"ahh...arghh...ahh...."
Suara desahan seorang wanita yang masih terlelap dalam mimpinya...
Suara desahan itu kembali lagi keluar dari bibir wanita itu di ikuti dengan suara Geraman seseorang...
2 jam sudah berlalu
" Tidurlah yang nyenyak sweetheart" bisik seorang pria dengan lembut
Wanita itu masih asik menjelajah alam mimpinya berpikir semuanya mimpi termasuk bisikan pria tadi
Pukul 10:00
Drtt...drtt....drtt....drtt....
" Enghh...siapa sih ganggu aja " dumel wanita itu mengambil ponselnya di nakas
" Emm... Kenapa Lo telpon gue pagi-pagi" tanya wanita itu kesal
" Lo... Lo lihat aja jam sekarang ,sudah jam berapa Lo gak ingat kita ada kelas pagi hah " ucap Gina marah
Wanita itu melirik jam weker nya pukul 10.05
" ANJIRR GUE TELAT " ucap wanita itu histeris
" Lo udah telat 1 jam yang lalu bego " ucap Nara geram
" Kok Lo gak telpon gue dari tadi sih" kesalnya
" Gue udah telpon Lo Kanaya Tania Nadira " ucap Gina tidak habis pikir
" Tapi ponsel gue gak ada bunyi sama sekali serius biasanya gue bakal kebangun kalau ada Yang telpon gue " ucap Naya
" Udah lah gue gak peduli lagi kalau besok Lo sampai gak datang lagi ke kampus gue bakal aduin ke Tante vio " ucap Nara
" Eh janganlah, gue bakal masuk besok Lo tenang aja , btw Lo udah tinggal absen buat gue kan ? " Tanya Naya
" Udah dari awal Lo gak angkat tuh telpon gina ,gue udah tinggal absen " ucap Nara
" Uhh... thanks kawan gue bakal traktir kalian besok " ucap Naya
" Oke kita tunggu, udah dulu pak sumantho udah masuk " ucap Gina
Kanaya Tania Nadira usia21th anak yatim piatu keluarga hanya tante vio dan paman rages merantau ke kota jakarta untuk kuliah mengambilnya jurusan hukum dan bekerja part time menyambung kehidupan serta membayar uang kuliah.
Naya mengecek daftar panggilan telepon nya tapi tidak ada panggilan terjawab satu pun ,yang ada cuman di tanggal 23 Maret sekarang sudah Mei tanpa berpikir panjang Naya beranjak dari kasurnya
" Arghh..." Ringis Naya memegang bahu dan pinggang nya
" Gila gue kayak habis kerja rodi aja " gumam Naya
Tanpa curiga Naya pergi membersihkannya tubuhnya
Dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan nya dalam sekelebat kilat sosok itu menghilang
Di tatapnya tubuh nya di depan cermin merasa aneh jelas , sangat aneh kenapa tubuh nya semakin ke sini semakin sakit dan letih
Seharusnya saat bangun tidur pagi itu tubuh bukan nya segar malah sakit dan pegal-pegal...
" Perasaan gue gak kerja berat-berat banget deh kok pegal banget ya ! " Gumam Naya
" Udah Naya Lo harus semangat wajar kan Lo bekerja keras untuk hidup " semangat Naya
Kret...
Kret....
Kret ...
" Gila kok kosong semua sih ? Kayaknya gue harus belanja bulanan nih " ucap Naya kesal melihat semua isi almari dapurnya bersih tanpa tersisa
Seharusnya sekarang Naya sedang bersantai di apartemen nya sambil memakan pop mie dan menonton acara TV Dora and friends,tapi semuanya batal karena Naya harus pergi keluar membeli sarapan dan belanja keperluan apartemen nya
" Apa yang harus gue beli " gumam Naya memperhatikan benda-benda bermerk di hadapan nya
" Gula, garam,Masako,kopi,sayuran, perlengkapan mandi,susu,makanan udah semua " di lihatnya kertas yang sudah Naya beli semua
" Tinggal daging sama ikan " monolog Naya mendorong troli ke arah pendinginan
------------------------------------------
" Ini kembali nya kak terimakasih" ucap karyawan kasir
" Sama -sama " ucap Naya membawa semua kantong plastik di kedua tangan nya
Tiba-tiba....
Brukk...
" Aww" ringis Naya
Kantong belanjaan Naya terhempas ke lantai entah karena Naya yang tidak melihat jalan atau pria di hadapan nya yang tidak melihat nya
" Maaf saya tidak sengaja " ucap pria berhoddie hitam itu membantu Naya memasukan sebagian belanjaan nya terhambur
" Terimakasih, lain kali perhatikan jalan nya pak jangan asal tabrak orang " dumel Naya kesal menatap pria sebentar dan langsung pergi
Pria berhoddie hitam itu menatap ke arah Naya yang sudah menjauh dia tersenyum di balik topi nya
" Kena kau " batin nya tersenyum puas
" Tuh orang ya gak tau sopan santun apa bukan nya minta maaf malah diam aja " dumel Naya meletakkan barang belanjaan nya di atas meja
" Mending gue makan " monolog Naya
" Emm wangi bangett gila gak salah pilih gue soal rasa " senang Naya sambil menikmati acara makan siang nya dan menonton acara kesukaan nya upin-ipin
------------------------------------------
" Ambil aja kembalian nya pak " ucap Naya
" Makasih neng " ucap pak gojek
Naya memasuki kawasan kampus nya dengan senang
" Eh itu Naya kan " tanya Kevin dari jauh melihat Naya
" Iya itu dia , EH NAYA KANAYA TANIA NADIRA" teriak Gina
Naya melihat ke arah yang memanggil nya menuju ke arah kantin
" Gue kira Lo gak masuk lagi" ucap Nara yang masih sibuk dengan bakso bang Mamat
" Gaklah sia-sia aja dong gue merantau kemari kalau gak kuliah bisa di gantung gue Sama Tante vio " ucap Naya duduk di samping Kevin
" Makanya jangan sering titip absen bisa -bisa nanti tuh si Kevin kalau ketemu Tante vio keceplosan lagi " ucap Nara
" Eh sorry ya , gue gak seperti yang kalian bicarakan " ucap Kevin mengelak
" Halah bacot " ucap Gina
" Bukan nya gue gak masuk , tapi ya emang kadang gue tuh ngerasa capek bangett gila kayak habis kerja rodi gue malamnya padahal gue kerja juga gak tapi capek-capek banget pagi nya kadang badan gue pasti pegal " ucap Naya
" Nay Emm....gue sebenernya mau ngomong ke Lo dari dulu cuman gue takut aja lo gak percaya " ucap Gina
" Emang Lo masih ngalamin kayak gitu nay " tanya kelvin
" Iya ,serius,terus Lo mau bilang apaan gin " tanya Naya
" Iya gin cepat kasih tau kasihan juga si Naya masa hampir setiap hari kayak gitu " ucap Nara
" Gimana kalau Lo mending pindah aja dari tuh apartemen " usul Gina
" Tapi emang nya kenapa apa hubungannya " tanya Kevin
" Gue dengar-dengar ya nih dari tetangga gue katanya sih ....tapi bukan di apartemen Lo ya tapi di apart lain katanya di salah satu gedung apart itu ada yang buat ritual gitu untuk pesugihan,biar jadi kaya terus tuh buat narik pelanggan nya untuk sewa apartemen makanya kadang setiap penghuni apart pasti ngalamin kejadian yang gak masuk di logika , gue dengar dari tetangga gue gitu sih makanya gue cerita ke Lo gue takut aja kalau Lo sampai kenapa- kenapa" cerita Gina
" Jadi.... maksud Lo takutnya salah satu penghuni apart bakal di jadikan tumbal gitu ya " ucap Kevin
" Iya gue cuman takutnya kena imbas ke Lo nar bukan gue doain Lo mati gue cuman kasih tau aja biar Lo lebih waspada aja " ucap Gina
" Iya nar Lo juga sering cerita ke kita -kita kalau badan Lo sering sakit terus mimpi Lo juga sama kalau pagi nya badan Lo sakit " timpal Nara
" Eh nar ,terus mimpi Lo itu gimana ! Lo masih sering mimpi?" Tanya Kevin
" Gue sering bangett akhir-akhir ini makanya gue sering telat ke kampus saran Lo ada guna nya juga nanti gue bakal pindah deh " ucap Naya
" Tenang gue bakal cari apart buat Lo " ucap Kevin
" Kita-kita bakal bantu Lo buat packing barang habis kampus " ucap Gina
" Oke thansk ya kalian sahabat baik gue " ucap Nara
Tanpa mereka sadari ada sosok pria dari jauh memandang tidak senang dan marah
" Itu tidak akan terjadi dia harus tinggal di sana " gumam pria itu dan pergi
------------------------------------------
" Lo ke kampus naik apa nar? " Tanya Nara
" Gue naik ojol ,montor gue masih di bengkel rencananya hari ini mau gue ambil sekalian kerja " ucap Naya
" Ikut gue aja gue juga mau ke bengkel ,gue mau servis " ucap Kevin
" Oke deh lumayan kan ya , tumpangan gratis " ucap Naya tertawa
" Gue duluan kalau gitu biasa bang Rendy udah di depan " ucap Gina
" Hati-hati ya " teriak Nara
Gina melambaikan tangan nya dari jauh
" Gue cabut juga kalau gitu " ucap Nara
" Lo juga ya , hati-hati di jalan " ucap Naya
------------------------------------------
Brmm...brmm...
" Gue duluan ya vin " ucap Naya
" Oke nay hati-hati biasanya nanti ada yang ikut di belakang Lo kalau Lo lewat situ " canda Kevin
" Lo sih gak usah bikin gue takut anjirr" ucap Naya kesal
" Hahahahaha gue kan cuman suruh Lo buat hati-hati aja " ucap Kevin tertawa puas
" Sialan Lo..." Umpat naya
Sepanjang perjalanan sesekali Naya memperhatikan sekitar
sunyi....
Hanya hembusan angin yang menemani sepanjang jalan naya
Sepanjang perjalanan Naya berdoa agar tidak melihat yang aneh-aneh
" Tuhan lindungin hamba mu ini " batin Naya sepanjang jalan
Sampai dekat simpang perempatan
Cittt.....
MEOWWW....
" huh kucing sialan bikin gue jantungan aja " ucap Naya resah
Karena Tiba-tiba kucing muncul di depan saat akan menyebrang jalan
" Berhati-hatilah aku bersama mu sweetheart" bisik seorang pria tepat di telinga Naya
Naya menoleh ke asal suara tadi
Tidak...tidak ada orang
" Gila serius nih jalan seram banget" ucap Naya
Naya langsung tancap gas pergi ke tempat kerja nya
Brak...
" Astaga...." Teriak orang yang berada di dalam
" Lo gila nay pintu gak salah di banting " ucap Hendri kaget
Karena Naya dengan tiba-tiba membuka pintu ruang ganti dengan keras
"Huh ..huh...huh....air gue butuh air " gumam Naya
" Nih... minum punya gue " ucap yaya
Naya meminumnya dengan sekali tandas
" Lo habis di kejar anjing atau hantu nih " tanya Rina
" Bentar gue bernapas dulu " ucap Naya menormalkan deru nafasnya yang masih memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu
" gue lihat dari wajah Lo keknya , Lo habis di datangi hantu ya kan " tebak Hendri
" Gue gak tau itu apaan ,tapi gue dengar jelas dia bisikan gue sesuatu di telinga kanan gue " jelas Naya
" Dia bilang apaan !" Tanya Yaya
" Dia bilang , Berhati-hatilah aku bersama mu , gimana gue gak panik " lanjut Naya
" Masa hantu bisa naksir manusia sih " ucap gamblang Hendri
Bughh....
" Sakit bego" ringis Hendri melihat ke arah Rendi si pelaku
" Lo sih kalau ngomong gak di filter dulu " ucap Rendi
" Lo kok datang-datang langsung main pukul aja " sungut Hendri
" Kan elo yang salah di kira Naya artis fans nya hantu apa " ucap Rendi gamblang
Plakk ....
" Anjirr.... Sakit nay kalau mau mukul itu bilang " ucap Rendi kesal
" Lo berdua gak ada beda nya , nyesel gue cerita gue mau kerja aja " ucap Naya bersua dari duduk nya
" Gue juga masih ada orderan lain " ucap Rina menarik lengan yaya
" Ya....ya....ya.... Kita di tinggal lagi " sungut Hendri
" Kita...Lo aja kali , gue mah enggak " ucap Rendi dengan gaya bencong alat nya keluar
" Ren , gue masih suka apam bukan pisang makasih " ucap Hendri sok polos
------------------------------------------
" Gue duluan ya guys " teriak Naya sembari memakai helm nya tidak lupa jaket tebal nya dan airphone yang sengaja Naya pasang agar sepanjang perjalanan Naya tidak merasa takut nantinya
" Lo yakin! Gak mau tunggu kita-kita" tanya Yaya
" Yakinlah , gue mau cepat istirahat aja badan gue udah sakit semua bye bye" pamit Naya
Selama perjalanan pulang sesekali Naya bergumam mengikuti bagian lagu nya sampai di jalan perempatan karena lampu merah membuat Naya berhenti bertepatan dengan tempat kejadian tadi sore yang Naya alami
" Sepi banget gila " batin Naya memperhatikan sekitarnya
Karena memang sekarang sudah pukul 23.30 siapa yang berani akan keluar di tengah malam seperti ini ....
Tin...
Tin...
Tin...
Tin...
Tin...
Klekk....
Naya meletakkan semua barang nya di atas sofa ruang tamu dan langsung pergi ke kamar untuk bersih-bersih
1 jam berlalu....
Mata Naya sudah begitu ngantuk tanpa makan sama sekali Naya langsung merebahkan tubuhnya di kasur sekitar 5 menit Naya sudah kembali menyusuri alam mimpinya
------------------------------------------
" Kenapa anda memanggil saya kemari " ucap seorang pria dengan
" Apa salahnya saya meminta anak saya untuk pulang " tanya balik pria di hadapannya yang sudah berumur
" Saya tahu pasti ada yang ingin anda katakan ,cepat saya tidak punya banyak waktu!!! " Sarkas pria itu tajam
" Ckk...ckk...ckk.... Apa karena wanita itu!!! Kau jadi seperti ini , seharusnya aku bunuh saja dia saat itu " ucap pria yang lebih tua itu
" Dia tidak ada hubungan sama sekali dalam hal ini , jangan sekali-kali kau berani bertindak lebih jauh " ucap pria itu
" Hahahahaha, aku hanya bercanda kau tidak perlu terlalu serius, ehemm sekarang bagaimana? Apa yang akan kau lakukan selanjutnya dengan wanita itu. " Tanya pria itu
" Dia akan tinggal bersama saya setuju atau tidaknya itu pilihan saya " ucap nya
" Kau tidak perlu memaksa nya untuk tetap bersama mu , dunia kalian berbeda ingat itu Justin " ucap pria itu lagi
" Saya bilang , saya tidak perduli dia milik saya ! Saya berhak berbuat sesuka hati saya.anda tidak perlu ikut campur urusan saya camkan itu!!! " Ucap Justin
" Terserah mu saja aku tidak perduli , jangan sampai kau menyesali tindakan mu nanti " ucap nya
Tanpa menjawab perkataan pria tua di hadapannya Justin sudah menghilang...
" Anak sialan " umpat pria tua itu kesal
" Kau tidak boleh mengumpati anak mu sendiri axton " ucap wanita sekisaran 45th tapi masih begitu awet muda
" Ayolah, sayang putra mu itu susah sekali di kasih tau , aku tidak ingin anak-anak ku akan bernasib sama seperti ku " ucap axton
" Jadi...kau menyesal menikahi ku ,iya !!! " Tanya Reina tajam
" Eh bukan begitu sayang, aku tidak pernah menyesal menikahi mu , hanya saja aku tidak ingin ketiga anak kita punya masalah hidup seperti kita dulu apa kau ingat ? Betapa susahnya aku memiliki mu dulu " ucap axton
" Kau benar axton, semoga saja masalahnya tidak seperti kita aku selalu berdoa yang terbaik untuk anak-anak kita ke depan nya " ucap Reina
" Terus , apa kau sudah mengatakan kepada Justin masalah utama nya " tanya Reina lagi
" Apa kau tidak lihat sayang ! Dia langsung pergi gitu saja padahal banyak yang ingin ku sampaikan " ucap axton
" Itu masalah nya di kamu, seharusnya kamu langsung terus terang saja ! Apa kau lupa sifat anak mu yang satu ini mirip seperti mu saat kau masih muda hais.. " ucap Reina kesal
" Kenapa kau malah menyalahkan ku sayang , seharusnya dia bukan aku " ucap axton
" Sekarang aku tidak.perduli suruh dia datang kemari bicarakan tentang anggota madness itu sebelum penyerangan di mulai " ucap Reina berlalu pergi
" Haiss dasar anak nakal " umpat axton menghilang dalam kabut asap hitam nya
------------------------------------------
Justin mengelus Surai Naya lembut dan hati-hati dia tidak ingin membangunkan sang pujaan hati nya
Selama beberapa tahun terakhir Justin selalu memantau keadaan Naya dari jarak jauh agar tidak ada orang yang berniat mencelakai wanita nya terutama para anggota wadness yang siap kapan saja menyerang kelemahan dirinya
" Aku harus membawa mu pergi sweetheart gimana pun caranya " gumam Justin
Justin Imanuel Pattisina pria berkebangsaan Spanyol usia nya melebihi usia manusia pada umumnya 27000 tahun adalah usia nya bila perkembangan zaman usia nya sekitar 27th Justin adalah setengah werewolf setengah vampire karena ayahnya memiliki gen vampire ibunya memiliki gen werewolf dari keturunan nenet buyutnya yang menurun ke Justin
Pertemuan Justin dengan naya saat itu sekitaran 2 tahun lalu saat gadis itu masih menginjak kelas 3 SMA....
FLASHBACK ON
" Nay , ayo lo gak ikut juga ke sana " tanya Gina menunjuk ke arah tempat salah satu wisata sejarahwan
" Lo aja sama yang lain gue lagi malas banget nih " ucap Naya
" Ihh Lo, gitu udah di ajakin juga malah gak mau ayo dong sekali-kali gak setiap hari juga kita di sini " ucap Nara menarik lengan Naya
" Oke oke gue ikut jadi jangan tarik gue lagi " ucap Naya pasrah
" Gitu dong jarang banget kita habiskan waktu bareng apalagi habis lulus nanti pasti pada sibuk semua " ucap Gina
Mereka akhirnya berselfie ria bersama sesekali di selingi candaan
" Gimana kalau foto sama-sama " tanya Naya
" Ini kan udah foto sama-sama gimana sih Lo nay " dengus Kevin
" Bukan gitu anjirr maksud gue tuh kita foto sama-sama jangan ada yang ketinggalan gitu " ucap Naya
" Terus, siapa yang mau fotokan kita anjirr " tanya Nara
Naya melihat ke arah sekitar sampai matanya tidak sengaja melihat seorang pria mengenakan hoddie putih serta topi yang tengah menatapnya
" EH KAMU , YANG HODDIE PUTIH!" Teriak Naya
Pria berhoddie putih itu mendekat ke arah Naya
" Ada apa " tanya Justin
" Bisa kita minta tolong buat fotokan sebentar saja " ucap Naya menyerahkan camera Canon nya
" Oke " ucap Justin
" Oke ,ayo kita bergaya , yang cantik ya jangan jelek-jelek buat kenangan tau " ucap Gina
" Walaupun gaya gue jelek ,tapi muka gue tetap ganteng kok " ucap Kevin sombong
" Jangan terlalu percaya diri ya pak " ucap Naya sinis
" Sudah 1 , 2 , 3 " hitung Justin
Beberapa kali Naya dan teman-teman nya mengambil pose untuk berfoto
" Terimakasih ya , kalau boleh tau siapa nama nya " tanya Nara
" Justin " singkat, padat, dan jelas
" Emm terimakasih Justin sampai jumpa lagi " ucap Naya menarik tangan Nara untuk pergi
Di lihatnya Naya dan teman-teman nya sudah pergi menjauh justi tersenyum sesaat
" Se is mine " batin Justin
Semenjak saat itu Justin seringkali pergi diam-diam ke apartemen Naya sekedar melihat keadaan gadis itu dan sekitaran apartemen nya pun sudah Justin beri mantra agar tidak ada sihir dari musuh lain nya yang mencium wangi harum Naya ...
Karena sejatinya seorang mate yang sudah di tetapkan untuk menjadi pasangan seorang werewolf atau Vampire maka bau darah dari mate nya akan semakin tercium aroma harum dan itu akan memudahkan lawan musuhnya untuk mengalahkan musuh lain nya
Sebab itulah Justin begitu selalu waspada terhadap Naya dia takut terjadi sesuatu kepada gadis nya ah ralat semenjak Naya masuk kuliah sekitar 4 bulan lalu Naya bukan lah gadisnya melainkan wanita nya
Bisa di bilang Justin orang yang begitu brengsek memanfaatkan kekuatan untuk mendapatkan Naya seutuhnya tapi bukan sembarangan Justin melakukan itu melainkan agar Naya menjadi seutuhnya miliknya jadi Naya tidak bisa lepas dari nya gimana pun caranya
FLASHBACK OFF
" Sebentar lagi ....tunggu sebentar lagi aku akan membawa mu " gumam Justin masih setia mengelus kepala Naya yang masih nyenyak tertidur tanpa terganggu sama sekali
Wushh...
Angin berhembus kencang dari jendela yang terbuka
" Dasar anak nakal kenapa kau membuat pertahanan kuat sekali " gerutu axton yang baru saja tiba di kamar Naya
" Bagaimana kau bisa masuk " ucap Justin menatap sang Daddy nya
" Hais ... Anak tidak di untung memang kau ini " umpat axton
" Beritahu aku pak tua " sarkas Justin
" Tentulah kekuatan ku tidak sebanding dengan milikmu , sekarang bukan itu yang ingin ku beritahu , lebih baik bicara di tempat lain " axton
Justin melirik ke arah Naya sebentar lalu pergi menghilang bersama dengan axton....
------------------------------------------
Pukul 06.15
Naya terbangun dari tidurnya ,
"Enghh..." Ngeluh Naya memegang perutnya yang terasa mual
Buru-buru Naya mengambil air di atas nakas dan meminum nya tandas
Sekitar 5 menit mual Naya ternetralisirkan sesaat setelah itu...
Huek...
Huek...
Naya membekap mulutnya berlari ke arah kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya pagi ini yang tidak di isi apa-apa sejak semalaman
Huek....
Kembali suara menjijikkan itu terdengar di seluruh kamar Naya
Naya membasuh wajahnya sesaat mual nya sudah berangsur membaik , Di tatap lama-lama wajahnya pucat di wajahnya
Dengan pelan Naya merebahkan tubuhnya , Naya berpikir mungkin efek tidak makan semacam magh nya kambuh pagi ini...
Naya memejamkan matanya sebentar setelah itu dia pergi ke arah dapur membuat bubur untuk makan pagi ini
" Seperti nya enak " gumam Naya
Saat Naya menyuapkan ke dalam mulutnya
Eghh....
Naya membekap mulutnya berlari ke arah wastafel dapur
Huek...
Huek...
Naya memuntahkan bubur yang belum sempat di makan nya itu...
Naya memuntahkan semua nya kembali walau hanya air yang keluar
20 menit berlalu....
Naya membasuh wajahnya
Lemas , itu yang di rasakan Naya
Naya terduduk di lantai menyandarkan tubuhnya menghilangkan rasa pusing dan mual nya
" Ada apa dengan gue Tuhan " batin Naya yang masih setia memejamkan matanya
Naya beranjak dari duduknya , setelah pusing dan mual nya hilang
" Huh kayaknya makan yang segar enak nih " batin Naya
Sambil merapikan baju nya bersiap akan pergi ke kampus pagi ini
Sebelum itu Naya mampir ke apotek membeli obat asam lambung dan magh
" Permisi mbak , saya beli obat lambung sama magh nya " ucap Naya
" Di tunggu sebentar mbak " ucap penjual
Datang lah ibu-ibu di samping Naya ingin membeli juga sebelum itu ibu-ibu memakai daster pink itu melihat ke arah Naya sebentar
" Neng , hamil ya ! " Tanya ibu berdaster pink itu menepuk bahu Naya
" Eh saya Bu ? " Ucap Naya menunjuk dirinya sendiri
" Iya neng , hamil ya neng udah berapa Minggu?" tanya ibu berdaster pink tadi
" Saya gak hamil Bu, saya belum menikah sama sekali saya cuman mau beli obat lambung sama magh " ucap Naya menjelaskan
" Enak aja di katain hamil di kira gue Hamidun apa pacar aja gak punya gimana Hamidun " dumel Naya
" Tapi nih ya neng saya itu tau yang mana aura ibu hamil Sama gak saya lihat dari tadi aura neng emang memancarkan aura hamil " ucap ibu berdaster pink
" Iya mbak , saya juga ngerasa gitu kok jujur aja mbak gak usah Malu kita juga pernah gitu kok pasti malu kalau ada yang tanya , yang penting udah punya suami aja ya gak masalah " ucap ibu-ibu yang entah datang dari mana Tiba-tiba muncul
" Emm... maaf Bu saya memang gak hamil sama sekali ibu-ibu pasti salah " ucap Naya mencoba bersabar
Gila kali ya gue masih perawan ting-ting di bilangin Hamidun kesian sekali anak ku ini makkk... makkk...
" Udahlah neng jujur aja kok " paksa ibu berdaster Pink
" Gak Bu demi Tuhan sama sekali " ucap Naya
" Nih penjual nya lama bangett sih ngambil nya di kutub Utara kah kok gak balik-balik " gerutu Naya dalam hati
" Ini mbak totalnya 25.000 " ucap mbak penjual
" Ini ambil aja kembalian nya mbak " ucap Naya
" Saya duluan ya ibu-ibu permisi" ucap Naya sesopan mungkin
" Eh tunggu-tunggu neng " panggil ibu berdaster pink menarik tangan Naya paksa sampai-sampai Naya termundur kebelakang
" Eh...ada apa Bu " tanya Naya mulai kesal kesabaran nya hampir habis
" Ini saya belikan tespeck jangan lupa di pakai " ucap ibu berdaster pink memasukan benda kecil itu dengan paksa ke dalam kantong plastik Naya
" Eh...eh...gak usah Bu saya beneran gak hamil sama sekali " ucap Naya berusaha menolak
" Udah gak apa-apa ibu ikhlas ambil aja semoga positif ya neng " ucap ibu berdaster pink itu berlalu pergi
Naya masih terdiam di tempat nya
Apa-apaan ibu-ibu tadi bikin Naya malu aja untung di sini tidak terlalu ramai , Naya menghela nafas gusar....
Naya kembali mengendarai montor Scoopy nya niat hati ingin makan nasi campur di pagi hari nya setelah membeli obat malah kacau dan Naya tidak berselera lagi sekarang karena kejadian beberapa menit yang lalu di apotek
------------------------------------------
" Nih makan gue yang traktir hari ini " ucap Naya
" Gitu dong bebs , thank you lumayan uang saku hari ini gak perlu keluar " ucap Nara
" Muka Lo kenapa! Kusut banget kayak gak di kasih jatah sama Bebeb aja " ucap Kevin tertawa puas
Geplakkk...
" Sakit gin " ringis Kevin mengelus kepala nya
" Kalau ngomong di filter dulu kenapa " sungut Gina
" Lo kenapa? Ada masalah di tempat kerja atau Lo di gangguin lagi? " Tanya Nara
" Gak ada sih gue cuman mikirin habis gue lulus kuliah gue mau kerja dimana itu aja " bohong Naya mencoba tersenyum untuk menutupi kecurigaan teman nya
" Kirain Lo kenapa tadi ,kalau ada masalah cerita aja ke kita,kita siap membantu kok " ucap Gina
Naya hanya tersenyum.....
" Gue duluan bye " teriak Naya pamit
" Yoi " ucap mereka
Seperti biasa aktivitas yang di lalui Naya sama seperti hari-hari biasa nya kuliah dan bekerja...
2 Minggu sudah berlalu semenjak peristiwa di apotek hari itu Naya selalu teringat terus perkataan ibu-ibu daster pink itu
Karena selama 2 Minggu terakhir Naya selalu mengalami muntah-muntah, pusing,mual,gak nafsu makan seperti orang hamil pada umumnya
Tapi...Naya belum menikah bagaimana dia bisa hamil itu yang selalu Naya pikirkan...
Karena hari ini ,hari Minggu Naya dengan tekadnya dia mencoba alat tes kehamilan pemberian ibu daster pink itu
Beberapa menit sudah Naya menunggu dalam hati Naya tidak lupa berdoa...
Tentu sajalah bisa berabe kalau dia sampe hamil ,masa ia Naya di buntingin hantu kan gak mungkin....
Naya mengambil tespack nya di lihat samar-samar garis nya....
"DUA.......???" teriak Naya histeris
Melempar tespack yang di pegang nya ke sofa kamar
Naya terduduk di pinggir kasur , mengusap wajahnya gusar
Ini...ini...ini...begitu tidak masuk akal dalam benak Naya
Bagaimana bisa dia hamil siapa yang menghamilinya punya pacar aja gak apalagi sampai tidur bareng pergi ke club juga gak pernah...
Terus siapa ayah dari janin yang di kandungan nya
Naya masih bergelud dengan batin nya
" Ini...ini udah gak beres gue harus pindah gue harus pergi sekarang" ucap Naya di ambil nya cardigan dan kunci montor nya
Naya bergegas pergi bukan-bukan kerumah sakit Naya memutuskan untuk pergi ke dukun beranak
Naya berniat mencari tahu anak siapa yang dia kandung jujur dalam hati Naya begitu resah memikirkan nya tidak masuk akal sama sekali
Naya tidak perduli itu tukang dukun nya masih tidur atau sudah bangun karena jam masih menunjukkan pukul 06.20
Naya menggebut di jalanan beruntung jalanan sepi
Di parkirnya montor itu perlahan Naya mengetuk pintu rumah dukun beranak itu
Tok...
Tok...
Tok...
Tok...
" Permisi apa ada orang? Pak Sutoyo " panggil Naya masih mengetok pintu rumah duku itu
Di sisi lain......
Justin yang baru saja tiba di kamar Naya dia celinga-celinguk memperhatikan sekitaran kamar tidak ada orang
Justin berpikir Naya ada di dapur ternyata tidak ada orang seluruh apartemen sudah Justin kelilingi
Curiga tentu saja tidak biasanya wanita nya itu akan pergi keluar sepagi ini
Pikiran buruk sudah menghantui Justin karena selama 2 Minggu Justin sedang melakukan misi di tempat asalnya karena ada permasalahan mengharuskan nya untuk pulang sejak saat itu Justin tidak mengetahui kabar wanita nya
Justin kembali lagi ke kamar Naya melihat sekeliling memperhatikan apa ada barang yang aneh , matanya tertuju pada benda kecil di atas sofa , Justin mendekat mengambil nya
Justin tidak bodoh dia tahu benda apa itu walaupun dia bukan manusia tapi Justin tidak sekolot itu sampai ketinggalan zaman modern
Justin bergegas pergi keluar dari apartemen Naya mencari keberadaan nya
Naya tidak boleh sampai menggugurkan janin hasil kerja keras nya selama ini....
Justin pergi ke arah jalan yang biasa Naya lewati sekelabat bayangan Naya terlintas dalam ingatan nya Justin langsung pergi ke tempat di mana Naya berada
Di lihatnya Naya mengetok pintu rumah seseorang ,Justin geram di angkatnya tubuh Naya langsung di bawa nya pergi sebelum itu justin memukul tengkuk Naya agar lebih memudahkan nya membawa pergi dari sana
Justin tau itu adalah tempat dukun beranak.
" Enghh..." Ringis Naya
Naya mengerjabkan matanya sebentar setelah kesadaran nya terkumpul Naya melihat ke arah sekeliling ini bukan kamar nya
Seingat Naya dia berada di tempat dukun beranak tadi Tiba-tiba ada seseorang yang memukul nya sampai pingsan
Klek...
Pintu terbuka...
" Kau sudah bangun sayang syukurlah ,mama membawakan mu makanam kau belum makan sejak pagi kan? " Ucap Reina meletakkan nampan di atas meja
" Apa ada yang sakit sayang ! " Tanya reina khawatir
" Emm anda siapa nyonya dan dimana saya " tanya Naya
" Apa Justin tidak memberitahumu? Dasar anak sialan itu bagaimana bisa membawa anak gadis tanpa ijin seperti ini " gerutu Reina
" Panggil saja mama sayang ,nama mama Reina mama Justin kau berada di tempat tinggal kami sayang " lanjut Reina
" Tapi bagaimana bisa ini tidak seperti rumah " ucap Naya tidak habis pikir
" Kau akan mengetahuinya nanti ,kau tidak perlu terlalu banyak berpikir kasihan janin mu ,sekarang makanlah janin mu butuh nutrisi " ucap Reina
" Bagaimana bisa nyo-maksud saya mama tahu "tanya Naya
" Tentu saja dari anak mama habiskan makan mu lalu istirahatlah sayang, mama masih banyak urusan " ucap Reina mengelus kepala Naya pelan
Pintu di tutup dengan pelan dari luar...
Saat ini di otak cantik nya masih begitu banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul
"Tidak mungkin kah!" Tebak Naya yang sudah kemana-mana
" Tidak seperti yang kau bayangkan sweetheart" ucap Justin yang baru saja datang
Naya kaget melihat seorang pria di hadapannya Tiba-tiba muncul tanpa permisi mengetuk saja tidak
" Lo...Lo .... Lo pasti hantu kan ! Iya kan , makanya lo bawa gue ke sini ,cepat bawa pulang gue kembali ,gue masih ada urusan di dunia " ucap Naya ambigu menarik kerah pakaian Justin
Justin tersenyum sinis menatap Naya
" Kau pikir, bisa keluar masuk seenaknya dari sini ...oh tidak semudah itu nona Kanaya Tania Nadira,aku tidak akan membawamu ke dunia manusia yang ada kau akan menggugurkan anak ku" ucap Justin tajam
Naya mematung...
Pria di hadapan nya ternyata anak dari janin yang di kandungan...
" Bagaimana.... bagaimana kau menghamili gue .keparat.sialan.kurang ajar.lo.brengsek arghhh..." Teriak Naya histeris memukul-mukul orang yang di hadapannya melampiaskannya kemarahan nya
Bagi Justin itu hanya pukulan kecil tidak ada apa-apa nya sama sekali
" Berhenti sweetheart tidak baik kau mengumpat saat sedang hamil " ucap Justin menahan tangan Naya membawa nya ke kasur
" Lepaskan gue sialan!!!gue gak mau aghh..."ringis Naya memegang perutnya
Justin mendengar rintihan Naya yang dalam gendongannya langsung merebahkan tubuh Naya di atas kasur
" Di mana yang sakit sweetheart " panik Justin
" Argh perut gue....sa-sakit " rintih Naya memegang perutnya
" Cepat panggil dokter " teriak Justin dari dalam
Selang berapa menit datanglah dokter keluarga Pattisina
" Bagaimana keadaannya" tanya Justin khawatir
" Hanya mengalami stress dan tekanan tidak boleh terlalu banyak pikiran untuk ibu hamil tuan itu saja " ucap dokter Gavin
" Kau boleh pergi" ucap Justin
" Saya permisi tuan Justin " ucap Gavin berlalu pergi
" Kau dengar apa kata dokter kan jadi istirahatlah " ucap Justin
" Gue mau pulang! " Tekan Naya
" Lo siapa yang ngelarang gue untuk pergi dari tempat Lo ini , gue gak kenal Lo siapa?gue gak pernah ngelihat Lo ? Tiba-tiba Lo bilang gue hamil anak Lo keparat , bagaimana bisa Lo ngejebak gue ?" Lanjut Naya deru nafasnya tidak stabil sekarang
" Tenang Naya tenangkan emosi mu , aku akan menjelaskan semuanya saat kondisi mu sudah stabil sekarang istirahatlah saja " ucap Justin
Naya menurut karena efek kehamilan membuat Naya lebih cepat lelah belum ada 1 jam Naya sudah terlelap dalam tidur nya
Justin pergi keluar dari kamar setelah Naya tertidur....
" beritahu mama apa yang terjadi dengan calon mantu mama" ucap Reina bersedekap dada menatap nyalang anak bungsu nya
" Jangan terlalu keras padanya sayang, coba kau lihat wajahnya seperti tertekan " ucap axton
" Hentikan dad aku tidak seperti itu " ucap Justin membela
" Jadi!!!" Tanya Reina menuntut
" Oke...aku yang menghamilinya " ucap Justin santai
" Dasar anak nakal " teriak Reina menjewer telinga Justin
" Aww....aww.....sakit ma " ringis Justin
" Sayang hentikan dia bukan bocah baru lahir lagi sekarang sayang " ucap axton
" Aku hanya kesal sudah mama bilang jangan terlalu kelewatan, ini pasti ulah Daddy kamu kan yang nyuruh " ucap Reina menatap axton tajam
" Kenapa kau malah menyalahkan ku salahkan dia aku tidak pernah mengajarkan hal itu " ucap axton membela diri
" Sudah.... sudah hentikan apa yang akan kau lakukan sekarang Justin " tanya Reina
" Menikahi nya tentu saja " ucap Justin
" Huh..apa kau tidak lihat bagian respon dia saat melihat mu " tanya Reina
" Aku tidak perduli , aku akan tetap menikahi nya "ucap justin menghilang
" Huh ....dasar keras kepala " kesal Reina
------------------------------------------
Pukul 23.30
Naya melihat ke arah sekeliling sudah 1 jam yang lalu naya terbangun dari tidurnya tapi Naya tidak menemukan jalan keluar untuk pergi
" Ini di mana sih gue sebenernya? " Gumam Naya bingung
Di sekeliling kamar ini tidak ada jam sama sekali kesan nya terlihat zaman kuno sekali di mata Naya ....
" Kayaknya emang benar gue di bawa ke alam ghaib " ucap Naya
Naya memperhatikan ke arah atap bangunan kamar
" Ah...dapat " seru Naya melihat sedikit celah di atas sana
" Kayaknya bisa gue bongkar deh " gumam Naya memperhatikan lagi
" Tapi kayaknya gak huh Tuhan bantu hamba mu ini " ucap Naya pasrah
" Mau keluar lewat jendela, jendela nya kaca mati " dumel Naya kesal
Kalau di pecahkan sama aja naya mencari mati
Dengan keyakinan penuh Naya mencoba membuka pintu kamar
Klekk...
" Eh gak ke kunci ,ckk coba tau gue lewat sini aja dari tadi " kesal Naya di lihat nya merasa aman
Naya mengendap-endap keluar kamar
" Gila besar amat dimana pintu keluar sialan" batin Naya yang sejak tadi tidak menemukan pintu utama satu pun
Naya menuruni anak tangga demi anak tangga
Entah sudah berapa tangga yang Naya lewati Naya melihat pintu utama sudah di depan matanya
Naya berlari beruntung pintu tidak di kunci Naya kembali berlari sampai di depan gerbang
Di tatapnya sebentar bangunan menjulang tinggi di hadapan nya
" Gila kayak istana di Disney aja " kagum Naya berbalik dan berlari menuju ke arah hutan
Naya berpikir dia bisa sampai kembali setelah melewati hutan-hutan ini
------------------------------------------
Justin memasuki kamar nya berniat mencari Naya menjelaskan semuanya
Saat Justin sampai dia tidak melihat kehadiran Naya sama sekali Justin masih berpikir positif justin pergi ke kamar mandi
Klekk...
Dibukanya tidak ada orang ,ini sudah tak beres pikir Justin
Justin langsung pergi ke lantai 1 bertanya pada pelayan di sana....
" Kau melihat ada wanita lewat sini?" Tanya Justin
" Emm...saya sempat melihat nya berlari keluar tuan saya tidak tahu wanita itu akan kemana " ucap pelayan itu
" Ahh sial..." Umpat Justin langsung pergi
Justin tau kemana wanita nya akan pergi dia melarikan diri dari kawasan nya
Di sisi lain...
Sudah ada 1 jam Naya menyusuri hutan
Naya lelah dia haus sekarang di tatapnya hutan yang semakin menjulang tinggi sampai langit sudah tidak terlihat lagi karena tertutup pohon-pohon
Naya duduk di atas dedaunan kering menyandarkan tubuhnya di pohon besar mengatur deru nafasnya
" Kenapa tidak ada jalan keluar nya " gumam Naya
"Apa kembali aja " pikirnya lagi
" Kalau kembali gue bakal di kurung jadi tahanan kan ?, Gak gue gakmau kembali gue pasti akan ketemu jalannya " Monolog Naya
Naya tidak patah semangat naya melangkahkan kakinya kembali menyusuri hutan yang semakin gelap
Langkah demi langkah Naya menyusuri Tiba-tiba hawa dingin terasa di tengkuk lehernya
Langkah Naya terhenti Naya mendengar suara bisik-bisik tidak jauh darinya
Tes...
Air jatuh dari atas mengenai wajah Naya
Jantung Naya sudah lari spot sekarang kalau hujan kenapa hanya di bagian wajah Naya saja yang menetes air
Perlahan Naya mendongakkan kepalanya ke atas....
Deg.....
Seorang pria menjulurkan lidah panjang nya dengan gigi taring nya jangan lupakan sayap nya matanya menatap penuh lapar ke arah Naya
Bukan hanya satu tapi ada tiga orang yang sama seperti yang dilihat Naya
"Wah...wah...wah lihatlah siapa gadis muda ini hemm " ucap pria berpakaian navi itu mendekat ke arah Naya
" Kau berasal dari mana gadis manis! " tanya pria satu nya berpakaian hitam gelap
" Bau harum mu begitu enak " ucap pria berpakaian merah gelap yang berada di belakang Naya
Naya semakin terpojokkan sekarang mau lari pun tidak bisa ....
" Tolong lepaskan saya, saya tidak cocok untuk di jadikan santapan makanan buat kalian, lihatlah badan saya terlalu kurus bukan! " Ucap Naya mencoba negoisasi
" Kau pikir Kami bodoh! Bisa menipu kami dengan muslihat mu " ucap pria berpakaian merah gelap itu menarik tangan Naya
" Arghh " jerit Naya saat tubuhnya Tiba-tiba di tarik paksa
" Dari mana kau berasal gadis muda ? Apa yang kau lakukan di hutan kami " ucap pria berpakaian merah gelap itu
Belum sempat Naya berbicara tubuh nya kembali di tarik dari arah belakang
" Arghh...." Teriak Naya kencang
" Kau baik-baik saja " tanya Justin khawatir
" Wah...wah...wah...siapa kah yang datang ini kawan-kawan ! Pangeran pattisina tidak biasanya anda berkeliaran di jam seperti ini " ucap pria berpakaian navi itu
" Apa karena wanita di samping mu kau mencari nya , ini sangat menarik bukan..." Senyum pria berpakaian hitam gelap itu
" Bukan urusan kalian , aku tidak mau ada pertumpahan darah di sini " ucap Justin menghilang bersama kepulangan asap yang mengelilinginya
" Ckk ..sialan kenapa anda melepaskan nya tuan ini adalah peluang besar untuk kita membunuh nya " ucap pria berpakaian navi
" Tidak aku bukan orang pengecut seperti itu aku tahu ada sesuatu di balik rencana ini , kembali ke istana " ucap pria berpakaian merah gelap
------------------------------------------
Justin meletakkan Naya di atas kasur kamar nya ,menatap tajam ke arah Naya yang masih memikirkan insiden beberapa menit yang lalu
" Tidak perlu kau pikirkan lagi ,kau aman bersama ku . Sudah ku bilang jangan pernah keluar dari tempat ini ,itulah yang akan terjadi bila kau tetap nekad untuk keluar " ucap Justin
" Gu...gue....hanya ingin kembali ke tempat asal gue " ucap Naya lirih
Justin menghela nafas gusar
" Dengar aku tahu ini cukup tidak masuk akal bagimu, tapi kau harus tahu kau mengandung anak ku, aku akan tanggung jawab tapi setelah aku menikahi mu kita akan tinggal di sini " ucap Justin
" Tapi.... bagaimana gue bisa hamil anak Lo ! gue...gue gak pernah ketemu sama Lo, gue baru ini ketemu sama Lo " ucap Naya menuntut
Justin mulai menceritakan nya dari awal sampai akhir , Naya hanya mampu terdiam tidak percaya semua cerita dari Justin
" Lo pasti bohong , ini gak masuk akal " ucap Naya histeris.
" Aku gak bohong ini memang kenyataannya aku tidak perduli mau kamu percaya atau tidak aku akan tetap menikahi kamu " ucap Justin
Justin berlalu pergi meninggalkan Naya sendirian di kamar membiarkan Naya merenungkan semua keputusan yang akan dia ambil nanti untuk kedepannya
Naya hanya menatap kepergian Justin setelah itu