Sosok pria yang telah melakukan upaya reinkarnasi itu, telah bermandikan darah di dalam lukanya sendiri. Dia meminta hidup berkali-kali, di dalam kesendirian untuk bertemu dengan masa lalunya. Keinginannya yang kuat agar bisa memperbaiki kesalahan pada gadis yang pernah dia sia-siakan.
“Rongya, sudah tiga dekade aku melewati hari dimana hidup kembali dari kematian. Aku akan terus mencari mu dan kita akan bahagia kembali” gumam Birza.
Pria yang pernah tinggal bersama Rongya di alam jin itu melakukan perjanjian ghaib untuk membuat dirinya tidka pernah lenyap dari muka bumi. Kini dia menunggu wanita itu, sampai suatu hari seorang wanita yang sangat mirip dengan Rongya melewatinya di pertengah hujan deras di musim hujan.
“Rongya?” gumamnya berjalan menatap tanpa henti.
Dia mengikuti wanita itu, kali ini dia sangat bahagia dan bersyukur akan takdir yang mempertemukan mereka kembali. Alangkah sakit perasaannya melihat Rongya di masa depan yang kini dia jalani sedang bersama pria lain yang sedang menggandeng tangannya.
“Rongya, kenapa di masa ini kau tidak bersama ku?” gumam Birza.
Dia berlari merampas tangan Rongya, Birza yakin sekali bahwa wanita itu mengenalinya dan masih mencintainya.
“Rongya siapa dia? Kenapa dia merampas tangan mu dengan sangat kasar dari ku?” ucap pria tersebut.
“Rongya, tolong katakan padanya bahwa aku adalah kekasih mu!” ucap Birza menekan nada sedikit lebih tinggi.
Rongya menghempas kuat tangan Birza dan menamparnya. Dia berbalik memegang tangan pria yang di sampingnya.
“Aku tidak tau siapa kau. Tapi hati sangat sakit dan seolah pernah kau lukai dengan sebuah hubungan yang terputus” ucap Rongya.
“Kita belum putus Rongya, aku adalah kekasih mu. Apakah kau melupakan siapa aku?” tanya Birza.
“Bahkan jika memang pernah menjadi kekasih atau tidak! kita putus!” bentak Rongya menarik pria yang berada di sampingnya pergi menjauh.