Memang benar-benar nasib, setelah Bu Lisa memberi kabar kepada suaminya. Ia mengajak putrinya, dan calon menantunya ke kantor majlis jamaat. Mendaftarkan mereka untuk di nikahkan segera.
Hanya dalam jangka waktu lima hari, pengurusan pendaftaran pernikahan selesai. Dan hari ini waktunya sudah tiba, tidak seperti halnya calon pengantin pada umumnya yang berbahagia menikah dengan pasangnya, Audrey memasang wajah terburuknya karena pernikahan ini karena sebuah keterpaksaan.
Para undangan sudah pada hadir memenuhi gereja untuk menyaksikan dua insan manusia yang akan mengikrarkan janji sucinya di depan Tuhan.
Audrey berjalan perlahan melewati para undangan, dengan di tuntun Ayahnya. Para undangan berdecak kagum dengan kecantikan yang dimiliki Audrey, termaksud Axel yang sudah berdiri di altar.
Axel menatap kagum paras cantik calon istrinya yang terlihat berbeda dengan sedikit polesan make up di wajahnya. Ia memakai gaun putih yang bagian bawahnya bermodel mermaid, sedangkan bagian lehernya bermodel sabrina yang memperlihatkan bahunya indahnya. Semua terlihat pas, dan terlihat begitu sempurna.
Audrey sudah berdiri di depan Altar, Axel mengulurkan tangan kananya untuk menyambut calon istrinya. Audrey meraih tangan Axel dan mencengkram erat telapak tangan calon suaminya dengan amarah yang tertahan.
Kini Audrey sudah berdiri di sisi Axel, ia tertunduk dengan wajah yang cemberut. Axel melirik calon istrinya sejenak, ia menahan tawanya melihat expresi Audrey yang terlihat menggemaskan.
Disini didepan orang tua, serta tamu yang menjadi saksi, Axel dan Audrey mengikrarkan janji suci mereka. Sekarang mereka sah menjadi sepasang suami istri.
Menyesal..
Itulah yang di rasakan Audrey, kesalahan fatalnya adalah membantu pria yang sangat menyebalkan itu.
" Diperbolehkan untuk kalian berciuman" ucap pendeta.
" Astaga.. " keluh Audrey dalam hatinya. Axel tersenyum meledek wanita yang sudah bersatus istrinya. Lalu ia mendekat, dan mendaratkan bibirnya diatas bibir istrinya.
" Bibirmu sangat manis sayang " bisik Axel menggoda.
" Dasar pria b******k, kau telah mencuri ciuman pertamaku " bisik Audrey dengan penakan.
" Oh itu ciuman pertamamu, pantas saja terasa manis "
Audrey mengangkat kakinya, dan menginjak kaki suaminya.
" Akh " Axel meringis kesakitan.
" Maaf sayang, aku tidak sengaja. Ayo sayang kita turun dari Altar, dan menyambut tamu undangan kita" ajak Audrey.
──────⊹⊱✫⊰⊹──────
Malam harinya...
Setelah membereskan dapur, Audrey memasuki kamarnya. Ia baru tersadar tempat tidur miliknya berukuran singel.
" Ya Tuhan " Audrey menghela nafasnya, dan ia duduk diatas tempat tidurnya. Axel yang baru keluar kamar mandi, ia menghampiri istrinya dengan membuka kaos yang menutupi tubuh atletisnya.
" Ka-kau mau apa? " Audrey menyilangkan tanganya menutupi tubuhnya. Melihat tingkah berlebihan istrinya, Axel tersenyum smirk.
" Meminta jatahku " ucap Axel dengan santai.
" Kau jangan macam-macam" ancam Audrey.
Tidak mengindahkan perkataan istrinya, Axel terus mendekat, memangkas jarak diantara mereka.
Audrey memundurkan dirinya, dan terburu-buru ia meraih selimutnya untuk menutup tubuhnya. Axel merangkak naik ke atas tempat tidur, mendekati istrinya sampai tidak ada jarak diatara mereka.
Deg.. Deg.. Deg..
Degup jantung Audrey berdetak dengan cepat, badannya mulai terasa panas saat Axel memiringkan wajahnya, dan mengecup daun telinga istrinya.
" Mari kita tidur sayang " bisik Axel, lalu ia merebahkan tubuhnya di samping istrinya, dan memejamkan matanya.
Audrey menggeram kesal, ia mencengkram selimut yang menutupi tubuhnya.
" Rasakan ini !!"Audrey menendang tubuh suaminya
" Brukkk " Axel terjatuh dari posisinya.
" Akh, sayang sakit " lirih Axel.
Bu Lisa yang sedang berjalan seketika berhenti, tanpa sengaja ia mendengar suara dari kamar putrinya.
" Astaga putriku "
Axel terduduk, ia mengurut punggungnya yang terasa sakit.
" Kau di bawah, aku diatas " perintah Audrey sambil mengambil bantal, dan melempar bantal itu ke wajah suaminya. Dan lagi-lagi Bu Lisa memasang wajah penuh dengan keterkejutannya.
" Tak menyangka putriku sangat liar di ranjang "
Bu Lisa menggelengkan kepalanya, dan segara ia berlalu dari sana karena ia tidak mau mendengar ucapan absurd putrinya.
" Ck, kau tega sekali " ucap Axel.
" Jangan macam-macam, dan jangan berisik "
──────⊹⊱✫⊰⊹──────
Tok.. Tok...
Suara ketukan pintu, tidak mengusik dua manusia yang masih terjaga dalam mimpinya. Tidak biasanya Audrey merasa nyaman seperti ini dalam tidurnya.
" Kenapa guling ini terasa padat "
Ia mengeratkan pelukannya, dan menghirup wangi maskulin yang mengusik hidungnya. Audrey membuka matanya sedikit, terlihat samar wajah pria yang berada di hadapannya.
" Ya Tuhan, kenapa ada dewa Yunani disini " puji Audrey sambil tersenyum. Masih dalam setengah sadar, ia meraba setiap lekukan tubuh suaminya sehingga membuat suaminya terbangun.
" Apa yang kau lakukan istriku? "
" Istri? " mata Audrey melebar sempurna, dan ia melihat tanganya sudah berada di perut kotak-kotak milik suaminya.
" APA YANG KAU LAKUKAN DI TEMPAT TIDURKU, PRIA MESUUUUMMM "
Bersambung