong dirinya.
"Lah ngapain...Aku pulang bukan mau didandani"Taya memberontak meski masih terdorong.
"Sudah dengarkan aja napa..."Ucap Tantenya yang kemudian menutup Pintu.
Bam!!!
Taya yang melihatnya mendengus. Ia melangkah kekamar mandi dan seperti yang dikatakan Tantenya. Para Pelayan mendandani dirinya.
40 menit bersiap, Taya akhirnya bisa bernafas lega. dipandangnya Cermin yang menampakkan dirinya.
"Sial..Kenapa wajahku terlihat bukan diriku?"Guman. Taya yang biasa narutal ketika didandan terlihat bukan dirinya. Ia ingin mengambil tisu basah tapi Pelayan langsung menghentikan tindakkannya karena ingin menghapus makeupnya.
Taya yang melihat hal tersebut cemberut. Ia dibawa keluar oleh Dua Pelayan. menuju kesuatu tempat.
"Sudah siap?"Tanya Tantenya. Taya yang ada hanya menatap bingung melihat Tantenya itu juga berdandan.
"Kita mau kemana?..Dimana Ibu dan Ayah?"Tanya Taya yang menatap kearah Tantenya.
"Bentar lagi juga tahu..Udah..Masuk mobil sana"Taya didorong kemobil. mereka pun berangkat entah kemana.
-
Setibanya ditempat. Taya menatap kearah Mansion yang ia sendiri tak tahu milik siapa. Tapi dilihat dari pagar depan, terdapat nama keluarganya.
"Berapa Mansion yang dimiliki Ayah?"Tanya Taya.
"Ayahmu punya 2 mansion..dan ini milikmu"Ucap Tantenya yang melangkah masuk. Taya hanya bisa mengeleng melihatnya. Yeah ia tahu kalau ia begitu sangat disayang.
Didalam terlihat begitu banyak orang yang datang. membuat Taya menjadi pusat perhatian.
"Jadi ini Putrimu..Tuan Mahawira"
"Benar..dia putriku"Ucap Tuan Raga yang menyambut kedatangan Putrinya.
Taya dipeluk oleh sang Ayah, lalu sang Ibu. "Bagaimana kabarmu sayang"Ucap sang Ayah yang langsung dijawab "Tentu saja Baik"Ucap Taya.
Ayahnya mengangguk, Taya dibawa kesebuah sofa yang diisi oleh orang asing dimata Taya. terlihat dua pasangan yang satu mengunakan gaun cantik dan yang satu mengunakan jas hitam berpaduan dengan kemeja biru. terlihat sekali mereka orang yang sama seperti Ayahnya.
"Baguslah Ia bisa datang..Putraku tak bisa datang tapi Ia telah menyetujuinya"Ucap Pria yang ada didepan Taya. Pria itu berbicara kepada Ayahnya.
"Kalau begitu, Kapan pernikahannya?"Ucap Ayah Taya yang sontak membuat Taya berdiri.
"Kenapa?"Tanya semua orang melihat Taya. Taya yang ditatap langsung berbicara "Apa maksudnya pernikahan?"
"Ya pernikahanmu"jawab sang Ibu.
"Pernikahan ku?"Taya masih sedikit mencerna. sampai akhirnya Taya menunjukkan reaksi terkejut yang luar biasa.
"HAH!!!!!MENIKAH? TAYA MENIKAH?"seluruh orang disana langsung mengangguk menjawab ucapan,Tidak, Teriakkan Taya.
Taya langsung syok mendengarnya dan memilih untuk pingsan ditempat karena kaget mendapati dirinya yang dinikahkan dengan seseorang yang bahkan tak pernah ditemuinya.
-
Kesadaran Taya kembali, Ia menatap kesegala arah. dan Menyadari bahwa Ia berada didalam kamarnya.
"Kau sudah bangun?"Tanya sang Ibu yang langsung dianggukkan oleh Taya.
"Bagaimana keadaanmu?"Tanya Ibunya lagi. Taya menjawab "Tidak baik,Ibu..Bagaimana bisa kalian menjodohkanku, bahkan sudah menentukan pernikahannya"
"Itu bagus Taya, jadi kau tak perlu mencari lelaki lain yang tak pecus..Lagian Calon Suamimu itu orangnya baik kok"
"Ibu langsung menilainya...Ibu, pikirkanlah tak mungkin Aku mau menikah tanpa bertemu?"
"Sayang...Ibu yakin kok kau pasti bahagia menikah dengannya...Mungkin Kau akan langsung jatuh cinta melihatnya"
"Tidak..Aku tidak ingin menikah"
"Tapi Besok hari pernikahanmu"
"APAAAA!!!!"Taya langsung pingsan kembali mendengar apa yang diucapkan oleh Ibunya.
-
Dan seperti apa yang diucapkan, Taya menatap datang kearah cermin yang dimana Ia mengenakan Gaun pengantin.
"Bisa kabur gak sih?"Benaknya, Taya melangkah menuju jendela dan melihat begitu banyak orang yang datang. selain itu para bodyguard yang menjaga.
"Tak mungkin"Taya memandang sedu kearah jendela. Ia tak menduga akan dipaksa menikah. mana lagi usianya baru saja menginjak 20 tahun.
Mengeluh sudah percuma, Taya akhirnya dibawa juga menuju kealtar pernikahan. Ia dituntun oleh sang Ayah untuk bertemu dengan Pria, lebih tepatnya Suaminya. orang yang tak dikenalinya.
"Gimana juga wajahnya itu?"Benak Taya yang tiba dialtar, dan menyambut uluran tangan Pria yang tak bisa dilihat karena Taya mengunakan penutup kepala yang tampak buram.
Janji suci diucapkan. segala perkara diselesaikan. Taya resmi menjadi Istri dari Pria yang belum bisa dilihat olehnya.
-
Gugup dan rasa tak tenang dihatinya. Taya yang menikmati waktu seharian meladeni awakmedia. tak berkesempatan untuk melihat wajah Suaminya.
Saat ini, Malam pertama untuknya. Sebenarnya Ia tak gugup masalah malam pertama. yang buatnya Gugup karena pemikirannya.
"Ini ngapain, Aku tiduran gitu?, oh atau Aku menunggu pria itu...Idih ngapain ditunggu, Aku yakin dia juga terpaksa menikah denganku"Ucap Taya memandang kearah kasur yang besar. cukup untuk 4 orang, Maybe.
"Mandilah"Dingin dan berat nada suara yang diterima oleh indra pendengaran Taya. Ia langsung membalikkan tubuhnya. melihat Pria yang melangkah santai menuju kesofa kecil.
Pria itu mengunakan koas oblong dengan Celana pendek. Tubuh yang tinggi dan begitu sangat-sangat maco untuk Taya. Bahkan wajah yang memiliki pandangan tajam memandang kearah Tablet yang ada ditangannya.
"Kau tuli?, Mandi lah"Ucap Suaminya itu. Taya langsung tersadar dan melangkah kekamar mandi.
Selepas mandi, Taya melihat Suaminya masih stay disofa dengan tablet ditangannya. memberanikan diri, Ia bertanya untuk mencari jawaban dari segala kejadian.
"Kenapa Menikahiku?"Tanya Taya yang memilih berdiri didepan Suaminya.
"Tak ada alasan"Jawaban dingin diberikan. Taya mengerutkan alisnya.
"Hah?..Dimana-mana Kalian para Pria CEO ini, pasti akan menjawab, Karena TERPAKSA..Dan jawabanmu, Tak ada Alasan...Hello Kau menikahi Manusia bukan boneka"ucap Taya yang geram kepada Pria Muda yang memiliki aura CEO sama seperti Ayahnya.
Suaminya itu memandang kearahnya. lalu berdiri dan melangkah mendekat kearahnya. Taya sontak mundur kebelakang.
"Kenapa denganmu Hah?"Ucap Taya yang makin mundur.
"Aku menikahimu karena Mencintaimu"ucap Pria didepannya dengan suara yang dingin. Taya berhenti mundur mendengarnya.
"Cinta?.."diam sejenak Taya langsung tertawa bebas "Hahahah..Apanya Cinta..Tuan, Anda sama sepertiku kan?, Menikah karena terpaksa..Lagian Aku yakin Anda pasti memiliki kekasih diluar sana, dan akan menyembunyikan pernikahan dadakkan ini"Ujar Taya sambil mengusap matanya karena tertawa sampai menangis.
Pria didepannya langsung mendekat lagi yang membuat Taya jatuh kekasur besar. Pria didepannya juga menjatuhkan diri, lalu menatap dirinya.
"Ulangi lagi....Apa yang Kau ucapkan"Suara dingin itu menghembus kewajah Taya. membuat Taya diam dengan degupan jantung yang berdebar-debar.
"Apa kau menikahiku karena merasa terpaksa?"Tanya Pria didepannya. Taya yang mengetahui nama Suaminya, yaitu Ray Zokir Wasila. Seorang Pengusaha Muda yang membanggakan nama keluarga besar Wasila. Usianya 24 tahun.
Taya yang mendapatkan pertanyaan itu bingung menjawab apa. "Aku..Aku..."
Cub~
Mata Taya membela kala mendapati bibirnya dikecup oleh Suaminya. Tuan Ray yang ada didepannya. Ciuman pertamanya telah diambil.
"Dengar..Jangan pernah berpikir bahwa Kau menikahiku karena terpaksa..Aku menikahimu karena Aku mencintaimu"Ucap Tuan Ray yang kemudian menjauhkan diri.
Taya yang dibuat jantungan itu langsung bisa bernapas lega. Ia menatap kearah Pria yang memilih untuk tidur dikasur.
"Tidurlah Taya"Ucap Tuan Ray yang membuat Taya mengangguk. bingung mau ngomong apa, bahkan tindakkannya pun sedikit salah tingkah.
-
Pagi harinya, Taya menatap kesegala arah dan mendapati dirinya yang seorang diri. "Hah..Mencintai Apanya..Aku saja ditinggal begini"Guman Taya yang merasa dibohongi
Taya yang tak pernah jatuh cinta. bahkan mengenal pria. meski tinggal didesa, Taya selalu berakhir dengan Sahabatnya dari pada mendapatkan Pria.
Jadi wajar Ia tak percaya ucapan Tuan Ray malam tadi. Membersihkan diri dan meranjak keluar kamar. Taya dikagetkan dengan Tuan Ray yang tengah menghidangkan Sarapan.
"Sudah bangun?"Tanya Pria berwajah dingin itu. Taya terteguh mendengarnya.
"Sarapanlah..."Ucap Pria itu lalu melangkah duduk dan menarik Taya duduk dipangkuannya. Taya kaget mendapati hal ini.
"Apa yang Kau lakukan?"
"Sarapan"Jawaban santai. Taya dibuat tercenga yang langsung disuapi oleh Tuan Ray.
Pagi ini hal-hal aneh membuat degupan jantungnya olahraga. Ia dibuat mengeleng.
Disiang harinya, Taya membersihkan kamar karena pakaiannya belum disusun. Ia menyimpan pakaiannya hingga tak sengaja menjatuhkan sesuatu.
"Apa ini?"Tanya Taya menatap kearah buku catatan kecil.
Taya memberanikan diri membukanya. Matanya membelak melihat apa yang ada disana.
Sebuah Foto dengan Gaun putih, dan bando pita dikepala. Yang ada difoto itu tak lain dirinya. Taya mengingat kejadian 4 tahun yang lalu.
Dimana tepat ultanya, Taya mengadakan acara kecil-kecilan. dan ada satu orang pria yang datang. tapi langsung pergi setelah mengucapkan selamat padanya. Pria itu adalah orang yang mau datang keacara utla yang dibuat khusus untuknya.
Difoto itu terdapat tulisan kecil.
(17 tahun usianya, maka usiaku 21 tahun. sangat begitu tua, niatku diusianya itu akan langsung menikahinya. tapi urun saat tahu dia begitu disayang keluarga. Aku memutuskan untuk bertunangan diam-diam dengannya dan meminta untuk dijaga sampai usianya,20 tahun. dan saat tiba, akan Ku ikat dirinya dalam janji pernikahan. Karena Aku sudah mencintainya)
Mata Taya membelak, hatinya berdegup kencang. Ia langsung melangkah mundur yang membuat dirinya kaget karena menabrak seseorang.
"Apa Kau sudah membaca semuanya?"Tanya Pria dingin yang merupakan suaminya sendiri.
Taya membalikkan tubuhnya, dan menatap kearah Suami yang ternyata diam-diam sudah mengikat dirinya. benar kata Ibunya, Ia akan jatuh cinta dengan Suaminya ini.
Greb!!!
"Kenapa tak mengatakan saja saat itu?"Ucap Taya memeluk Suaminya. dadanya berdegup-degup karena tindakkannya.
"Karena Kau putri kesayangan Taya, Mendapatkanmu harus ada usahanya..Karena Kamu adalah Istri yang ku sangat cintai"Suara dingin itu membuat Taya terkekeh. Ia menatap Tuan Ray.
"Bisa berbicara dengan lembut Tuan Ray?"Ucap Taya yang sebenarnya mengoda. Tapi godaan itu dipenuhi oleh Suaminya.
"Taya adalah Istri yang sangat ku cintai"Taya menghambur lagi kearahnya. Dipaksa menikah dengan Pria Ceo yang dikira akan berakhir menyedihkan. ternyata apa yang didapatkan Taya sangat-sangat membuatnya Bahagia. Ia tak akan menyia-yiakan pernikahan terpaksa ini, dan menganggap ini adalah Pernikahan unik untuknya, yang hampir berniat kabur saat menikah.
-Ends-
*Maafkan Kim yang membuat cerita dengan alur yang entah kemana🙂*