Kayla seorang gadis bersekolah menengah ke atas kini beranjak remaja. Orang tuanya bercerai karena masalah keluarga, orang tua Kayla tidak mau merawat Kayla sehingga Kayla hidup sendiri sebatang kara.
Di sekolah Kayla sedang berjalan-jalan santai namun, terhenti seorang gadis berjumlah tiga orang menghalangi jalan Kayla.
"He anak broken home sini ikut gue." Mereka menarik tangan Kayla sangat keras, Kayla hanya pasrah dengan tangan yang sedari tadi menahan rasa sakit.
Mereka membawa Kayla ke taman, taman di situ biasanya sepi sehingga mereka bisa puas menyiksa Kayla. Ya Kayla setiap hari di bully terus-terusan, mereka menghempaskan tubuh Kayla hingga Kayla jatuh.
"Hehehe ayo guys kita mulai, pasti ini menyenangkan." Ajak salah satu temannya.
"Ayo." Mereka tersenyum miring membuat Kayla ketakutan luar biasa.
"Ampun Lutvi, Riska, Rania." Ucap Kayla seraya memohon.
"Enggak ada ampunan untukmu." Mereka bertiga menghampiri Kayla yang ketakutan.
Lutvi menjambak rambut Kayla sangat keras, Lala memukul Kayla dengan tangan nya, Riska menginjak tangan Kayla dengan sepatunya sementara Kayla hanya bisa menangis tak melawan mereka. Mereka terus menyiksa Kayla tanpa henti sampai bel berbunyi.
Tring Tring Tring 🔔
Bel berbunyi menandakan segera masuk ke kelas, Geng gadis itu meninggalkan Kayla yang berantakan dan banyak luka-luka di tubuhnya akibat ulah mereka. Kayla berusaha bangkit pelan-pelan dan menuju ke kelas nya.
*****
Di kelas Kayla di tertawaan kan oleh teman-teman kelasnya karena berantakan, akibat di bully tadi bahkan guru pun menertawakan Kayla sungguh tak mempunyai hati.
"Kamu telat 5 menit keluar kamu dari kelas ini!" Bentak guru di situ.
"Huuuu sana dasar anak broken home jijik gue." Ejek para siswa.
"Apa salah aku sama kalian?" Batin Kayla berlalu pergi dengan air mata terus mengalir.
*****
Di atap sekolah tempat biasa Kayla jika merasa sedih, dia mengungkapkan perasaan sedihnya itu di atap sekolah. Sangat sakit, sakit luar biasa di hati Kayla bahkan dia berulang kali untuk percobaan bunuh diri tapi gagal.
"Hiks...Hiks...Hiks..." Kayla menangis tersedu-sedu.
"Apa s-salah ku ya tuhan aku ingin bahagia, tidak puas kah engkau membuat aku menderita hiks...!?" Teriak Kayla.
"Ayah, aku merindukanmu yang selalu menyiksa diriku, pukulan mu, tamparan keras m-mu Hiks...Hiks...Hiks..."
"Ibu, aku j-juga merindukanmu Bu yang selalu membentakku, tamparan mu dengan tangan mu, memukulku dengan kayu di punggung ku."
Kayla meluapkan rasa sedihnya di atap sekolah sungguh hancur hati kecilnya. Apa salahnya? jika dia ingin merasakan bahagia!.
"Apa arti keluarga? Aku ingin merasakan sekali saja bisakah?" Ucap Kayla masih menangis.
"Aku iri di luar sana yang selalu bahagia, tanpa beban sementara aku..." Kayla tersenyum bergetar.
"Haaah sudahlah tidak ada gunanya aku menangis enggak jelas." Kayla menatap langit biru, memejamkan mata indahnya, untuk menenangkan diri.
Kayla lama-lama mulai merasa tenang dia akhirnya membuka matanya dan menatap kosong.
"Aku harus ubah sikapku dan aku akan belajar bela diri, aku harus bisa harus!!" Semangat Kayla.
*****
Tring Tring Tring 🔔
Hari ini pulang begitu cepat semua guru sedang rapat jadi semua siswa boleh pulang, semua siswa berlari sangking senangnya. Kini Kayla tidak langsung pulang dia pergi ke suatu tempat untuk belajar bela diri.
"Aku harus bisa bela diri agar aku bisa melawan yang bully aku!" Kata Kayla.
Tanpa Kayla sadari seorang pria misterius mendengar ucapan Kayla. Pria itu menghampiri Kayla lalu berkata.
"Apakah kamu ingin bisa bela diri?" Tanya pria berusia 27 tahun itu.
"I-iya om emang kenapa om?" Tanya balik Kayla.
Pria itu tersenyum tipis dan mulai berbicara. "Kalau begitu ikut saya."
"Kemana om?"
"Enggak usah banyak tanya ayo ikut aku." Pria itu menarik tangan Kayla.
*****
"Kita sampai..." Ucap Pria.
Kayla menatap heran tempat di sini, bagaimana enggak heran tempat ini berada di luar kota bahkan sangat misterius.
"Kita ngapain di sini?" Tanya lagi Kayla.
"Katanya mau belajar bela diri ayo." Pria itu masuk ke rumah seram, Kayla hanya mengikuti walau ada perasaan takut tapi dia berusaha untuk berani.
Mereka masuk, ternyata di dalam rumah seram ini di dalam nya sangat bagus nan mewah cuma penampilan luarnya aja yang jelek dan seram. Kayla terkagum-kagum melihat isi rumah ini.
"Waah bagus banget..." Ucap Kayla.
"Hahaha bisa saja baik perkenalkan namaku Brian." Brian tersenyum tipis terkesan tampan.
"Baik om Brian." Ucap Kayla cengengesan.
*****
Sudah dua hari Kayla belajar bela diri dengan Brian. Sampai-sampai Brian mempelajari Kayla senjata, kini Kayla sudah telaten dan semakin kuat. Kayla menganggap Brian sebagai abangnya begitu sebaliknya.
Hari ini di mana Kayla mulai bersekolah setelah minta izin untuk libur dua hari. Kayla berjalan santai dengan tatapan dingin semua siswa menatap nya terheran-heran sekaligus takut.
"Kok si anak broken home sekarang berubah setelah dua hari ini dia izin untuk tidak masuk?" Tanya siswa pada temannya.
"Gue enggak tahu." Ujar siswa.
"Eh iya ya bahkan penampilan nya sekarang berubah menjadi anak tomboy."
Segerombolan geng anak gadis datang siapa lagi kalau bukan Lutvi, Riska, Rania. Semua satu sekolah langsung menunduk karena mereka lah berkuasa. Geng itu menghadang jalan Kayla, Kayla langsung pakai muka takut.
"M-mau apa kau?"
"Hahaha enggak berubah sama sekali sikapnya masih lemah cuma penampilan luarnya saja." Smrik Rania.
"Eh bentar-bentar kok wajah Lo semakin cerah enggak bisa di biarin nih." Saat Riska Mau menampar Kayla dengan cepat Kayla menangkis tangan Riska.
"Berani-beraninya Lo pegang tangan cantik gue!!." Bentak Riska.
"Terserah gue dong." Smrik Kayla.
"Lo ya." Rania mau menendang Kayla, dengan kemampuan penglihatan seperti elang, Kayla langsung menghempaskan tangan Riska, Kayla langsung menangkap kaki Rania lalu mendorongnya sampai jatuh.
"AW dasar ya Lo!"
"Apa hmm? " Ucap Kayla menatap Rania tajam.
"Gimana enak rasanya? Sekarang giliran gue yang nyiksa kalian pada hahaha." Kayla tertawa iblis membuat satu sekolah merinding.
Kayla mendekati geng gadis tersebut dengan pisau yang ia bawa sedari tadi. Berjalan pelan-pelan geng gadis itu gemetar hebat. Tanpa basa-basi Kayla langsung menancapkan perut Lutvi, Riska dan Rania.
"AAAAAAA." Jerit mereka bertiga kesakitan.
Kayla terus menusuk-nusuk tubuh mereka saat Lutvi mau menendang Kayla langsung melempar pisau kedua di kaki Lutvi dengan tepat.
"AAAAAAA." Jerit Lutvi.
"Hahaha gimana enak?" Tanya Kayla tersenyum sinis.
Lalu memukulnya, merobek mulut mereka, memotong nya kecil-kecil, menjambak nya. Darah segar langsung mengalir di hadapan para siswa, siswa di sana syok akan apa yang terjadi. Dan pada akhirnya geng pembully itu mati mengenaskan.
"Haduh baju gue kotor kan!" Kesal Kayla.
Kayla menelepon. "Mafioso ke sini di sekolah gue ambil Mayat sampah ini, terserah Lo mau buang kemana mau di danau, sungai atau apalah gue enggak peduli!! Gue tunggu dalam limat menit!!." Ucap Kayla panjang lebar.
Masih di tempat yang sama semua siswa di sana betapa syok nya mereka. Kayla menatap mereka setajam pisau membuat siswa-siswi menundukkan kepalanya.
"Hahaha balas dendam gue terbalaskan sekarang giliran kalian." Ucap Kayla seraya tersenyum simpul namun menyeramkan.
"Ampunin kita Kayla kami tahu kami salah ampun hiks...hiks...hiks..." Ucap mereka memohon dengan air mata buaya.
"Hahaha kalian pikir mudah untuk membohongi gue dengan tangisan buaya itu, enggak ada permohonan hahaha." Kayla tertawa lalu menghampiri mereka dan jleb.
Tamat...