Teriakan tukang pos membangunkanku dari tidur siangku,aku yakin surat kali ini untukku. Ini pasti
dari sahabatku April, aku dengan April sudah hampir setahun saling bertukar surat, awalnya kami
berkenalan dengan tidak sengaja pada awalnya aku mendapat surat tidak dikenal, saat aku cek ke kantor
pos ternyata surat itu memang nyasar, surat itu dari April yang bermaksud mengirimnya ke rumah
neneknya, kebetulan alamatnya hampir sama dengan alamat rumahku. Semenjak saat itu kami menjadi
sahabat pena , April dan aku mempunyai hobi yang sama yaitu menulis.
Yup, ternyata benar itu surat dari April segera aku membuka amplop yang berwarna hitam, aku daan April
sepakat jika memakai amplop berwarna hitam jikasaling berkirim surat.
25, Maret 2020
Zahra, tak terasa ya hampir setahun kita saling berkirim surat. Aku sangat senang sekali kejadian yang
kebetulan setahun yang lalu, menjadi kebetulan yang sangat indah bagiku.
Oh ya, bulan depan aku berencana mengunjungi kotamu, ingin menghabiskan liburan di rumah nenekku,
dan aku juga berencana mengunjungimu, aku sangat ingin bertemu kamu secara langsung.
Sekian dulu yaa, aku menunggu balasanmu
Salam hangat,
April
Waah, aku senang sekali membacanya, ternyata April akan mengunjungi bulan depan. Segera saja asku
bilang kepada ibuku tentang rencana April yang akan berkunjung kesini, setelah itu aku langsung menulis
surat balasan kepada April.
27, Maret 2020
Aprilll, wah aku senang sekali kamu mau mengunjungiku, tentu aku bersedia aku juga sudah bilang kepada
ibuku, ibuku juga senang aku harap nanti kamu akan menginapdi rumahku selama beberapa hari, aku
mempunyai segudang rencana menarik untukkita lakukan bersama, kamu akan kesini bulan depankan?
Itu berarti beberapa hari lagi, hati-hati di jalan ya April. Salam hangat,
Zahra
Tidak terasa hari ini hari terakhir sekolah sebbelum liburan, berarti April akan ke rumahku beberapa hari
lagi, aku segera mandi dan berpakaian untuk pergi kesekolah, sebelum itu sarapan sebentar lalu
berpamitan ke orangtuaku untuk pergi kesekolah, kebetulan jemputankujuga udah datang.
Akhirnya pengumuman dari sekolah yang aku tunggu-tunggu datang juga, sekolah akan libur akhir tahun
teman-teman di sekolahku sangat ramai, tidak salah lagi mereka bercerita rencana mereka saat liburan nanti
***************
Tak terasa bel tanda akhir sekolah sudah dibunyikan, keadaan kelas semakin ramai saja setelah
mengucapkan selamat liburan, kami pun naik mobil jemputan masing-masing. Di tengah perjalanan aku
teringat mimpiku tadi malam, dimimpiku aku melihat April memakai gaun putih yang indah dan tersenyum
padaku, tapi makin lama sosok April makin jauh. Aku mencoba mengejarnya tetapitidak bisa mengapa ya,
aku bermimpi seperti itu tadi malam.
“ah, mungkin aku terlalu senang April akan mengunjungiku” pikirku.
Zahra : “Aku pulaaang…” teriaku.
Tidak sepertibiasanya, biasanya ibuku selalu menyambutku saat aku pulang sekolah. Ternyata ibuku di
ruang keluarga, disitu aku melihat ibuku menangis sedih.
Zahra : “Ada apa bu ??“ desakku.
Ibuku menatapku, lalu berkata : “Zahra, ibu harap kau tabah.”
Zahra : “Ada apa bu, ada apa ?? tanyaku setengah berteriak karena aku bingung apa yang sebenarnya
terjadi.“
Ibu : “Temanmu April,telahmengalami kecelakaan pesawat“ kata ibuku terisak-isak.
Zahra : “Apa?“ tanyaku heran.
Lalu aku segera mengambil remot tv yang tergeletak disitu dan segera menyalakan tv. Di tv ditayangkan
gambar sangat mengerikan, sebuah serpihan pesawat yang terombang-ambing di laut lepas. Reporter di
tv mengatakan pesawat itu telah meledak di udara, dugaan sementara tidak ada satupun korban selamat.
Zahra : “Tapi kan bu, belum tentu April ada di dalam penerbangan itu,“ tanyaku cemas.
Ibu : “Tidak Zahra, nenek April tadi menelpon ibu dan menyampaikan berita ini” jawab ibuku sedih.
Zahra : “Tidak terasa, air mata telah membasahi pipiku, aku tidak bisa mengatakan apa-apa disekelilingku
terasa berputar dan tiba-tiba gelap, dan aku pingsan.
Tidak terasa sudah genap dua bulan setelah kecelakaan itu, jasad April belum juga ditemukan. Di liburanku
kali ini, aku merasa tidak bersemangat karena kejadian tersebut, keluargaku mencoba untuk
menghiburkutapi itu sama sekali tidak membantu.
Pooss….. !!!!
Teriakan tukang pos membuyarkan lamunanku.
Zahra : “Aku malas untuk keluar biar ibu saja yang mengambil suratnya” pikirku.
Poooosssss…!!!!!
Zahra : “Urgghh, mana sih ibu ?” gerutuku.
Aku ingat, aku sedang sendirian di rumah ibu sedang rapat. Segera aku berlari keluar untuk mengambil
surat itu. Ternyata pak pos mengantarkan kotak yang ditunjukan kepadaku setelah mengucapkan
terimakasih kepada tukang pos, aku masuk dan membuka isi kotak itu. Isi kotak itu adalah bungkusan
plastik yang di dalamnya terdapat kertas-kertas yang dijilid rapi dan sebuah amplop berwarna biru.
7, Mei 2020
Sahabatku Zahra, saat ini kamu membaca surat ini mungkin menjadi surat terakhir dariku, maaf Zahra aku
tidak bisa menepati janjiku untuk liburan bersama denganmu.
Zahra, aku ada satu permintaan semoga kamu menyanggupinya. Kamu ingatkan aku pernah bercerita
kalau sedang menyelesaikan menulis novel, aku ingin kamu menyelesaikannya. Nah Zahra, meskipun kita
belum pernah bertemu langsung, tapi kamu adalah sahabat terbaiku.
Salam persahabatan,
April
Air mata kembali membasahi pipiku setelah membaca surat itu, dan aku mengambil kertaskertas yang
dijilid itu, itu adalah naskah novel yang belum sempat April selesaikan. “Tentu April, aku bersedia dengan
senang hati menyelesaikan novelmu, aku akan mengerjakannya sebaikmungkin, semoga kamu tenang di
alam sana” kataku dalam hati.
_Pesan Singkat_
Iya memang di dunia ini memang banyak kejadian yang tak terduga, dan diakhiri dengan kejadian yang
tidak terduga juga. Dan juga, di dunia ini tak ada yang abadi setiap pertemuan pasti ada perpisahan, entah
itu cepat atau lambat.