"Apakah Jims Memilihku sebagai pilihan cintanya, atau hanya aku saja yang punya perasaan itu".
Senin yang menyibukkan, aku harus mengurus file untuk diberikan kepada pihak periklanan. Restoran kami butuh jasa periklanan agar tetap berdiri ditengah pendemi ini. Tepat di jam 10 aku datang di kantor periklanan tersebut dan mereka menyambut baik kedatanganku. Tidak disangka orang yang yang memiliki jasa periklanan ini ternyata aku dan dia berteman di instagram yang fotonya sering aku like, ini awal mula kami bertemu di dunia nyata dengan kerja sama. Sejak hari itu aku denganya mulai menjalin komunikasi dan biasanya dia menjemputku di kantor untuk sekedar makan jajanan di taman kota. Oh ia namanya Jims, orangnya baik dan cerdas. Jims memberiku ruang lain, membuatku terlihat spesial di mata karyawannya. Hinga akhirnya perlakuaknya ini mebuat aku benar-benar jatuh cinta, apalagi ketika dia memperkenalkan aku dengan keluarganya. Tapi jims tidak perna memberikan pengakuan cinta atau memperjelas hubungan kami seperti apa. Dia juga memperkenalkan aku dengan sahabatnya yang katanya 1 minggu lagi akan pulang dari Jepang. Jims sangat bersemangat ketika bercerita soal sahabatnya tersebut, mereka berteman sejak SMA.
Minggu kedatangan sahabat, Jims mengajakku untuk ikut menjemput sahabatnya di bandara, kebetulan juga kedatangannya di hari libur dengan senang hati aku akan menemani Jims kebandara lagian aku penasaran pula dengan sahabatnya tersebut karena dalam seminggu ini topik pembicaraan aku dan Jims selalu soal dia. Tiba di bandara ternyata sahabatnya tersebut sudah sekitar 15 menit menunggu, wow baru pertama bertemu sepertinya orangnya sedikit cerewet tapi aku suka melihat mereka saling menyapa mungkin karena hampir setahun mereka tidak bertemu, ketika melihat Jims langsung saja dia memeluknya dan jalan kemobil merangkul tangan Jims, sampai Jims lupa memperkenalkanku pada sahabatnya tersebut, dan dia seperti tidak suka melihatku dekat sama Jims. Dalam perjalanan Jims berkata kepadaku akan mengantarkan aku pulang lebih dulu sebelum mengantar sahabatnya. Sontak saja aku protes hari ini sudah janji untuk menemaniku di restoran untuk foto makanan, tapi di batalkan, dengan kalimat lembut Jims, akhirnya aku mengalah biarlah mungkin saja mereka lagi melepas rindu.
Sudah sebulan kedatangan sahabatnya, Jims semakin susah dihubungi biasanya di hari libur pasti bisa bersamanya tapi ini sulit waktunya lebih sering kesahabatnya tersebut, kalau begini terus aku bisa kesal juga walaupun hubungan kami belum jelas seperti ini, benar-benar situasi ini membuatku tidak nyaman. Makin banyak pikiran aneh yang muncul. Jims sebenarnya bagaimana perasaanmu ke aku, apa hanya aku saja yang berharap? Bukanya hanya aku wanita yang dekat dengan dirimu sekarang? Dan akhirnya aku mencoba mengajaknya untuk bertemu dan berhasil dia meluangkan waktu untukku.
Keseokan harinya Jims menjemputkku dan tidak disangkah sahabatnya juga ikut, bagaimana caranya aku bertanya semua pertanyaan yang ada dipikiranku. Ketika Jims turun, aku coba bertanya kenapa mengajak dia, Jims hanya berkata “ayolah ramai lebih seruh”. Kenapa dia selalu ikut kemanapun Jims pergi apalagi kalau perginya sama aku, menyebalkan, kesalku. Sampai pulangpun rasanya canggung, dilengkapi tatapan sahabatnya yang makin menjengkelkan seakan-akan Jims adalah miliknya. Cintaku rumit seperti ini, Jims juga tidak jelas dengan perasaannya haruskah aku bertanya lewat telpon saja?
Aku coba menelpon Jims dimalam itu karena aku tidak mungkin harus menunggu seperti ini dan harus mengakhiri ketidak jelasan yang tidak berujung. Tiiitt dering ketiga akhirnya telpon diangkat dan yang menjawab dibalik telepon tersebut bukan Jims malah dia,
“Halo, Jims”
“Jims sudah tidur tidak boleh diganggu”
“ Kenapa kamu yang jawab telponnya”
“ Jims lagi sama aku sekarang, Jims itu milik aku “
“ia aku tahu, Jims itu sahabat kamu tapi jangan menempel seperti perangko melulu,” aku sudah mulai kesal.
“ Hei wanita, apa hak kamu berkata seperti itu, Jims tidak bakalan milih kamu, dia sudah memiliki orang yang spesial di hatinya, sudah tidak perlu dekati dia lagi dengan gaya kamu yang belaga cantik itu, bagaimanapun kamu mendekatinya Jims akan tetap menjadi milikku karena dia mencintaiku”
Benar terkejut mendengar kalimat itu apalagi dibagian terakhir sebelum dia menutup telpon ada rasa tidak percaya. Bisanya dia berkata bahwa orang yang spesial itu dirinya dan Jims mencintainya, ungkapan yang gila dibuat laki-laki itu, pantas saja selama ini dia tidak suka melihatku dekat dengan Jims. Tapi tidak mungkin dia itu, hmm sungguh tidak bisa dipikirkan. Jims dan Dhani apa karena itu mereka sedekat ini? Galau, aku butuh penjelasan tapi bagaimana caranya menghubungi Jims tanpa ada Dhani, tempat kerja salah satu caranya.
Siang itu aku ke kantor Jims di jam istirahat dan berharap Dhani tidak ada disana dan aku bersyukur setibahnya aku disana, Dhani tidak ada. Seperti biasanya Jims akan menyambutku dengang senyuman indahnya. Aku tidak menunggu lama segera saja aku tanyakan hal di ungkapkan Dhani padaku semalam, setelah semua pertanyaan itu aku ungkapkan Jims terkejut dan itu tidak memberikan jawaban. Aku mendesaknya untuk menjelaskan. “aku sudah memiliki orag yang spesial, tapi aku tahu hubungan itu salah hanya saja rasa yang ada didalam hatiku tidak bisa aku bohongi, aku dekat denganmu karena aku ingin mencoba menyukai wanita dan tujuan utamanya agar keluargaku tidak membenarkan apa yang mereka pikirkan tentangku sehingga aku membawamu bertemu dengan kedua orang tuaku” ungkap Jims tentang semua pertanyaanku. Jawaban ini semua diluar pikiranku, aku menawarkan cinta yang tulus untuknya tapi ternyata dia hanya membuatku sebagai salah satu alasan untuk memtahkan kecurigaan didalam keluarganya yang ternyata itu benar.
Jims berkata nyaman ada didekatku sehingga dia tidak ingin berkata jujur, tapi sungguh itu sangat melukaiku aku harus bersaiing dengan seorang laki-laki untuk mendapatkanmu. Sekali lagi aku bertanya kepada Jims apa keputusanya dengan semua hal ini, apakah dia ingin melanjutkan hubunganya dengan Dhani yang entah kapan dimulainya atau membenarkan yang telah dianggap benar oleh orang tuanya? Dan aku memberikan Jims waktu untuk berfikir atas pilihanya. 2 hari setelah Jims memintahku untuk bertemu dan dia ingin mengungkapkan pilihannya, dan aku setuju bertemu dengannya agar cinta yang aku rasakan dapat menentukan arah apakah cinta itu tinggal atau cinta itu akan pergi menghilang. Jims menghampiriku di restorank, “Aku masi mencintai Dhani walaupun berusaha untuk tidak tapi aku juga nyaman ada di dekatmu, aku tidak dapat memilihmu karena jika aku memilihmu Dhani akan coba bunuh diri atau mungkin akan membunuhmu.” Ini lebih mengenjutkan dari apa yang Dhani katakana ditelepon malam itu rasanya langit seperti runtuh dikepalaku, aku disingkirkan oleh seorang laki-laki untuk mendaptkan laki-laki, pantas saja Dhani tidak suka melihatku dekat denganmu, sudahlah jims tidak usah temui aku lagi jka memang Dhani yang akan menjadi pilihanmu, walaupun aku berharap kau dapat mengakhiri hubungan itu bukan karena aku tapi karena keluargamu, mereka adalah orang yang akan pertama terluka dan kecewa atas ini semua, aku tidak akan pernah menghubungi atau menemuimu lagi dan rasa yang ada aku biarkan hilang didalam hatiku.
*selesai*
Maaf ya ceritanya seperti itu,, tapi itu bukan hasil plagiat ko itu murni kutulis sendiri... terimakasih sudah membaca.