Chapter 1 skakmat
(Darah darah darah darah darah darah darah darah darah darah darah darah darah darah)khayalku ketika melihat tanah yang dibasahi oleh genangan darah
"uhuk!! Uhuk! ahmm"
. (aku tidak ingin mati seperti ini)gumam ku
Ini sungguh sangat jauh dengan expetasiku ini sangat berbeda dengan apa yang instruktur jelaskan, pagi tadi seluruh prajurit terlihat sangat bersemangat tapi apa sekarang seluruh mental dan semangat prajurit hilang saat memasuki pertempuran
Ini bukan perang tapi lebih pantas di sebut pembantaian karena saat itu seluruh prajurit tidak dapat membalas serangan, mereka bagaikan kebiri yang di kejar serigala
Sebagian dari mereka kabur ke hutan meninggalkan barisan entah kenapa aku dapat bertahan dari serangan demon itu meskipun aku tertusuk cakar mereka dan terlempar ke hutan
"Uhuk!! Uhuk! "(batuk darah)
Sepertinya paru paruku ikut terluka karena cakar tadi, kini sebagian tubuhku dari perut hingga kaki tidak terasa
"uhuk 'ssiappapun tolloong akkkuu" rintihku
Meskipun aku sudah meminum potion pemberian raja tapi itu tidak berpengaruh dengan kesehatanku, apa itu palsu?, aku ingat tentang penjelasan obat itu dari seorang tabib bahwa obat itu dapat menyembuhkan luka berat sekalipun tapi apa hasilnya aku masih saja terluka (bajingan mungkin aku sudah di tipu) pikirku
Meskipun aku sudah mengikat perutku untuk menghentikan pendarahan tapi Darahku masih saja terus mengucur, kalo terus seperti ini aku bisa mati,,,
(Sial tubuhku sulit di gerakan) pikirku dengan putus asa,
Pandangan ku mulai memburam, rasanya aku mengatuk tapi aku tidak berani untuk menutup mata, kini yang bisa kulakukan hanya dapat duduk menyender menunggu bantuan
Tiba tiba muncul seseorang, ia menggunakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah aneh dan ia menggendong ransel besar dengan bentuk seperti peti besi aneh
(apakah itu malaikat maut! Tunggu,!! Aku belum ingin mati)
Kemudian ia menghampiriku lalu ia berjongkok dan bertanya
"apakah namamu Jean fastar?"
"iiiya.." rintih ku
"Kebetulan sekali kawan! btw siapa yang berani melakukan ini padamu"
" ccceepat (uhuk) tollooong akkku" ucapku
"ehh iya maaf aku terlalu banyak bicara" kata pria itu dengan suara tawa kemudian pria itu melepaskan ikatan di perutku
"Astaga" ia tersentak ketika melihat perutku "bagaimana kamu bisa bertahan dengan luka separah ini"?
"hehe" Mendengar itu aku hanya tersenyum
Terlihat pria itu termenung dengan exspresi pasrah dari wajahnya
"Maafkan aku kawan aku tidak bisa menyembuhkan luka di perutmu"
Mendengar itu aku tersentak terdiam kemudian meneteskan air mata
"hiks hiks!" ku mmohon tolloong" rintihku sambil menangis
"ahh!!! maafkan aku lagi telah membuatmu bersedih!" tenang saja kawan masih banyak cara untuk menolong mu"
Pada saat itu aku hanya diam dengan wajah pucat dan pandangan yang kosong saat itu aku merasa sangat mengatuk dan akan hilang kesadaran
"woyy jangan dulu mati ihh menyebalkan 'baiklah aku akan segera penolongmu dengan beberapa perjanjian kalo kamu tetap diam aku anggap kita sudah sepakat"
Ketika itu pula aku mendengar suara samar samar tentang perjanjian, tanpa pikir panjang aku mengaguk sambil berusaha tersenyum sebelum aku hilang kesadaran
___30 menit setelah itu .,,,,,,,,,,
Sebuah cubitan keras mencengram hidungku aku serentak terbangun dengan kalap
"awwww!!
" selamat sore kawan! Maaf aku membangunkan mu dengan cara ini soalnya kamu susah bangun "
" tidak bisakah kau memperlakukan orang yang sedang sakit dengan cara yang lebih halus "
" sakit? Apakah kamu masih merasakan sakit. Di bagian mana kamu merasa sakit? "
" tentu saja di per!! (tersentak) eh apa ini? "
Aku terkejut ketika memegang perutku yang tiba-tiba saja sembuh dan tidak merasa sakit lagi, ketika itu aku penasaran dengan semua lukaku yang di tutupi perban kemudian dengan sembrono aku membuka balutan perban itu
" Ehhhh! "teriakku ketika melihat perutku yang sudah berubah, dari pandangku terlihat seluruh bagian perut hingga dada sudah berubah menjadi peralatan penunjang hidup super canggih bahkan rusukku sudah di ganti dengan rusuk yang terbuat dari baja, kenapa aku bisa tau karena saat aku memukulnya keluar bunyi 'clink' dan pada saat itu perutku belum terbungkus kulit
"apa yang sudah kamu lakukan!" teriakku
"ehh bukannya berterima kasih kamu malah memarahiku" kata pria baju hitam menyindir
"maaf bukan itu maksudku, umm kemana perut asliku dan kenapa bisa berubah seperti ini"
"Kalo perut aslimu ini" kata pria baju hitam sambil membuka tas sekolah milikku
"uhh sungguh menjijikan" teriakku ketika melihat isi tas itu "dasar pisikopat!"
Mendengar cacian pria itu marah kemudian berteriak "bajingan!! apakah ini caramu berterima kasih!!, tapi ehh(pria itu tersenyum) hahahaha apakah kamu jijik dengan organ tubuhmu sendiri hahahaha"
Aku cemberut mendengar perkataannya tapi aku tidak bisa marah karena bagaimanapun ia telah menolong hidupku
"yahh bagaimanapun aku harus berterima kasih padamu karena telah menolongku tapi itu tidak cukup dengan terima kasih, aku berhutang budi padamu suatu saat aku akan membayarnya"
"Hahahaha uhh ha he maafkan aku juga kawan karena telah membungkus bekas organmu ke dalam tas" ngomong ngomong soal balas budi kau tidak perlu membalasnya" kata pria itu
Alisku berkedut mendengar itu kemudian aku berkata "apa maksudmu"
"maksudku kamu hanya harus menjaga benda yang ada di punggungmu, rawat dia seperti kau merawat majikan mu layani dia sepenuh hati dan lindungi dia dengan segenap jiwamu"
Seketika aku terbelarak tuk melihat ke belakang kemudian mendapati peti persegi panjang kini telah menempel di punggungku dan dari benda itu pula puluhan kabel dan pipa yang di aplikasikan di tubuhku
"Apa ini?" tanyaku dengan penuh penasaran
"nanti juga kamu tau, pokoknya aku sudah menjaga benda itu selama 10 tahun 'sekarang aku akan mewariskannya padamu,, jaga itu jangan sampai kau kotori karena itu akan menjadi tuanmu"
"apa maksudmu siapa kau sebenarnya"
"Eh ehe ahahahahah hahahaha, maaf aku lupa mengenalkan diriku, sebenarnya aku biasa di juluki sang tembok tajam, aku adalah benteng berduri, aku benteng berjalan, aku, aku (stop mulut pria itu di tutup oleh tanganku )
" cukup tuan tembok, aku tidak mengerti apa maksud kepercayaan dirimu?" ucapku sambil menutup mulut pria itu dengan tangan
(melepaskan penutup mulut)"ya pasti kamu tidak akan mengerti dengan semua julukanku" kata pria itu
"tentu saja tuan, bisa kamu terangkan secara sederhana"
Ketika pria itu mendengar perkataanku ia terdehem kemudian berkata " kalo namaku jeans fastar"
Mendengar itu aku tersentak "apa maksudmu menyebut namaku"
Pria itu tersenyum "itu nama asliku"
"Jangan bercanda!!" teriakku
"hehehe, pasti kamu tidak akan mengerti"
"sudah pasti aku tidak mengerti"
"ya sudah kalo begitu" kata pria itu kemudian ia membuka penutup wajah
Aku tersentak ketika melihat wajahnya
"ehhh ka'ka'kamu bagaimana bisa"
"seperti yang kamu lihat aku adalah Jean fastar tapi yang lebih tepatnya diriku adalah dirimu dan dirimu sudah pasti diriku"
Aku tergagap ketika melihat wajah pria itu, ia sangat mirip dengan wajahku tanpa ada sedikipun perbedaan, saat itu aku seperti melihat diriku sendiri dari cermin "bababagaimana bisa?"
"tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, tapi yang lebih penting kamu harus menjaga calon ratu"
"Maksud mu?"
"Jaga kotak besi itu untukku"
"kenapa??"
"karena tubuhku sudah lama mati!"
"maaf tapi setiap perkataanmu semakin membingungkan ku"
"Kamu tidak harus mengerti tapi kamu di wajibkan untuk menjaga isi kotak itu dengan tekad dan tanggung jawab"
"Kenapa?
" Karena itu kesepakatan yang telah kita buat, btw selamat tinggal "
" ehh kemana kau akan pergi "
" medan pertempuran karena (pria itu merobek pakaiannya) karena keberadaan ku tidak dapat bertahan lebih lama lagi "
" i i itu "mataku terbelalak ketika melihat tubuhnya karena pada saat itu tubuhnya kosong dan hanya menyisakan rusuk dan tulang punggung tanpa organ dan kulit
Pria itu tersenyum sambil berkata" bukankah pertukaran kita setara? "
Aku mencoba menghentikannya dengan berkata" tunggu! masih banyak yang ingin aku tanyakan "
" maaf waktuku telah habis! "teriak pria itu sambil berlari kearah Markas musuh
__10 menit kemudian....
Aku masih di tengah hutan sambil duduk dan termenung, ketika itu terdengar jeritan demon dari Markas musuh menggelegar hingga terdengar ke tempat yang jauh
Sebenarnya apa yang ia lakukan? Apakah ia nekat menyerang pasukan demon itu sendiri, ia sungguh hebat, sungguh berbeda dengan diriku, (pikirku)
Sfx krrraaakkkrrr!!! bbbbooooooommmmmmmm!!!!! Terdengar suara retakan di susul oleh suatu ledakan dahsyat
Suara apa itu (pikir ku) kemudian aku menoleh ke arah Markas musuh
Di langit Markas musuh terlihat awan seperti jamur besar, selang beberapa saat terasa hembusan angin kencang
Angin ini menghempaskan benda di sekelilingnya di sana terlihat kawah raksasa bekas ledakan
Saat itu tanah bergetar, meskipun aku terbilang jauh dari pusat ledakan tapi tetap saja aku merasakan radiasi dari ledakan,
Pohon di sekelilingku roboh terhepas angin ledakan ,tanah terhepas menciptakan lingkungan di penuhi asap
______________*********______
___terima kasih banyak telah membaca kisah fiksi fantasi buatan saya 😊.