Di sebuah Sekolah bernama SMU Sinar Bulan, anak anak sedang memperhatikan papan kelulusan. dimana semuanya nampak teriak histeris saat nama nama mereka terdaftar sebagai siswa yang lulus dan masuk ke universitas ternama.
"Yeeyyyy luluss!!!" teriak anak anak itu yang merayakan kelulusan di tengah lapangan.
Seorang laki laki bernama Arkan bersama Danu sahabatnya memilih menepi ke sisi lapangan karena mereka sedang tidak sepenuhnya bahagia karena satu sahabat mereka yang bernama Nadhira akan segera menikah dan tidak ikut merayakan kelulusan bersama mereka berdua.
"Kalian berdua kenapa termenung?? hmmm... aku tahu pasti kalian kecewa kan Nadhira akan segera menikah bulan depan??" tanya Arsyilla.
Arkan menjawab, "Benar, itu kamu bawa apa??"
"Ini ada surat undangan ulang tahun dari Nadhira, dia akan melaksanakan acara pesta ulang tahun itu nanti malam. kita harus datang, karena kita bertiga adalah sahabat Nadhira." pesan Arsyilla.
Arkan menjawab, "Bagaimana ya?? Arkan sendiri ragu untuk datang kesana.. begini saja, kalian pulang dulu.. nanti kita bertemu di tempat acara."
"Terus kamu kesana sama siapa??" tanya Arsyilla.
Arkan menjawab, "tenang saja, Arkan ada Karyn yang masih kelas satu SMA. kalau semisal kamu mau.. kita pergi kesana bersama sama."
"Baik, kalau begitu kita bertemu lagi di rumah Nadhira ya!!" ucap Arsyilla.
Arkan mengangguk, "Baik, ayo kita pulang!!"
"Baik.." jawab Arsyilla dan Danu.
Arkan pun pulang ke rumahnya, di perjalanan ia melalui jalanan desa. tak lama, ia melihat seseorang perempuan yang dibawa oleh sekelompok orang menggunakan mobil. ia pun memutuskan mengejar mobil itu menggunakan motor miliknya..
Dengan kecepatan tinggi, ia berusaha menyalip kendaraan itu. hingga akhirnya ia bisa menghentikan mobil itu.
"Berhentii!!!" perintah Arkan.
Tiga orang pria keluar dari mobil itu, lalu mereka menatap Arkan yang hanya seorang diri. "Mau apa?? mau jadi jagoan lo??"
Arkan tersenyum santai, "Kalem, saya hanya ingin sedikit berolahraga saja.. biar skill saya kepake, mending lu bertiga maju."
"Beraninya!!" teriak ketiga pria itu.
Pertarungan pun tak terelakkan, Arkan melawan ketiga orang berbadan kekar itu.
"Bagggg!!!!"
"Buggggg!!!"
"Bagggg!!!"
"Bugggg!!!"
Secara mengejutkan, Arkan berhasil mengalahkan ketiga orang itu. seorang gadis yang masih berseragam SMA turun dari mobil itu, lalu Arkan mengajak gadis itu untuk ikut bersamanya.
"Ayo naik!!!" seru Arkan.
Gadis itu pun naik ke motor Arkan, ternyata dia adalah Nindy tetangga Arkan yang diculik saat pulang sekolah.
"Nindy?? kamu tidak apa apa??" tanya Arkan.
Nindy menjawab, "Tidak apa apa, terimakasih ya Arkan.."
"Sama sama, eh iya kamu diundang ke rumah Nadhira tidak??" tanya Arkan.
Nindy menjawab, "Iya, tapi kamu harus hati hati.. ini adalah jebakan, setahuku ada ruangan di bagian belakang rumah yang menjadi tempat penyekapan beberapa orang yang dianggap membahayakan perusahaan milik sahabat papanya si Vardy.."
"Masa iya?? saya juga curiga sih dan agak ragu untuk kesana.. tapi setelah mendengar ucapan kamu, saya tertarik untuk menyelesaikan masalah ini.." jawab Arkan.
Nindy membalas, "Aku setuju, tapi ada caranya!!"
"Apa??" tanya Arkan.
Nindy menjawab, "Matikan relasinya, dan rusak sumber uangnya.. dengan begitu mereka akan kalang kabut."
Arkan mengangguk, "Baik terimakasih sarannya, kita lakukan ini sama sama.."
"Baik.." jawab Nindy.
Malam pun menjelang, Arkan bersama Nindy dan Karyn tiba di belakang rumah Nadhira. Arsyilla dan Danu pun tiba di tempat itu.
"Halo Arkan!! eh ada Nindy dan Karyn juga, ngapain suruh kita kesini??" tanya Danu.
Arkan menjawab, "Kita ada misi khusus, ada sekumpulan orang yang diculik dan disekap di dalam rumah Nadhira. tepatnya di bagian belakang sini, nah menurut Nindy kita harus mematikan Relasi dan sumber uangnya dulu.. baru setelah itu mereka akan kalang kabut. maka dari itu, saya akan membagi tugas, ada yang buat kekacauan dulu.. biar fokus mereka teralihkan."
Danu tersenyum, "Kayaknya kita tidak perlu melakukan itu, tadi saya lihat di depan banyak anak anak muda berkumpul dan saya mendengar jika akan ada penyerangan dari depan."
"Tunggu saatnya, nanti kita masuk lewat belakang.." jawab Arkan.
Di dalam rumah, Nadhira sedang menerima tamu yang datang. didampingi Valdo, kekasihnya ia terus menerima tamu yang terus berdatangan.
"Selamat ulang tahun ya!!" ucap tamu undangan.
Nadhira menjawab, "Terimakasih.."
Di luar, dua kelompok pemuda dari beberapa wilayah melakukan aksi tawuran. keributan itu semakin menjadi setelah beberapa orang berlarian masuk ke areal pesta.
"Heiii.... tangkap dia!!" perintah pak Dorman.
Keributan semakin meluas, hingga beberapa tempat sektor ekonomi masyarakat di daerah itu mengalami kerusakan dimana mana.
"Ayo masuk!!" seru Arkan yang masuk ke dalam rumah Nadhira melalui jalur belakang bersama beberapa orang lainnya.
Mereka melalui lorong sempit, hingga mereka terkejut dan kembali bersembunyi setelah mengetahui ada penjaga di depan sebuah ruangan.
"Kalian disini, nanti setelah saya lumpuhkan penjaga pintu itu.. kalian masuk ke dalam ruangan yang dia jaga." perintah Arkan.
Danu mengangguk, "Baik, hati hati Arkan!!"
Arkan menghampiri penjaga pintu itu, lalu tanpa basa basi ia menghajar penjaga itu hingga hidungnya berdarah dan tak sadarkan diri.
"Buggg!!!".
"Tolonggg!!!"
"Hei diam kalian!!" teriak seorang pria berjas sambil memegang pisau.
Pria itu keluar dan...
"Buggg!!!"
"Statchhh!!!"
Pukulan dan Tendangan dari Arkan dan Danu membuat pria itu tak berdaya dan tak sadarkan diri. Anak anak yang lain pun masuk ke dalam ruangan yang mirip perpustakaan itu.
"Kalian tidak apa apa??" tanya Karyn, Arsyilla dan Nindy.
Anak anak dan beberapa orang dewasa lainnya menjawab, "Kami tidak apa apa.."
"Yaudah, nanti jika ketahuan.. kalian lawan saja orang orang itu dengan benda benda ini.." perintah Arkan.
Mereka menjawab, "Baik.. ayo keluar.."
Arkan dan anak anak lainnya berusaha berjalan keluar, lalu mereka kembali mundur setelah mengetahui masih terlalu banyak orang yang berkerumun untuk mengeroyok pemuda yang berbuat onar itu.
Danu melihat daerah sekeliling, ia melihat ibunya sedang dirangkul oleh pria asing yang sudah membuat keluarganya hancur. ia pun meminta izin kepada Arkan untuk mengalihkan beberapa orang disana.
"Arkan, izin saya akan coba alihkan perhatian mereka.." Ucap Danu.
Arkan menjawab, "Silakan.."
Danu menuruni tangga, lalu ia menghampiri ibunya yang bersama pria asing itu. "Heyy!!! itu kan Danu!!"
Beberapa orang maju untuk menangkap Danu, lalu ia berhasil tertangkap. "Ini saatnya, rasakan ini!!"
Danu menyikut beberapa orang yang memegangi dirinya, lalu keributan pun semakin besar.
"Bugg!!!!"
"Baggg!!!"
"Buggg!!"
Arkan memanfaatkan keributan itu untuk melancarkan aksinya, ia bersama anak anak lainnya menyerang siapapun yang ada disana.
"Buggg!!!"
"Bagg!!!"
"Buggg!!"
Keributan semakin memanas setelah sekelompok pemuda dari luar rumah masuk lalu ikut menyerang.
"Semuanya mundur dulu!!" perintah Arkan.
Anak anak pun mundur sementara ke lantai dua rumah Nadhira, lalu mereka berusaha mencari jalan keluar.
"Itu ada jalan.." teriak Nindy.
Anak anak pun berlari ke tempat itu, dimana disana hanya dapur dan sedang banyak orang. "Hei, kenapa kalian bisa bebas??" tanya seorang wanita yang mencoba menghubungi sang bos.
Arkan dengan sigap merebut ponsel itu, lalu ia tak sengaja menginjak pipa sambungan gas yang menyemburkan aroma gas.
"Semuanya keluar dari tempat ini.." teriak Arkan.
Saat Arkan dan anak anak lainnya keluar ruangan itu, gas pun meledak dan menciptakan kebakaran di rumah Nadhira.
Api pun menjalar dengan cepat sehingga menimbulkan kepanikan, di saat itulah Arkan memunguti ponsel yang berjatuhan untuk mengungkap bukti penculikan.
"Sudah selesai, ayo semuanya keluar!!" teriak Arkan.
Saat mereka akan keluar, ternyata semua pintu dikunci. bahkan pintu belakang yang tadi mereka masuki juga dijaga ketat beberapa orang.
"Bagaimana caranya kita bisa pulang??" tanya Karyn.
"Kini giliran saya yang mengalihkan perhatian mereka, hei.. kalian percuma saja melakukan itu karena kalian semua tidak akan dibayar oleh bos kalian...karena dia sudah tidak memiliki uang lagi.." teriak Arkan.
Beberapa preman itu marah, lalu menemui bos mereka yang berlari di pintu belakang. "Heii, cegah mereka jangan sampai mereka keluar.."
perintah Preman yang sudah dipancing oleh Arkan sehingga terjadi keributan lokal.
"Ini saatnya!!" teriak Arkan.
Arkan menendang pintu gerbang hingga roboh, lalu mereka kabur dan melaporkan hal yang sudah mereka alami ke polisi dengan membawa beberapa barang bukti.
Beberapa bulan kemudian
Arkan, Nindy, Karyn, Danu dan Arsyilla mendapat penghargaan dari kepolisian atas keberhasilan mereka dalam mengungkap kejahatan pencemaran limbah dan penggunaan obat obatan terlarang.. mereka pun sekarang di kenal sebagai "SKRIEN"
"Yessss!!!"
Tamat...
********************
Next Soon