gue gapernah nganggep lu sebagai cewek..
ya itulah kata2 yang pernah aku ucapkan kepadanya.
ya dia adalah Yani cewek tomboi yg menjadi sahabatku sejak kecil.
namaku irwan entah kenapa aku dan yani selalu masuk sekolah yg sama bahkan sampai SMA karna dia tomboi yani masuk sekolah SMK Otomotif yang notabene itu sekolah Laki-laki.
sebagai seorang sahabat dari kecil sudah pasti kita sangatlah dekat. kita sering berangkat bersama ya walaupun dia itu cuma nebeng.
kita pun sering curhat tentang masalah pribadi kita. dah saling meledek dengan kata2 pedas pun sudah menjadi hiburan bagi kita.
pada saat beranjak kelas 11 dia mulai memanjangkan rambutnya. dan sisi feminimnya mulai muncul dia mulai suka berdandan. dan disitulah aku mulai ada rasa suka kepadanya.
" eh ondel-ondel mau kemana menor amat" ucapku meledeknya.
"huu sirik aja lu, ngeledekin mulu awas nanti lu suka sama aku" ucapnya.
"haha ya gak mungkin lah, gue gapenah nganggep lu sebagai cewek" ucapku
"ah resek lu, dah ah gue mau kekantin" ucapnya
dan hari-haripun berlalu seperti biasanya.
sampai hari dimana ia berkata "wan nanti malem ada acara gak, aku mau curhat nih bisa gak nanti malam km kerumah"
"gak ada yan, ok nanti malam aku kerumahmu deh, jangan lupa siapin kopi, sama roti bakar" jawabku sambil bercanda.
"ah dasar. yawdh nanti malam aku tunggu dirumah" ucapnya sambil pergi ke kelas.
dan bel pulang sekolahpun berbunyi.
Selamat malam. yan yan ini aku irwan
"eh irwan kemana aja km baru kerumah,masakan bunda jd sisa terus klo km gakerumah" tenyata ibunya yani yang membukakan pintu
"sialan jd aku selam ini cuma jd tukang ngabisin makan doang" kataku dalam hati
"yani nya lg dimar mandi sebentar, tungguin aja sabil ntn tv" tutur ibunya
"oh yawdh klo gitu irwan masuk ya bun" (karna kita temen sejak kecil aku memanggil ibunya yani bunda)
tidak lama yani pun keluar sambil membawa secangkir kopi.
"Nih kopinya" Ucapnya
"loh Roti bakarnya mana" ucapku sambil bercanda
"gak ada, si mamang nya gajualan lg naik haji" ucapnya sambil terwawa
"lu mau cuhat apaan si" tanyaku
"gini loh wan. kemarin pas disekolah ada cowo yang nembak aku" tutur yeni
Deegggg. tiba2 jantungku berdetak sangat kencang
"oh siapa emang. ada yg mau sama km juga ternyata" ucapku sambil ternyata
"serius tau, itu si roni temen sekelas aku.. tiba-tiba pas alu lagi duduk di taman sekolah dia nyamperin aku dan langsung nembak" ucapnnya
"terus jawaban km apa" tanyaku dengan perasaan cemas
"aku belum ngasi jawaban apa-apa, aku bingung harus jawab apa" Ucapnya
"ya km nya suka gak ama dia, emang roni tu anaknya gimana si? tanyaku
"aku juga gak tau wan. dia selalu baik si sama aku, setiap dikelas dia selalu bantuin aku kalau ada apa-apa atau kalau ada pelajaran yang aku gak ngerti. klo soal tampang juga dia lumayan cakep. tapi untuk jd pacar aku masi bingung" tutur yeni
dan selama 1 setengah jam dia mencerigakan tentang roni. sebenarnya aku tidak suka mendengarnya, jadi aku tidak terlalu mendengarakan. dalam hatiku merasa cemburu. tapi akupun tidak bisa mengungkapkan.
"mendingan km pikir-pikir dulu sebelum ngasi jawaban. km n ur ma saan km yan" ucapku sambil berharap yani menolak roni.
"yawdh aku pulang deh uaha jam 10malem. aku belum ngerjain tugas Matematika juga" ucapku
"bunda irwan pulang dulu. udah malem" akupun pamitan dengan ibunya yeni
"loh udah mau pulang, gak makan dulu, lauk tante nyisa lagi dong hehehe" ucap ibunya sambil tertawa
"gak deh tante irwan masi kenyang" dan akupun bergegas pulang.
aku bebaring dikasur. dan entah kenapa aku teringat yani, mengingat ekspresi yani yang bercerita tentang roni. aku marasa tidak suka itu, dadaku terasa sakit, karna selama ini aku memendam rasa cinta pada yeni. perasaanku menjadi campur aduk antara marah, sedih dan juga kecewa.
selang beberapa hari saat hendak pulang sekolah
"wan nanti malem kerumahku" ucap yani
"mau ngapain" ucapku
"ada deh, pokoknya nanti malam kerumahku jangan sampai enggak, aku tunggu" ucap yani sambil bergegas pulang
fikiranku pun langsung tertuju pada satu hal, apa dia udah jadian ama roni, mungkin dia mau cerita tentang itu, aku sebenarnya malas mendengar tentang kisah asmara mereka berdua. tapi yani adalah sahabatku, sebagai sahabat mau tidak mau aku harus mendengarkan curhatannya.
"huh yasudahlah, nasib nasib cuma jd pendengar setia" ucapku sambil menghela nafas
malampun tiba akupun bergegas kerumah yani.
"yan yan ini aku irwan" teriaku
"masuk aja wan pintunya gak dikunci" teriak yeni
seperti biasa yani sedang berbaring dikarpet dan aku langsung duduk disampinngnya.
"sini remotnya nonton apaan si. jiah sinetron ikatan batin, udah kaya emank2 lu" ucapku sambil meledeknya
"yee biarin bagus tau" ucapnya
akupun membuka pembicaraan.
"gimana hubungan km ama roni udah jadian ya km.. ko gak ada traktiranya si hehehe" ucapku
"kenapa km wan tiba-tiba ngomongin roni" ucap yani
"loh km nyuru aku kesini suruh dengerin curhatan km tentang hubungan km sama dia kan?" tanyaku
"enggak tuh, lagian aku nolak dia hehehe, km cemburu yaa. hayo ngaku" ucapnya
"IYAH AKU SUKA SAMA KAMU YEN" ingin aku berkata seperti itu tapi kenapa mulutku begitu susah mengutarakannya
"gak lah ngpain juga cemburu. mana mungkin aku suka ama cewek tomboy kaya km" ucapku malah begitu
"masa sih. huhu sok jaim, ntar klo bneran suka nyesel loh ngomong bgtu ahahaha" ucapnya dengan nada menggoda
"dah lah bahas yg lain, jadi km nyuru aku kerumah mau ngapain? ucapku mengalihkan pembicaraan
"aku cuma mau ditemenin km doang soalnya ortuku lagi pada pergi. mereka katamya pulang malem"ucap yani
oalah cuma itu toh fikirku sambil merasa bersalah karna sudah befikir yang tidak-tidak.
"eh ada film bagus nih, tumben-tumbenan tv nampilin acara bagus" ucap yani
dan kitapun lanjut nonton tv.
dan ketika aku melihat yani. ternyata dia ketiduran disampingku.
ketika aku memandang wajah yani. aku melihat sekarang yani begitu cantik wajahnya yang semi indo-chinese, wajar saja kalau banyak laki2 yag suka denganya.
akupun membelai rambutnya yeni. ya karna kita adalah sahabat dari kecil hal seperti ini sudah biasa, sambil melihat acara tv akupun bergumam mengutarakan isi hatiku.
"sebenarnya aku udah lama suka sama kamu yen, tapi aku takut, aku takut kamu menolak, aku takut persahabatan kita hancur karna perasaan ini dan membuat kita jauh, jujur saja aku cemburu saat kamu membicarakan pria lain dihadapanku, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, maafin aku yan, aku cuma seorang pecundang yang tidak mampu mengutarakan perasaanku" gumamku
tiba- tiba terdengar suara entah darimana datangnya
"kenapa kamu gaberani ngomong terus terang sama aku"
hah akupun kaget dan menoleh kearah yani.
aku melihat matanya terbuka. dan dia menatapku dengan mata yang berkaca-kaca
"MATI AKU"berarti daritadi yani hanya pura-pura tidur.. aku ingin menjelaskan entah kenapa mulutku bagai terkunci susah untuk bicara..
K-k-k-k-kamu udah bangun yan. ucapku dengan terbata
"Aku gatidur ko. aku denger kamu ngomomg apa"
dalam keadaan cemas dan karna udah terlanjur basah maka akupun memberanikan diri berbicara padanya.
"iyah yan sebenarnya aku udah lama suka sama kamu, maukah kamu menjadi pacarku," ucapku dengan terbata
yani pun mengerutkan dahi, yang membuat aku semakin cemas. lalu ia menapakan tanganya di pipiku sambil tersenyum.
"Iyah wan, aku juga udah lama suka sama kamu. aku dah nunggu nunggu kamu ngomong begini" tutur yani
akupun beranjak memeluk yani.
"terimakasih yan, aku janji akan menjadi pria yang baik buatmu"
Bunda..
Najis lu wan gausah manggil-manggil gitu. 😆😆
____________________________________________
Mohon maaf kalau ceritanya absurd dan banyak kesalahan kata dan penulisan.
ini hanya khayalan liar saya belaka sambil belajar nulis 🤣