Sejak masuk ke sekolah SMA, kami bertiga membentuk grup vokal. Aku dan kedua sahabat ku Mika dan Lucy. Awalnya kami bertemu dan membetuk grup vocal saat itu aku mereka sama-sama mengikuti audisi nyanyi di stasiun televisi lokal.
Awal pertemuan
Saat itu aku bertemu seorang gadis cantik, hati ku berdebar akan penilaian juri dan sesekali menoleh ke arahnya yang saat itu pun sama merasakan hal yang sama.
"Hay, boleh berkenalan? aku Kinan, namamu siapa?" kata ku menyapa.
" Hay juga, nama ku Mika," jawanya sopan.
" Aku liat sedari tadi air muka kamu sedikit cemas, apakah ada maslaah? Apa kamu takut nggak lolos penilaian juri?" ucap ku.
"Iya nih, gimana dong, atau gini aku coba menyanyikan lagu yang akan aku bawakan nanti, kamu bantu aku menilai. Apakah kamu setuju?" ucap Mika.
"Baiklah dengan senang hati" jawabku.
Ketika Mika bernyanyi, tanpa sadar aku pun mengikuti dan menjadi suara kedua dari Mika yang bernyanyi dengan begitu bagusnya. Tanpa sadar orang-orang yang sedang mengantri di belakang ku dan Mika lalu memberikan tepuk tangan yang meriah untuk kami atas pertunjukan dadakan tersebut. Padahal kami tidak ada niat kita untuk cari sensasi atau perhatian peserta lain.
"Wahhh suara kalian bagus banget! Sangat merdu! Perkenalkan namaku Lucy, boleh aku bergabung dengan kalian menyanyikan lagu yang barusan kalian bernyanyi?" kata Lucy sambil berjabat tangan.
Spontan kami pun saling berpandangan antara aku dan Mika.
"Ohh boleh, nanti kamu masuk di nada ini ya" timpal Mika.
"Oh iya namaku Kinan dan dia Mika" ucapku.
"Salam kenal semuanya, ya sudah ayo coba Mika terlebih dahulu yang masuk baru Kinan dan aku yang terakhir" kata Lucy.
Setelah Mika bernyanyi dan aku mengikuti nada dari Mika kemudian Lucy masuk ke nadanya yang sedikit berubah. Tekanan suara berkreasi dengan sentuhan Rap, yang membuat aku dan Mika harus mencari ari nada yang bisa sesuai dengan Lucy. Hasilnya terdengar lebih banyak yang bertepuk tangan untuk kami bertiga. Ketika aku sedang bercanda dengan Mika, ternyata salah satu juri yang bernama mas Bimo memperhatikan kami. Sekarang giliran Mika yang Audisi sebelum aku dan Lucy. Beberapa saat berlalu, Mika pun keluar dengan nada sedih.
" Gimana Mika?" kata ku dan Lucy secara bersamaan.
" Aku gagal lolos audisi!" kata Mika dengan wajah murung.
"Aku nggak percaya! kamu punya suara yang unik dan bagus loh" kata Lucy memberi semangat.
" I_ya, ta_tapi , " ucap Mika terbata-bata.
" Tapi apa Mika?" Lucy penasaran membolangkan mata.
"Ta_tapi bohong! Aku lolos dan mendapat 4 yes dari semua juri "jawab Mika sambil menunjukan golden tiket.
" Wah! kamu suka bercanda juga" kata Lucy tersenyum menepuk pundaknya.
Padahal kita baru saja bertemu di Audisi tapi seakan sudah berteman lama. Kedekatan mereka terbilang langsung terlihat begitu akrab.
" Sekarang giliranku" kata ku sambil berdiri dan berjalan menuju ruangan audisi. Beberapa saat aku pun keluar, akan tetapi aku meminta bantuan mas Bimo untuk mengerjai mereka berdua,
" Gimana Kinan?" tanya Mika.
"Aku gagal, aku salah memilih lagu! " jawabku dengan nada sedih.
" Kamu mau ngerjain kami berdua kan? " kata Lucy.
" Nggak, aku serius dan lihatlah tidak ada Golden tiket di tangan ku" jawabku menegaskan.
" Coba balik badan dan buka sedikit baju mu, jangan-jangan kamu sembunyikan di balik kemeja mu" celetuk Mika memperhatikan dengan seksama.
Aku pun menuruti permintaan Mika sedikit buka kemeja ku dan berbalik badan walau wajah gadis cantik itu terlihat sedikit memerah.
“Sabar ya Nan.”
Saat giliran Lucy yang audisi, aku pun bersama Mika menunggu hasil dari Lucy dan yang di tunggu pun keluar.
"Yeah aku lolos juga!" kata Lucy.
"Wah selamat Lucy!” ucap ku seolah menghentikan semua kegembiraan Lucy dan Mika yang tatapan mereka beralih pandang seakan mengasihani ku.
"Gimana kalau kita makan siang, biar aku yang traktir kalian makan” kata Mika memecah suasana yang menjadi canggung.
ketika aku mau meninggalkan tempat kita menunggu, Mas Bimo memanggil Mika dan Lucy.
" Selamat siang, maaf ini ada titipan buat Aryo" kata mas Bimo menyodorkan amplop ke raha mereka.
" Ini apa ya mas?!" tanya Mika dan Lucy secara bersamaan.
"Nanti kalian akan tau sendiri" jawab Mas Bimo.
Amplop di terima sama Mika, aku mengatur agar sedikit terbuka biar Mika dan Lucy membukanya, sesuai dengan dugaan ku jika Mika membuka amplop langsung berteriak dan berlari ke arah ku.
"Aryo , kamu tuh ya mengerjain kami!!" nada tinggi Mika begitu kesal.
"Itu karena kamu yang terlebih dahulu mengerjain, ya aku mau kasih kejutan juga dong sama kalian" jawabku sedikit sombong.
Akhirnya kami bertiga pun makan siang bersama sambil berbincang mengakrabkan kebersamaan.
Sebulan kemudian Babak Eliminasi kita semua, aku Mika dan Lucy memberikan yang terbaik saat Babak Eliminasi, yang mana kita masih lolos ke babak selanjutnya.
Perjalanan kita di Eliminasi berlanjut dan kita di satukan dalam 1 grup untuk menyanyikan lagu Trio, di situlah kita bersaing untuk lolos, akan tetapi kita tetap saling suport, Waktu tampil peformaku kurang maksimal yang akhirnya aku ter eliminasi, di tinggalkan Lusy dan Mika yang lolos ke babak berikutnya, walaupun aku gagal melangkah ke babak berikutnya, mas Bimo tetap membantuku dengan menjadi guru Vocal, karna nanti aku nantinya akan di pertemukan dengan Mika dan Lucy.
Karna Persaingan semakin ketat akhirnya Lucy dan Mika pun lolos 12 Besar untuk Live Show di Televisi Indonesia. Di situlah Lucy dan Mika di rekrut mas Bimo untuk membuat Grup Vokal bersama Ku.
" Akhirnya kita bersatu lagi Mika, Lucy" celetuk ku
"Iya, semoga Singgel perdana kita sukses yah, ayo kita buktikan, kita gagal di Audisi Tapi kita bisa berkibar di Belantika Musik Indonesia" jawab Mika bersemangat
"Iya ayo kita Semangat" jawab Lucy menimpali kata Mika.
Lagu pertama berjudul "Marilah Maju" yang secara fenomenal melesat menjadi lagu yang dinyanyikan semua kalangan, keberhasilan ini berkat lagu mas Bimo dengan aransemen musik yang pas bersama suara kami bertiga. Tidak lama setelah Itu kami pun mendapat juara satu di acara musik Indonesia Award.
Suatu ketika mas Bimo melakukan kesalahan dengan membuat singel buat Lucy, yang akhirnya mengundurkan diri dari Grup. karena menerima penawaran rekaman album dari salah satu agency musik. Disitu ada penyanyi favorit Lucy sehingga Lusy meninggalkan grup demi karir diri sendiri. Seakan melupakan Mika, aku dan mas Bimo, dlam perjuangan merintis dari awal audisi musik sampai menerima penghargaan sebagai grup pendatang baru yang fenomenal. Rasa kecewa dan marah kepada Lusy pun aku utarakan dengan tetap berduet bersama Mika dengan lagu buatan Kita sendiri yang berjudul "Jangan Menyerah, Kamu Pasti Bisa" lagu duet pertama aku dan Mika yang terus merangkak naik ke belantika musik Indonesia. Hal itu membuktikan tanpa adanya Lusy kita pun bisa bersaing di Belantika Musik Indonesia.