"Jadi sore ini siapa yang menjemputmu?" tanya Mey padaku.
"Uuu...um, aku rasa Felix yang akan datang." jawabku sambil tersenyum kikuk.
"Berangkat bersama Daniel, pulang bersama Felix. Lalu dinner-nya sama siapa?" lagi - lagi Mey bertanya.
Aku hampir saja tersedak mendengar pertanyaan - pertanyaan dari sahabatku itu.
Benar juga. Entah sejak kapan aku mulai terlibat hubungan tanpa status dengan Felix dan Daniel. Setiap kali mereka mengajakku, aku tak pernah bisa menolak. Bagiku mereka dua orang yang sama - sama menyenangkan.
Felix yang ceria, usil dan selalu penuh kejutan. Aku bisa bersenang - senang dan tertawa lepas bersama dengannya.
Lain lagi dengan Daniel yang pendiam, sabar dan telaten mendengarkan setiap celotehanku. Bersamanya, aku merasa aman dan terlindungi.
TUK!
Mey mengetuk kepalaku dengan botol air mineral yang sudah kosong.
"Jadi siapa yang kamu suka?" tanyanya.
Aku mengangkat bahuku. Bingung. Aku tak pernah berpikir sampai sejauh itu. Selama ini semuanya mengalir begitu saja, dan aku menikmatinya.
"Kenapa harus memilih?" tanyaku pura - pura tak mengerti.
"Heiiii... laki - laki tak mungkin mau meluangkan waktu untukmu kalau dia tak menyukaimu."
Hmmm... aku tak menjawab, tanganku mengaduk - aduk minuman yang sisa separo dengan sedotan. Aku merasa tak rela kehilangan salah satu dari mereka.
"Apa kamu yakin mereka menyukaiku?" tanyaku lagi.
Mey menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Trust me! Tunggulah sebentar lagi mereka akan menyatakan perasaannya padamu."
"Mereka? Are you sure?" tanyaku terkejut.
"Iyesss..." Mey mengacungkan jempolnya padaku.
"Makanya, aku bertanya padamu. Siapa yang akan kamu pilih?" tambah Mey lagi.
Oh! Bagaimana ini? Aku tak bisa memilih. Bibirku mengerucut, dan keningku berkerut. Aku bingung.
"Tapi kan semua itu hanya tebakanmu, Mey. Bisa saja kedekatan ini karena kami asyik berteman." aku mencoba menyangkal Mey dan suara hatiku sendiri.
"No! Tanda - tanda mereka menyukaimu sudah terlihat jelas. Jangan membohongi dirimu sendiri." Mey berusaha meyakinkan aku.
Hmmmm... bagaimana ini? Aku terjebak di dalam perasaanku sendiri.