Apakah menyeramkan itu sama dengan menakutkan?. Tolong jawab di kolom komentar ya.
Pernahkah kamu melihat kucing kesayanganmu mati ketika berada di pangkuan?, Sedih sekaligus agak menakutkan, melihat dengan mata kepala sendiri ketika nyawanya dicabut, mengejang seolah ada kekuatan besar yang tidak terlihat menariknya.
Awal mulanya hal itu adalah hal yang paling menyedihkan tapi sedikit menakutkan apabila kita membayangkan bila hal itu terjadi pada diri kita sendiri.
Pernah juga bukan melihat atau menonton berita tentang tsunami, banjir bandang yang memakan korban yang tidak sedikit, semua itu adalah momen yang menyeramkan bagiku.
Melihat begitu banyak orang yang meninggal didepan mata kita walau terhalang kaca tv, tetap saja semua itu menyeramkan, melihat mereka semua meninggal tanpa bisa kita tolong, bahkan mungkin apabila kita berada ditempat itu kita juga termasuk menjadi salah satu korbannya.
Di sebuah tempat, tepatnya di jalan raya banyak kecelakaan yang memakan korban jiwa, banyak darah berceceran, membayangkannya saja sudah menyeramkan apalagi melihat kejadian langsung.
Baiklah kali ini aku akan menceritakan sebuah kejadian yang pernah terjadi didepan komplek perumahan pamanku.
Memasuki jalan komplek kita akan menemui sebuah mobil rongsok yang dipajang didekat sebuah rel kereta api. Ada gardu tempat penjaganya, tapi dibiarkan kosong begitu saja, mungkin mereka pikir tidak masalah karena kan sudah ada pengingat nya berupa mobil ringsek itu tadi.
Aku juga menanyakannya kepada paman mengenai tidak adanya penjaga di rel kereta api tersebut. Jawaban paman seperti yang sudah ku duga sebelumnya adalah karena adanya mobil tersebut.
Pada suatu hari, liburan sekolah, aku menginap di rumah paman selama seminggu lamanya, itu juga atas desakan sepupuku. Jujur aku agak paranoid melihat mobil ringsek didekat rel kereta itu, aku agak tidak enak hati melihatnya.
Pada saat aku beli cemilan di sebuah toko yang dekat rel kereta api, aku secara iseng bertanya mobil siapakah itu yang berada didekat rel kereta api. Pemilik toko mengatakan bahwa yang punya mobil itu adalah salah satu penghuni komplek, yang meninggal satu keluarga, mereka baru pulang dari luar kota, kejadiannya waktu malam hari.
Aku mendengarkannya agak bergidik ngeri, memang sih kalau melihat keadaan mobil itu sudah pasti penumpangnya tidak akan ada yang selamat.
Di rumah paman tidak banyak yang kulakukan, main game, makan cemilan, yang aku kusukai di daerah ini banyak jajanan yang enak-enak, untung aku cuma seminggu di sini kalau tidak, wah bisa tambah gembul pipiku.
Pada hari ke empat aku menginap di rumah paman, tengah malam terdengar suara kereta api dan juga suara benda yang dihantam secara keras (agak susah menjelaskannya dengan kata-kata, harap maklum ya pembaca), Semua orang keluar rumah termasuk pamanku.
Aku dan sepupu juga penasaran, tapi paman mencegah kami. Kami menunggu di rumah, karena penasaran kami keluar rumah dan melihat seorang bapak-bapak yang berjalan tergesa-gesa, dari bapak itu kami tahu bahwa telah terjadi kecelakaan kereta api lagi, kali ini korbannya adalah tiga orang pemuda anaknya Pak RT.
Dari kejauhan kami melihat Bu RT menangis histeris mendatangi tempat kejadian. Aku ikut menangis, tiba-tiba saja aku rindu rumahku, aku menangis tersedu-sedu, saudara dan tanteku panik. Apalagi sewaktu aku mendengar cerita dari orang yang lewat bahwa mereka baru saja mengambil ceceran daging yang berantakan di sekitar rel.
Ambulance, mobil polisi memenuhi sekitar rumah paman. Aku semakin ketakutan, saat itu juga aku minta pulang, gantian sepupuku yang menangis mendengar apa yang baru saja aku katakan.
Malam itu adalah malam yang paling mencekam di sepanjang hidupku, paman pulang dengan wajah pucat pasi, paman bercerita bahwa dia tadi juga ikut memunguti daging yang tercecer, parahnya lagi paman juga melihat kepala yang sudah tidak berbentuk dan itu tepat berada di hadapannya.
Bayangkan bagaimana perasaan Ibu dan Pak RT yang melihat anak-anaknya dalam kondisi seperti itu.
Semua itu adalah momen menyeramkan yang pernah aku alami, sejak kejadian itu aku tidak mau lagi menginap di rumah paman, lewat depan komplek perumahan itu saja aku selalu memalingkan wajahku. Masih terbayang dengan jelas di mataku kejadian malam itu.
Sebagai gantinya saudara sepupuku yang selalu menginap di rumahku.
😨TAMAT😨