Diayura kerap di panggil Yura dia seorang gadis yang masih bekerja dan sedang menjalani sebuah hubungan spesial dengan seorang direktur bernama Rangga.
Di suatu saat kantor Rangga mengadakan sebuah pesta perayaan ulang tahun sang direktur yang tak lain adalah Rangga,semua tamu dari kalangan orang orang penting tak lupa Diayura yang setia menemani Rangga di samping nya selama acara berlangsung..
Namun sesaat setelah acara selesai tiba tiba Yura menghilang, Rangga mulai khawatir dan mencari Yura di seluruh gedung kantor ternyata Yura berada di pojokan ruangan sedang mabuk berat..
"Yura ternyata kau ada di sini,ayo kuantar pulang"Rangga mengakat tubuh Yura menuju mobil"Kita antar Yura pulang dulu pak"ucap Rangga pada supir nya..
Setelah beberapa menit perjalanan Yura terbangun dia melihat kekasih tersayang nya sedang memangku kepala nya Yura tersenyum menatap Rangga dengan mata terpejam..
"Sayangg~~"Rangga sungguh kaget ketika Yura menarik dasi nya otomatis membuat Rangga membungkuk dan menatap Yura lebih dekat seketika tanpa terduga Yura langsung mencium Rangga dan menarik leher nya dari belakang..
Supir yang melihat adegan itu pun hanya diam sambil menggelengkan kepala nya"Dasar anak muda"hanya itu yang pak supir katakan dalam hati nya..
Rangga segera melepas ciuman Yura tersenyum lalu mengelus pipi Yura"Kemarilah baby aku merasa gerah~"ucap Yura lagi membuka jedua lengan nya agar Rangga kembali memeluk nya..
Entah apa yang merasuki Rangga tiba tiba dia tergoda dengan bibir Yura sekalipun hanya melihat nya akhir nya dia memutuskan untuk balik ke hotel saja dan menginap di sana..
Setelah memesan kamar Rangga berlari ke dalam kamar hotel yang ia pesan tadi dan langsung melempar Yura ke atas ranjang, Rangga mengunci pintu kamar hotel lalu merenggangkan dasi nya melepas jas lalu merangkak ke atas tubuh Yura, seketika Yura tertawa kecil lalu memegang kedua pipi Rangga..
"Kau mau apa sayang~"ucap Yura memegang kedua pipi Rangga sambil tertawa kecil"Aku mau diri mu,jangan salah kan aku sayang kau yang memulai duluan"ucap Rangga lalu memulai hal yang ia ingin kan..
ke esokan hari nya..
Yura terbangun dari tidur nya lalu melihat ke sekeliling"Dimana aku.. bukankah kemarin menghadiri pesta.."Yura akan melangkah bangun namun ketika dia sadar dia full naked di tambah ada Rangga yang juga full naked di samping nya"Rangga bangun!! "
Seketika Rangga langsung berbalik dengan wajah khas orang baru bangun tidur"Ohh sudah pagi ternyata"
"Rangga apa yang kau lakukan semalam pada ku?!! "
Rangga tiba tiba terdiam"Kau yang memancing ku duluan Yura aku akan bertanggung jawab apapun yang terjadi okay aku lelah aku mau tidur lagi"ucap Rangga sambil menggegam tangan Yura lalu kembali berbaring"Baiklah aku percaya pada mu"ucap Yura lalu bangkit ke kamar mandi untuk mandi itupun dia butuh kerja keras untuk sampai ke kamar mandi..
Beberapa hari kemudian..
"Rangga dimana bik? "
"Tuan Rangga masih ada urusan non,silahkan duduk dulu mau saya buatkan teh"belum sempat menjawab tiba tiba Yura merasa mual mual..
"Huek~huek"
"Non gak papa non"
"Gak papa bik"
"Yura~"ucap Rangga baru pulang"Kenapa kau tidak bilang kalau mau datang? "
Tiba tiba mata Yura sembab dia seperti menatap Rangga dengan mata kebencian"Yura~"panggil Rangga lagi.
Setelah itu Yura mengeluarkan sesuatu dari tas nya dan melempar nya ke Rangga dengan kasar, benda itu jatuh ke lantai dan Rangga pun mengambil nya"tekspank..Yura kau~"
"Kenapa kau melakukan ini pada ku.. hiks.. aku tidak mau hamil di luar menikah.. kau jahat.. hiks"ucap Yura marah marah dan memukul mukul dada bidang Rangga..
"Yura tenanglah"Rangga mencoba menenangkan Yura namun tiba tiba Yura merasa kesakitan di bagian perut nya"Yura kau baik baik saja? "
"Perutku... sakit.. "ucap nya merintih kesakitan sambil memegangi perut nya tanpa berfikir panjang Rangga langsung membopong Yura pergi ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan nya dok? "
"Hanya tekanan yang terlalu dalam janin nya baik baik saja, nutrisi nya juga di jaga"Rangga mengangguk mengerti lalu menatap Yura yang memalingkan wajah ke samping sambil menangis..
Perjalanan pulang
"Rangga lebih baik kita putus aja.. aku belum siap punya anak"ucap Yura sambil menundukan kepala nya"Gak Yura.. kita bakalan menikah kita rawat anak itu sama sama"Rangga terus menyakinkan Yura selama perjalanan pulang..
"Enggak kita putus aja.. lo udah khianatin gua"
"Gua khianatin apa nya Yur?! "
"Lo udah ngelakuin semua nya Ngga kita udah ngelakuin hal itu di luar kata sah... hiks"ucap Yura tak henti henti nya menangis"Gua bakalan jagain lo, gua bakalan ada di samping lo Yur percaya sama gua"
"Gak gua enggak mau..gua udah gak percaya sama lo"Yura memberontak ingan pergi dari hadapan Rangga..
"Gua gak bakalan ngelepasin lo gitu aja"Rangga membawa Yura masuk ke dalam rumah nya dan mengurung nya di kamar nya"Rangga lepasin gua!!.. lo jahat Ngga lo kejam!!.. gua benci lo hiks.. "teriak Yura dari dalam kamar dia marah dan membuang semua barang barang Rangga ke lantai, Rangga yang melihat kamar nya sudah seperti tembok runtuh itu hanya bisa diam dan membereskan nya ketika Yura tertidur..
"Maaffin gua Yura.. gua cinta sama lo dan gak mau kehilangan lo, selamat malam"kata hati Rangga setelah mengemasi barang barang nya yang berantakan lalu mencium kening Yura..
Tiga bulan kemudian..
Yura masih menetap di rumah Rangga, namun mereka tidak pernah saling akur Yura terus berteriak meminta di keluarkan dari dalam kamar tapi Rangga hanya diam jujur dia juga tidak tega namun apalah daya ini jalan satu satu untuk menjaga Yura dan calon bayi nya bahkan Rangga diam diam daftar nikah..
"Kalau lo gak ngeluarin gua gua bakalan bunuh diri!! "teriak Yura dari dalam kamar seketika Rangga langsung masuk dan melihat Yura memegang sebuah gunting dan diarahkan ke dada nya..
"Yura lo harus tenang.. "
"Keluarin gua!! "Rangga berjalan perlahan ke arah Yura dia berhasil menggegam kedua pergelangan Yura namun tanpa di sengaja gunting itu malah menusuk ke samping perut Rangga..
"Aarrrgghh.. "ucap Rangga merintih kesakitan dan Yura hanya terdiam syok.
Di rumah sakit..
"R~Rangga lo baik baik aja kan"
"Iya gua baik baik aja"ucap Rangga dengan wajah kesal"Gua gak bermaksud nyelakain lo"
"Iya gua tau mangkan nya jangan mainan gunting yang lain gak ada"ucap Rangga kesal..
"Maaf.. "sepatah kata maaf tiba tiba membuat Rangga merasa bersalah juga kepada Yura..
Di rumah..
Setelah beberapa hari berada di rumah sakit Rangga pun di izinkan pulang dan kembali beraktifitas seperti biasa, sejak kejadian itu Yura menjadi canggung pada Rangga..
Pukul dua belas malam Rangga baru pulang dari bekerja dua jam setelah nya tiba tiba Yura terbangun dan tiba tiba ingin makan nasi goreng pedas, Yura ingin meminta nya pada bibi namun dia sudah pulang,ingin meminta pada Rangga dia masih sangat canggung, akhir nya Yura pergi ke kamar Rangga dan membuka pintu kamar nya lalu duduk di samping Rangga tidur..
"Bangunkan tidak yaa"kata hati Yura"Bangunkan sajalah kan yang meminta bayi aku juga"akhir nya Yura pun membangunkan Rangga perlahan"Rangga~kita keluar yukk"Rangga belum berkutik.
"Rangga bangun.. ayo kita keluar!"ucap Yura dengan nada sedikit di tinggikan"Keluar kemana sih~ini masih tengah malam kembalilah tidur! "
"Aku ingin nasi goreng ayo kita beli! "
"Aku bilang tidurlah!! "bentak Rangga seketika membuat Yura kaget dan meneteskan air mata nya lalu berlari ke kamar"Hiks..dia jahat.. hiks.. dia bukan ayah yang baik untuk anak ku"Yura menangis semalaman hati nya terasa sakit karna bentakan Rangga tadi..
Ke esokan hari nya..
Sebelum berangkat ke kantor Rangga ingat kemarin Yura ingin nasi goreng jadi dia membuatkan nya terlebih dahulu"Tumben Den bikin nasi goreng, saya masak atau tidak nih?"
"Masak aja buat makan siang bi, ini kemarin Yura pengen nasi goreng malem malem"
"Ohh itu arti nya non Yura lagi ngidam den"
"Yang bener bik? "
"Itu udah biasa.. kalau wanita hamil malem malem minta makanan artinya dia ngidam sang bayi yang meminta kalau tidak di turuti bisa berdampak juga lo sama cabang bayi"Rangga hanya mengangguk angguk mengerti setelah makanan nya jadi dia membawa senampan nasi goreng dan susu ibu hamil..
"Yura~"Yura masih menangis sambil memeluk kaki nya"Yura sarapan.. kau ingin nasi goreng kan"
"Pergi.. aku sudah tidak berselera lagi"ucap nya sesegukan.
"Apakah anak kita yang meminta"ucap Rangga mengelus perut Yura"Jangan sentuh anak ku! "Rangga terdiam sambil tersenyum dia senang Yura sudah mengakui bayi dalam kandungan nya..
"Baiklah.. aku minta maaf sungguh aku tidak mengerti keinginan wanita hamil sekarang apa yang kau mau"seketika Yura langsung mengusap kedua air mata nya dan tersenyum"Aku mau jalan jalan keliling kota beli makanan dan cemilan"ucap nya bersemangat.
"Baiklah.. mandi dan bersiap siap lah"Rangga pun mengajak Yura berkeliling kota tak lupa membeli beberapa makanan dan cemilan untuk Yura..
Hari hari berlalu hingga sekarang kandungan Yura sudah sampai tujuh bulan..
Sore hari Rangga baru pulang dari kantor nya dia sudah di sambut dengan pelukan hangat dari Yura..
"Pasti ada mau nya kan"
"Hehe ayo kita keluar aku ingin roti selai kacang"Rangga ingin menolak namun kalau sudah tentang ngidam dia bisa apa..
Setelah berkeliling akhirnya mereka menemukan toko roti yang menjual rati selai kacang tak lupa mereka juga membeli sebuah sepatu bayi yang tidak sengaja Yura temukan..
"Sepatu bayi nya imut sekali yaa"
"Sepatu itu berwarna biru jika anak kita perempuan bagaimana? "
"Tidak masalah mau warna biru atau apapun anak kita tetap tampan dan cantik benarkan"Rangga hanya mengangguk sambil tersenyum dan memandang Yura sekilas..
Sembilan bulan kemudian..
Beberapa hari ini Rangga sangat sibuk dengan urusan kantor dan hari ini adalah hari senin sungguh merepotkan pagi pagi bayi Yura sudah menedang nedang minta salad buah yang segar..
"Ayah mu sedang bekerja sayang~berhentilah merengek ibu mu jadi payah harus berbuat apa"ucap Yura sambil menyenderkan kepala nya di sofa menatap langit langit..
"Ohya kan aku bisa pesan online saja tapi aku harus ijin Rangga dulu"akhir nya Yura pun menelfon Rangga di saat dia masih meeting"Tidak boleh akan ku belikan sendiri, biasa nya makanan online itu tidak baik aku pulang! "
"Isshh dia itu tidak bisa positive thinking aja"gerutu Yura hingga beberapa saat kemudian Rangga pulang membawa sekantong makanan..
"Terima kasih ayah kau yang terbaik"ucap Yura sambil membuka kotak salad yang baru saja di bawa Rangga"Iya sama sama.. kau masih di dalam kandungan tapi sudah membuat ayah mu ini stres setiap malam minta di pijat kalau sudah lahir kau mau buat ayah gila hmm.. "ucap Rangga sambil mengelus perut Yura yang sudah besar..
"Meeting mu kau serahkan pada siapa? "
"Ada sekretaris dan tangan kanan"ucap Rangga masih sibuk mengelus elus perut istri nya..
Setelah selesai memakan satu kotak salad buah Yura bangkit dari duduk nya untuk membuang bekas makanan..
"Tunggu apa ini?! "Yura merasa ada sesuatu yang akan keluar dia kaget ketika air ketuban nya jatuh ke lantai"Baby!!!"teriak Yura..
"Ada apa kenapa kau berteriak! "ucap Rangga masih fokus pada hp nya"Air ketuban ku keluar..anak kita!! "
Seketika Rangga langsung membuang ponsel nya dan menggendong Yura ke mobil menuju rumah sakit..
Selesai persalinan..
"Selamat pak bu anak nya perempuan sehat"
Seketika senyum Yura mengembang sempurna air mata nya menetes tanda bahagia,Yura memangku anak pertama mereka yang di beri nama Aliza..
"Aku akan menjaga kalian sepenuh hati ku, aku berani mengorbankan apapun untuk kalian"kata hati Rangga~
Sekian~