MOS awal gue mengenal cewek yang cukup menarik perhatianku, dia cantik dengan postur tubuh mungil yang paling menarik perhatianku dia berbeda dengan siswi yang lainnya yang lebih cenderung pasrah dengan segala omelan dan perintah panitia MOS yang selalu di panggil kakak, kakak panitia adalah orang yang paling maha benar dalam kondisi apapun.
Finni nur jamilah nama gadis itu, dia lebih cuek dan tidak mau diperintah bila tidak sesuai dengan kata hatinya, dia berani menyampaikan rasa keberatannya dengan alasan yang cukup masuk akal, sehingga jadi bulan-bulanan kakak cewek yang menurut mereka sasaran empuk sebagai pelampiasan kekesalannya, atau hanya ingin membuat adik kelasnya tidak songgong kepadanya.
Karena tubuhnya yang mungil gue memanggilnya si mungil, seperti saat ini dia lupa membawa salah satu persyaratan yang diminta panitia dan sebagi hukuman dia harus mencari salah satu kakak panitia yang mempunyai ciri-ciri jomblo, cakep, tubuh atletis juga tinggi besar.
Sudah jelas dia tidak tahu, dan dengan polosnya dia bertanya "kenapa tidak kakak aja..yang cari..aku mana tahu..kenal teman satu kelas saja belum" protesnya hingga membuat kakak cewek memarahinya " bisa ga sih..sekali aja mulutmu ga banyak protes" seru salah kakak cewek dengan menatap muka si mungil.
Andy Fauzi itu namaku, sebenarnya tugas yang mereka minta itu mencari seseorang entah apa maksud mereka hingga si mungil harus jadi bulan-bulan ke usulin mereka, sebenarnya ingin gue menolongnya tapi rasa senang yang gue lihat bila si mungil membalas ketidak adilan dari mereka, asyik aja dimata gue sebab jarang siswa baru dalam kegiatan MOS berani menyampaikan keberangkatan dengan tugas yang terkadang tidak wajar saja, gue juga sebenarnya tidak suka tapi apa daya mereka banyak gue sendiri yang pasti kalah banyak dalam suara maupun penolakan.
Mungil mau tidak mau bertanya kepada kakak-kakak dengan ciri-ciri tersebut hingga waktu istirahat masuk, gue yang kebetulan berada di masjid sekolah dikejutkan dengan sapaan seseorang yang baru dikenalnya "Maaf..kak..didalam ada alat sholatnya tidak ya..saya lupa..bawa.." tanyanya dengan sopan, mau tidak mau harus gue jawab sebab menyangkut ibadah rasanya tidak wajar bila tidak menjawabnya "setahu saya ada dek..coba aja masuk disana ada lemari kecil biasanya disitu disimpan alat sholat itu" jawabku dengan menjelaskan.
Senyum manisnya begitu mengusik relung hatiku seakan ada sesuatu yang hangat terasa hingga membuat gue sedikit melayang "terima kasih kak..oh..iya kenalkan saya..Finni nur jamilah..nama kakak siapa ya.." ujarnya memperkenalkan diri dan bertanya siapa nama gue rasanya tidak adil bila gue tidak menjawab pertanyaan dan tidak membalas perkenalannya "gue..Andy fauzi.." dengan memegang dada gue memperkenalkan diri, ada hal yang membuatku menarik dari dia dengan polosnya berucap "kita bisa bertemankan.." dengan tangannya diberikan untuk menandakan salam perkenalan, rasanya ingin gue teriak ini anak polos banget sih ingin rasanya gue masukkan dalam tas gue bawa pulang sebab menggemaskan dimata gue, mau gue jadiin hiburan bila lagi sendiri dirumah.
Setelah perkenalan itu si mungil masih belum juga menyelesaikan tugasnya dan dengan polosnya dia menyerah dan menyerahkan diri siap dihukum "Kak..hukum aja semau kakak yang jelas orang yang kakak minta itu ga ada atau halunya kakak aja" spontan saja dia berucap makin bikin emosi kakak cewek "Kamu bila halu " protes salah satu kakak cewek "coba aja kakak pikir mana ada orang yang kakak maksud sesempurna itu jomblo " dengan santai dia mengeluarkan pendapatnya, yang sebenarnya masuk akal juga.
Tapi alasan tunggu alasan sesuai dengan selogannya panitia MOS adalah maha benar dengan segala alasannya, si mungil tidak mau kalah dalam debat terbuka ini dia berani meminta bukti juga "ok..kalau kakak bilang bukan halu buktikan dia nyata didepan mata saya..sebagai hukumannya saya siap menerima apa saja yang kakak mau" dia berucap tanpa rasa takut dan serius terdengar di telinga semua yang hadir termasuk gue "hebat..banget..ini cewek kaga ada takutnya.." ucap salah seorang yang terdengar di telinga gue yang hanya bisa senyum senang mendengarnya sebab kagum aja dia yang bertubuh mungil berani memberikan argumen yang jelas-jelas bikin dia hampir jadi bulan-bulan kejahilan kakak-kakak MOS saat ini.
Tanpa diduga oleh gue dengan paksaan dari teman-teman panitia MOS mengharuskan gue jadi korban pertunjukan kejahilan kawan-kawan gue sendiri, sebab gue sendiri tidak tahu menahu soal rencana ini, dengan terpaksa gue berdiri disamping si mungil yang terlihat terkejut "kakak.." ucapnya dengan mata sedikit melotot karena kenapa harus orang yang baru dikenalnya baik itu yang mereka jadikan target kebajikan mereka pikir si mungil.
Gue tidak bisa berkata-kata hanya pasrah menunduk bukan malu tapi lebih ada rasa bersalah kepada si mungil yang baru saja mengenal sekolah barunya sudah jadi bulan-bulan kejahilan kakak kelasnya "berhubung kita semua bisa menunjukkan bahwa kita tidak halu sebagai hukumannya..kamu harus jadi pacarnya Andy selama MOS berlangsung ok.." ucap seseorang, tapi bukan takut atau penolakan darinya sepertinya dia tidak ingin melanggar apa yang sudah diucapkannya "Ok..deal..kita pacaran ya..kakak" serunya dengan menyalami gue yang bingung sekaligus senang tapi ini tidak benar pikir gue kenapa harus seperti ini gue disatukan dengan si mungil yang dari awal sudah mencuri hati dan perhatian gue.
Itu awal kedekatan gue dengan si mungil hingga berlanjut sampai saat ini, dia yang asyik tidak seperti cewek yang lain yang mengharuskan pacarnya ada di sisinya kapan dan dimanapun, kita berdua jadi pribadi yang bebas menjadi diri kita sendiri tanpa ada paksaan dari pasangan, itu yang membuat gue sangat nyaman bersamanya.
Suatu hari gue ingin lebih memperjelas status gue dengannya, gue ajak ke sesuatu tempat untuk mengungkapkan isi hati gue sebab gue ga mau dia terpaksa menerima gue karena paksaan dari hukuman waktu MOS itu, tapi dugaan gue diluar penilaian gue selama ini dia sebenarnya sudah lebih dulu mengagumi diri gue sejak pertama berkenalan menurutnya gue berbeda dari kakak-kakak yang lain yang cenderung sok tebar pesona dan jaga imej, menurutnya gue cuek apa adanya dan tidak basa basi itu yang dirinya kagumi dari diri gue.
Gue makin nyaman dan sayang ke dia, saat bersamanya adalah saat terindah buat gue sebab dia mau diajak jalan kemana pun tanpa harus banyak bertanya dan dia sangat bersahaja mau makan dan nongkrong dimana saja padahal yang gue tahu dia anak orang berada, sudah beberapa kali gue main ke rumahnya yang memiliki penjaga tapi dia tidak memikirkan imejnya akan dipandang bagaimana gitu bila harus nongkrong di warung angklinggan di pinggir jalan yang menurut gue lebih merakyat.
Langkah kakinya yang kecil suka tertinggal bila berjalan dengan gue hingga dia mau tidak mau gue harus menggendongnya dengan salah satu tanganku dan hanya protesan kecil yang terucap dari bibir mungilnya"kakak..biarkan aku jalan sendiri" itu yang selalu dia ucapkan dalam protesnya bila gue melakukan itu.
Bukan hanya gue yang dibuat gemas oleh tingkah polanya hampir satu sekolah terutama yang mengenalnya bukan berarti dia ingin menggodanya hanya menunjukkan dirinya yang sebenarnya bukan dibuat-buat hingga memancing perhatian orang lain salah satu contohnya dia yang gemar memberikan asesoris tas gendongnya yang saat ini dia memasangkan gantungan bola yang menimbulkan suara sehingga tiap kali dia menggendong tasnya otomatis bola itu menimbulkan suara yang memancing rasa penasaran semua orang yang kebetulan sedang belajar di kelas "siapa sih..ganggu..berisik.." protes salah satu siswa di kelas yang sedang belajar "lagian belum keliatan orangnya bunyi udah duluan didengar ..jangan-jangan " tambah yang lain bikin penasaran juga sekaligus kesal.
Setelah diketahui siapa pemilik suara itu tidak sedikit yang memprotes Andy tapi tidak diambil hati oleh Andy, dia lebih berpikir itu kesukaan orang lain kenapa harus terhalangi dengan protesan sedikit orang lain yang tidak menyukai keinginannya, memang sih agak sedikit mengganggu tapi ini merupakan pertanda buat dirinya bahwa yang tersayangnya sudah datang atau tidak jauh darinya.
Dengan rambut panjang indahnya yang mengikuti gerak tubuhnya menambah pesona hingga banyak cowok yang merasa Andy cowok yang paling beruntung walaupun hanya satu kekurangannya yaitu kurang tinggi tapi akan tertutupi dengan kecantikannya juga kepandaiannya dalam studinya yang selalu masuk tiga besar dikelasnya.
Keduanya bila berjalan beriringan terlihat lucu dan ada saja candaan dari orang yang dilewatinya salah satu candaannya adalah "kayak gajah dan tikus", " raksasa dan kurcaci " tapi itu tidak membuat keduanya marah atau malu tetap dengan nyamannya masih memberikan senyum santai tidak berpikir untuk memarahinya balik.
Itulah keduanya yang tidak memandang sesuatu dari satu sudut saja, malah lebih cenderung masa bodoh bila harus menghadapi keusilan orang lain yang jelas-jelas untuk kesenangan mereka sendiri, kecewa pasti ada tapi buat apa yang jelas keduanya semakin saling mengisi dan saling memperbaiki diri untuk jadi pribadi lebih baik lagi.
Hubungan keduanya berjalan hingga kepernikahan
walaupun banyak ujian yang dilaluinya saat keduanya terpisah saat menempuh bangku kuliah tapi semuanya dapat dilewati dengan mudah tampa ada hambatan yang menghalanginya hingga dapat mempersatukan keduanya, si mungil yang telah merebut hati Andy yang jomblo sehingga menjadikan dirinya imam hidupnya dalam ikatan pernikahan yang suci.
Si mungil tetaplah si mungil dimata Andy hingga dikaruniai dua orang buah hati, tanpa berubah Andy yang selalu memanjakannya baginya dia anugrah terindah dalam hidupnya dari pertama mengenalnya hingga saat ini.
Si mungil sempurna dimata Andy tidak ada cacatnya baginya dia pelengkap hidupnya dari awal mengenalnya, dia bukan cewek yang manja dia cenderung mengubah paradigma lama kalau MOS itu bukan dijadikan ajang balas dendam apalagi membully itu tidak benar baginya, dia yang memiliki jiwa bebas juga mementingkan keadilan selama itu benar dia akan terus memperjuangkannya tapi bila dirinya salah dia tidak sungkan untuk meminta maaf itulah salah satu sikapnya yang banyak diambil oleh orang terdekatnya.
Si mungil pencuri hati dari awal gue melihatnya dan gue berharap si mungil tetap menjadi si mungil yang dari awal gue mengenalnya tanpa harus berubah.