#Happy reading#
"Akhh hentikan", rintihan seorang gadis yang sedang ditindas oleh Ibu tirinya
"Sudah jelas² selingkuh dengan pacar adik mu tapi kau masih mengelak", bentak Mira
"T- tidak Bu ini hanya jebakan", bela Kinara
"Halah kakak hanya alasan jika Kaka iri padaku bilang saja", bantah Tiara
Lalu Mira dan Tiara menyekap Kinara disebuah ruangan gelap hampir 2 hari Kinara disekap diruangan itu.
Kinara menangis disudut kamar dan meracau tidak jelas menganggap semua kejadian buruk adalah kesalahannya.
"Apa salahku Ibu, Ayah",
"Aku benci aku benci dengan diriku yang gagal melindungi Ibu dan Ayah",
Keesokan hari Mira dan Tiara keruangan penyekapan Kinara dan melampiaskan amarah mereka karena gagal mendapatkan kontrak eksklusif karena kemarin ketahuan menindas Kinara.
"Kinara sialan kau gara² kau berteriak minta tolong kemarin aku tidak mendapatkan kontrak eksklusif itu", bentak Tiara sambil menendang perut Kinara
"Huhh dasar anak tak tau untung menyesal aku tidak sekalian membunuhmu", keluh Mira
Kinara tak mampu bicara lagi dirinya hanya bisa menerima semuanya.
Terlintas ide aneh dari otak Tiara menyuruh Mira agar membuang Kinara ke laut.
"Ibu aku muak mainan ini kita buang ke laut saja bagaimana?", usul Tiara
"Ide bagus tali tangan dan kakinya kita akan kelaut", titah Mira
Kinara langsung dibawa kelaut tampak sepi karena sudah tengah malam tentu udara laut sangat dingin dengan angin kencang.
Tanpa basa-basi Kinara ditendang oleh Mira kelaut dan membiarkan Kinara tenggelam sungguh tega!!
"Haha aku memang tidak beruntung memang benar sepantasnya aku mati mengenaskan seperti ini", batin Kinara yang kesadarannya mulai kabur
Namun saat² Kinara akan tenggelam lebih dalam ada seseorang yang membantunya naik ke kapal.
"Uhuk uhuk",
"Kau sudah sadar", tanya Wanita yang menyelamatkan Kinara
"Hah siapa mereka semua dan tunggu aku belum mati kenapa?", batin Kinara saat melihat orang disekelilingnya berbaju hitam dan bersaku pistol
"S- siapa kalian", tanya Kinara agak takut
"Aku yang menyelamatkan mu lho", Jawab Rania
"Benarkah, seingatku aku sudah tewas", ucap Kinara yang masih terheran
"Iya aku yang menyelamatkan mu aku kasihan saja kau seperti adikku yang tenggelam dulu makanya aku menyelamatkan mu" lirih Rania
"Terimakasih banyak", ucap Kinara sambil tersenyum
"Oh ya Namaku Rania Zie salam kenal", salam Rania
"Ah aku Kinara Velxianne", salam Kinara
"kenapa kalian membawa pistol apa ada penjahat?" tanya Kinara polos
"Kami baru saja menyelesaikan misi", jelas Rania
"M- misi?", Tanya Kinara yang kurang paham
"Ya misi kami adalah Geng Mafia Mawar Hitam", Jawab Rania tanpa ragu²
"M- mafia? seorang pembunuh bayaran kan?", Tebak Kinara
"Tepat sekali", Ujar Rania
"A- aku ingin bergabung", Sarkas Kinara
"Alasannya?", tanya Rania
"Balas dendam dan tidak bodoh lagi", Jawab Kinara dengan meredam emosinya
"Ckck boleh juga adik kecil", jawab Rania yang juga tertarik dengan Kinara
Lalu Kinara langsung dibawa ke markas Mawar Hitam setelah itu dites dan ternyata Kinara Lolos menjadi anggota Mafia Mawar Hitam.
~5 Tahun Kemudian
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat Kinara sekarang benar² berubah dengan dulu saat² ditindas Mira dan Tiara kini Kinara jauh lebih kuat dari sebelumnya dan tentu tidak mudah dibodohi.
"Dorr..",
"Hahh selalu", keluh Rania
"Mana aku tau jika masih ada satu musuh lagi kak!", bantah Kinara
"Ckck kau yang tidak waspada, mana katanya mau mentraktir ku jika aku yang menang", tagih Rania
"Ya tapi jangan banyak² kasihan uangku didompet", keluh Kinara
"Aduh adik kecil mari kita rayakan kemenangan ku", seru Rania seolah olah tak menghiraukan ucapan Kinara
~ Restoran Seafood untuk mentraktir Rania
"Kak ran ini restoran yang ingin kau makan hah?", tanya Kinara
"Iya ini restoran seafood yang paling enak dikota X ini cabangnya saja ada dimana-mana", jelas Rania dengan antusias karena Seafood adalah makanan kesukaan Rania
Mereka mulai masuk ke restoran Seafood itu dan memesan hampir setengah menu direstoran itu.
"Hei kak ini sudah setengahnya mau ku bunuh kau", ancam Kinara
"Jangan dong hehe iya² sudah", Jawab Rania yang agak takut ancaman Kinara pasalnya dia terkadang serius dengan ucapannya
~Beberapa menit kemudian
Mereka mulai menyantap makanan Seafood namun ditengah tengah menikmati sekelompok pria muda datang ke restoran itu.
"Brakk", suara pintu terdobrak
"Ckck siapa si ganggu selera makanku saja", batin Kinara
"T- tuan anda datang kemari ya", ucap pelayan restoran
"Mengapa? tidak boleh", sombong pria muda berjas hitam
"B- bukan seperti itu maksud saya setidaknya kami bisa memberikan sambutan mewah kepada anda", gugup pelayan itu
"Kalau begitu cepat sajikan aku makanan", ketus pria muda itu
"Baik Tuan", ujar pelayan restoran
"Kak Ran siapa dia sombong sekali", bisik Kinara namun Rania tetap melamun sambil menatap wajah tampan pria yang baru datang.
"Haihh kebiasaan jika ada yang tampan² begini", batin Kinara.
Kinara mecubit lengan Rania dan si pemilik pun kesakitan
"Aww kau gila ya", umpat Rania
"Bukankah kau aku daritadi bertanya padamu tentang pria tidak sopan itu tau", kesal Kinara
"Sst jangan keras-keras, dia itu pemimpin geng mafia yang tingkat 1 dikota X ini", jelas Rania
"Rembulan Merah?", tebak Kinara
"Tepat sekali", jawab Rania dengan antusias
"Kau jangan membuat masalah dengan mereka", Peringat Rania
"Tapi aku tidak merasa asing dengan pemimpin itu", batin Kinara
"Asal mereka yang tak membuat onar duluan aku tidak akan memulainya lagipula aku tidak takut meskipun lawanku setinggi langit", jelas Kinara mengunyah kembali makanannya
Susana Restoran berubah menjadi ramai saat Damian De Laxxa pemimpin geng mafia Rembulan Merah juga pria muda tampan yang masuk restoran dengan tidak sopan mengundang temannya agar datang ke restoran.
Hal itu membuat Kinara tidak nyaman dan ingin segera pergi.
"Kak Ran ayo kita pergi aku alergi keramaian", ucap Kinara bergegas memakai kembali masker dan topinya
"Tapi kak Damian tampan sekali aku belum memotretnya", keluh Rania
"Nanti kusuruh paparazzi andalan ku memotretnya ayo cepat pergi atau ku tinggal", ucap Kinara yang sudah beranjak ke pintu keluar namun sebuah tangan menghadangnya.
"Ck jangan menghalangi ku", ucap Kinara tanpa menoleh seseorang yang telah menghadangnya
"Semua orang yang sudah masuk restoran ini sudah tidak bisa keluar ini perintahku atau akan berurusan dengan ku", ancam Damian
"Apa hak anda tidak mengizinkan saya keluar", ucap Kinara yang sudah menoleh ke arah Damian
"Ck nona restoran ini milik saya jadi saya berhak disini", ucap Damian dengan menyeringai
"Apapun itu berapa yang harus ku bayar agar keluar", tanya Kinara dengan tenang meskipun Damian mengeluarkan aura mafianya
"Berani juga", gumam Damian
"berikan aku satu pertunjukan gratis", seringai Damian berharap pertunjukan yang dimaksud adalah Kinara menari dan menyanyi
"Cihh ingin mempermalukan ku rupanya", batin Kinara
"Baiklah Tuan", ucap Kinara dengan seringainya
Kinara mengeluarkan pistolnya dan menembakkannya kearah lukisan seorang gadis kecil yang tersenyum manis.
"Dor Dor Dor", seketika membuat pengunjung juga Damian mengalihkan pandangannya ke lukisan gadis kecil yang ditembak Kinara pasalnya lukisan itu sangat mahal dan cukup langka.
Setelah melihat peluang untuk kabur Kinara bergegas menuju ke markas dengan membawa Rania yang masih tercengang.
"Bos biarkan aku membereskan gadis idiot itu", ucap teman Damian sekaligus anggota Mafia Rembulan Merah
"Selidiki saja latar belakang gadis itu", titah Damian
"Baik boss",
"Tuan mari lanjutkan pestanya", bujuk wanita jalang
"Aku sudah tidak nafsu", jawab Damian lalu pergi dari restoran itu
~ keesokan harinya
"Kak kau mau kemana pagi² begini", tanya Kinara yang masih mengunyah sarapannya
"Ke gedung Visco Aku diberi undangan untuk ikut berpartisipasi pelelangan disana dan juga ada pameran senjata lho", jawab Rania
"kau mau ikut?", tanya Rania
"Boleh, aku juga bosan", jawab Kinara lalu mulai menyelesaikan sarapannya dan berangkat dengan Rania.
~ Gedung Visco
Semua geng Mafia berkumpul didalam gedung itu dan pengacara mulai menyambut para tamu acara pertama dimulai dengan pameran senjata terbaru.
Kinara sangat antusias begitu juga Rania, senjata tembak jauh 10××× sangat mendominasi namun karena senjata ini hanya satu di kota X maka hanya diikutkan pameran saja.
Waktunya pelelangan dimulai barang pertama adalah Sepatu Liez yang bisa mengeluarkan gas bius agar musuh pingsan namun Kinara tidak tertarik ia hanya ingin senapan AE05×× yang tak kalah jauh dari senapan 10×××.
"Baik sekarang barang terakhir kita yaitu senapan tembak jauh AE05×× dibandrol dengan harga 50 juta" ucap pengacara tersebut
semua segera bersaing hingga nominal mencapai 80 juta.
"Baik masih ada lagi", tanya pengacara
"1M", ucap Kinara
"A- apa siapa gadis itu", bisik penonton
"Baik ada lagi", tanya pengacara memastikan
"2M", ucap seorang pria
"I- itu tuan Damian", ujar salah satu mafia
"3M",
"5M",
"6M",
"10M",
Kinara tak bisa lagi mengatakan apa² uangnya hanya 5M sebenarnya, mau tak mau Kinara harus melepaskan senjata itu
"Baik sudah tidak ada lagi... selamat untuk Tuan Damian yang memenangkan senjata ini silakan diambil setelah acara selesai", jelas pengacara
"Cihh sialan Damian, itu kan senjata impian ku huhu", umpat Kinara yang lesu sambil berjalan keluar area perlelangan
"Sudah² ayo kita makan saja", ajak Rania
"Huhu kakak itu senjata keren cuma milikku", rengek Kinara seperti anak kecil
"Cihh bocah", ejek Damian sambil berlalu
"Heh jika bukan karena kau senjata itu pasti milikku", ucap Kinara
"Mau senjata ini?", tanya Damian
"Tidak kau pasti ingin imbal ganti dengan syarat kan aku tau pasti merepotkan", ujar Kinara lalu beranjak bersama Rania
"pintar juga", batin Damian
"Bos aku sudah tau latar belakang gadis itu dia anggota Mafia Mawar Hitam hanya itu informasi yang kudapat selebihnya diprivasi rapat²", lapor salah satu anggota yang ditugaskan Damian menelusuri latar belakang Kinara
"sudah kuduga", gumam Damian
~ Restoran
"hei kenapa, kau masih kesal?", tanya Rania
"Tau juga, sebenarnya sehebat apa sih Damian itu", tanya Kinara
"Ahh tidak tau saja kau dia itu dambaan para wanita sudah tampan kaya lagi", puji Rania
"Cihh biasa saja menurutku",
"Mba yang benar dong ini bukan pesanan saya", bentak seorang gadis yang marah²
"T- Tiara", batin Kinara meskipun Tiara berbeda menggunakan make up tebal tapi Kinara masih bisa mengenali Tiara.
"Kak aku kesana sebentar kau lanjut makan saja ya" ucap Kinara dan dijawab anggukan
"Maaf kak tapi kakak sendiri yang memesan ini masih ada bukti juga", bela pelayan itu
"Banyak omong restoran ini milik pacarku kau ingin ku pecat hah", bentak Tiara dan mengangkat tangan ingin menampar pelayan itu
"Berhenti sudah jelas salah malah menyalahkan", ucap Kinara
"Kau siapa lagi hah", tanya Tiara
"Tidak perlu tau aku siapa pergi dari sini dalam 10 detik aku akan mengampuni mu", tawar Kinara
"Hehh sialan kau aku pacarnya Tuan Damian macam² denganku cari mati ya", pede Tiara
"Pacarnya Damian ya, tidak takut" seringai Kinara
"Sialan", umpat Tiara dan mengangkat tangan ingin menampar Kinara namun dihadang oleh seorang pria
"D- Damian", pekik Tiara
"Nona Tiara jangan mengakui kalau aku pacar mu bisa saja aku memutuskan kerja sama kita", ancam Damian
Tiara langsung pergi repot juga berurusan dengan Damian.
"Kau tak apa?", tanya Damian
"Kenapa bertanya? apa hubunganmu dengan Tiara?", tanya Kinara
"Cemburu", tebak Damian
"Sudah jawab saja", ketus Kinara
"Ibunya Tiara pernah menyelamatkan ibuku lalu meminta imbal ganti dengan perlindungan geng Mafia Rembulan Merah", jelas Damian
"Dia pasti sudah merencanakannya dia itu jalang licik", ucap Kinara
"Bagaimana kau tau?", tanya Damian memastikan
"Keluargaku dulu juga hancur karenanya", lirih Kinara
"Ingin balas dendam?", tanya Damian
"Bolehkah",
"Ibuku sudah tidak percaya lagi dengannya sejak ketahuan menggoda Ayahku", jelas Damian
"Sudah kuduga Anak dan Ibu sama² jalang licik bawa mereka ke gudang tua ini besok jika ingin melihat pertunjukan ku boleh saja", ucap Kinara lalu pergi makan lagi dengan Rania
"Ckck tidak tau terimakasih", gumam Damian
~ Markas Mawar Hitam
"Apa kau gagal lagi?", ucap seorang pria paruh baya yang sedang bertelepon
"Dia cukup hebat", jawab seseorang diujung telepon
"Bodoh kau", umpat Daendels yaitu pemimpin geng mafia Mawar Hitam
Kebetulan Kinara lewat dilorong itu dan menguping pembicaraan Daendels dan bawahannya.
"Besok aku tidak mau tau Damian yang mengetahui rencanaku harus terbunuh", titah Daendels lalu menutup telepon.
"Apa hubungan Daendels dan Damian apa ada dendam diantara mereka?", batin Kinara
Lalu Kinara pergi dari lorong itu, ingin mengetahui masalah lebih lanjut tentang Daendels dan Damian namun tidak menemukan informasi apapun.
~ keesokan harinya
"Bagaimana kau sudah menyekap mereka berdua kan?", tanya Kinara memastikan
"Sudah tinggal bermain saja", ucap Damian
"Yasudah sana", ketus Kinara
"Ehh kau mengusirku padahal aku ingin lihat pertunjukan mu jelas² kau mengundangku kemarin", ucap Damian
"Ahh iya juga tapi dari kejauhan saja", ketus Kinara
"hmmm baik", patuh Damian
"Apa apaan ini katanya Damian orang yang paling kejam tapi dihadapan ku seperti kucing imut saja", gumam Kinara
~ Gudang tua
Mira dan Tiara diikat dikursi kondisi mereka hampir sama seperti gembel jalanan.
Flashback on
"Sialan", umpat Tiara yang sudah sampai rumah dan duduk di sofa dengan kesal
"Kenapa kau?", tanya Mira yang menyiapkan minuman untuk Tiara
"Itu Bu direstoran seorang gadis konyol mempermalukan ku jadi rencana ku tidak berhasil", kesal Tiara
"Siapa dia?", tanya Mira lagi
"Bu aku khawatir kalau itu Kinara seoalnya mirip sekali dengan Kinara", bisik Tiara
"T- tidak mungkin anak itu pasti sudah mati jangan berkhayal", tentang Mira
"Aku juga belum tau pasti tapi jika dia benar Kinara dia sangat jauh berbeda auranya sangat menyeramkan", ucap Kinara dengan ekspresi serius
Tiba-tiba Sekelompok suruhan Damian datang kerumah Mira dan Tiara.
"Ikut kami", tegas suruhan Damian
"Apa!! tidak akan", tolak Tiara
Pria berjas mengeluarkan sebuah gas lalu Mira dan Tiara pingsan ditempat dan dibawa sekelompok suruhan Damian.
flashback off
"krakk", Kinara melepas lakban yang ada di mulut Tiara dan Mira
"T- tolong kami", ucap Mira yang ketakutan
"Ehh sudah sadar ya",
"Siapa kau", tanya Mira
"Aku, aku Kinara Velxianne", jawab Kinara dengan seringainya
"T- tidak mungkin dia sudah mati", bantah Mira
"Ibu tiriku yang manis jangan takut begitu aku masih hidup kok", ucap Kinara dengan ekspresi tersenyum tapi mengerikan
"Tolong ampuni aku", mohon Tiara
"Tiara apa yang kau lakukan kita tidak akan meminta maaf dengannya", bentak Mira
"padahal aku sudah ingin memaafkan lho", ucap Kinara
"Mafia Rembulan Merah akan melindungi kami dan itu saatnya ajal terakhir mu", ancam Mira
"Aduhh ibu kau itu tidak tau ya mereka sudah meninggalkan mu gara² apa... gara² kau itu jalang", ucap Kinara
"Kau menggoda Ayah Damian juga anakmu menggoda Damian sama² murah ya", ucap Kinara dengan nada mengejek
"Bagaimana kau tau?", tanya Mira
"Sudah² aku akan menjadi malaikat maut kalian", ucap Kinara dengan ekspresi menyeramkan
"Tidak jangan bunuh aku Kinara maafkan aku atas kejadian malam itu", mohon Tiara dan Mira
"Ssstt sudah basi permohonan mu", ketus Kinara
"Dor Dor Dor", peluru tembak Kinara bersarang di tubuh Mira dan Tiara
Kondisi yang mengenaskan namun Kinara hanya tersenyum puas dan terus menembak hampir hancur tubuh Mira dan Tiara.
"Bagus juga pertunjukan mu", puji Damian
"Terimakasih ini juga berkat bantuan mu", ucap Kinara dengan tersenyum manis
"Oh ya aku ingin bertanya apa hubungan mu dengan Daendels", tanya Kinara
"Bukan apa²", ketus Damian
"Tak apa cerita saja padaku jika ada dendam padanya aku bisa membantu sebagai balas budiku", tawar Kinara
"kau gila ingin berkhianat",
"Aku tak peduli, balas dendam ku sudah selesai jadi aku matipun sudah tenang", ucap Kinara
"Nanti malam datang ke restoran ini akan kuberitahu tentang masalahku dan Daendels", ucap Damian lalu pergi dari gudang tua itu.
Kinara juga pergi dari gudang itu dan menyerahkan mayat itu kebawahan Damian untuk dibuang ke laut.
~ Malam harinya direstoran
Kinara datang dengan gaun yang direkomendasikan Rania karena Rania sangat memaksa Kinara.
"Sudah lama menunggu?", tanya Kinara
"Lumayan, kenapa pakai gaun?", tanya Damian
"Dipaksa temanku tapi apa bagus dipakai olehku?", tanya Kinara yang penasaran pendapat Damian
"Sangat cantik", puji Damian
"Ehh kenapa pipimu merah?", tanya Damian
"Apa!! tidak, disini hanya panas saja", elak Kinara
"Sudah² katakan apa hubunganmu dengan Daendels", tanya Kinara mengalihkan pembicaraan
"Jadi Beberapa hari yang lalu aku mengetahui rencananya yaitu melakukan perdagangan ilegal besar² an lalu bawahannya ingin membunuhku untung aku bisa menghindar", jelas Damian
"Jadi apa rencana kita agar mendapatkan bukti?", tanya Kinara
"Besok Daendels akan datang kesebuah gedung untuk melakukan penerbangan pertama kita akan menghancurkannya sekaligus mencari bukti-bukti", jelas Damian
"Baiklah mudah saja", ucap Kinara santai
"Kinara jika dilihat² kau persis anak itu",
"Anak yang mana?", tanya Kinara
"Anak kecil perempuan yang memberiku bunga kau masih ingat tidak?", tanya Damian
"A- apa jadi itu kau ya pantas aku merasa tidak asing",
"Saat itu kau menyukaiku kan lalu kau memberiku bunga berani sekali kau", canda Damian dan berhasil membuat wajah Kinara memerah karena malu
"Terus, terus tertawa saja sana",
"Haha tidak tidak, mau ke pasar malam?", tanya Damian
"Mauu", jawab Kinara
~ Pasar Malam
"Wahh ada banyak sekali permainan", seru Kinara yang mondar mandir tak peduli dirinya menggunakan gaun
"Damian aku ingin naik biang Lala, kuda lumping dan lain lagi", seru Kinara
Kinara dan Damian memainkan semua permainan yang dipasar malam itu hingga akhirnya kewalahan dan duduk disebuah taman.
"Bagaimana seru?", tanya Damian
"Sangat seru!!", jawab Kinara sambil memakan permen kapasnya
"Aishh masih seperti dulu saja", ejek Damian sambil membersihkan sisa gula kapas di mulut Kinara
"T- tidak juga aku kan tidak tau", gugup Kinara
"Hahah kau lucu sekali saat salting begini", ejek Damian
"Huh terserah", ucap Kinara yang ikut tersenyum juga
"Andai kau tau saat itu aku juga ingin menyatakan perasaanku padamu", batin Damian
"Aku munafik jika perasaan ini hilang aku masih menyukaimu persis saat itu", batin Kinara
~ Markas Mawar Hitam
"Bagaimana kencanmu dengan Damian", tanya Rania
"Hehh aku tidak kencan tau", bantah Kinara
"Ahh jangan berbohong padaku",
"Sudahlah kak ada hal yang penting ingin kubicarakan", ucap Kinara mengalihkan pembicaraan
"Daendels akan melakukan perdagangan ilegal", bisik Kinara
"A- apa bos, tidak mungkin",
"Ini nyata kau pasti disuruh mengurus geng ini sementara kan", tebak Kinara
"Iya benar",
"Nah maka dari itu besok aku dan Damian akan menggagalkan rencana Daendels", bisik Kinara
"Aku juga ikut",
"Haishh jangan nanti bos curiga lagipula nanti kau yang akan menjadi pemimpin geng Mafia Mawar Hitam mau tidak?", tanya Kinara
"Tentu mau itu kan impianku tapi aku masih kecewa saja dengan bos padahal geng kita tidak kekurangan misi tapi bos malah mengadakan perdagangan ilegal", ucap Rania
"Aku juga tidak mengerti",
"Tapi hati² Daendels cukup licik", khawatir Rania
"Meskipun aku mati atau hidup aku tidak akan melupakan kakak kok", ucap Kinara dan berpelukan dengan Rania
~ Keesokan harinya
Kinara dan Damian mulai menuju ke gedung yang akan Daendels dan bawahannya berada.
"Ini untukmu",
"Benarkah ini untukku senjata AE05**?", tanya Kinara memastikan
"Iya jangan merengek lagi dasar bocah", ejek Damian
"Ahh biar saja terserah aku", tentang Kinara
Damian, Kinara dan anggota Rembulan Merah lainnya sudah berada diposisi masing² kamera juga sudah mulai merekam.
"Bagaimana sudah cukup buktinya?", tanya Kinara dengan alat penghubung jarak jauh
"Sudah ini cukup saatnya menghentikan mereka", titah Damian
Semuanya mulai menyerang dari segala arah bau darah sangat menyengat karena jumlah bawahan Daendels lumayan banyak. Meskipun begitu tetap saja bawahan Daendels ludes
"Tuan jangan berpikir untuk lari ya", canda Kinara yang berjongkok didepan Daendels yang kakinya sudah tertembak.
"Dasar pengkhianat", umpat Daendels
"Lebih baik menjadi pengkhianat daripada pengikut mu, ingin mengambil keuntungan sendiri ckck", ejek Kinara
"Pergi saja sana ada hadiah yang akan menunggu kalian, jika aku mati maka salah satu dari kalian harus mati", batin Daendels
"Bawa sialan ini ke proses hukum tidak sudi aku membunuhnya", titah Damian
"Ayo keluar", ajak Damian
"Tunggu aku merasa ada yang aneh", ucap Kinara waspada
Dan benar saja sebuah panah beracun melesat kearah Damian namun dihadang oleh Kinara
Sebelumnya Daendels memasangnya untuk berjaga-jaga tak disangka berguna juga.
"Kinara!!", pekik Damian
"Arghh", Panah menusuk kedalam perut Kinara hingga memuntahkan darah karena panah itu sudah dirancang berbeda dari panah umumnya.
"Kinara kau pasti baik² saja kan kenapa kau bodoh sekali hah!", bentak Damian dengan air mata mengalir
"Ckck bodoh jangan menangis aku melakukan ini karena perasaan ini masih ada... Aku mencintaimu dan akan terus mencintai mu",
#Haii terimakasih buat kalian yang udah baca cerpen aku maaf kalo ada kata² yang tidak berkenan atau penulisannya kurang rapi jangan lupa like ya~#