sebelum membaca penulis menegaskan bahwa Kisah ini benar-benar terjadi , dan sampai saat ini orang yang mengalaminya masih ada sampai saat ini, kisah mengandung unsur Religius Kekristenan, dan mengandung mistik yang nyata.
Kisah ini berawal pada tahun 1998 ,perkiraan saksi mengingat itu terjadi awal bulan Mei , namun ada baiknya sebelum masuk dalam alur kisah ini,memahami waktu dan tanggal mungkin tidak akuran , dikarenakan saksi yang aga sedikit lupa,
Ambro ya Dia adalah saksi hidup, kejadian - kejadian yang Ia alami munkin sulit dicerna akal sehat, tergantung kita menanggapinya,Ambro adalah anak seorang warga dayak ,ya Ayah dan ibunya adalah penduduk asli kalimantan Barat
Ambro seperti anak laki laki pada umumnya ,di usia mudanya ia menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya , hal inilah yang sering membuat ia di marahi oleh ayahnya ia sering bermain sampai hampir malam, bahkan tida jarang ia lupa untuk makan seusai pulang sekolah,
Ambro di duduk kera oleh ayahnya, bahkan ayahnya tidak segan untuk memukuli dia bila berbuat kesalahan kecil, dan disisi lain ayahnya adalah seorang yang mendalami ilmu Hitam dan mempercayai jimat serta mantera- mantra-mantra.
Namun meskipun ayahnya penguna ilmu Hitam, ia melarang anaknya untuk mengikuti jejaknya , malahan ia menyarankan anaknya untuk rajin beribadah ke gereja.
setelah ayahnya bertahun tahun hidup dengan ilmu Hitam, entah kenapa ayahnya mengalami sakit yang tak kunjung sembuh, dan tidak jarang pulang pergi di rumah sakit untuk berobat
Ibu ambro pun sudah kebingungan dengan keadaan suaminya yang tak kunjung membaik, bahkan hari demi hari semakin terlihat memburuk
Banyak perjuangan yang dilakukan keluarga untuk membantu ayahnya ambro, dalam keadaan ekonomi yang sulit, terpaksa sangat ayah hanya bisa terbaring lemah di kamar, ayahnya pun menyarankan untuk mendatangi orang pintar, sudah puluhan orang pintar dipanggil dan ada sedikit perubahan terjadi ,
Anehnya setiap orang pintar itu beranjak pulang, secara spontan penyakit ayah ambro seketika kambuh .keluarga pun bingung dan dilema , ibu hanya bisa berdoa dan termenung di ruang tamu sampai tengah malam,
selesai ibu berdoa ibu tampak ketakutan dan tampak ia juga menegadah ke atas , ibu saat itu pucat dan bingung, namun bukan tampa sebab ibunya terbingung, ternyata ibu mengalami sesuatu yang diluar nalar, ia mendengar ada suara yang berbicara kepada dia, suara yang begitu indah dan tak pernah ia mendengar suara setegas dan seindah itu.
ibu ambro berusaha mencari sumber suara itu, namun hal yang sia-sia, suara itu berkata dalam bahas dayak, "enok madi padahal boh laki ko suruh bertobat , suruh laki ko ngakok dosa an, ape nag laki ko perbuat harus di akok k adap Tuhan , caraan baba pendeta suruh ia ngakao dosaan k depan pendeta lalu badoa dan batobat, ia pasti ringang,"
yang artinya dalam bahasa indonesia, "ibu madi ( madi di sini anak yang paling tua dalam keluarga ambro) , katakan pada suami mu suruh ia bertobat, suruh ia mengakui dosa, apa yang suami mu perbuat harus ia aku di hadapan Tuhan, caranya bawa seorang pendeta lalu berdoa dan bertobat, ia pasti sembuh", kira kira itulah terjemahan bahasa Indonesia nya
suara itu pun menghilang seketika, dan tak pernah muncul lagi, ibu ambro tampak bingung bagai mana ia hendak menyampaikan pada suaminya, ia takut suaminya tidak percaya dan memarahi ia, dimana suaminya cukup emisional jika
dinasehati orang lain,
dengan keberanian ia pun menceritakannya pada suaminya , suatu yang ibu ambro tidak duga , ternyata suaminya menerima saran itu dan melakukannya, pendeta pun diundang di kediaman ambro , di sana ayahnya mengakui semua dosanya di hadapan pendeta itu, dan tidak lupa pendeta itu menyuruh ayah ambro meminta maaf kepada istri dan semua anaknya , serta menyerahkan semua mantra mantra-mantranya, dan semau jimat ,
Pendeta itu pun berdoa dan membakar jimat , setelah berdoa pendeta itu menyerahkan sebuah Alkitab dan menyarankan untuk rajin berdoa serta rajin k gereja , pendeta itu tampak berbicara dengan berbisik kepada ayah ambro , " selamat kamu telah ditebus,dan diselamatkan.
dan benar saja ayah ambro berangsur- angsur sehat, seiring berjalan waktu ayahnya ambro tampak mengalami perubahan, ia lebih menyayangi anak-anaknya dan istrinya, dan ia tidak pernah kasar kepada siapapun lagi,
namun ada hal aneh dengan ambro, ketika iyaa bermain di kebun, ia menaiki buah peeng ( buah khas suku Dayak)diman pohonnya sangat tinggi, ia pun memanjat entah apa yanng terjadi ambro terjatuh dari ketinggian suara keras pun berebunyu, ambro terjatuh dan menghantam tanah, namun hal aneh terjadi , ambro tampak baik- baik saja tidak ada cacat sedikit pun di badannya
ambro punya bangun dan pulang menuju rumahnya, ia tidak mau mengadu kepada orang tuanya bahwa ia terjatuh dari pohon, ia takut dimarahi, namun sang ayah mengetahui bahwa ada yang terjatuh dibawah pohon itu, ayahnya melihat bekas tanah yang berlubang seperti dihantam benda keras, ayahnya pun bertanya kepada semua anaknya "siap diantara kalian yang yang terjatuh dibawah pohon peeng itu?" tanya ayahnya kepada anaknya, ambro pun menjawab " aku yang jatuh"
sontak badan ambro pun langsung diperiksa oleh ayahnya , namun tidak ada tanda- tanda cidera atau lecet, ayahnya pun bingung.
dan diawal bulan Maret 1998 ambro kembali mengalami kejadian aneh, peristiwa itu terjadi di kebun karet yang sama tempat ia terjatuh, ia termenung menatap ke satu arah, ternyata ambro melihat suatu wujud aneh, ia melihat suatu bertanduk rusa dan berbadan manusia, badan yang tampak berotot dan kekar tinggi, wujud itu memiliki kaki seperti kaji rusa ,berdiri memegang tombak dan dengan sebilah mandau yang berlumut darah segar .
namun ambro tidak sedikitpun ketakutan, malahan ia penasaran dan hendak mendekati wujud itu, namun wujud itu hilang seketika tah kemana,
ambro pun pulang dan bercerita kepada sang ayah, keesokan harinya , ia diajak bermain oleh temannya di suatu lapangan bola, ia bermain kelereng bersama teman-temannya , tampak ambro bermain dengan asik dan tidak di sengaja ia memegang pucuk daun ilalang, tampa ia sadari ia tidak terlihat oleh teman-temannya , ia sadar setelah ia berbicara kepada temannya dan tidak satu pun dari temannya menghiraukan ia.
ambro mencoba menyentuh temanya, namun hal yang sia-sia , ia tidak di respon sedikitpun, tiba- tiba ia berpindah alam , ia pun bingung dan tampak ada melihat suatu pasukan beregu tujuh orang, tapak setiap orang dalam regu memegang senjata api, dan yang anehnya orang- orang itu berjalan mengunakan tumit,
ambro pun bertanya kepada orang-orang itu, "kalian sedang apa "." kami sedang mengejar singa yang lepas, padahal singa itu harus kami bawa ke Jakarta, dan singa itu harus kami tangkap dan kami bawa k jakarta besok".jawab orang itu.
dentuman tembakan pun berbunyi beberapa kali , tampak orang didalam regu menembak buah cabai rawit berukuran raksasa , dan cabai pun jatuh ke tanah usai ditembak " ini adalah cabai di negeri kami "ujar orang itu,
namun keanehan bukan sampai disitu , orang itu tampak menembak dengan senapan terbalik , dengan moncong senapan menghadap k belakang dan gangang senapan menghadap k depan,
setelah ambro mengikuti perburuan singa yang lepas, singa itu pun berhasil ditangkap, serta dimasukan dalam kandang, para pemburupun berkata "besok kami akan bawa singa ini menuju Jakarta" ucap orang itu, ambro pun tiba-tiba sampai didepan rumah, dan bertemu temannya, temannya bertanya kepada ambro, "kamu k mana aja tiba-tiba menghilang? " tanya temannya kepada ambro.
Entah apa mungkin secara kebetulan atau apa Kerusuhan Mei 1998 kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei–15 Mei 1998, khususnya di Ibu Kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Hal inipun mengakibatkan penurunan jabatan Presiden Soeharto, serta pelantikan B. J. Habibie, mungkin singa yang akan dikirim ke jakarta itu adalah gambaran dari kerusuhan yang terjadi di ibu kota saat itu, mungkin kejadian itu hanyalah kebetulan. p Beberapa kali ambro mengalami pertemuan dengan sosok yang sama, sosok yang bertanduk itu sering datang melalui mimpi dan secara langsung,ia berusaha mengajak ambro untuk mengikuti ia dan menjadi muridnya, namun ambro menolak,
hal aneh kembali terjadi, ketika ambro hendak berangkat sekolah, ia dihadang seekor anjing besar anjing itu mengejar dan hendak mengigit dia , seketika itu juga anjing itu roboh dengan sekali tendangan, mengakibatkan anjing itu sampai mati.
ambro pun baru menyadari ada kekuatan yang aneh dalam dirinya, kekuatan yang begitu besar, hari - hari berlalu ambro pun sudah tidak terasa sudah lulus SMP dan , ayahnya menginginkan ia untuk melanjutkan sekolahnya di ibu kota, ia pun berangkat dan sosok bertanduk itu tetap mengikuti ia,
di suatu malam ia bermimpi, sosok itu menjelma seperti almarhum kakeknya, ia diajak untuk kembali menjadi murid dari sosok itu, namun ambro tetap menolak dan ia terbangun dari tidurnya.
ketika ambro terbangun, betapa terkejutnya ia, sosok yang berupa kakaknya itu tiba-tiba ada dihadapannya, sosok itu menghampiri ia dan mencium kening ambro,dan sosok itu kembali menghilang.
Berapa jam usai di cium, ambro tiba- tiba demam dan sakit parah, ia pun memutuskan untuk kembali k kampung halamannya, sesampai di rumah
ia bercerita tentang sosok yang selalu mengikutinya itu kepada ayahnya, dan ayahnya berinisiatif untuk mengajak ia berdoa, berapa jam berlalu ambro tertidur, dan ia kembali bermimpi bertemu sosok yang sama.
sosok itu berbicara kepada ambro "kau milikku, kau takkan bisa menghindar dari aku, dan kamu adalah yang aku tunggu dari beberapa generasi , mari ikuti aku , kekuatan dan segala kemauan mu akan terwujud , " ucap sosok itu kepada ambro,
dan sosok itu tampak menyerahkan sebilah mandau berlumur darah, tombak yang ujungnya dihiasi rambut manusia , dan satu ikat kepala berwarna merah bertuliskan mantra, namun ambro kembali menolak dan ia kembali terbangun .
berapa hari berlalau, ambro tampak resah dengan pertemuan yang terus terjadi, ia hendak mencari cara bagaimana mengakhiri tawaran sosok itu, ia bercerita kembali kepada ayahnya dan ia disarankan untuk rajin berdoa dan rajin ke gereja, "hanya Tuhan yang dapat menolong mu nak " ucap ayahnya
ketika ia hendak k gereja , ternyata sosok itu mengikutinya dari belakang, ambro pun berlari menuju gereja, ia masuk dan menangis ketakutan, setelah beberapa jam sosok itu masih menunggu ia di depan gereja , saat itu ambro memberanikan dirinya untuk mendekati sosok itu dan berbicara "aku tidak akan mengikutimu , pergilah kau, aku adalah milik yang kuasa milik sang Pencipta".
sosok itu pun menjawab " Baiklah jikalau kau menolak ajakan ku , aku tidak akan menggangu kamu lagi, sampai disini perjumpaan kita, selamat tinggal,"dan sosok itu tampak menghilang dan tak pernah kembali muncul.