"Dik.. besok ikut mas ya jengukin komandan yang lagi sakit di Rs," ajak mas Bahtiar kepadaku
Mas Bahtiar adalah pria yang dekat denganku, kami sudah dua tahun bertunangan. Rasanya sudah tak terhitung berapa kali aku menuntut tunanganku ini untuk membawaku kejenjang pernikahan, karena papah ku sudah merasa malu sering ditanya sama teman-teman kumpul nya di pos kamling. Meledek kapan punya cucu. Dan karena kebetulan aku anak pertama dari 5 bersaudara. Mas Bahtiar kadang suka menginap dirumahku karena rumahku dan tempat dinas nya yang lumayan jauh. Agak risih sih karena baru bertunangan sudah sering menginap. Walaupun mas Bahtiar tidur dengan adik laki-lakiku. Bersyukur ditempat tinggalku para tetangga tidak ada yang julid dan lemes, tapi tetap kami masih tau batasan-batasan nya.
Aku dan Mas Bahtiar berkenalan secara tidak sengaja di dalam bus antarkota ketika aku ingin mengunjungi paman ku di daerah Bandung Jawa barat, mas Bahtiar asli orang Jawa tengah. Nggak tau darimana beliau. Kami bisa bertemu dan berkenalan di dalam bus Jakarta Bandung. Mas Bahtiar pria yang hangat, sabar, baik dan royal kepada keluarga ku. Aku bahagia mengenal dan bisa berhubungan hingga terjalin pertunangan dengannya.. Mas Bahtiar berprofesi sebagai seorang prajurit TNI AD. "Gagahnya si hitam manisku." Itu sebutan sayangku kepada mas Bahtiar.
"Insya Allah mas, aku malu kalo harus ketemu sama komandan mu. Apalagi kalo berpas-pasan sama istrinya selalu jadi bahan candaan karena kamu belum jadikan aku berstatus istrimu," jawabku merajuk karena itulah kenyataannya
"Sabar ya Dik. Insya Allah tahun depan kita naik pelaminan. Doakan mas terus ya dik. Mas tau adik pasti merasa risih kan karena kita bertunangan sudah berjalan dua tahun," Ucap mas Bahtiar seraya mengusap rambutku yang tertutup hijab dengan senyum yang selalu bisa bikin hati aku kelepek kelepek dan salting alias salah tingkah.
"oooh hitam manis ku kamu bener bener bikin aku ga berkutik," kataku dalam hati 🤭🤭🤭
Keesokan harinya kami pergi ke RS yang dituju, sebuah rumah sakit khusus para tentara, kalo di Jakarta bernama RSPAD. Waah… terasa senam jantung aku setiap kali masuk kedalam rumah sakit tersebut, tidak sedikit aku melihat beberapa tentara yang kehilangan kaki, tangan, bahkan ada yang diperban kepalanya. Pokok nya bikin perut ku mual, tidak kebayang bagaimana dengan calon suami ku jika mengalami hal seperti itu pula.. Ya Allah jaga dan lindungilah tunangan atau calon suami ku disaat beliau pergi bertugas 🤲🏼 aamiin.. seruku kembali didalam hati dan tidak dipungkiri memang aku sangat penakut dalam semua yang berhubungan dengan hal hal berbau luka dan darah..
Seperti biasa aku pasti akan ditemani dengan istri dari pasien atau istri komandan mas Bahtiar, bersenda gurau dan ujung ujungnya ya pasti bertanya soal kapan kami mengantarkan undangan.. "Ahh… babang ganteng cepet dong kita naik pelaminan! Eneng udah malu ini ditanyain sama semua orang. Hahahaa… Duh rasanya sudah tidak sabar ingin menjadi istri tentara," kataku lagi dalam hati
"Dik, kok mas merasa adik semakin gemesin aja ya? Lain waktu kalo keluar jangan terlalu dandan yang buat mas cemburu. Tadi mas kesal lihat temen seangkatan mas dekat-dekat sama adik. Pokok nya lain waktu jangan mau di ajak ngobrol sama si Anton ya dik! Dia terkenal playboy di asrama," ucap mas Bahtiar dengan tatapan mata yang sedikit mengintimidasi..
"Iya iya sayangku si Hitam manis," jawabku sambil memajukan bibirku hingga berbentuk seperti pantat ayam. (hahahaa)
"Udah lah dik, Jangan bikin mas nya gak nahan. Dosa tau buat Abang jadi mupeng alias muka kepingin," balas mas Bahtiar dengan tangan yang mengusap bibirku..
"Hehehehe... Iya maaf mas.. makanya cepet halalin biar bisa cipika cipiki gitu" jawabku lagi dengan nada sedikit tegas
"Insyaa Allah dek, secepatnya.. mas juga udah ga tahan tau kalo lagi Deket Deket adek kaya gini"
Oh iya aku lupa memperkenalkan diri ku, namaku Fauziah Az-Zahra usiaku dua puluh lima tahun, dan katanya sih usia ku ini sudah cukup matang untuk menikah.. Tapi apalah daya si babang ku ini yang berusia tiga puluh tahun masih saja menunda pernikahan kami.. Aku berprofesi sebagai seorang guru di Taman Kanak-kanak karena sejak masih berseragam putih abu-abu aku sudah sering membantu tetangga ku mengajar, jadi rasanya senang aja dengan dunia ini..
Hari hari kami lalui dengan hubungan jarak jauh, aku sangat mempercayai tunanganku ini dan begitupun dengan dirinya yang selalu percaya padaku walau kadang agak sedikit overprotektif dan posesif.. Kalo aku sedikit telat membalas pesan atau mengangkat telepon darinya.. Tapi itu semua tidak membuatku merasa kesal, karena hatiku hanya untukmu pria tampan si Hitam manis yang gagah dan penyayang.
Hari itupun tiba.. Hari pernikahan ku dengan Mas Bahtiar 👰🏻🤵🏻♂dan pernikahan kami dilaksanakan secara sederhana.. hanya mengundang saudara, tetangga dan teman dekat saja..
"Mas masa iya baru nikah kamu sudah harus tugas lagi sih?" tanyaku kepada mas Bahtiar yang saat ini sudah resmi menjadi suamiku. Aku membantu nya mengemas pakaian, karena sejam lalu ada telepon dari markas yang meminta suamiku untuk pergi dinas malam ini juga. Disaat semua orang menikmati indahnya malam pertama, aku malah sibuk menyiapkan semua kebutuhan suamiku.
"Maaf ya dik, beginilah situasinya kalau menjadi istri tentara. Harus siap ditinggal pergi kapanpun. Kamu harus ikhlas dan sabar doakan mas pulang dengan selamat agar kita dapat berkumpul kembali," ucap mas Bahtiar dengan pandangan penuh sesal. Dipeluknya tubuhku karena suamiku tahu air mataku mulai turun dari sudut kanan dan kiri.
"Mas, sayang kamu dik. Mas titip cinta mas dihati kamu. Mas pergi entah kapan kembali nya. Mas harap kamu menjadi istri yang solehah dan pandai menjaga diri, terlebih disaat mas jauh darimu. Mas ga pandai berkata-kata manis. Mas cuma tau kalo istri mas ini adalah orang yang kuat, mas benar benar cinta sama adik. Mas juga nggak mau pergi ninggalin adik. Terlebih ini adalah malam pengantin kita, malam yang selama ini mas tunggu-tunggu dan harapkan. Mas sangat menginginkan adik. Mas harap adik mau bersabar untuk tertundanya hari ini," kata mas Bahtiar kepadaku.
Semakin erat suamiku memeluk tubuhku. Ku dongakkan kepala ini. Memberanikan diri mencium bibir nya karena kurasa ini sudah halal. Nggak apa-apa aku yang agresif duluan. Ternyata mas Bahtiar menyambut ciumanku ini dengan lembut dan tak dipungkiri kami melakukan nya dengan hasrat menggebu. Ku pikir wajar karena selama bertunangan kami hanya sebatas cium kening dan bersalaman takzim saja. Oh… andaikan suamiku tidak pergi meninggalkanku malam ini, kupastikan ini akan menjadi malam yang panjang untuk kami berdua.
Mas…" kataku disela-sela ku hirup udara karena saking semangatnya hingga kehabisan nafas diriku.
"Iya dik, mas pengen. Tapi waktu tidak memihak kepada kita," jawab suamiku dengan nafas memburu dan ku dengar suara dentuman jantung yang amat kencang dari dada suamiku yang sama seperti suara jantungku.
"Mas.... Tidak bisakah besok pagi berangkatnya?" tanyaku lagi karena jujur akupun wanita normal dan tidak munafik yang ingin merasakannya juga
"Mafkan mas ya dik. Mas tidak bisa.. temen mas akan tiba menjemput mas beberapa menit lagi. Ya Allah kutitip istriku padaMu. Maafkan mas ya dik".. ucapnya lagi dengan wajah bersalah dan sendu
Akhirnya kami mengakhiri pelukan hangat tersebut, ku gandeng lengannya begitupun dengannya, seakan-akan kami tidak ingin dipisahkan, dicium keningku, kusalam punduk telapak tangan suamiku dengan takzim ku sertakan doa 🤲🏼 untuk keselamatan nya. Kuantar suamiku hingga menaiki mobil yang sudah terparkir bersama teman tentaranya, ooh begitu gagah suamiku. "Kutunggu kepulangan mu kembali mas," gumam kata hatiku. Hingga tak terasa menetes air mataku melepas kepergian suamiku yang sebenarnya sudah biasa dialami oleh para istri istri tentara lainnya juga..
Seminggu kemudian
"Dik, tugas mas sudah selesai nanti malam mas pulang dengan menggunakan bus antarkota, harusnya besok pagi agar jalan bersama teman mas yang lainnya, tapi mas sudah rindu berat ke adik," ucap mas Bahtiar kepadaku menggunakan sambungan telepon.
"Alhamdulillah 🤲🏼 iya mas hati hati dijalan selamat sampai tujuan, aku juga rindu sama mas," jawabku dengan senyum merekah dan wajah bahagia.
Tok
Tok
Tok
...
Suara pintu terdengar, ku lihat jam menunjukkan pukul 00.30 malam..
"ASSALAMUALAIKUM…"
Kudengar salam yang ku tau siapa pemilik suara tersebut. Karena kamarku bersebelahan dengan pintu masuk jadi aku dengan jelas mendengar nya, mamah dan papah ku mungkin sudah terlelap masuk kedalam mimpi, karena memang waktu sudah menunjukkan tengah malam..
"Wa'laikumsalam," jawabku. Lalu akupun menghampiri pintu rumah sambil memasang kerudung instan ku. Kubuka perlahan, kutatap siapa tamu di depan pintu rumah ku tersebut. Dan Masya Allah, dia kekasihku, belahan hatiku, suamiku yang selama 3 minggu ini kutunggu.
"Dik," ucapnya sembari langsung berhambur memelukku, pelukan yang begitu aku rindukan.
"Ke kamar mand dulu mas, sudah makan belum, mau aku masakin atau mau apa?" tanya ku bertubi-tubi menutupi rasa canggung ku yang hanya dibalas dengan senyuman maut si hitam manis halalku membuat aku tambah salah tingkah. Kulihat suamiku langsung pergi ke kamar mandi tidak terlalu kudengar suara percikan air, ku ketuk pintu kamar mandi..
"Mas, ini baju gantimu," kataku sambil mengulurkan tangan dengan pakaian bersih dan handuk baru. Tangannya pun meraih handuk dan pakaian yang kusodorkan. Lalu dia keluar hanya menggunakan handuk menutupi setengah tubuhnya saja, spontan tenggorokan ku tercengang nafasku memburu melihat pemandangan yang aduhai, tubuh seorang tentara benar benar bikin aku ga nahan.. "Bang… Eneng mau ihh," kataku dalam hati
"Mas kangen dik. Boleh nggak mas minta hak mas malam ini?" pintanya dengan tatapan penuh hasrat. Aku hanya membalas dengan anggukan.
"Iya mas, silahkan," kataku.
Lalu kami masuk kedalam kamar, diciumnya bibirku, turun ke leher dan melepaskan semua rasa rindu yang selama ini terpendam, dua sejoli dimabuk cinta dan penuh dengan gelora. Penuh peluh dan jeritan tertahan karena ini pertama bagiku, ku nikmati setiap sentuhannya, hangatnya ruangan mengalahi kehangatan tubuh kami.. bergelut dalam satu selimut tipis menghabisi 3 jam penjebolan yang sangat memakan banyak tenaga.. kedua insan halal itupun terkulai lemas dengan saling berpelukan mencurahkan isi hati kecupan demi kecupan keluar dari bibir keduanya.. lalu terlelap karena rasa lelah..
Keesokan paginya...
Mas…"
Ku raba kasur disamping tubuhku.. kulihat tubuhku yang ternyata sudah berbusana lengkap seperti sebelum kejadian perang ketiga semalam, kuturun dari atas kasur ku lihat memang sedikit berantakan.. ada sedikit pertanyaan, Kok nggak ada noda merah ya seperti yang sering kudengar dari kata orang-orang dan ku baca dari beberapa novel dewasa. Aaah mungkin sudah kuganti dan aku lupa karena aku yakin aku masih perawan Ting ting dan suamiku lah pria pertama yang menjamah tubuhku.
"Mah, pa.. maaf aku telat bangun, semalem mas Bahtiar pulang jadi kami," Suaraku langsung terputus dengan wajah memerah ku, kubekap mulutku yang hampir keceplosan benar-benar memalukan deh aaah 🤭🤭
"Kenapa Teh, beneran Bahtiar sudah pulang.. kok mama dan bapak belum ketemu ya?" tanya mamah bingung
"Eeeh.. Emang belum ketemu ya mah, mungkin joging kali mah atau ngadem diluar," kataku lagi.
"Tapi pintu masih terkunci dari dalam teh waktu bapak buka subuh tadi," ucap bapakku memberitahu
Kaget dong aku, kemanain suamiku ini, kok didalam tidak ada.. Dalam bingungku, langsung aku mandi hadast besar karena memang itu diwajibkan di agamaku..
Tok
Tok
Tok
Suara ketokan pintu terdengar.. dibukanya pintu oleh bapakku
"Assalamualaikum, selamat pagi pak 👮🏻♂️saya Anton dan ini komandan saya," si tamu memperkenalkan diri..
"Iya wa'laikumsalam, ada apa ya pak?";tanya bapakku bingung dan menyambut uluran tangan si komandan 🤝
Aku yang merasa kepo langsung keluar menghampiri kedua tamu dan bapakku di ruang tamu. Dengan wajah bertanya-tanya ada apa mereka datang? Ku berikan senyumku karena ku kenal dengan kedua orang tersebut. Mereka Anton teman satu asrama suamiku dan komandan atasan suamiku yang pernah kutemui di RSPAD
"Ada apa ya pak?" tanyaku ikutan bingung dengan kehadiran dua orang tersebut
"Maaf mbak dan bapak kalo kedatangan kami berdua mengganggu, langsung saja ya mbak, mbak kan istri sersan Bahtiar.. saya ingin memberitahukan bahwa sersan bahtiar mengalami kecelakaan kemaren siang waktu perjalanan pulang dinas, mobil yang dikendarainya masuk kedalam jurang dan sekarang jasadnya sudah dibawa ke RSPAD.. Kawan kami pun sudah mengabari berita duka tersebut kepada keluarga korban di Jawa tengah," ucap sang komandan yang berpangkat Kapten
Bugh...
"Mbak Fauziah"
"Teteh"
Sayup kudengar suara memanggil dengan isakan tangis.. Ya Allah ini pasti mimpi, ini tidak mungkin.. semua mimpi.. hanya mimpi.. ku yakini hatiku dengan mata tertutup tidak mau kubuka, aku takut dengan kenyataan nya.. Tangisku pecah tak kala kudengar suara mamahku berkata.. "Teh, teteh harus kuat dan ikhlas, kasian Bahtiar, dia sudah tenang disisi Allah SWT.. Temui dia teh, keluarga besan sudah sampai di RS semua teh, ayo kita kesana!" seru mamah meminta ku bangun dan pergi mengunjungi jasad suamiku.. Ya Allah suamiku.
"Mah, semalam siapa yang pulang kerumah, siapa yang menemani ku tidur, bahkan kami melakukan hubungan suami-istri mah?" tanyaku dengan isakan tangis
"Mamah nggak tahu teh. Mungkin Bahtiar ingin ketemu kamu untuk terakhir kalinya," jawab mamahku menyemangati disertai pelukan yang tak terlepas.
"sabar teh.. sabar.. ayo kita ke RS teh, teteh jangan kaya gini.. temui Bahtiar teh" kata mamahku lagi..
Ya Allah.. Jodoh, rezeki, hidup, mati semua adalah ketetapan yang tidak ada satu manusia pun bisa menolak..
Disini, di atas gundukan tanah ini kuantar suamiku pulang kembali kepada pemilikNya, aku titip rasaku padamu mas, aku menyayangimu tapi Allah lebih sayang padamu.. kataku dalam hati
Innalilahi wa innailaihi roziun
"Mas, wajahmu, senyummu, hangatku, akan tetap ada di hatiku.. ku ikhlaskan kepergian mu mas.. semoga 🤲🏼 Husnul khatimah 🤲
Innalilahi innalilahi innalilahi wa innailaihi roziun"
Kutinggalkan pemakaman tersebut dengan isakan tangis dan kaki yang terasa berat.. aku ikhlas, aku ikhlas..
#Rip dua puluh empat juli dua ribu Alm. A. Bahtiar bin Sumijo.. semoga 🤲🏼 Husnul khatimah.. maaf hanya doa yang bisa kupanjatkan..