Xia's Revenge for Jia (Part 1)
Dimasa kecil Kaili, Shen, Yuxuan, dan Zhao selalu membully teman sekelasnya yaitu Jia, Jia adalah gadis pendiam, culun dan berkacmata bulat. Jia sering dibully oleh Kaili, Shen, Yuxuan, dan Zhao mulai dari disiram air tepung, dikunci dikamar mandi sekolahan, dan lebih parahnya mereka ber empat sering membully dan mengatai Jia tidak memiliki Ibu, lebih tepatnya mereka ber empat tidak mengetahui kalau Jia masih mempunyai Ibu, tapi karena perceraian kedua orangtuanya Jia tidak tinggal dengan Ibu nya, Jia memilih tinggal dengan ayahnya, sedangkan Ibunya tinggal bersama adik kembarnya Xia.
Setiap harinya Jia selalu membantu ayahnya untuk menjual mie bakso dikedai ayahnya sehabis pulang sekolah. Kaili, Shen, Yuxuan, dan Zhao mereka ber empat sering makan mie bakso dikedai ayahnya Jia, tak lupa mereka ber empat selalu menjahili, membully Jia di kedai Jia sendiri.
Suatu hari mereka ber empat mengajak Jia bermain petak umpet di sebuah rumah tua menyeramkan dekat hutan. Jia awalnya menolak karena kawatir akan dijahili dan diusili mereka ber empat.
Kaili: "Ayolah Jia kita bermain bersama, kami ber empat sudah berubah kok, kami tidak akan menjahili kamu lagi"
Yuxuan, Zhao & Shen: "Iya Jia ayolah"
Jia: "Emm... maaf aku tidak bisa, aku harus membantu ayah di kedai hari ini"
Kaili: "Kita mainnya tidak lama Jia, apa kamu tidak capek setiap hari selalu bantu ayahmu dikedai, mumpung hari ini libur sekolah kita main sama-sama"
Jia: "ehhh gimana ya..."
Shen: " ayolah Jia, kita kan sekarang teman jadi ayolah main bersama, kami janji gak lama mainnya"
Jia bingung antara harus memilih bermain bersama mereka atau menolaknya
Jia: "emmm baiklah, tapi jangan lama-lama ya"
Mereka ber lima telah sampai didepan di rumah tua dekat hutan.
Jia: "apa kalian yakin mau bermain petak umpet disini?"
Zhao: "iy Jia yakin, kali ini permainannya pasti seru" sambil tersenyum melirik ke tiga temannya
Yuxuan: "udah ayo masuk"
Mereka ber lima akhirnya memasuki rumah tua tersebut, Jia mencoba menyesuaikan diri dengan permainan petak umpet tersebut sehingga Jia ditugaskan sebagai pencari dalam permainan. Namun, setelah Jia menghitung sampai 10 Jia mencari Mereka ber empat keseluruh ruangan yang ada di rumah tua tersebut, Jia tidak menemukan mereka dan Jia malah ditipu dan dikunci di rumah tua tersebut.
Jia akhirnya bisa keluar dari rumah tua tersebut dan kembali kerumah untuk membantu ayahnya berdagang. keesokan harinya Kaili, Shen, Zhao, dan Yuxuan mengetahui bahwa Jia bisa lolos dari kuncian rumah tua yang menyeramkan itu, mereka berempat kembali mengatur rencana untuk menjahili Jia lagi.
Rencana mereka ber empat ingin menjahili Jia sepulang sekolah akhir pekan, tapi rencana mereka selalu gagal, tepat di akhir semester mereka kembali lagi untuk menjahili Jia, mereka melihat Jia berbicara dengan anak seumuran dengan Jia, tapi mereka tidak melihat dengan jelas siapa anak tersebut
(anak misterius): "dengar baik-baik, nanti malam jm 7 kita bertemu lagi disini, soal ayah aku akan urus semuanya tenang saja... oh iya ini tiketnya"
Jia: "baikalah, kamu yakin ini tidak akan menjadi masalah?"
(anak misterius): "iya aku yakin, sekarang cepat kamu pulang untuk bersiap-siap"
Jia menjawab dengan anggukan, sementara itu Kaili, Yuxuan, Shen, dan Zhao mendengar pembicaraan mereka berdua...
Yuxuan: "ooo jadi Jia berencana ingin pergi dari desa ini" melihat ke arah 3 temannya
Zhao: "nanti malam kita berkumpul disini, kita laksanakan sesuai rencana, ketika Jia keluar rumah kita langsung membawa Jia..." tersenyum licik
Kaili, Shen, dan Yuxuan mengerti dan mengangguk paham...
jam menunjukkan pukul 7 malam, Jia bersiap² meninggalkan rumah, tanpa diketahui oleh ayahnya, diperjalanan Jia melihat anak misterius tadi sedang menunggu Jia dan ketika mereka bersua hendak pergi menuju stasiun...
Kaili, Zhao, Shen dan Yuxuan mencegat mereka, Shen menyuruh anak misterius tadi pergi tanpa melihat siapa anak itu... mereka ber 4 membawa Jia ke sebuah pohon pinggir jurang, mereka ber 4 menyuruh Jia untuk mengambil buah yang ada dipohon tersebut, Jia yang ketakutan hanya bisa menuruti kemauan mereka ber 4
Kaili: "ambilakan buah sebanyak mungkin Jia, dan satu lagi kamu tidak boleh turun dari pohon itu sebelum tengah malam, jika tidak kami akan terus menjahilimu"
mereka ber 4 tersenyum cengengesan melihat Jia diatas pohon sambil memetik buah...
jam menunjukkan hampir tengah malam mereka ber 4 yang menunggu Jia dari bawah pohon merasa capek, dan berkeinginan untuk meninggalkan Jia sendirian
mereka ber 4 yang melihat Jia mulai bergerak ingin menuruni pohon, mereka mengurungkan niat untuk meninggalkan Jia...
dan alangkah malangnya nasib Jia, Jia terjatuh dari pohon dan terjun bebas kejurang yang berada tepat di bawah pohon tersebut
jurang tidak begitu dalam, tapi karna tingginya pohon membuat Jia terjun langsung dari pohon itu menuju jurang, membuat Jia luka sangat parah
dan anak misterius tersebut mengetahui Jia terjatuh dari pohon dia langsung menuruni jurang tersebut dan mencari Jia, sejak awal anak misterius itu tidak meninggalkan Jia, anak misterius itu mengikuti Jia dan ke 4 anak yang lain, karena anak itu yakin jika Jia akan di jahili dan dibully lagi oleh ke 4 anak tersebut
Shen: "aduh gimana ini Jia terjatuh dan masuk ke jurang??"
Yuxuan: "kita pergi saja, nanti kita yang disalahkan jika ada orang yang tau"
Zhen: "iya iya ayo kita pergi.... Kaili: "ayo..."
mereka ber 4 meninggalkan Jia yang terluka di dasar jurang tanpa membantu atau menolong Jia, sedangkan anak misterius terus mencari Jia di dasar jurang
anak misterius: "Jia kamu dimana... Jia" berteriak
anak misterius tersebut melihat Jia yang terkapar kesakitan di dekat rawa...
anak misterius: "Jia.. Jia... kamu gak papa kan!!"
Jia: "kam...kamu pergilah, ting...galkan a..ku disini, aa...ku tidak ku..at la..gi..."
anak misterius: "tidak Jia aku tifak akan meninggalkanmu, ayo aku akan membantumu keluar dari sini" menangis
Jia yang sudah tidak kuat lagi, akhirnya Jia meninggal karena luka yang begitu parah dikepalanya
anak misterius: "Jiaaaaa.... jangan tinggalkan aku sendiri, kamu gak boleh mati Jiaaa... ayo kita pergi dari sini Jiaa..." menagis sekencang kencangnya
anak misterius: "aku akan membalas kalian semua yang telah membuat Jia meninggal...
aku akan membuat mereka menyesal atas perbuatan mereka kepadamu Jia, aku akan membuat mereka bersimpuh dikakimu ..... tunggu pembalasankuuuuu...."
kemudian anak misterius itu membuka jubah yang menutupi kepalanya, anak misterius itu adalah Xia saudara kembar Jia, Xia yang tidak tahu harus apa dengan jasad Jia, akhirnya Xia menenggelamkan jasad Jia yang berada dekat dengan rawa
(aku akan membalaskan kematianmu Jia, maafkan aku yang tidak bisa melindungumu) menangis sesenggukan
tunggu kelanjutan Part 2 ya kaka²😊
Hallo semuanya kaka yang membaca cerpen ku, terimakasih sudah meluangkan membaca cerpenku, bagaimana kalau cerpen ini aku kembang kan,
🤔enaknya dikembangkan dalam bentuk apa ya Novel or CS...
tulis dikolom komentar ya kaka... dukung author trus, jangan lupa like nya dan follow author ya😉
@IfahKhan
see you