Idola Wanita menembakku
Aku adalah gadis polos yg selalu ceria
meski sering di-bully ...
ada rasa sakit sebenarnya
Aku hanya bisa menahan tangis
aku pikir yg namanya menikah itu akan menyelesaikan bullying dari orang orang
sehingga aku tak perduli lagi dgn aku suka atau tidak dgn lelaki itu yg penting menikah
mungkin karena usia mantap menikah juga
karena usiaku saat itu 25 tahun
suatu hari aku menerima telpon dari no. tak kukenal
" duh siapa sih yg telpon gak tau orang lagi sibuk"
sungutku sedikit kesal
" siapa?? kalo gak penting jgn telpon aku sibuk "
bentakku
" ini Aku Yasa!!!"
yasa?? Aku kerutan kening sambil mengingat ingat
seingatku aku gak punya temen yg namanya yasa
" Maaf aku tidak ingat dan tidak tau yg namanya Yasa"
" aku temennya Hadi !!!"
"Hadi..... yg namanya Hadi banyak yg mana ya?"
jawabku
"Hadi winata" sahutnya dari sebrang telpon
"owh Ya aku ingat sekarang"
"ada Apa " tanya ku lagi
"Aku mau kita berteman lebih dekat lagi"
"Haaaaaaaaa "
Aku Tercengang
aduh gak mungkin batinku
kami beda keyakinan yg pastinya kedua org tuaku pasti gak akan setuju
"Nissa .... Gimana, bolehkan??"
Aku tak berani mengiyakan
"Hmmmmm gimana Ya Aku belum berani Yas"
"Aku tau kenapa Kamu Ragu Sama Aku"
yasa menebak pikiranku
"Kamu gak mau Karena kita Beda keyakinan kan??
katanya membuatku merasa tidak nyaman
" Hehehe Ya Yas" kekehku
"Tenang Aja Nis, gak perlu Khawatir dgn semua itu karena Aku yg akan berpindah keyakinan Agak kita bisa bersama"
Deg.... jantungku seolah Tersentak dgn kata Yasa yg terus meyakinkan kan Aku
"Tapi Tentunya Akan banyak yg tak setuju Dari keluarga besarmu tentunya ."kataku
tuk mempertahankan diri Agar yasa Tak melanjutkan keinginannya
Demi Tuhan Aku berjanji Apapun itu Aku Akan Berpindah keyakinan" Katanya terus memaksa meyakinkan Aku.
"Tunggu Aku Pulang Dari Surabaya Ya" katanya
Aku Akan kerumahmu
'Ya Yas" Aku menjawabnya dgn perasaan Hati Tak menentu.... dag dig dug bertalu talu ....
"Maaf Aku tutup telpon dulu aku sibuk banget
lain waktu aja kita telponan lagi" dgn segera menyudahi pembicaraan yg membuat Aku semakin tak menentu
" Ya Allah ."... inikah jawaban do'a do'a ku
Tapi masakah dgn org yg berbeda keyakinan begini
Tapi katanya sih mau pindah keyakinan
gak Apalah lihat saja nanti Apa Dia berani mengambil keputusan sebesar itu yg Akan membuat keluarga besarnya tentunya akan menentangnya dgn Hebat....
Aku terbayang Wajah yasa yg memang cukup nenawan.dan digilai banyak wanita di kompleksnya.
Dan sungguh malam ini aku masih belum percaya
kalau yasa mengajak Aku untuk kenal lebih dekat lagi
sementara aku Harus menunggunya 18 bulan lagi baru bisa bertemu dengannya dari surabaya tuk menyelesaikan kuliahnya.
Yasa... kenapa Harus Aku yg kau pilih
Yg jelas usiaku lebih tua darimu 3 Tahun
Aku mengusap mukaku dgn kasar
merasa tak yakin sekaligus bahagia
Tapi itu masih lama
"menapa yasa Harus buru buru mengatakannya??"
gumamku penasaran juga sih.
"Apa Aku sanggup menunggunya sampai 18 bulan itu dgn tentunya Aku Akan merindukannya nanti
Aku jadi takut.... " gumamku dgn lirih.
Mendadak Aku ingat Hadi Winata
kuraih poncelku
Aku mencari kontak Hadi yg nyatanya aku lupa menyimpannya di kontak
hhuuuuhhh dengusku sedikit kesal.....
"menikah......Apa Ya Aku Akan menikah dgnnya?"
"Ah sudahlah Aku pingin Fokus ke designku dulu"
jadi buyarkan ....
"Kapan selesainya kalau begini?!!"
sungutku menggerutu.
pikiranku tetap saja tidak Fokus
tetap tenang terngiang tentang kejadian tadi
bukan jatuh cinta tapi tepatnya tidak menyangka
saja.
kurebahkan tubuhku di kasur agar aku cepat terlelap tetap saja tak bisa.
Akhirnya Aku putuskan tuk berwudhu dan mencoba istikharah kuserahkan semuanya pada yg Maha kuasa.
pagi ini pikiranku melayang mehirup Aroma bunga melati di taman halaman rumah seolah aku melayang ke suatu tempat yg membuat aku merasa berjumpa dengan Budi yasa
imajiku mulai menjalar keruang dimensi membuat aku tersenyum sendiri
keinginan untuk menikah itu semangkin kuat
padahal ada sosok lain yg aku cintai selama ini seolah tak kuingat lagi.
sekali lagi bukan cinta yg kukejar tapi Aku hanya ingin Allah Rido Atas Apa yg Aku inginkan saat ini
Bukan cuma Rido Allah tapi orang Tuaku.
Ayahku yg sudah pasti Akan mewanti wanti perkara pernikahan ini dengan sangat akan menentangnya
ibu yg tentunya juga Akan menangis bila melihatku harus menikah dgn mu'alaf yg belum tentu akan bisa membimbing ku .
dan pastinya Aku yg akan mengajarkannya banyak hal.
Abangku yg akan mempertanyakan bagaimana Aku bisa mempertanggung jawabkan Rumah Tangga dengan makmum yg harus membimbing limam.
sementara Abang tau aku juga minim ilmu Agama
saudara Perempuanku juga yg pastinya akan menentang dengan Alasan yg pastinya membuatku tak kan bisa berkutik lagi.
pikiranku tambah kalut
Tadinya Aku berharap bisa tenang duduk di taman ternyata lagi lagi soal pernikahan buatku jadi tambah kacau.
kuraih ponselku tiba tiba ada panggilan dari Selly
luangkan telponnya
langsung menyapanya dengan wajah sumringah ku
"Assalamualaikum, Hay selly"
" Hay" terdengar suara Selly gak kalah girangnya
"Aku mau kerumahmu sekarang ada yg pengen Aku ciratakan" kataku penuh semangat.
" okay Aku tunggu ya!!" serunya tak kalah ceria dan bahagia.
mungkin karena sudah lama tak jumpa sehingga membuat kami jadi benar benar merasa kangen.
kuketuk pintu gerbang nya ternyata Selly sudah menunggu di teras rumahnya.
"Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh"
memberi salam .
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
Selly menyambut hangat jabatan tangan tak lupa cupika cupiki.
"Gimana Nis Apa kamu sudah menemukan seseorang yang akan menikahinya
kamu yakin kamu bisa membina Rumah Tangga Tanpa Rasa Cinta " tanya Selly
yg Selly sendiri tau tentang keinginanku selama ini.
"yakin kamu Akan melupakan Herry dengan cara seperti ini" memborong pertanyaan
" Apa kamu yakin akan bahagia nantinya"
" Niss... aku ini sahabatmu . Aku tau bagaimana kamu selama ini .
"jgn termakan hanya karena bullian orang orang itu
kemudian kamu mengorbankan dirimu untuk menikah tanpa kamu tau bagaimana sifat dan tingkah laku laki laki yang Akan menikahimu"
Selly menasehati panjang lebar.
"Lalu Apa kata Hadi tentang Temannya itu,?"
" Aku belum ketemu Hadi sel" jawabku.
" Aku juga Gak punya No. Hadi sel"
"Apa Kamu punya No.nya Hadi?" Tanganku pada Selly.
"Ada kok"
" Nih Aku kasih"
simpan Ya
langsung telpon deh biar kamu Faham sedikit karakternya si Yasa" celoteh Selly dengan sedikit tekanan seolah olah Selly Tak setuju dengan keputusanku untuk dicarikan jodoh lewat sahabat kami.
" Ya sell , sabar dulu.
aku juga penasaran sama Yasa itu, kok Dia mengiyakan saja keinginan Temannya untuk dijodohkan dengan Aku." jawabku
"okay deh sell, Aku pulang dulu kapan kapan aku kesini lagi Aku telponnya nanti saja dirumah biar gak tegang gini "
" By sell"
"Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh"berpamitan.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi wabarakatuh"
Episode 2
Menelpon Hadi Winata
sesampai dirumah Aku kembali sibuk dengan pikiranku yg terus Saja membuatku jadi gelisah
karena gak tau mau bicara apa pada Ayah dan Ibu
begitu juga dengan ke empat saudara dan saudariku
kupencet No. yg tadi kusimpan
Aku sedikit Ragu bertanya pada Hadi Winata prihal Yasa. Tapi aku Harus Tau banyak Hal tentang sahabatnya itu Agar Aku mengerti sedikit bagaimana kepribadiannya.
"Hay Nissa" sapa Hadi dlm telpon
membuyarkan lamunan ku.
"Hay Di" Balasku.
"Apa kabar " Hadi berbasa-basi Agar obrolan ini tak terlalu formal.
" Alhamdulillah Baik Di. kamu sendiri gimana Di
kapan undangannya jalan " mencoba tuk cairkan suasana canggung yg Aku rasakan.
" Belum, masih lama .Mungkin 1 Tahun lagi"
"Bagaimana soal yasa Apa Dia sudah menghubungimu ?" Tanyanya.
"Aaaaku.... Ya Sudah, yasa sudah menghubungiku.' jawabku gugup.
"Santai Aja Nis ,gak usah gugup begitu.Hahaha"
suara tawanya pecah
karena selama ini Aku bawel dan gak pernah segugup itu.
"I Iya Di. Hehe..." kekehku malu
' Yasa itu orangnya baik kok Nis.
"Dia juga bersungguh sungguh pindah keyakinan
karena itu keinginannnya sejak kecil
Tapi tentunya orang tua dan keluarga besarnya menentangnya.
sebab memang Rata Rata keluarganya pendeta"
Hadi melanjutkan penjelasannya.
"Soal Ditentang sekarang Itu Katanya Yasa Akan tetap memilih untuk pindah keyakinan walaupun keluarga nya Nanti Akan menentangnya."
" Tapi Di, aku yg gak yakin
soal kelurga besarku Di .Mereka pastinya Akan menentang pernikahanku dengan Yasa
mungkin kalau Yasa Mualafnya sudah lama dan sudah Faham bagaimana Ajaran Islam sebenarnya
baru Aku akan mengantongi Restu keluarga Besarku."
" Entahlah Di , Aku jadi gak yakin begini.
Maafin Aku yang sudah memintamu tuk mencarikan aku jodoh untukku."
" jawabku penuh dgn kesedihan karena Akhirnya Aku memilih untuk mengurungkan keinginanku. Aku yakin Allah Akan mempertemukan Aku dgn jodohku dgn caranya sendiri" Aku tertunduk meneteskan Air mata karena tak bisa dibendung lagi.
sebab 2 Minggu lagi teman temanku pasti akan mem-bully aku lagi dihari pernikahan sahabat masa kecilku yg memang selalu saja membuatku merasa sakit setiap dia melontarkan kata kata dari mulut pedasnya.