menceritakan tentang seorang pelajar yang sering dibuli oleh teman-teman nya dan tidak di perdulikan oleh siapa pun, gadis itu bernama Rina
ia adalah gadis remaja yang mendaptar di universiti ternama yaitu "karya bangsa", Ia punya keluarga tetapi tidak memperdulikan nya, dia rasa mungkin selain keluarga ada yang akan memperdulikannya, Rina memiliki teman yang bernama Bagas,
Di suatu pagi Rina yang hendak bersiap untuk pergi kekampus, iya pun di datangi oleh ibunya yang bernama Miranti,
"buat apa kamu ke kampus, buang buang uang saja, kita ini udah sutit, setidaknya kamu jangan mempersulit nya lagi" bentak sang ibu
"tapikan bu..... ini sangat penting untuk Rina" ungkap Rina ke sang ibu
"penting kamu bilang, lagi pula banyak orang diluaran sana yang tidak masuk universitas saja bisa bekerja" desakan sang ibu ke Rina
Miranti (ibu Rina) pun pergi meninggalkan Rina sendirian
Rina pun menangis karena ibunya sendiri tidak mendukungnya dalam hal itu
"kenapa ibu tidak pernah mendukung ku dalam apa pun, salah ku di mana?" Ungkap rina sambil menangis
Rina pun pergi kekapus tampa di beri izin oleh ibunya
sesampainya di kampus itu, Rina yang tersenyum bahagia tiba tiba didatangi oleh seorang pembuli yang bernama Karin, Calista, dan Geby, mereka sangat tidak suka dengan Rina karena dia adalah orang yang rendah dan miskin.
"lo kok disini sih? lo gak sadar diri, lo itu gak cocok ngampus disi" ucap Calista
"ia nih lo lebih cocok jadi pengulung aj gih, jadi gak perlu buang buang uang untuk ngampus di sini" sambung Karin.
"iya gusy biasalah, sok mampu" sindir Geby
Karin, Calista, dan Gebi pun tertawa, Rina yang mendengar itu pun hanya bisa terdiam karena ia tidak memiliki kemampuan untuk melawan mereka
tak lama Bagas pun datang, ia tak sengaja melihat Rina di bulli oleh Karin dan teman temannya,
"apa apaan kalian ini" bentak Bagas
"emang lo siapa? berani beraninya bentak kita bertiga" balas karin
"kalian gak muak membuli orang setiap hari" ucap Bagas
Rina yang melihat itu pun menahan bagas supaya tidak berurusan dengan mereka bertiga.
"sudah lah, sebaiknya kita pergi" ucap Rina sambil menarik tangan Bagas
setelah kampus berakhir Rina pun pergi ke toilet, disana ia tak sengaja bertemu dengan Karin, Calista, dan Geby, mereka bertiga sengaja menunggu Rina disana karena kejadian tadi pagi membuat Karin kesal dan langsung menarik tangan Rina.
"sini lo" ucap Karin sambil menarik tangan Rina dengan keras.
"aku mau di apain" ungkap Rina
Calista dan Geby pun memegang tangan tangan Rina dengan sangat erat, Karin yang kesal pun, mengambil balok kayu yang ada di toilet itu dan memukuli rina dengan sangat keras,
Rina pun pingsan karena di pukulin oleh Karin dengan balok kayu
"makanya lo tu jangan sok sok hebat, kek gini kan jadi nya" kata karin sambil tersenyum licik
lalu meraka pun meninggalkan Rina sendirian di toilet
Rina pun sadar, lalu ia berusaha untuk berdiri dengan menahankan sakit, waktu itu sudah malam dan ia tingal sendiri di kampus itu.
"aku akan balas kalian nanti" ucap Rina
Rina pun tampa berpikir panjang langsung melompat dari lantai 4 dan langsung tewas di tempat.......
ke esokan paginya mayat Rina pun di periksa oleh polisi, orang tua Rina pun
tidak perduli dengan Rina sedikit pun.
"biarkan saja dia mati, jadi beban hidupku sudah berakhir" ungkap sang ibu ke polisi
bagas pun kagen, karena melihat Rina yang sudah tidak bernyawa
"apa ini Rin, kenapa kamu nekat sih" ucap Bagas sambil menangis
Karin Kalista, dan geby yang melihat itu pun kaget Karena meraka bersamanya kemarin malam
"kok jadi seperti ini sih" ungkap calista dalam hati
"Bagaimana ini" bilang Karin dengan binggung
"iya....kan kemarin kita sempat bersamanya" kata Geby
"sudah jangan membahas itu lagi, lagi pula kita tidak ada sangkuta dengan ini semua" bilang Callista
Malam hari pun tiba
geby yang sedang membuka laptopnya, karena ada tugas dari kampus pun di teror oleh Sesuatu, tiba tiba geby terdengar ada suara seperti vas bunga jatuh, jadi ia mengecaknya, kebetulan di rumah geby lagi tidak ada orang, dikarena yang sedang pergi,
disaat Geby mengecek apa yang terjatuh, ternyata tidak ada apapun bahkan tidak ada apapun yang terjatuh
"apa tadi yang terjatuh, perasaan suaranya sangan keras" ungap Geby
tiba tiba lampu pun berkedip dan membuat Geby kaget
"kenapa ini? apa yang terjadi" geby pun mulai merasa takut
kursi pun bergeser tiba tiba dan membuat Geby sangat takut, Geby pun langsung berlari menuju kamar nya dan ia tiba tiba melihat sosok seseorang di cendelan, ia pun berlari menuju kamarnya kembali dan lalu pintu kamranya pun tertutup sendiri dan terkunci
"siapa disana? caba jangan bercanda, ini gak lucu" teriak Geby dengan Rasa takut
"brakkk" vas bunga pun terlempar
"kalian jahat, kalian sangat tega kepada ku" suara bergema
"siapa sih" tanya geby dengan ekspresi takut
semua pun kembali normal. Keesokan pagi nya, Geby yang diam tak berbicara apapun kepada teman temanya yaitu Karin dan Calista,
"Hey Geb lo kenapa sih?" tanya Karin ke Geby
Gebi pun kaget "iya...."
"aku tidak papa kok" jawab Geby dengan terbata bata
Karin dan Calista pun tak terlalu memikirkan Geby, dan langsung mengganti topik pembicaraan mereka......
"sudahlah jangan berdiam terus" kata Calista
karin pun kebelet,
"gusy gue ketoilet dulu" ucap karin sambil belari
Geby pun melihat Karin yang pergi ketoilet pun merasa takut, dan Calista yang melihat ekspresi Geby pun bertanya..
"lo kenapa sih Geb" tanya Calista dengan penasaran
"gak kok" jawab geby sambil takut dan langsung pergi meninggalkan Calista di kelas
Di toilet karin yang sedang mencuci tangan pun kaget, karena lampu di sana tiba tiba mati
"kenapa ni lampu, kok bisa mati sih" Karin bergumam sendiri
tiba tiba ada tangan yang menyentuh bahu Karin, karin pun kaget, waktu dia lihat tidak ada siapa pun di situ
"siapa sih? jangan iseng deh, gue gak suka" teriak Karin walau tidak ada siapapun di sana
tiba tiba keran pun menyala sendiri, yang membuat Karin mulai takut
karin pun mematikan keran air itu, dan tak beberapa lama keran yang di sebelah nya pun menyala, Karin pun yang yang melihat itu langsung berlari ke kuar toilet, dan tiba tiba pintu pun terkunci
"loh kok? terkunci sih" karin memcoba membuka dan menarik
dengan panik karin mengetok ngetok pintu dan meminta tolong "tolong..... tolong bukain pintu, aku terkunci disini"
namun tidak ada siapa pun yang mendengarnya
"please bukan pintunya" teriak karin sekeras kerasnya
karin pun menoleh ke cermin dan melihat ada tulisa yang bertuliskan "kau juga harus menderita sepertiku"
tiba tiba muncul sesosok wanita yang mendekat ke arah karin
Karin pun bernapas dengan sangat kencang, karena takut
sosok itu pun mendekat dan langsung memukul Karin dengan balok kayu yang sama, yang dipukul Karin ke Rina
Karin pun pingsan tak sadarkan diri. setelah dia sadarakan diri, dirinya sudah berada di UKS, karena kejadian di toilet tadi dia pun duduk.
Calista dan Geby kaget
"lo kenapa sih rin?" tanya Calista dengan kaget
Karin mengingat kejadian tadi di toilet dan bernafas dengan kencang
"apakah lo baik baik saja?" tanya Geby dengan khawatir
"tadi gue di toilet di hantui Rina" jawab karin dengan panik
Geby pun terdiam dan mengingat kejadian yang dialaminya
"lo jangan ngacok lah Rin" jawab Calista dengan cuek dan tidak percaya
"dia tu dah mati" kata Calista
Geby pun menengahinya "tapi itu benar, soalnya gue jugak ngalami hal yg sama di rumah kemaren malam" dengan ekspresi takut
"kalian berdua ngacok tau, mana ada jaman sekarang hantu" jawab Calista dengan keras kepalanya
calista pun pergi meninggalkan mereka berdua
NANTI AKU LANJUTIN YA KALAU AKU INGAT