Udara yang dingin membuat orang enggan untuk melakukan kegiatan diluar.
Salju yang turun semalam bertebaran seperti hamparan kapas putih yang lembut.
Tampak seorang wanita cantik berdiri didepan pintu rumah, ia merapatkan jaketnya hingga tubuh mungilnya tertutup dengan sempurna.
Surai emasnya tertutup topi rajutan, tak lupa sarung tangan dan separu boots ia kenakan .
Cyara latusha, wanita manis bermanik hazel bersurai emas.
Ia adalah mahasiswi di Queen Mary University, London.
Cyara melangkahkan kakinya menuju halte bus untuk pergi ke kampusnya.
Ia tinggal sendirian dirumahnya karena saudari satu-satunya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Sedangkan kedua orangtuanya sudah tiada.
****
Bus yang Cyara tumpangi tiba didepan kampusnya, ia berjalan memasuki ruang kuliah. Dari kejauhan
sahabatnya Grace melambaikan tangan kearahnya. Ia pun melangkahkan kaki menuju ke arah Grace dan duduk disampingnya, lalu ia meletakkan tas diatas meja.
" Eh, Cy gimana tugas dari prof.Sean, sudah selesai belum ..?"tanya Grace, karena Cyara adalah murid yang pintar. Ia selalu mengerjakan tugas dari dosennya tepat waktu.
" Nih..udah aku selesaikan " ucap Cyara sambil menyodorkan tugasnya kepada Grace.
" Wah ..kamu tau aja kalau aku belum selesai mengerjakannya. Kamu emang sahabat yang pengertian " ujar grace sambil merangkul lengan Cyara.
Prof. Michael memasuki ruangan, selama pelajaran berlangsung semua siswa menyimak dengan baik hingga selesai.
"Oke, untuk tugas silahkan kalian buat berkelompok dan kerjakan makalah tentang dampak ekonomi global. Minggu depan tugas dikumpulkan." ucap Prof. Michael sebelum ia melangkah keluar ruangan.
" Dasar Profesor killer! Setiap mata kuliahnya mesti banget buat tugas sebanyak ini!!" celoteh Grace sambil membenahi bukunya.
" Yah, namanya juga menuntut ilmu ya pasti harus banyak belajarlah " ucap Cyara sembari tersenyum mendengar celotehan sahabatnya.
" Come on, kita makan aja dikantin. Aku mau makan macaroni cheese ni.." ucap Grace sambil menarik lengan cyara menuju kantin.
****
Setelah menghabiskan makanannya Cyara hendak pergi ke perpustakaan. Dan bermaksud mengajak sahabatnya itu.
"Grace, mau ikut keperpustakaan tidak ..?" tanya Cyara namun Grace menggeleng .
"Kamu kan tau bentar lagi pertandingan basket mau di mulai nih...aku ga sabar mau lihat Jordan bermain." ucap Grace dengan antusias. Grace menyukai Jordan sejak awal mereka kuliah. Jordan adalah senior mereka hanya beda jurusan saja.
"Oke Cy, aku duluan yach!! Ga sabar buat liat idolaku" lanjut Grace, lalu ia pergi meninggalkan Cyara.
Cyara melangkahkan kakinya menyusuri gedung kampusnya, hingga ia sampai diperpustakaan.
ia pun mencari buku untuk bahan makalahnya.
Cyara duduk disalah satu bangku, sambil menyibukkan dirinya dengan mencatat beberapa isi buku, setelah sekian detik, ia kembali menuju rak buku untuk mencari buku yang lain, lalu kembali ke tempat duduknya tadi.
Saat ia membolak balik buku, tampak sebuah buku berwarna coklat bersampul kulit, dan terdapat gambar daun Semanggi diatasnya. Kemudian ia mengambil dan melihat buku itu.
"Bagaimana buku ini berada disini, perasaan aku tidak mengambilnya tadi??" batin Cyara.
Ia membuka pengait buku itu lalu pada halaman pertama ada sebuah tulisan.
Untukmu...
Kau yang mengusik ruang terdalam hatiku..
Lembut angin menerpa surai emasmu yang membingkai indahnya wajahmu..
Dedaunan kering berjatuhan seakan menyapamu yang berdiam diri disana...
Senyumanmu indah, tersirat ketulusan disana
Sebuah perasaan yang tak bisa ku jabarkan dengan kata-kata
Yang membuat genderang hatiku, bergetar dengan dahsyatnya
Dengarlah dan rasakan...
Lambat laun kau akan menemukanku
"Siapa pemilik buku ini?" batinnya, sambil memandang buku itu." Barang kali tanpa sengaja aku memgambilnya tadi!" gumamnya pelan.
Cyara melihat sekeliling, namun tak ada orang yang mencurigakan menurutnya. Lalu ia meletakkan kembali buku itu dirak buku.
"Dengan begini pemilik buku pasti dengan mudah menemukan buku ini " batin Cyara, ia meletakkan buku tersebut di antara buku - buku favorit siswa,
lalu ia beranjak pergi.
Tampak dari sudut ruangan, seseorang sedang memperhatikannya dengan seksama. Siapakah dia??
****
Selama satu minggu ini Cyara di sibukkan dengan mata kuliah yang padat serta tugas - tugas yang diberikan oleh Profesornya.
" Cy ...bantu aku yach ngerjain essay dari Miss.Ellen
please... " ucap Grace sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.
" Hahhhh..." Cyara membuang nafas panjang melihat sahabatnya itu. Ia pun menganggukkan kepalanya. Grace amat senang karena ia tak perlu repot memikirkan tugasnya karena ia memiliki sahabat seperti Cyara.
"Lets go..kita belajar diperpustakaan. " Grace menggaet lengan Cyara dengan cepat menuju perpustakaan.
"Pelan-pelan dong Grace, tangan ku sakit ..?!" Cyara berontak, karena sahabatnya itu menarik lengannya dengan kuat. Sontak Grace melepaskan pegangannya, karena ulahnya Cyara kesakitan.
"Sorry..sorry Cy, aku terlalu bersemangat!" tukas grace sambil cengar-cengir.
Mereka duduk di deretan bangku paling tengah. Cyara menjelaskan tentang soal - soal yang diberikan Miss.Ellen. Grace mengangguk - anggukkan kepalanya, serta ia mencatat beberapa materi yang kemungkinan akan ditanyakan oleh dosennya itu.
"Duh Cy!! Aku mau ketoilet dulu yah..Ga tahan nih!" ucap Grace, ia meraih tas dan bukunya sambil buru -buru pergi.
"Dasar...!! Bisa - bisanya dia ninggalin aku sendiri disini!!" ucap Cyara jengkel , lalu ia beranjak hendak merapikan buku dan meletakkannya ke rak.
Namun saat ia kembali ke tempat duduknya, lagi - lagi buku yang sama pada waktu itu.
"Siapa sih yang iseng meletakkan buku ini disini??" gumamnya Cyara pelan. Ia memandang sekitar, namun ia tak mungkin menanyai semua siswa yang berada disitu. Karena mereka semua sibuk dengan buku masing - masing.
Rasa penasarannya membuat ia memberanikan diri untuk membuka kembali buku itu.
Ia membuka buku itu secara acak, sebuah tulisan tertera pada beberapa halaman. Ia pun membaca tulisan tersebut.
Cinta ini bak untaian hujan yang turun dari langit...
Semua khalayak berebut meraihnya...
Semakin di genggam semakin hilang...
Semakin di dekap semakin membias ....
Kemudian dibaliknya lagi halaman berikutnya. Lalu membacanya dengan seksama.
Teruntuk dirimu...
Aku ingin menjadi satu untuk melengkapimu
Menjadikan kamu satu untuk melengkapi aku
Menjadikan kamu satu teman menikmati senja yang berangkulan
Sesuatu hal yang kadang sulit diterka
Tetapi selalu berusaha menemukan makna-makna
"Siapa orang yang ditujukan puisi ini??" ucap Cyara,
Ia merasa pemilik buku ini sedang jatuh cinta.
Kala sang terang kembali keperaduan
Meninggalkan kelam temaram
Sang penjaga malam
Rindu ini semakin menikam, kukunya yang tajam
Meremas jantung
Sakit namun tak berdarah
Adakah kau tau
Malaikat tak bersayapku....
****
Cyara membaringkan tubuhnya diatas kasurnya, fikirannya melayang entah kemana.
Ia masih penasaran kenapa buku itu berada diatas mejanya untuk yang kedua kalinya.
Diraihnya buku bergambar daun semanggi itu. Ia membolak balik setiap halaman.
Cyara menyipitkan matanya melihat tulisan kecil di sudut buku, sebuah inisial nama C.M.
"Sepertinya ini singkatan nama, Apa mungkin nama pemilik buku ini?" ucap Cyara, sambil memandangi tulisan kecil itu.
"Apa sebaiknya aku mencari nama semua siswa yang berinitial C.M ini, tapi...??" Cyara tampak ragu.
ada banyak siswa disana yang mungkin memiliki
initial tersebut.
"Ah sudahlah, buat apa aku peduli! Ini bukan urusanku!" sergahnya, lalu meletakkan kembali buku itu di atas nakas.
"Huaahhh..." Cyara menguap, lalu memeluk guling kemudian ia pun terlelap.
Pagi pun menjelang, udara yang bertambah dingin membuat Cyara enggan beranjak dari tempat tidurnya. Suara dering handphone mengusiknya, ditatapnya layar datar itu.
"Ada apa, kamu pagi - pagi sudah menggangguku!" ujar Cyara, sambil melirik jam weker diatas nakas.
"He..he..he..sorry Cy! Aku cuma mau ajak kamu liat pertandingan basket di stadium nanti!"
"Tidak..aku ada mata kuliah pukul 10 nanti!" jawab Cyara malas, ia menenggelamkan kepalanya ke dalam selimut.
"Yaa.. acaranya nanti pukul 2 siang Cy, please temenin aku yah??" bujuk Grace.
"Nanti aku traktir deh pas weekend! Mau yah..? Siapa tau ada cowok yang kamu taksir disitu!" lanjut Grace, karena Cyara hanya diam saja.
"Mau nonton, apa mau cari pacar sich?" ujar Cyara kesal.
"Yah sekalian, sambil nyelam minum air!" ucap Grace sambil terkekeh."Gimana mau nggak?" lanjutnya.
"Iya..iya nanti aku temenin kamu!" ucap Cyara sambil memejamkan matanya.
"Nah gitu donk. Kamu emang sahabat sejatiku!!" ucap Grace mematikan panggilannya.
Cyara enggan beranjak dari tempat tidurnya, namun matanya sudah tidak mengantuk lagi karena ulah sahabatnya itu. Akhirnya ia beranjak keluar kamarnya, ia membersihkan rumahnya serta ia memasak omelet untuk sarapan pagi.
Ia membuka tirai jendela, tampak jalan setapak rumahnya dipenuhi oleh timbunan salju.
Ia mengenakan jaket serta sepatu boots tak lupa ia mengambil sekop di gudang. Kemudian ia membersihkan salju yang menutupi jalan setapak rumahnya.
****
Setelah mengikuti pelajaran Prof.Sean, Cyara beranjak menuju stadium kampusnya yang tak jauh dari gedung kuliahnya. Namun saat ia melewati gedung perpustakaan, ia memutuskan untuk meletakkan buku bergambar daun semanggi itu dirak perpustakaan.
"Semoga kamu nggak nyasar lagi yach!" ucapnya berbicara pada buku itu.
Ia meletakkan buku itu dirak bagian depan lalu ia pergi menuju stadium. Di stadium tampak Grace sedang melambai-lambaikan tangan kearah Cyara. Cyara menghampiri Grace yang terlihat duduk bersama beberapa laki-laki. Salah satunya Jordan.
"Cy sini..!!" Grace menarik tangan Cyara.
"Oh iya kenalkan, ini Jordan kekasihku!" Grace nampak tersipu memperkenalkan pacar baru.
"Apa?? Kok bisa!" tanyanya heran.
Grace terkekeh, "Nanti aku ceritakan!" bisiknya.
Akhirnya Grace bisa mendapatkan Jordan yang selalu ia idolakan selama ini.
"Jordan.." ucap Jordan mengulurkan tangan, disambut uluran tangan oleh Cyara.
"Cyara.."
"Kenalin ini Sahabat serta rekan satu timku Mike.." ucap Jordan sembari memperkenalkan sahabatnya.
" Hai..Senang bertemu kamu lagi!!" ucap Mike mengulurkan tangannya. Sudut bibirnya tertarik keatas menampakkan senyumannya yang mempesona.
"Hai.." sambut Cyara sambil menjabat tangan Mike.
"Eh ..tunggu, jadi kalian sudah saling kenal??" ucap Grace penasaran sambil menatap tajam sahabatnya itu.
"Hmm..Iya! Kami pernah bertemu sekali waktu itu dikantin, karena tidak ada tempat untuk duduk jadi aku duduk disampingnya." sahut Mike.
Pertandingan basketpun dimulai, kedua tim sangat hebat. Jordan sebagai kapten tim basket sangat hebat begitu pula dengan Mike.Dua pemuda tampan itu saling bekerja sama. Pertandingan selesai dengan skor 54:40 dan tim Jordan sebagai pemenangnya.
****
Seusai pertandingan Grace pulang diantar oleh Jordan . Cyara berjalan menusuri jalan menuju gerbang kampusnya, ia hendak menuju halte bus. Namun tiba - tiba suara klakson mobil menghentikannya. Saat pintu mobil itu terbuka Mike turun menghampiri Cyara.
"Hei Cy, kamu mau pulangkan?" tanya Mike diangguki oleh Cyara.
"Aku antar ya? Sekalian aku juga mau pulang!" bujuk Mike. Namun Cyara merasa enggan untuk ikut ajakan Mike. Karena mereka baru dua kali bertemu.
"Tenang saja aku akan mengantarmu dengan selamat!" lanjut Mike, karena ia bisa menebak Cyara takut kalau ia berbuat macam-macam.
Akhirnya Cyara mengikuti ajakan Mike. Tak perlu waktu lama, hingga mobil yang dikendarai oleh Mike berhenti tepat didepan rumah Cyara. Cyara pun turun lalu ia pamit dan sebelumnya ia mengucapkan terima kasih kepada Mike.
Saat ia hendak melangkah masuk tiba - tiba Mike memanggilnya.
"Cyara.." ucap Mike, Cyara pun menoleh kepada Mike." Iyaa ...Kenapa?".
"Bolehkah aku besok menjemputmu? Karena rumahku tak jauh dari tempat tinggalmu!!" ujar Mike
"Ehmm...baiklah" ucap Cyara menerima ajakan Mike
"Oke kalau begitu sampai jumpa besok! Bye...!" ucap Mike sambil masuk kedalam mobilnya. Lalu ia melajukan kendaraannya.
****
Keesokannya mobil Mike sudah terparkir didepan rumah Cyara. Tampak Mike berdiri di samping mobilnya, meski cuaca sangat dingin. Cyara tak menyangka bahwa Mike akan benar-benar datang menjemputnya. Ia melangkahkan kakinya mendekat ke mobil Mike, lalu Mike membukakan pintu mobil untuk Cyara.
"Terima kasih!"
"Tak masalah!" ujarnya sambil mengusap kedua telapak tangannya.
Mike melajukan mobilnya menuju kampus, karena udara sangat dingin Mike memberhentikan mobilnya tepat disebuah cafe, ia hendak membelikan Cyara coklat hangat.
"Tunggulah sebentar! Aku segera kembali!" ujar Mike membuka pintu mobil, lalu berjalan memasuki sebuah Cafe.
Ketika Mike keluar menuju Cafe, Cyara tanpa sengaja melihat tumpukan buku milik Mike dikursi belakang . Ia pun mengambil satu buku dan ia melihat nama yang tertera disampul depan "Clark Michaelson " gumamnya.
Mike datang sambil menenteng dua cup minuman hangat.
"Ini untukmu!" Mike menyodorkan satu cup coklat hangat.
"Terima kasih!" sahutnya sambil menggenggam cup minuman itu dengan kedua telapak tangannya.
Mike memarkirkan mobilnya dipelataran parkir kampus.
"Terima kasih sudah mengantarku, aku duluan yah.." ucap Cyara sopan. Mike hanya mengangguk.
Cyara berjalan menuju gedung jurusannya, meninggalkan Mike yang menatap punggungnya yang semakin menjauh.
Grace mengambil tempat duduk disamping Cyara
"Cy..tadi dijemput Mike ya?" bisik Grace saat mata pelajaran Prof.Sean. Cyara hanya mengangguk
Grace tersenyum,"Wah jangan - jangan kalian....??" ucapnya lagi.
"Huusst..Berisik! Lihat Prof.Sean melirikmu!" ucap Cyara pelan. Grace menggaruk kepala yang tidak gatal karena malu.
Mata kuliah Prof.Sean berakhir, Cyara dan Grace berjalan keluar ruangan beriringan. Tampak Jordan sudah menunggu Grace didekat pintu keluar kelas mereka.
"Hai sayang!" sapa Grace menghambur dipelukan Jordan.
"Sudah selesai kelasnya?" tanya Jordan. Grace mengangguk.
"Yuk kita pergi!" ajak Grace diangguki Jordan.
"Cy kami pergi duluan yach?"
Grace pergi bersama dengan Jordan dan tinggallah
Cyara sendiri berjalan menuju tempat lokernya. Namun tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga isi tas mereka berceceran dilantai.
"Maaf..Maaf, aku tak memperhatikan jalan !!" ucap Cyara sambil memunguti buku - buku yang berserakan.
"Tidak..tidak! Ini salahku yang kurang hati -hati!! " ucap pria itu.Cyara mendongak melihat bahwa lelaki yang ia tabrak itu adalah Mike.
"Mike..??" ucap Cyara. Mike pun tak kalah terkejut melihat Cyara.
"Cyara!"
Cyara membantu Mike memungut buku - buku nya dan ia melihat buku bersampul kulit itu lagi dan buku itu berada diantara buku milik Mike.
Cyara mengambil buku itu dan Mike terkejut melihat Cyara memandangnya sambil memegang buku itu.
"Ini punyamu kan?" tanya Cyara sambil menatap tajam kearah Mike.
Mike dan Cyara duduk di salah satu cafe tak jauh dari kampus, mereka berdua membisu, Mike bingung harus bagaimana menjelaskannya.
"Jelaskan..??" serga Cyara menilik manik kelam pria dihadapannya.
"Kau sengajakan meletakkan buku itu di tumpukan bukuku?" tukas Cyara sambil bersidekap.
"Iya..!" jawab Mike singkat.
"Apa alasannya?" Cyara menilik wajah tampan itu, menuntut jawaban.
"Karena aku mencintaimu..!" tukas Mike dengan bersungguh - sungguh. Membuat Cyara terkejut, lidahnya seakan kelu hingga tak bisa berkata-kata.
"Aku sungguh-sungguh!"
Cyara bingung ,"Sejak kapan...???" ucapnya.
"Pertama kali kita berdua bertemu " ujar Mike,mengingat pertama kalinya berjumpa dengan seorang gadis di kantin. Seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"love at the first sight" itulah cinta pada pandangan pertama, seseorang umumnya mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama karena ada pengaruh daya tarik pertama
Thank you buat yang baca cerpenku..
ini karyaku yang pertama. Maaf bila ada yang kurang