Di sebuah sekolah SMA ternama Ada seorang gadis yang sangat cantik sehingga semua laki-laki menginginkan bersamanya namun karna ia cantik dan kaya ia menjadi gadis yang sombong.
Disisi lain ada laki-laki yang tampan dan juga kaya namun ia tak terlalu menyombongkan diri
Gadis itu bernama vani Gadis yang cantik namun memiliki sifat yang sombong, dan Vino nama laki-laki yang sederhana
sampai suatu malam Vano disaat keluar rumah menaiki motornya ia melihat seorang gadis yang sedang ditarik-tarik oleh para laki-laki brandalan
"Lepas lepaskan aku " Ucapan vani yang meronta-tonta
"Tidak nona, kau sangat cantik biarkan kami menikmati mu malam ini saja " wajah salah satu brandalan itu
"Tidak ku mohon lepaskan aku, atau aku akan menelpin pacarku " Ancam vani
.
"Ouh silahkan saja nona jika ingin menelpon pacar mu, biar sekalian kaki habisin " Jawab brandalan itu lagi
Blukkk
blakkk
"Akhhhhh!, Cepat serang dia" tegas brandalan yang baru saja mendapatkan pukulan di punggungnya
"Vani kau larilah sembunyi " Tegas vino yang sedang melawan para brandalan itu
Vino melawan semua brandalan itu dengan tangan kosong namun tak membutuhkan waktu lama semua brandalan itu dikalahkan olh Vano
"Akhhhh sial dasar brensek, Ayo cepat lari " Ujar salah satu brandalan itu yang memegangi perutnya yang sakit
*Berjalan sempoyongan
"Vani kau tidak apa-apa? " Tanya Vano kepada Vani yang berdiri didekat motornya
"Tidak aku baik-baik saja " jawab Vani "Vano kau terluka bagaimana kalau kita kerumah sakit sekarang?
" Tidak van, aku antar kamu pulang ya? "Ujar Vano yang menawarkan untuk mengantar Vani pulang
" Sudahlah vano, tak perlu aku bisa pulang sendiri , lagian aku tak sudi baik motor denganmu bisa-bisa aku masuk angin"jawab Vani yang menolak diantar pulang olh vano
Seketika hati Vani merasa sesak Ketika mendengar ucapan Vani barusan
"Sayang jemput aku ya dijalan xxxx" ujar Vani yang berbicara dgn orang didalam panggilannya
vano hanya diam di tempat ia merasa tak dihargai sama sekali dari dlu sampai sekarang Vani tak pernah menganggap vino meski vano sangat sering membantunya
"Vino ngapain kau masih disini sana pulang, bentar lagi Riki menjemputku " Ketus Vani yang secara lisan mengusir vano agar pergi
"Tidak Vani aku akan disini menemani mu sampai riki datang " jawab vano yang berniat menjaga Vani karna takut para brandalan itu balik lagi
"Ya sudah, terserah kau saja, sana jangan dekat-dekat ntar aku alergi lagi " Ucap Vani yang sekali lagi melukai hati vano
Vano hanya diam lalu melangkah lebih jauh dari Vani
"Vani asal kau tau aku masih mencintai walau kau tak pernah mencintaiku " Jawab Vino dlm hati
selang beberapa menit datang Lah Rendi dgn mobil mewah milik Riki yang dibelikan oleh Vani
"Loh kok kau yang datang, dimna riki? " ucap Vani yang binggung kenapa Rendi yang datang menjemputnya
"Riki ada urusan jadi ia tak bisa datang menjemputmu " jawab Rendi singkat yang berbohong, kalau sebenarnya Riki sedang bersama selingkuhan nya didalam kamar hotel
Vani pun masuk kedalam mobil tampan melihat vano yang sejak tdi berdiri menjaga Vani
"Hey kau kenapa diam saja anak bod*h, cepat sana pulang, mungkin ibu mu sedang nangis dirumah karna putranya yang polos blm pulang selarut ini " Ucap Rendi lalu tertawa, sama hal nya dgn Vani yang ikut mentertawakannya
Vano menghampiri mobil itu dan mencekik leher Rendi "Kau boleh menghinaku tapi tidak dgn ibuku" ujar Vano dgn kesal
"Akhhhh l-lepas-skan vano" ucap Rendi yang susah berbicara karna vano mencekik leher nya
"Vano lepaskan " Ujar Vani sedikit berteriak
"Apa apan kau Vano "
Vano pun melepaskan tangannya
"Sudah Rendi ayo jalan, jangan hiraukan dia lagi " ujar Vani yang mengajak Rendi pergi
Vani dgn Rendi pun pergi meninggalkan Vano sendirian
~Pov Riki~
Di sebuah kamar hotel Riki sedang berc*nta dgn selingkuhannya desah demi desahan keluar dari mulut mereka.
Setelah mereka lelah melakukan aksi mereka,
Merekapun mengakhirinya
"TERIMAKASIH sayang kau sangat nikmat " ucap Riki lalu mencium puncak kepala gadis itu
~pov Vani dgn rendi~
"Vani si Vano ngapain disana terus kenapa mulutnya berdarah? "tanya Rendi
" Vano tadi nyelametin aku dari brandalan yang menarik ku dgn paksa"jawab Vani
"Alah pasti itu suruhan Vano biar bisa jadi pahlawan dimata kamu " Ucap Rendi
"Ya mungkin saja " Jawab Vani [Tapi kenapa hati ku merasa tenang bila dekat dgn Vano,setiap kami dekat jantungku berdetak dgn kencang ]Batinnya
*****
keesokan harinya disekolah Vano malah dipukuli oleh Riki, Riki sengaja memukul Vano biar ia terlihat perduli dimata Vani
Blukk
blukk
Riki terbaring dilantai dgn mulut yang berdarah , ia sengaja mengalah biar mendapatkan perhatian dari Vani
Vano menindih Riki dan menggenggam kerah baru Riki "Gunanya pacar itu dijaga bukan hanya dimanfaatkan saja" ucap Vano pada Riki
"VANO! " Plaak Satu tamparan mendarat di pipi Vano membuatnya terduduk disebelah Riki
"Apa yang kau lakukan Vano, kenapa kau memukul Riki " ucap Vani dgn nada suara marah
"Ayo sayang" Vani membantu Riki berdiri lalu membawanya keUKS "Kenapa kau bertengkar dgn vano?
" Vano yang memulainya ia memukulliku tampa alasan
"jawab Riki
" baiklah biarkan aku yang urus itu nanti"ucap Vani lalu memeluk Riki
****
"Vano jangan pernah kau menyakiti Riki lagi dan ingat jangan pernah mendekatiku lagi, karna sampai kapanpun aku tidak akan pernah membalas cintamu" Ucap Vani lalu pergi meninggalkan Vano