namaku Rahma aku adalah seorang muslimah yang mempunyai sifat pendiam, lebih suka menyendiri bila sedang sedih.
aku mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Dina ia adalah seorang kakak yang baik dan selalu menghibur ku bila aku sedang sedih.
Disekolah SDN SUKARAGAM.
ada siswi baru pindahan dengan berpenampilan rambutnya di kepang dua membuatnya lucu dengan itu,semua murid ingin berkenalan dengannya sedangkan aku hanya diam saja hingga temanku mengajakku untuk berkenalan dengannya.
"hai namaku Rahma." ucapku dengan mengulurkan tangan.
"namaku Carlina." ucap carlina wanita tersebut dengan senang hati menerima uluran tangan ku.
itulah pertama kalinya kami berkenalan hingga sampai menduduki bangku kelas lima SD kami menjadi teman sebangku dengan itu kami menjadi sangat dekat dan aku sudah menganggapnya sahabat, tapi entahlah dia anggap aku Sahabat atau hanya teman biasa dan carlina rumahnya dekat dengan rumahku hanya beda gang saja membuat kami selalu bertemu serta menjadi teman mengaji juga di musholah dekat dengan rumah kami.
saat kami menjadi teman sebangku kami selalu bersama kekantin, belajar bersama, tertawa bersama dan bermain bersama hingga tiba saatnya ia punya teman baru ia melupakan ku.
mungkin karena aku pendiam jadi tidak seru makanya ia selalu bersama teman barunya yang bernama Sania dan rafi mereka adalah kakak kelas kami yang sangat nakal dan suka bicaranya kotor dan kasar. membuat ku tidak menyukai mereka aku hanya khawatir kalau carlina akan ikut-ikutan dalam berbicara kotor dan kasar.
saat bel istirahat berbunyi
"Lina kita ke kantin yuk." ucapku.
"maaf ya Rahma,aku mau ke kelasnya rafi dulu"ucap Carlina.
"yaudah deh"ucapku sedih.
"Lina kita main petak umpet yuk"ucap ku setelah melihat nya masuk kembali kedalam kelas.
"maaf Rahma aku mau main bola sama rafi dan Sania"ucap carlina ia langsung berlari menuju lapangan sekolah.
"yaudah"ucapku sedih.
saat jam istirahat selesai carlina belum kembali hingga bel pulang pun ia belum kembali kedalam kelas untuk mengambil tasnya akhirnya aku membawa kan tasnya dan mencarinya.
aku mendengar ada seseorang sedang menangis dilapangan sekolah aku tidak tau siapa dia tapi dengan penampilan nya seperti carlina yang berhijab membuat ku mendekati nya.
Carlina memakai hijab dari kelas dua SD hanya saja pertama ia masuk kekelas Dua SD ia tidak memakai hijab setelah melihat dikelas ku banyak wanita yang berhijab,ia akhirnya ikutan berhijab.
"Carlina?"ucap ku.
"Rahma,auuww"ucap carlina yang langsung memeluk ku.
"kamu kenapa?"ucapku heran dan langsung membalas pelukannya.
"A..aku tadi jatuh lututku terluka"ucap carlina sesegukan setelah melepaskan pelukan nya.
"astagfirullah,sini aku obati"ucap ku dengan segera mengambil hansapplast didalam tasku.
"Rahma tadi rafi yang membuatku jatuh"ucap carlina pelan.
"dia melakukan apa kekamu?"ucapku marah.
"dia yang mendorong ku disaat sedang bermain bola,membuatku jatuh"ucap carlina.
"berani sekali dia"ucapku marah dan aku memang gak suka bila sahabat ku disakiti.
"udah Rahma gausah marah aku gpp kok"ucap carlina menenangkan.
"hheemm...iya astagfirullah"ucap ku.
"kamu bisa naik sepeda?"tanyaku.
"iya"ucap carlina dan akhirnya kamipun pulang kembali kerumah masing-masing.
3 hari kemudian....
selepas pembelajaran selesai kami berjalan ke arah parkir sepeda.
"Rahma kok sepedaku gak ada ya"ucap carlina.
"tapi aku ada"ucap ku.
"bagaimana nih rahma,ibuku bisa marah kalau aku pulang gak bawa sepeda"ucap carlina dengan air mata yang telah membasahi pipinya.
"kita cari sama-sama ya"ucap ku mengusap air mata nya.
akhirnya aku dan carlina mencari bersama sampailah kami di tempat yang lumayan jauh dari sekolah menemukan sepeda Carlina,ternyata kata bapak penjaga parkir sepeda carlina di pakai oleh kakak kelas yang nakal yaitu Sania tapi sepertinya carlina tidak mempercayai saat mendengar apa yang dibilang pak penjaga parkir sedangkan aku sangat percaya.
keesokan harinya nya...
saat kami ingin pulang aku bingung mencari sepedaku tidak ada di tempat parkir setelah kami membeli lumpia.
"Carlina sepeda ku"ucapku dengan air mata membasahi pipiku,aku nangis bukan karena takut dimarahin ibuku tapi karena tidak bisa menjaga amanah dari ibuku itulah yang membuat ku menangis.
"sabar ya Rahma"ucap carlina yang tidak tega melihatku menangis dan membantuku mencari sepedaku.
akhirnya kami menemukan sepeda ku di tempat warung lumpia yang kami beli tadi ternyata aku lupa kalau aku naruh sepedaku disana.😁
singkat cerita kami telah Lulus dan kami naik kekelas enam SD tapi pada saat itu kami belajar Online dari rumah masing-masing karena adanya wabah virus Corona yang saat ini masih ada sehingga membuat aku dan carlina jarang berkomunikasi kalau bukan karena pelajaran kami mungkin tidak akan berkomunikasi.
saat kami ingin berangkat mengaji carlina bilang kepadaku kalau gelang persahabatan yang aku berikan kepadanya telah rusak itu membuat ku sedih.
dan aku berfikir"kalau gelang persahabatan aja rusak apalagi persahabatan kita apakah akan rusak?"tanya ku dalam hati.
keesokan harinya....
aku sedang Keluar bersama mba Dina aku melihat Carlina sedang bermain dengan laki-laki ia tidak memakai hijabnya padahal ada laki-laki bukan mahram nya disana itu membuatku sedih ia telah berubah menjadi ikutan trend yang ada dijaman sekarang padahal itu adalah suatu kesalahan untuk orang yang beriman.
ia telah berubah menjadi seorang wanita yang dengan mudah membuka hijabnya didepan laki-laki bukan mahramnya.
saat sudah lulus kelas 6 carlina pindah rumah ia memang sudah dari kelas empat bilang kalau ia akan pindah rumah ke Cikampek sedangkan aku sekarang tinggal di Bekasi ia sekolah di SMPN 3 Cikampek dan aku sekolah di SMPN 2 serang baru bekasi,kami sudah tidak saling berkomunikasi sejak ia pindah sampai sekarang.
ia adalah sahabat ku yang selalu mengingatkan kepada kebaikan dan selalu menegur ku bila aku salah membuat ku menyadari kesalahanku sebelum ia berubah ia adalah teman sejati yang membuatku dekat dengan Allah SWT.
pesanku untuk dia yang jauh dariku
"jadilah wanita Sholehah yang sentiasa menutup auratnya dengan sempurna dan tidak terpengaruh oleh nikmat dunia yang menipu ini."
"mari kita masuk ke Jannah nya bersama,dan mencapai apa yang kita impikan selama ini walau engkau jauh dariku tapi doa ku in syaa Allah selalu dekat denganmu sahabat jannahku."
dari Rahma si pendiam.
maaf bila ada kata-kata yang salah
maklum masih belajar.😁