Suatu perjalanan kisah asmara antara Romeo dan Juliet di kehidupan nyata. Perjalanan yang penuh lika liku perselisihan yang mengakibatkan pecahnya hubungan pertemanan antara ku dan teman ku. Awal kisah di suatu Kota terindah di negara ku tercinta, Juliet adalah kekasihku yang secara tidak sengaja di pertemukan oleh Roman teman baik ku sejak kecil sedangkan Roman adalah tetangga Juliet.
Kring,kring. ( Suara telpon ku berbunyi nyaring saat aku sedang mandi).
"Hallo , ada apa bro, aku lagi mandi nih belum selesai" jawab ku lewat telpon.
" Is, ya ampun! udah siang baru mandi, dari pagi ngapain aja? ayo buruan kita ke Kaffe Galaxy, ada yang mau aku bicarakan" jawab Roman.
" Sekarang? tunggu aku 30 menit lagi baru selesai" jawab ku.
" Kamu mandi seperti perempuan saja, lama banget! ya sudah aku jalan dulu ke Kaffe Galaxy” jawab Roman.
" Hihihi baiklah, ya sudah aku mati kan telpon mau lanjut memakai Lulur" jawabku sambil ketawa.
Setelah matikan telpon aku melanjutkan mandi ku, karena aku itu seorang yang memiliki riwayat alergi sama debu jadi mandi harus benar-benar bersih. Tidak lupa aku menyalakan pengharum ruangan ( relaksasi ). Setelah cukup nyaman aku pun menyelesaikan mandi, aku pun bersiap ke Kaffe Galaxy menemui Roman.
Sesampainya di Kaffe aku langsung mendatangi Roman yang sedang bersama wanita yang paling cantik di mataku.
"Hay bro, siapa nih?" celetuk ku sembari melihat kecantikan wanita itu.
"Perkenalkan ini Juliet, Juliet ini Romeo, teman dan saudara bagi aku" kata Roman.
"Hay Juliet, salam kenal ya" kata ku sambil berjabat tangan.
" Iya salam kenal kembali Romeo" jawab Juliet.
"Udah kenapa lama sekali bersalaman nya?” kata Roman sambil memisahkan tangan aku dan Juliet.
"Yah! kok kamu gitu bro?" protes ku sambil cemberut.
"Begini, Juliet ini mau di jodohkan dengan orang tuanya dengan pria tua berumur 41 tahun dan dia meminta bantuan ku untuk mencarikan pacar sementara. Karena mau di jodohkan oleh orang tuanya, makanya aku perkenalkanmu dengan Juliet untuk membatu juliet menjadi pacar sementaranya, kamu mau bantu Juliet kan Bro?" kata Roman menjelaskan duduk perkaranya.
" Emang kamu belum punya pacar Juliet?” tanya ku sambil melihat kedua matanya.
"Belum, aku terlalu sibuk dengan kerjaan ku sebagai penulis novel" jawab Juliet.
" Gimana kamu mau bantu Juliet tidak nih?" kata Roman.
" Boleh, akan tetapi sampai kapan selesainya?" jawabku.
"Sampai orang tuanya percaya bahwa Juliet sudah memiliki kekasih.”
"Ok, aku bantu kamu Juliet.” Nada suara ku sedikit semangat menatapnya.
“Langkah awal kalian adalah saling tukar nomor telpon dan saling memberikan kabar ya" kata Roman memecah keheningan.
Setelah bertukar nomor aku pun meminta kami berfoto, agar Juliet mempunyai bukti bahwa dia sudah punya kekasih ke orang tuanya. Setelah selesai nongkrong, Juliet pulang bersama Roman ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Juliet pun langsung menelpon ku.
Keing, kring. “Hallo sayang, kamu kapan ke rumahku?" kata juliet di depan orang tuanya.
"Oh iya sayang, nanti jam 8 aku ke rumah mu ya” jawabku.
"Aku tunggu ya sayang. Mama mau ketemu sama kamu" kata Juliet.
"Tolong sampaikan sama ya sayang, sebentar lagi Aku datang " jawabku meyakinkan.
Sesampainya di rumah Juliet, aku memberanikan diri mengetuk Pintu dan memberi salam.
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam,” suara dari dalam rumah.
Seketika, mama dari Juliet pun membuka pintu dan melihat ku dari ujung kaki ke ujung kepala.
"Kamu mau cari siapa?" tanya mama Juliet.
"Maaf tante, apakah Juliet ada di rumah?" jawabku sopan.
"Ada, ini siap ya? Dan ada perlu apa?" jawab mama Juliet.
"Saya Romeo tante, kekasih Juliet "jawabku sambil menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan mama Juliet.
" ohh silakan Masuk, sebentar yah Tante Panggilkan Juliet, kata mama Juliet.
Aku pun menunggu Juliet turun dari kamarnya yang terletak di lantai dua.
"Nak, itu ada Romeo. Dia datang dengan membawa buket bunga mawar putih untukmu" kata mama.
"Iya ma, ya sudah ayo turun ma.”
Aku terpesona akan kecantikan Juliet ketika turun bergandengan tangan bersama mama nya,
"Persiapan Juliet ternyata sungguh matang" gumam ku dalam hati.
"Sayang hari ini kamu terlihat sangat cantik dari biasanya" kata ku sambil memandang mata Juliet.
"Terima kasih sayang, wah! cantik sekali buket bunga nya. Ini buatku sayang?" ucap Juliet.
"Pasti sayang, siapa lagi kekasih tercinta ku selain kamu.”
Mama Juliet memandangi kemesraan aku dan Juliet. Dalam sekejap aku melihat senyum di bibir mama Juliet.
"Tante, bolehkah besok Romeo ajak Juliet makan malam?" tanya ku sedikit sungkan.
"Tante boleh memberi ijin Juliet keluar makan malam bersama Romeo, akan tetapi Romeo berjanji jangan sampai pulang malam. Batas jam 9 malam Juliet sudah ada di rumah" jawab mama Juliet.
" Baik terimakasih tante," jawab ku. Hal ini adalah kesempatan ku untuk mendapatkan hati Juliet tanpa adanya berpura pura menjadi kekasihnya.
Malam berikutnya aku pun datang kembali menjemput Juliet untuk makan malam dan untuk menyatakan cinta yang sesungguhnya. Aku pun mengajak Juliet ke tepi pantai dan memesan meja di salah satu Restoran seafood.
"Juliet, mau kah kau menjadi kekasih yang sebenarnya. Aku nggak mau kita sebagai kekasih sementara" kata ku sambil bersujud sambil mengeluarkan cincin berlian untuknya.
"Apa? kamu serius Romeo?" tanya Juliet sedikit tidak percaya.
"Yah aku serius Juliet, sejak pertama kita bertemu rasanya aku cinta sama kamu dengan pandangan pertama" kataku menyatakan cinta.
" Ya, aku mau. Aku akan membuktikan bahwa pilihan ku tepat tanpa adanya perjodohan itu" kata Juliet.
Dari kejauhan ternyata Roman melihat kami. Dia seakan tidak terima, karena Roman ternyata mencintai Juliet, akan tetapi Juliet tidak pernah merespon. Juliet beranggapan Roman sebagai kakak bukan kekasih.
" Awas kamu Romeo, aku akan beri tahu ke tante. Kalian Cuma berpura saling mencintai!” gumam Roman sambil mendengus kesal.
Roman pun langsung pulang untuk memberi tau kepada ibunya Juliet dan memberikan Bukti bahwa mereka cuma berpura-pura sebagai sepasang kekasih. Sontak ibunya Juliet pun marah besar dan menunggu kepulangan Juliet. Sesampainya aku dan Juliet di rumah, aku di sambut tamparan di pipi bersama segala umpatan dan caciannya.
" Bagus kalian telah berbohong bahwa kalian itu berpacaran, pokoknya Tante tidak mau melihatmu lagi di rumah ini Romeo" teriak mama Juliet.
" Tante dengarkan dulu penjelasan Romeo. Romeo benar-benar mencintai Juliet, kami saling mencintai,” jawab ku.
" Bohong! kamu pura-pura agar tante tidak marah dengan Kalian kan!" teriak mama Juliet.
" Ma, Juliet tidak bohong, kami sudah jadi pasangan sekarang" kata Juliet sambil meneteskan air mata.
" Masuk kamu ke kamar! mama tidak suka kamu berbohong demi orang macam Romeo ini" ucap mama Juliet.
Juliet pun lari ke kamar sambil menangis, dan aku pun di usir dari rumah Juliet. Tiba tiba Juliet melarikan diri dari rumah untuk mengejarku dan dia bilang akan mengakhiri hidupnya dari pada harus menikah dengan orang yang tidak di cintainya. Akhirnya, aku dan Juliet sama sama meminum racun serangga sambil berpelukan.
Disini kita bisa melihat Cerita kisah Cinta Romeo dan Juliet yang begitu dalam. Sifat Roman yang tidak setia Terhadap Juliet , Akibat tidak setia Roman sebagai teman sekaligus Kakak bagi Juliet yang mengakibatkan Kematian yang bikin Kita menangis Sedih.