“Ngapain sih dari tadi nglihatin hape trus? Nggak akan berubah jadi remote tahu?” Tanya Kimmy sambil menyindir Nana. “Kamu lagi nunggu sms seseorang ya?”
Nana hanya membalas dengan tatapan kesal. Mereka sedang menunggu dosen yang akan mengajar di kelas mereka. Nana masih tak memerdulikan ocehan sahabatnya itu. Benar Nana memang menunggu sms, dari seseorang yang membuat hatinya bahagia juga membuat hatinya terluka.
Nana adalah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi semester 5. Nana terkenal sebagai mahasiswi yang cukup cantik, baik dan pandai bergaul. Meski begitu Nana memilih untuk tetap sendiri walau banyak mahasiswa cowok yang sering mendekatinya.
Kimmy menyikut lengan Nana. “Kamu dari tadi kok cemberut aja?”
“Hah…? Kamu ngomong apa tadi?” Nana terkejut saat Kimmy membuyarkan lamunannya.
“Ya ampun kamu kenapa sih?”
“Nggak papa kok, oh ya kita ngerjain tugasnya besok aja ya?”
Kimmy menatapnya dengan tatapan heran. “Kenapa?”
“Aku ada janji….” ucapnya ragu.
“Sama????” Tanya Kimmy penuh selidik.
Nana menatap Kimmy. “Ehmm ….temen.”
“Siapa?”
Nana tidak tahu harus menjawab apa.
“Itu…..”
Ponselnya berbunyi “Ya udah Kim. Aku duluan ya!” Nana segera berlari kecil menuju tempat parkir dalam hati Nana bersyukur karena tidak harus menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
Kimmy hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan sahabatnya itu yang semakin hari semakin aneh saja dan semakin menjauh darinya. Baginya Nana yang di kenalnya sekarang bukanlah Nana yang di kenalnya dulu yang selalu berbagi semua masalah dengannya. Tidak seperti sekarang yang suka main kucing-kucingan dengannya.
Maaf Kim aku nggak bisa cerita sama kamu batinnya.
Dia tahu Kimmy pasti akan marah-marah dan melarangnya jika ia tahu kalau Nana akan pergi dengan Rey. Nana tahu Kimmy adalah sahabat yang baik dan pengertian namun di satu sisi dia masih tidak bisa melepaskan diri dari Rey dan melupakannya begitu saja. Walaupun Nana tahu sebenarnya Rey sudah punya pacar.
Keesokan paginya.
Akhirnya kabar itu sampai juga ke telinga Kimmy.
“Kamu pergi sama Rey kemarin?”
“Iya.”
“Kamu tahu kan dia udah punya pacar?” Kimmy menegaskan lagi.
“Iya.”
“Kalau kamu udah tahu Rey itu udah punya pacar , ya udah nggak usah jalan terus ma dia !” Sembur Kimmy.
“Terus aku nggak boleh temenan ma dia?” tanya Nana mencari alasan.
Kimmy menyipitkan matanya. “Temenan? Kamu yakin nggak ngarep lebih?”
“Kita cuma temenan. Aku kan dah bilang.”
“Tapi tetep aja, bahaya tahu ,gimana ntar kalau ceweknya tahu dan anggap kamu cewek nggak bener!”Kimmy berusaha menjelaskan hubungannya dengan Rey yang seharusnya tidak seperti ini.
“Ceweknya kan nggak satu kampus sama kita.” Nana masih terus mencari alasan.
“Emang kamu pikir dia nggak bisa tahu apa?”
“Iya iya orang cuma …………”
“Cuma apa??” tanya Kimmy.
Tiba-tiba Rey lewat di depan mereka. Rey tersenyum dan menyapa mereka berdua. “Hai!”
Dan di balas dengan senyuman oleh Nana. Kimmy menatap dengan kesal sahabatnya ini.
“Biasa aja kali lihatnya!!” ucap Kimmy menyadarkan Nana yang masih mengekori kepergian Rey.
“Aku biasa aja, kok kamu bisa bilang gitu?”
“Cara kamu memandang dia itu loh...!!” tandasnya tanpa basa-basi.
Nana tak menjawab pertanyaan Kimmy. Ia bingung dengan keadaannya saat ini. Terjebak cinta dengan pacar orang.
*****
Nana menunggu Kimmy di perpustakaan untuk mengerjakan tugas dari dosen kemarin. Tak berapa lama kemudian laptopnya Nana error, Nana bingung karena tugas yang dikerjakannya harus segera dikumpulkan. Kemudian Nana dia teringat dengan Randy, kemudian dia mengirim pesan sms kepada Randy untuk membantunya. Tak berapa lama kemudian Randy datang.
“Hey, sorry lama. Udah lama nunggu?” tanya Randy.
“Nggak juga, lagian kan aku dari tadi emang disini mau ngerjain tugas sama Kimmy. Kuliah apa sih kok lama banget?”
“Itu mata Kuliah Hukum Pidana, lho mana Kimmy?” tanya Randy yang menyadari Kimmy tidak berada di sana.
“Biasa makan dia kan nggak bisa tahan kalau perutnya udah bunyi.”
Randy hanya tersenyum sambil mengutak-atik laptopnya Nana.
“Gimana nih kamu bisa bantuin aku nggak?” tanya Nana.
“Sebentar aku lihat dulu, sambi mengutak-atik laptopnya.”
Nana pun menunggu Randy sambil sesekali bertanya padanya.
Beberapa saat kemudian.
“Ini udah bener.” Randy menyodorkan laptopnya pada Nana.
Nana melihat laptopnya yang kembali berfungsi dengan normal. “Thanks ya!”
Tak berapa lama kemudian Kimmy datang. “Wah ada Randy, lagi ngapain nih?”
“Ini benerin laptopnya Nana.”
“Ohhhh.” Jawab Kimmy sambil tersenyum penuh arti.
“Ya udah ya aku masih ada kelas nih, oh ya Na ntar pulang bareng ya?” pamit Randy.
“Oke.”
“Wah Randy baik banget ya ma kamu?”
Nana tak mendengar pujian Kimmy dan memandang kearah lain.
“Kamu lihat apa sih?” Lalu Kimmy mengikuti arah pandangan Nana. “Oh aku tahu.”
“Apa sih kamu?”
“Ngapain sih masih mikirin Rey yang jelas-jelas udah punya pacar mending kamu buka hati buat si Randy yang jelas-jelas udah nunjukin sikap care ma kamu.”
“Care? Bukan berarti suka kan!”
“Aku yakin dia itu suka sama kamu tahu.” Kimmy berusaha meyakinkan.
“Aku kan udah bilang aku nggak suka sama dia, kamu kenapa sih kok maksa aku?”
“Aku nggak maksa. Aku cuma kasih saran.” ucap Kimmy.
Nana hanya diam saja, tak tahu harus menanggapi apa.
*****
Keesokan paginya.
“Kim aku mau ngomong sama kamu.” ujar Nana yang baru saja masuk ke dalam kelas.
“Apa?” jawab Kimmy tanpa mengalihkan perhatian pada bukunya.
“Kemarin Randy nembak aku.” kata Nana setengah berbisik
“Trus gimana? Kamu terima?” sahut Kimmy antusias.
“Nggak aku belum kasih jawaban."
“Kamu udah tahu apa jawabannya?” tanya Kimmy lagi.
“Nggak tahu aku masih mikir.” ucap Nana jujur.
“Kalau kamu belum bisa terima dia, kamu jujur deh sama dia kasihan nunggu tanpa kepastian.” Kimmy memberikan sarannya.
Nana tak menjawab. Dia ragu tentang hatinya.
******
“Kamu belum kasih jawaban ma Randy?” tanya Kimmy saat keduanya tengah dalam perjalanan pulang.
“Belum.”
“Kenapa? Masih bingung?”
“Gitu deh." jawab Nana.
“Kalau kamu belum siap buat menjalin hubungan ya udah nggak usah maksa, tapi kamu jujur sama dia.”
“Tapi aku nggak mau ntar dia malah ngejauhin aku.” ucap Nana jujur.
“Trus mau kamu apa? Jangan gini dong!” Kimmy jadi kesal sendiri dengan temannya ini.
“Aku bingung.”
“Kamu tuh juga bikin aku bingung tahu, bilangnya nggak cinta tapi takut kehilangan.” seloroh Kimmy.
“Tapi kalau menerima Randy aku bener-bener nggak siap.”
“Ya udah lepasin dia, biar dia bisa cari cewek lain.” tandas Kimmy.
Kimmy memang benar. Dalam kebimbangannya Nana berfikir apa yang sebenarnya dia inginkan. Memilih yang terbaik bukanlah sesuatu yang mudah di putuskan.
*******
“Na, pulang bareng yuk?” ajak Rey.
“Ehmmm boleh,” jawab Nana. Rey pun menggandeng tangannya.
Tak sengaja Randy lewat dan melihat kejadian itu. “Hai Na,” Sapa Randy membuat Nana terkejut dan melepaskan tangannya dari Rey.
“Hai.” Jawab Nana gugup.
“Duluan ya!" ucap Randy seraya meninggalkan keduanya.
“Iya.” jawab Nana kikuk.
“Siapa? Temen?” tanya Rey.
“Heem.”
Kimmy yang tak sengaja melihat kejadian itu dari kejauhan pun terlihat kecewa.
*****
“Puas sekarang? Udah nyakitin hati orang.” sembur Kimmy saat keduanya bertemu.
Nana diam saja. Sambil melihat ponselnya sudah 5 hari Randy tak sms biasanya Randy selalu sms. Entah apa yang akan di bicarakannya.
“Udah deh hentikan semua ini. Aku kecewa sama kamu. Ngomong jangan diam aja!” bentak Kimmy. Kimmy sudah emosi sekarang.
“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Nana
“Kamu nanya sama aku? Tanya dong sama diri kamu sendiri.”
“Iya aku salah, aku menyesal. Apa yang harus aku lakukan?” ulangnya lagi.
“Berhenti berhubungan sama Rey dan minta maaf sama Randy.”
Nana masih diam saja
“Kenapa masih bingung? Tanya diri kamu sendiri siapa yang ingin kamu pilih dan kamu juga harus siap dengan segala konsekwensinya.”
“Aku akan mengambil keputusan.”
“Sorry aku bersikap kayak gini sama kamu. Aku cuma peduli sama kamu.” ujar Kimmy.
“Iya, aku yang harusnya minta maaf.” Mereka berpelukan.
******
Nana sudah memikirkan apa yang harus ia lakukan. Dia sudah bertemu Rey dan menjelaskan semuanya. Dan Nana akan berusaha untuk menjaga jarak dengan Rey walaupun Nana masih sangat mencintai Rey. Dan sekarang harus menyelesaikan masalahnya dengan Randy. Nana mengirimkan sms pada Randy untuk bertemu. Dan Randy menyanggupi.
“Maaf Ran, buat semuanya.” ucap Nana.
“Nggak papa aku juga nggak maksa kamu, kamu berhak untuk mencintai orang lain walupun aku juga kecewa karena kamu nggak jujur sama aku.” kata Randy tulus.
Nana pun menceritakan hubungannya dengan Rey selama ini dan perasaannya terhadap Rey.
“Aku mau nunggu kok,” Kata Randy kemudian.
“Aku nggak bisa janjiin apa-apa ma kamu.” ucap Nana.
“Aku mau bantu kamu melupakan dia.”
“Aku nggak bisa aku nggak pantas buat itu dan aku rasa aku butuh waktu untuk sendiri.” ujar Nana. Dia tidak ingin memberikan harapan palsu pada Randy jika pada akhirnya dia tidak bisa mencintai Randy. Hal itu akan membuatnya semakin terluka.
“Aku ngerti kok, aku akan tetap nunggu kamu.”
“Thanks Ran,” Kata Nana sambil berlalu pergi meninggalkan Randy.
Mencari jawaban dan harus menentukan pilihan hati memang bukan perkara mudah. Tapi dari kejadian ini Nana belajar bahwa cinta yang sebenarnya selalu memaafkan dan akan selalu mengerti.
***
Tinggalkan jejak ya!!😄😄😄😄