Joker Game @Yanagi Koji
Naruto @Masashi Kishimoto
By Nijimura Ran
Cast :
Yamanaka Ino
Jitsui
============================
"Seperti beberapa tahun yang
lalu, aku menemukanmu di
balik pohon bunga Sakura."
- Jitsui -
============================
Dua minggu berlalu sejak Jitsui kembali dari misinya, ia selalu duduk termenung di bingkai jendela.
Menatap langit biru yang indah dan terang.
Tampaknya Jitsui masih terbayang oleh wajah cantik seorang gadis dari Klan Yamanaka yang ia jumpai 3 tahun yang lalu saat Jitsui diberi misi ke kota Konoha.
"Aquamarine yang indah, membuat semua orang yang melihatnya mabuk dan tenggelam." Batinnya.
Matanya menatap jauh keluar jendela, memandang orang-orang yang tampak sibuk mempersiapkan sesuatu.
Ah.. Jitsui ingat, sebentar lagi musim semi tiba. Mereka pasti sibuk untuk mempersiapkan festival musim semi.
Menghela nafasnya pelan, Jitsui mengambil buku baru yang belum sempat tersentuh olehnya sedari tadi.
Para rekannya belum kembali dari misi. Hanya dirinya sendiri yang masih betah di dorm D-Agency.
Puk!
Jitsui menoleh sedikit, melihat siapa kiranya yang menepuk pundaknya tadi.
"Hatano-san?"
"Ya."
"Baru pulang?"
"Seperti yang kau lihat."
Jitsui memandang Hatano heran, ada yang aneh dengan rekannya itu. Namun ia tetap diam, sebelum Hatano menceritakan sendiri.
"Apa kau tidak bosan duduk disini terus Jitsui?" Tanya Hatano pelan.
"Tentu saja tidak. Mengapa Hatano-san bertanya demikian?" Jawabnya dengan tenang. Senyum tipis terpatri di bibirnya.
Tatapan mata Jitsui jatuh pada sekumpulan burung Merpati yang terbang tak jauh dari tempatnya berpijak.
"Burung Merpati itu pasti milik Tazaki-san." Batinnya.
Sepertinya kali ini ia tidak lagi sendiri, karena Hatano dan Tazaki sudah kembali. Tapi... tetap saja. Seseorang yang membuat suasana menjadi ramai di D-Agency ( Kaminaga ) belum datang.
"Kalau kau penasaran, kenapa kau tak mendatangi tempat itu lagi?" Ujar Hatano sambil menyelipkan sebatang rokok dibibirnya.
Jitsui tersentak pelan sebelum ia terdiam kembali, ia tahu tempat apa yang disebut kan oleh Hatano tadi.
"Aku tidak bisa pergi kesana, kecuali aku diberi misi oleh Letkol Yuuki, Hatano-san." Jawabnya datar.
Hatano terkekeh samar kemudian ia menghisap rokoknya pelan lalu menghembuskan asapnya.
"Bukan kah Letkol Yuuki pernah bilang, kalau kita boleh sesekali mengunjungi tempat lain. Meski tanpa misi, yang terpenting kita tetap bisa menjaga identitas?" Ucapnya setengah ragu.
Kini Jitsui menyunggingkan senyum tipis, ucapan Hatano tadi memang ada benarnya.
Hanya saja, Jitsui baru mengetahui.
Ada saatnya dimana Hatano yang biasa percaya diri kini menjadi ragu dengan ucapannya sendiri.
"Aku akan pergi besok." Ujarnya tiba-tiba.
"Sudah ku duga."
"Terimakasih Hatano-san." Ucapnya sambil tersenyum tulus.
"Hn."
**
Ino menatap rangkaian bunganya nanar. Bagaimana bisa ia melakukan kesalahan?
"Pig."
Suara Sakura membuyarkan lamunannya.
"Ya?"
"Kau melamun lagi." Ujar gadis bersurai merah muda tersebut sambil cemberut.
"Yah.. sepertinya begitu." Gumamnya pelan. Ia mengacak rambutnya yang indah karena sedikit frustasi.
Sakura menatapnya geli, wajar jika sahabat pirangnya sedikit frustasi.
Festival musim semi akan tiba dan toko bunga milik sahabatnya ikut berpartisipasi dalam festival musim semi itu.
"Aku pulang dulu pig. Hari sudah mulai sore, sebaiknya kau istirahatlah dulu." Ucap Sakura sambil menepuk pundaknya pelan.
"Hmm..." balasnya sambil tersenyum.
Setelah sosok Sakura sudah hilang dari pandangan matanya. Ino menatap bunga anggrek hitam yang ada didepannya.
"Bunga ini memgingatkanku padanya." Pikirnya.
Mempeotkan bibir mungilnya Ino segera membereskan pekerjaannya.
Tangannya berhenti berkerja ketika tatapan matanya tak sengaja melihat kalender.
"Tiga tahun berlalu. Apa aku akan bertemu denganya lagi?" Gumamnya pelan.
Tatapannya beralih pada pohon bunga sakura yang terletak di samping toko bunganya.
"Semoga tahun ini aku bertemu denganmu." Batinnya.
Sore berganti malam. Ino memutuskan untuk menyelam kealam mimpinya.
Berharap hari esok ia akan bertemu dengannya.
Bibirnya melukis senyum manis saat mimpi indah yang menyelam di alam bawah sadarnya.
***
Jitsui telah siap dan rapi, berbekal dompet tebal dan segenggam keberanian ia pergi ke stasiun untuk menuju Konoha City.
Langkahnya yang ringan dengan sedikit belaian dari angin musim semi yang lembut dan sejuk, Jitsui semakin memantapkan hatinya.
Tak berapa lama Jitsui sampai di stasiun. Dengan segera ia mengambil tempat untuk antrian membeli tiket.
Matanya yang tajam sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang disana.
Jika dipikir lagi, baru kali ini ia berpergian tanpa misi. Kecuali ia pergi dengan Anggota D-Agency lainnya.
Gilirannya pun tiba, Jitsui mengatakan kemana arah tujuannya.
Setelah selesai, Jitsui duduk di bangku tunggu. Menunggu kereta.
Selang beberapa menit, kereta yang di tunggu Jitsui datang. Jitsui pun masuk ke dalam kereta.
Ia duduk tenang sambil membaca buku. Ah.. sepertinya ia memang tak bisa lepas dari benda kecil tersebut.
****
Ino mengelap peluh yang membanjiri pelipisnya. Tak terasa, kini semua pekerjaannya hampir selesai.
Matanya menoleh kearah sahabat merah mudanya. Ino bersyukur, Sakura mau membantunya untuk menghias stand festival yang akan segera di buka lusa nanti.
Langkah kakinya mendekat kearah pohon bunga sakura dimana sahabatnya berada.
"Sepertinya kau kelelahan Jidat. Minumlah." Ujarnya pelan diiringi senyum jahil ketika menyodorkan sebotol air untuk Sakura.
"Yah.. begitulah." Balasnya lemah.
Sakura langsung meneguk air yang di berikan oleh Ino tadi.
"Terimakasih Pig." Ucapnya setelah minum.
"Sama-sama."
Hari sudah mulai sore, ia harus cepat pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang ia rasa seperti remuk.
Tapi anehnya, Ino enggan untuk meninggalkan tempat ini.
"Ada apa denganku?" Batinnya gelisah.
Puk!
"Kau kenapa?" Tanya Sakura heran.
"Tidak, aku tidak apa-apa." Jawab Ino pelan sambil menyungging senyum tipis.
"Baiklah, aku duluan Ino. Sasori-kun sudah datang menjemputku." Ujar Sakura sambil menunjuk Sasori dengan dagunya.
"Baiklah Jidat, hati-hati dijalan."
"Umm.. kau juga cepat pulang! Hari sudah semakin sore." Setelah mengucapkan kalimat tersebut Sakura mulai beranjak meninggalkan Ino.
Ino menatap kepergian sahabatnya dengan sendu.
Andai keingingannya terwujud, ia pasti tidak akan lagi sendiri saat ini.
Matahari pun mulai beranjak sedikit demi sedikit.
Dan Ino masih berdiri sambil menatap kelopak bunga Sakura.
*****
Kereta yang dinaiki oleh Jitsui tiba. Tepat dengan perkiraannya. Dengan segera ia turun dari kereta lalu berlari ketempat tujuan.
"Semoga kau berada disana. Aku ingin bertemu denganmu." Batinnya.
Langkah kakinya mulai berhenti ketika sampai. Jitsui mengatur nafasnya pelan, ia melangkah mendekati pohon bunga Sakura.
Tatapan matanya tak lepas dari sosok gadis cantik bersurai pirang.
Saat sudah berada di depan gadis tersebut. Jitsui tersenyum manis sambil menggenggam tangannya.
Ino masih tak percaya dengan apa yang kini dilihatnya.
Didepannya kini, pria yang ia tunggu selama bertahun-tahun.
Berdiri didepannya sambil menggenggam tangannya juga balas menatap matanya.
"Jitsui..." bisiknya pelan diiringi angin yang berhembus.
"Iya ini aku, Ino." Ucap Jitsui sambil mengusap pipi Ino lembut.
"Kau datang.." gumam Ino sebelum menghambur kepelukan Jitsui. Pria yang ditunggu-tunggu olehnya.
Jitsui balas memeluk Ino, bahkan lebih erat. Ia tak mau membuang kesempatan ini begitu saja.
Jitsui berjanji, ia takkan pernah meninggalkan Ino lagi.
Ia mengecup pucuk kepala Ino kemudian Jitsui berkata.
"Seperti beberapa tahun yang lalu, aku menemukanmu di balik pohon bunga sakura." Ujar Jitsui sambil tersenyum tipis.
End.
Hai hai minna~ silahkan kritik serta sarannya! Arigato..
By