Seorang wanita dengan tubuh penuh luka dan memar sedang terbaring lemah di lantai semen yang berbau pesing. Beberapa anak laki-laki serta 2 orang wanita cantik lainnya sedang mengerumuni di sekeliling tubuhnya yang gempal dengan tawa menghina.
Wanita lemah itu menggenggam tangan nya dengan erat hingga tangannya berdarah akibat tusukan dari kuku jarinya sendiri. Terlihat jelas kemarahan di wajahnya yang semakin jelek setelah di buat memar oleh sekumpulan anak remaja itu.
"Dasar babi jelek! Lo itu nggak sadar diri atau emang bego sih?" kata seorang wanita sambil menendang kepala sang wanita lemah "Mana mungkin Fadli mau sama babi jelek kayak Lo! Yang ada dia malah jijik kalo Lo deketin katak gitu, dasar bego!" kasarnya lagi kali ini menendang perut gembul sang wanita hingga seluruh tubuhnya bergoyang
"Uuaagghhh..." Ringis wanita itu semakin terlihat marah
"Ngapain Lo liat kita kayak gitu? Mau marah?" kata wanita satunya menjambak rambut sang wanita lemah hingga terdongak paksa
"Aakkhhh..." Teriak si wanita lemah saat batang lehernya di pukul si wanita jahat
"Woii! Katanya kalian mau main-main, Nih sekarang udah kita bawain buat kalian..." kata wanita satunya yang berdiri dengan tangan di dada pada beberapa laki-laki di dekatnya
"Lo gila apa? Walaupun kita laki-laki bajingan, tapi kita-kita nggak sekotor itu hingga babi jelek kayak dia juga dimangsa!!" Kesal seorang laki-laki karena wanita yang di janjikan oleh kedua wanita jahat benar-benar di luar ekspektasi mereka
"Yah! Mending kita main-main sama kalian..." Kata cowok lainnya segera mengisyaratkan agar mereka segera pergi dari tempat itu
Setelah mereka puas dengan penyiksaan yang diterima si wanita jelek seperti babi itu. Mereka pun segera pergi dari tempat itu dengan tawa puas serta meremehkan wanita gemuk yang masih mengerang kesakitan di bangunan tua ini.
***
Namanya Arina, Yang sekarang terbaring tidak sadarkan diri di salah satu kamar rumah sakit. Wajahnya yang memang sudah besar dan gembul, sekarang malah lebih bertambah bengkak akibat memar di wajahnya yang parah. Dan laki-laki tampan yang sedang duduk di samping tempat tidur sambil memegang tangannya ini adalah Fadli.
Laki-laki yang membuat Arina menjadi seperti itu, Fadli adalah teman masa kecil sekaligus suami dari Arina saat ini. Mereka berdua memang masih kuliah, tapi pernikahan keduanya sudah terjalin selama 4 tahun. Lebih tepatnya mereka menikah waktu masih duduk di bangku SMA kelas 3.
Pernikahan keduanya dirahasiakan seperti yang diinginkan oleh Arina, yang tidak ingin teman-teman kampusnya tahu jika dia telah menikah dengan laki-laki yang telah menjadi idola wanita satu kampus saat masih semester pertama mereka kuliah.
Fadli yang seorang laki-laki tampan dan cerdas memang patut menjadi idola wanita satu kampus. Maka dari itu Arina yang sadar diri jika dirinya yang gembul dan jelek, mana mungkin ada yang percaya jika dia mengatakan jika Fadli adalah suaminya.
Sebenarnya Arina waktu masih SMA tidak segendut itu, karena dulunya Arina juga merupakan bunga mawar di SMA nya. Tapi setelah menikah dengan Fadli, ia berubah menjadi seperti sekarang. Dan itu semua karena Fadli yang tidak suka jika istrinya itu di lirik oleh laki-laki lain.
Selain tubuhnya yang bertambah gemuk, Arina juga memiliki wajah yang jerawatan akibat keisengan Fadli yang sengaja menukar kosmetik Arina dengan yang membuatnya alergi. Tapi walaupun Arina berubah 180° dari dirinya yang dulu, Fadli tetap mencintainya.
"Siapa disini Suami dari ibu Arina?" Tanya dokter dengan wajah sayu di tengah-tengah keluarga Arina yang sedang menangis sedih memenuhi kamar pasien
"Saya Dok! Bagaimana keadaan istri saya Dok? Kapan istri saya akan sadar Dok?" Tanya Fadli segera mencengkram kerah baju dokter yang memeriksa Arina
"Tenang dulu pak! Saya harap keluarga bisa menerima kabar ini dengan lapang dada..." Cengkraman Fadli di kerah baju dokter semakin kencang sehingga Fadli dan dokter di pisahkan oleh ayah dan ayah mertuanya
"Memangnya separah apa keadaan anak saya saat ini dok?" tanya ibu Arina dengan wajah sembab akibat tangis pilu seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya
"Saya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi pasien saat ini, Selain luka dan memar di tubuh sepertinya pasien juga mengalami tekanan mental yang membuatnya menolak untuk sadar... Dan dengan berat hati saya juga ingin mengabarkan jika janin ibu Arina tidak bisa diselamatkan karena benturan keras di perutnya..."
Belum selesai dokter mengatakan keadaan Arina saat ini, ibu dan ibu mertuanya pingsan tidak sadarkan diri, Bahkan ayah dan ayah mertuanya juga terduduk lemas tidak berdaya di samping Fadli yang berdiri mematung.
Ruangan kamar yang awalnya di penuhi tangis kini berubah menjadi penuh dengan teriakan histeris para keluarga. Fadli yang tidak bisa mencerna penjelasan dokter terlihat linglung sesaat sebelum bergegas keluar dari kamar dengan kemarahan yang membuncah.
Anak yang telah lama dinantinya, kini meninggalkannya dengan keadaan tragis yang benar-benar membuatnya hilang akal.
"Tangkap mereka semua yang terlibat!" kata Fadli dingin memerintahkan asistennya untuk menangkap semua pelaku yang pernah terlibat dalam pembullyan istrinya
"Baik tuan muda!" asisten nya segera bergegas mengumpulkan para gengster yang di pimpin oleh nya untuk segera bergerak menangkap semua pelaku.
***
Di bangunan yang sama, tempat dimana Arina di temukan dengan keadaan mengenaskan. Mereka yang menyiksa Arina pada hari itu di ikat menggantung terbalik tanpa sehelai benangpun yang menempel ditubuh mereka.
Wajah-wajah kaget mereka semua terpampang jelas walaupun wajah mereka juga sudah penuh memar dan luka, saat Fadli melangkah penuh amarah ke arah mereka semua.
"Kalian... Dor...dor...dor...dorrr...." Empat peluru pistol di tembakkan Fadli dengan penuh kemarahan ke tulang kering kaki keempat pelaku laki-laki
Kedua wanita yang juga terikat berjejer dengan mereka berempat ikut berteriak histeris penuh ketakutan, melihat tatapan ingin membunuh Fadli yang mengerikan.
"Dorrrr..." Peluru terakhir di pistol yang di pegang Fadli mendarat tepat di jidat otak dari penyiksaan Arina
"Kalian semua akan ku bunuh satu-persatu dengan nyaman!" Kata Fadli menyerahkan pistolnya kepada sang asisten dan pergi berbalik setelah membunuh salah satu dari mereka ber enam
"Kabar baik tuan muda! Baru saja saya mendapat telpon dari bos besar... Katanya nyonya muda sempat menggerakkan beberapa jarinya!" kata sang asisten yang membuat wajah Fadli terlihat bahagia beberapa saat
"Sebagai hadiah untuk mereka atas perkembangan istriku... Biarkan mayat itu menggelantung sampai mereka semua pergi menyusulnya!" kata Fadli sebelum masuk ke mobil
"Baik tuan muda!"
Mereka berenam berada di gudang ini sudah 3 hari lamanya setelah di tangkap. Fadli sengaja memberikan kejutan besar seperti barusan kepada mereka, itu semua dia lakukan untuk membalas dendam atas nama istri dan almarhum bayi mereka berdua.
***
Wajah semua keluarga Arina terlihat bahagia setelah 6 bulan lamanya Arina menjalani perawatan untuk menyembuhkan dirinya di rumah sakit, akhirnya dinyatakan kembali pulih dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Tubuh dan wajah Arina juga telah pulih seperti wajahnya yang dulu sewaktu masih cantik.
Mawar yang dulu pernah rusak kini kembali memulihkan diri dengan tangkai yang baru. Serta arak yang semakin kokoh, Karena semenjak sadar dari koma nya Arina bertekad untuk balas dendam. Padahal, baru saja pagi tadi Fadli merayakan kepulangan sang istri dengan menghabisi pelaku terakhir.
Dan mungkin sekarang para bawahan nya sedang bersiap mengubur keenam mayat itu di satu lubang yang sama. Tubuh semua mayat yang telah lama terbunuh sempat di awetkan oleh Fadli, tapi seminggu yang lalu pengawetan itu di hentikan, hingga membuat beberapa mayat membusuk dengan cepat.
Arina juga masih belum tahu jika dia pernah kehilangan Buah cintanya dengan sang suami di kejadian ini. Dengan dirinya yang tidak tahu itupun, sudah membuatnya menjadi mawar yang paling beracun, lalu bagaimanakah jika dia tahu kebenaran semuanya?.
Selesai...