di malam yang sangat dingin. aku pergi ke teras rumah sembari menatap ke atas langit, aku melihat ribuan bintang yang menghiasi langit, seketika mata ku berkaca kaca tanpa aku sadari air mata membasahi pipi ku...
aku selalu melaku kan hal ini di setiap kali aku rindu pada mama,,,
seketika aku ingat kembali masa lalu ku.....
" maaaaa,,,,,, teriak ku sembari berlari menuruni tangga,,,,,,
"maaa,,,, baju ku mana?????,, aku sudah telat!!!!
dengan terburu buru mama datang dan membawa baju ku, ini nak sembari aku mengenakan baju sekolah mama menyiapkan sarapan ku.
"maaaaa,,,, aku tidak melihat sepatu ku,,,,,,
dengan membawa sarapan di tangan nya, mama berlalari membawakan sepatu ku.
aku memakai sepatu sambil mama menyuapi ku...
ya begitu lah rutinitas mama sebelum aku berangkat ke sekolah, sekarang aku sudah duduk di bangku SMA tetapi aku tidak pernah menyiapkan segala keperluan ku sendiri, selalu saja mama yang membantu aku....
" maaaa,,, aku pergi dulu teriak ku sembari berlari menaiki bus sekolah....
"Morgan.. minum dulu kata mama sambil berlari mengejar ku ke dekat bus sekolah....
aku pun minum, lalu menaiki bus lagi, setelah bus berjalan.
aku pun duduk di dekat pintu, sambil sesekali ku toleh ke belakang melihat mama yang masih berdiri melihat bus yang sudah jauh meninggal kan rumah,,
"Morgan apa kursi di samping mu kosong??" ucap seorang wanita kepda ku...
ternyata dia Lala. kakak kelas yang lumayan terkenal di sekolah, karna selain paras nya yang cantik, dia juga salah satu murid berprestasi di sekolah
"ini iya kak,,, jawab ku sedikit malu
aku memang sangat lah pemalu, apalagi kalau aku dekat dengan perempuan..
kemudian Lala pun duduk di sebelah ku" sembari membaca buku yang di bawa nya.
aku tidak tau kenapa sepanjang perjalanan menuju sekolah aku merasa jantung ku berdebar tidak karuan. sesekali dada ku terasa sesak
" apa ia ini yang dinama kan cinta?????" ujarku di dalam hati..
setiba di sekolah, aku pun bergegas turun dari bus. dan bergegas masuk ke dalam ruangan.
setelah jam sekolah selesai. aku pun pulang sesampai bus di depan rumah aku melihat mama sudah berdiri di depan rumah sambil tersenyum menyambut ku...
"mamaaaa,,,, aku pulang....
jika mama tidak memiliki pekerjaan dia selalu menunggu aku pulang di depan rumah,
"gimana sekolah nya???? tanya mama
"sedikit melelah kan ma ucap ku sembari melepas sepatu ku,
mama pun langsung mengambil nya dan meletakkan nya di rak sepatu
" kok melelhkan? tanya mama sembari membuka tas sekolah ku, dan memeriksa buku tugas ku
"Morgan punya banyak tugas yang harus di kerjakan ma" ucapku ketus
mama pun tersenyum sambil mengelus kepala ku" nakkk,,,,tugas itu kan seperti kewajiban, jadi kamu harus melakukan nya dengan senang hati, jika kamu merasa tugas itu adalah sebuah keterpaksaan, maka kamu tidak akan merasa senang dengan itu" ucap mama
ayo makan dulu mama udah masak makanan kesukaan kamu" timpal nya lagi
"iya maa,,, tolong ambilkan nasi untuk ku ya ma..
"iya iya tunggu dulu di sini, mama siapin dulu..
mama pun datang membawa sepiring nasi beserta lauk nya.
"ayo makan dulu" ucap nya sambil meletakkan piring di atas meja
aku pun makan dengan lahap nya, selesai makan aku pun pergi keluar untuk bermain...
selesai bermain, aku pulang ke rumah
"maaaaa,,,, mamaaaa,,, teriak ku
tapi mama tidak ada di rumah....
aku pun duduk di ruang tamu sembari menonton tv.
tok,,tok,,tok,, suar ketukan pintu dari luar
"iyaa, tunggu sebentar teriak ku dari dalam rumah
ternyata ada pak Kadir,, dia adlah paman ku,
"kenapa paman???
"mama kamu Morgan....
"iya,, mama kenapa?
mama kamu di bawa ke rumah sakit... ucap nya dengan Nanda panik....
"apa,,? mama kenapa paman ucap ku sambil menahan air mata
"tensi nya naik lagi" kata paman
iya memang mama memiliki riwayat hiper tensi, jadi mama tidak boleh terlalu stres.
kami pun pergi ke rumah sakit di desa.
setelah sampai di rumah sakit aku melihat mama terbaring tak sadarkan diri.
lalu bidan pun menyuruh kami untuk merujuk mama ke rumah sakit besar di kota...
kami pun pergi membawa mama ke rumah sakit dengan mobil pick up, karna di desa tidak ada ambulance. sesekali aku menata wajah mama yang sedikit memulai menghitam,
lalu kami sampai di rumah sakit, lalu pihak rumah sakit meminta bayaran 2jt rupaiah supaya mama dapat pertolongan,,
" bapak menangis di pojokan rumah sakit,
"pak,,, kenapa bapak nangis ucap ku, ternyata bapak tidak membawa uang sepeser pun ke rumah sakit,
bapak menyuruh ku menjaga mama, lalu bapak pergi mencari pinjaman untuk pengobatan mama
setelah aku masuk ke ruangan, aku melihat mama yang terbaring di atas kasur.
karna aku sama sekali tidak mengerti akan alat" medis aku hanya bisa terdiam saat mulut dan hidung mama di pake selang kecil, jujur aku tidak tau itu untuk apa, aku pun mendekati mama sambil menangis,
"maaaa,,, mama cepat sembuh ya,, Morgan gak tau gimana hidup Morgan tanpa mama" ucap ku sembari menangis
mama hanya diam, hanya saja air mata nya mengalir membasahi pipi nya. aku tau mama pasti mendengar ucapan ku
tak lama setelah itu bapak datang membawa sejumblah uang, lalu mama pun di periksa.
ternyata pembulu darah mama pecah dan mengenai batang otak nya. kata dokter mama harus segera di oprasi..!!
ya tuhannn" cobaan apa lagi ini ucap ku dalam hati.
di tambah lagi kami tidak punya biaya untuk oprasi mama.
lalu dokter menyarankan supaya mama di bawa ke rumah sakit yang lebih besar, karna di rumah sakit ini tidak mempunyai cukup alat.
lalu kami pun membawa mama ke rumah sakit yang di suruh dokter,
sesampai nya di rumah sakit itu mama di tempatkan di ruang ICU,
tapi apa daya jam 5 pagi mama pun menghebus kan nafas terakhir nya,
seketika dunia terasa runtuh,, kaki ku tak sanggup untuk berdiri, mulut ku pun tak sanggup lagi untuk bicara, hanya ada air mata yang tak bisa berhenti membasahi pipi ku
"nakkkk ,,,mama kamu ucap bapak sambil memeluk ku dengan erattt
aku pun menangis se jadi" nya.....
tiba" dokter datang
menyuruh kami menyelesaikan administrasi, agar jenajah mama bisa di bawa pulang.
kami sama sekali tidak memiliki uang,
lalu bapak berpesan supaya aku tetap di rumah sakit, biar bapak bisa mencari pinjaman.
aku pun duduk di depan kamar jenajah, sambil sesekali aku menatap wajah mama yang sudah rada rada hitam,
hati ku hancur melihat ini semua, apa yang bisa ku lakukan tanpa mama.