Kenalkan namaku Santi Kristasari, aku seorang cewek yang tidak suka berteman dengan teman cewek. Karena bagiku cewek itu ribet dan bikin pusing. Makanya aku suka berteman dengan cowok. Setelah lulus SMA aku tidak ingin langsung melanjutkan kuliah, namun aku ingin mencari sesuatu yang belum pernah aku rasakan, aku ikut kerja di tempat ayah sebagai honorer di kantor pemerintahan.
Disinilah awal dari karirku. Aku termasuk karyawan wanita dengan usia paling muda di sana. Semua teman didivisi itu usianya jauh diatasku, mereka seusia dengan kakakku. Menjadi cewek paling kecil sering mendapatkan perhatian lebih dari teman-teman disana. Didivisi itu ada banyak karyawan honorer, 3 cewek dan 5 cowok.
Kami sering menghabiskan waktu bareng saat diluar jam kantor.
Hingga suatu hari ada tes CPNS, kami diharuskan mengikuti tes tersebut.
Mungkin karena belum beruntung sehingga Ku dan teman-teman satu divisi belum lolos.
Keesokan harinya aku dapat kabar dari adikku bahwa dia bersama temannya akan mengikuti tes masuk di suatu Akademi Negri yang tak jauh dari tempat tinggalku. Entah kenapa tiba-tiba aku tertarik dan ikut pergi bersama adikku, daftar ke sana. Aku ambil ijin 1 hari tidak masuk kantor.
Waktu itu pendaftaran belum ada sistem online sehingga semua harus di lakukan melalui offline atau face to face.
Setelah mendapatkan nomor ujian kami pulang. Dua hari lagi ujian dilaksanakan. Aku tidak belajar tetapi berjalan-jalan mendengarkan orang-orang yang menghafal. Ujian terlaksana dengan lancar.
Tiba saat yang ditunggu, lagi-lagi kami harus ngantri berdesakan dengan peserta ujian lainnya untuk melihat papan pengumuman.
Jumlah peserta tes di jurusan yang aku pilih ada sekitar 800 orang, peserta yang diambil hanya 100 untuk kelas reguler dan 100 untuk kelas extention.
Dengan seksama aku melihat satu persatu nama yang terpampang di sana.
Mataku terhenti pada urutan nomor sembilan Ada namaku tercantum dipapan pengumuman itu.
Alhamdulillah, riang tiada terkira. Adikku dan temannya tidak keterima.
Singkat cerita aku tukar posisi dengan adikku. Aku melanjutkan sekolah, sedangkan adikku menggantikanku bekerja dikantor pemerintahan itu sebagai tenaga honorer.
Selang satu tahun bergabung di sana, ada tes lagi untuk CPNS dan semua karyawan honorer di situ diwajibkan ikut tidak terkecuali adikku. Alhamdulillah adikku lolos tes tesebut, syukur tiada terkira yang kami rasakan saat itu. Karena satu minggu lagi adikku ikut pelantikan.
Tiga tahun kemudian aku lulus dari sekolah D3 ku.
aku melamar di perusahaan makanan yang ada di kotaku.
Setelah melalui beberapa macam tes aku di terima. Tes yang cukup aneh menurutku sangat tidak familiar, karena aku langsung diuji dengan beberapa jenis produk, tugasku disitu adalah mendiskripsikan dari citarasa, aroma, dan tekstur.
Tes pertama aku lalui dengan lancar. Aku bisa mendiskripsikan rasa dan aroma dengan tepat
Masing-masing ada 10 soal yang terdiri dari makanan dan minuman. Alhamdulillah indera penciuman dan pengecapku berfungsi dengan sangat baik. Hingga aku bisa menjawab semua soal dengan benar.
Selanjutnya tes tahap kedua, aku harus menentukan tingkat rasa dari yang lemah ke rasa yang paling kuat. Aku lulus tes kedua.
Tes ke tiga semakin kompleks karena aku aku menilai prosentase suatu bahan atau ingredien penyusun dari produk tersebut. Aku harus memprosentase setiap ingredien penyusun yang aku temukan melalui indera pengecapku.
Saat itu aku bekerja dengan sungguh-sungguh, butuh konsentrasi penuh untuk menentukan prosentase ingredient. Dan Alhamdulillah aku lolos lagi. Akhirnya aku di uji lagi, ini ujian terakhir.. Disana disiapkan beberapa bahan makanan yang aku harus menciptakan suatu makanan dengan bahan yang tersedia. Seperti acara master cheft ya.
Ada beberapa rempah-rempah seperti kencur, ketumbar, jinten, daun jeruk, kemiri, bawang putih, garam. Dan beberapa jenis tepung, kacang-kacangan, pisang, margarin, minyak goreng, telur, santan, serta bubuk
agar-agar. Yang ada difikiranku saat itu adalah membuat Rempeyek kacang.
Ternyata makanan yang aku buat termasuk dalam daftar chalenger. Seorang wanita dengan anggun menghampiriku dan mulai menginterview alasan kenapa aku membuat produk tersebut, dan aku diminta untuk mempresentasikan hasil karyaku beserta fungsi dari bahan-yang telah aku gunakan.
Wanita itu terkagum kagum dengan kemampuanku menciptakan serta mendiskripsikan sesuatu secara detail dan jelas.
Ternyata Beliau adalah Manager Divisi R&D
Aku langsung di terima di bagian Riset n Development. Jabatanku saat itu sebagai formulator. Job Desk ku adalah mencari, mengevaluasi suatu bahan dan menemukan sesuatu produk baru yang menarik di pasaran.
Selain itu aku juga diikutkan dalam sekelompok team panelis yang khusus mengevaluasi sebelum produk di release. Dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur.
Begitulah rutinitasku setiap hari. Tak terasa tiba hari saat aku menerima gaji pertamaku. Kembali aku harus bersyukur karena gaji yang aku peroleh lebih besar daripada gajiku pada saat menjadi honorer.
Satu tahun kemudian aku diangkat sebagai karyawan tetap dan naik grade menjadi pengawas, pada Divisi yang sama. Nominal Gajiku semakin tahun semakin naik seiring penilaian dari lintas divisi yang menyatakan bahwa kinerjaku yang Bagus.
Aku selalu bersemangat dalam menjalani hari-hariku, dan tidak lupa untuk selalu berdoa. Karena Doa adalah penopang kuat spirit dalam diri kita.
Sejak saat aku merasa tidak lolos ujian CPNS, sejak aku merasa adikku tidak diterima Diploma 3, sejak aku tahu adikku lolos tes PNS dan aku diterima kerja di Perusahaan Makanan ternama di Kotaku, sejak saat itu aku merasakan betapa indah rencana Sang Pencipta untukku. Alhamdulillah.
Demikian kisahku, semoga bermanfaat buat teman-teman semua.
********❤🧁❤🧁🍦***********