Bagaimana menurut kalian jika tiba-tiba kehidupan kalian berubah hanya karena 1 kejadian sepele?
"Hoi Akhsa!" -???
Suara yang langsung menusuk telingaku di pagi hari.
"Apa?" Jawabku padanya.
"Ada waktu luang hari ini?" Tanya perempuan itu lagi. Ah aku belum bilang jika dia perempuan?
Secara fisik dan DNA dia perempuan, walau secara penampilan dan sikap aku tak percaya dan mungkin tak akan pernah percaya jika dia perempuan.
"Hm, ada. Kenapa?" Jawabku lagi.
"Yes! Mau ikut denganku sepulang sekolah nanti?" Balasnya. Aku tak pernah bilang jika waktu luang itu sepulang sekolah kan? Apa dia tak butuh waktu istirahat?
"Kemana?" Aku tak ingin pergi ke tempat aneh. Setidaknya tidak lagi.
"Hehe...rahasia~ kali ini aman kok!" Jawabnya dengan senyum itu. Senyuman yang sungguh, aku tak pernah melihat perempuan tersenyum begitu. Cukup manis memang, dia terlihat begitu ceria. Atau memang aku saja yang aneh karena berpikiran senyumannya manis?
"Kau yakin aman? Terakhir kali kau mengatakannya kita tersesat dan berakhir dikejar segerombol mutan ingat?"
"A..um... Harusnya aman" Sungguh, aku tak bisa percaya dengannya.
"Kau ini..." Aku tak habis pikir... Kenapa dia bisa se-semangat itu sampai tak memikirkan keselamatannya sendiri?
"Ayolah... Temani aku oke?" Bisakah kau tak menarik dan menggoyangkan tanganku seenaknya begitu? Dasar Rasberry.
"1 botol kopi setiap hari selama seminggu."
"Uh...oke"
~Sepulang sekolah~
"Akhsa ayo!!!!" Teriaknya..ditambah lari ke arahku dan langsung menarik tanganku... Sungguh... Apa dia tak memikirkan diriku? Atau setidaknya peraturan? Sejak kapan lari di koridor itu diperbolehkan?
Aku hanya mengikutinya saja. Jujur aku lelah. Tugasku begitu menumpuk akibat cedera saat itu, ditambah mapel Matematika sekaligus Fisika di hari yang sama. Otak ku lelah berpikir.
Dia masih terus berlari. Tanpa menghiraukan helaian rambut hitam pendeknya yang terus menjadi korban perselisihan angin. Ayolah, itu rambut, bukan ombak.
Aku hanya bisa tersenyum dan menurut padanya. Memangnya apa lagi yang bisa ku lakukan? Aku juga tak pernah bisa menolak dirinya. Farry. Tetaplah begini.
"Kita sampai!!!!!"
......kurasa aku harus menarik kata kataku. Kalian tau kemana dia membawaku? SMA desa sebelah.
Aku serius. Aku tak bohong. Mau apa dia kesini? Pindah sekolah? Lalu kenapa membawaku? Atau dia ingin bertemu seseorang? Tapi ini sudah 2 jam sejak jam pulang sekolah. Semua juga sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Hey..kau mau apa kesini?" Lebih baik bertanya. Sungguh, aku benar-benar tak bisa memprediksi apa yang dia pikirkan.
"Hehe... Kau ikut saja~" Balasnya dengan senyum yang... Ah sudahlah. Jika senyumnya sudah begitu apapun yang ku katakan tak akan merubah apapun.
Kalian ingin tau senyumnya bagaimana? Senyum bak penyihir yang sedang meracik ramuan.
Dia kembali menarik ku masuk ke sekolah itu. Dengan melompati tembok. Sungguh, melompati tembok. Kuharap besok kami tak dipanggil oleh guru BK karena kami masih menggunakan seragam. Ah tidak, hanya aku yang akan dipanggil. Karena Rasberry itu memakai jaket sejak tadi. Dasar licik.
Tapi anehnya, ini bukan sekolahnya kan? Kenapa dia bisa berjalan dengan begitu yakin? Bahkan aku saja baru pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini. Apa dia pernah kesini sebelumnya?
Belum sempat aku bertanya, tiba-tiba aku merasa ada yang menabrak ku.
Kami terjatuh.
Ke lantai.
Yaiyalah ke lantai, emang kalian kira jatuh kemana?
Walau yang menyebalkan...BERAT!!!! Woy! Nih siapa sih?! Kenapa juga jatuh diatasku?! Dan Farry...KENAPA KAU MALAH MERONA DAN MENUTUP MULUTMU BEGITU HAH?????!!!!! Ekspresi macam apa itu?!
"Hei, bisa kau bangun?" Ku katakan itu pada siapapun yang menimpaku. Ah..rasanya aku benar benar sial hari ini...
Dia langsung bangun dan saat itu juga aku melihatnya. Aneh. Benar benar aneh.
Bukan dia, tapi aku.
Dia..lelaki, dengan rambut perak..namun juga ada siluet merah. Bukan merah muda, kedua warna itu..seakan terpisah namun juga menyatu. Entahlah. Sial..kenapa rasanya sakit?
Aku bangun setelahnya, dan entah kenapa..kami saling bertatapan.
Farry POV
Aku tak mengira...akan secepat ini. Oh...sungguh...INI HARI KEBERUNTUNGANKU!!! Yey!!!! Niatku mau mencari buku karena ku dengar ada buku aneh yang masuk ke perpustakaan sekolah ini dan ternyata.....AKHSA MENEMUKAN JODOHNYA HORE!!!!!!!!
Hua...kombinasi mulai dari postur tubuh sampai warna rambut dan mata mereka sungguh serasi... Oke Akhsa memang termasuk tinggi, tapi orang itu lebih tinggi darinya!
Harusnya aku bawa hp ku...huhu...
Farry POV End
"Ah maaf" Lelaki itu mengalihkan pandangannya dariku, sekaligus menyadarkan ku. Aku hanya diam, tak menjawabnya.
Sial, kenapa masih terasa sakit? Perasaan apa juga ini?
"Hey, siapa k..." Belum sempat ku teruskan perkataanku, tiba tiba pandanganku kabur dan digantikan kegelapan.
Aku tak tau apa yang terjadi, tepat setelahnya aku sudah ada di tengah hutan dengan berbagai hewan buas yang aneh di sekitarku.
Apa yang terjadi? Bahkan..walau ini nyata, kenapa aku tak dimakan sejak tadi?
"Hey, kau sudah bangun rupanya" Entah kenapa..suara itu tak terlalu asing bagiku.
Dia. Lelaki itu. Sedang apa dia disini? Bahkan...Farry? Aku tau kau bisa memanjat pohon, tapi ada apa dengan busur dan panah itu hah?
"Dimana ini?" Tanyaku padanya. Setidaknya jawabannya akan lebih masuk akal dan jelas dibanding Rasberry aneh itu.
Dia tersenyum. Senyuman yang seakan..entahlah. Menenangkan, tapi juga bingung, juga...seakan dia sudah tau ini akan terjadi.
Dia mendekatkan kepalanya padaku, tepatnya mulutnya pada telingaku.
"Tempatmu yang sebenarnya."