Namaku Dione, aku adalah tipe gadis cantik namun pemurung juga pendiam. Banyak temanku yang menjauhiku karena aku memang sulit diajak bercanda ria.
Aku memang bukan orang terkaya ataupun termiskin di sekolah namun aku memiliki otak yang cukup untuk bisa masuk di SMA ternama di negeri ku.
Aku berusaha mati-matian untuk menyembunyikan aura keberadaan ku supaya aku bisa tenang tanpa pusat perhatian dari orang orang di sekolah, dan terjauh dari hal yang paling tidak ku inginkan.
Namun naas, suatu hari aku tak sengaja melihat kakak kelasku yang bernama Freya memeluk seorang lelaki tua di depan club malam saat aku sedang perjalanan pulang dari supermarket terdekat.
Aku melihat kakak kelasku yang juga sedang melihatku dengan tatapan terkejut, lalu aku melanjutkan perjalanan kerumah tanpa menghiraukan tatapan kakak kelasku. Aku juga tak kepikiran lelaki tua yang dipeluk kakak kelasku itu 'sugar daddy' nya, karena setauku dia anak seorang pebisnis yang sukses.
Dan keesokan pagi setelah kejadian didepan club malam, sesampainya disekolah aku terkejut karena tiba-tiba tanganku ditarik menuju toilet sekolah.
Sesampainya ditoilet, seorang gadis yang memiliki rambut pendek berwarna cokelat langsung menyiramku dengan air bekas pel lantai. Sungguh bau yang menyengat.
“Dione Morrigan benar?” ucap gadis berambut pendek, aku menjawabnya dengan menganggukkan kepalaku. Aku masih mencerna apa yang terjadi.
“Kau jangan sekali kali membocorkan apa yang kau lihat semalam oke? atau aku tak segan menghancurkan mu di sini” daguku tertusuk kuku milik kakak kelas yang kulihat di depan club yang tak lain dan tak bukan adalah kak Freya.
Aku menatapnya tak suka, ingin kutampar tangannya yang berada di daguku tapi tidak bisa karena kedua tanganku dipegang erat oleh temannya. Sakit sekali.
“Oh? K-KAU BERANI MENATAPKU SEPERTI ITU HAH?” Aku takut sekaligus marah mendengarkan teriakannya yang dekat dengan telingaku.
PLAK
Pertama kalinya aku ditampar dengan orang yang bahkan tidak dekat denganku. Rambutku ditarik sampai sampai kulit kepalaku rasanya ingin lepas, aku ditampar berulang kali, disiram air toilet, kepalaku dimasukan dalam toilet duduk, dan juga kepalaku ditatapkan kedinding. Aku lupa bahwa yang kutatap tadi adalah pembully yang dikenal sadis dan tak kenal ampun disekolah.
Setelah kejadian itu, aku dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mengalami koma selama 3 hari.
Selama koma, aku mendapat mimpi aneh. di mimpiku aku melihat seorang perempuan yang mirip denganku selalu berkata, “Balas Dendam” berulangkali.
Setelah aku bangun dari koma, aku bertekad untuk membalaskan dendamku pada kakak kelasku itu.
Beberapa hari setelahnya, aku sudah masuk kembali kesekolah. Rencana untuk balas dendam sudah kupersiapkan matang-matang, dan mungkin untuk mencapai target yang ku tempuh untuk membalaskan dendamku memakan waktu beberapa bulan.
Pertama, aku mendekati penggosip terpengaruh dikelasku, mendapatkan kepercayaan darinya lalu kuberi topik yang menyangkut kakak kelasku Freya contohnya tentang kecantikan Freya. Setelah topik itu meledak diforum sekolah, tunggu beberapa saat kemudian lalu topik negatif mulai bermunculan dan menjadi trending sekolah.
#FREYA SI GADIS CANTIK ADALAH JALANG?
#APAKAH PERUSAHAAN FIREWINGS BANGKRUT SEHINGGA ANAKNYA YANG MENCARI PEKERJAAN?
#KRONOLOGI FREYA SI CANTIK PEMUAS NAFSU
Ya, itu aku yang mengirimnya dengan akun anonim. Dengan otakku yang encer, aku bisa cepat belajar tentang pemograman. Yah walaupun tak secepat dinovel novel.
Isi forum sekolah sekarang adalah bukti bukti Freya yang melakukan kejahatan dan menjadi 'sugar baby' nya kepala sekolah, juga berisi tentang keluarga Freya yang bangkrut mendadak karena ketahuan menggelapkan dana, penyelundupan, dan lain lain.
Kedua, Menjadi lebih cantik dan populer disekolah. Dengan itu kakak kelasnya akan merasa bahwa julukan 'Bunga Sekolah' akan dicabut darinya, dan merasa bahwa dirinya hanya akan menjadi cangkang kosong tak berguna.
Demi mencapai target kedua ini, aku mulai mencari pekerjaan part-time di cafe dekat sekolah dan mendapatkan uang untuk membeli keperluan menjadi cantik tanpa operasi plastik.
Setelah beberapa kali percobaan menggunakan make up, akhirnya aku bisa mencapai targetku dalam waktu dua hari.
Sampai sekarang masih ada berita diforum sekolah tentang kenakalan si Freya, namun kebanyakan terganti oleh berita tentangku yang mulai berubah dan menjadi lebih cantik dengan riasan tipisku.
Aku mulai populer dan sekarang aku seringkali dipanggil 'Dewi Sekolah', Kak Freya sempat beberapa kali menemuiku untuk sekedar meneriaki ku yang kubalas dengan wajah datarku.
Dan yang Terakhir, Mengambil dukungan dari teman terdekatnya. Memang sulit tapi pasti aku bisa melewatinya. Langkah pertama yang ku ambil dari targetku yang terakhir ini adalah membantu masalah percintaan dari 'gadis berambut pendek' yang waktu itu menyiramku dengan air bekas pel lantai.
Setelah ku amati secara detail, gadis bernama Margaret ini sangat amat mementingkan cinta dari lelaki bajingan yang setiap bulannya menganti pacar tetapi masih berhubungan dengan Margaret. Entah apa yang merasuki margaret sampai bisa secinta itu dengan lelaki brengsek.
Aku membantunya mencari bukti bukti dahulu yang meyakinkan perselingkuhan lelaki brengsek itu. Namun aku terkejut disaat pertengahan aku mencari, ternyata aku menemukan sebuah voice note pria brengsek yang mengatakan,
“Jangan menghubungi pria lain, dan jika kau ingin memutuskan hubungan kita. Kau tau bukan? kakakmu tersayang masih berada ditanganku hehe” Ujar pria itu mengancam
Aku melanjutkan pencarianku, setelah beberapa jam aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan. Mulai dari bukti pria brengsek sampai persoalan tentang kakak Margaret.
Huftt. Sepertinya target terakhirku akan bercabang, Pertama aku akan membuat lelaki brengsek itu kewalahan dengan bantuan ayahku yang adalah mantan petinju lalu menyelamatkan kakak Margaret yang bernama Rebecca dan dibawa pulang kerumah Margaret juga keluarganya. Dan terakhir Margaret mencurigaiku,
“Mengapa kau bisa membawa pulang kakakku, sedangkan aku dan keluargaku saja harus bersusah payah?”
Aku sedang berbicara empat mata dengan Margaret di taman depan tempatku bekerja part-time.
“Aku menggunakan otakku tentu saja” Jawabku seadanya, lalu suasana menjadi canggung.
Beberapa hari setelahnya, kami menjadi saling akrab. Margaret seringkali datang ke tempatku bekerja untuk sekedar berbincang santai denganku.
Sudah beberapa waktu berlalu, kehidupanku penuh dengan damai aman dan tentram. Tapi berbeda dengan Freya yang harus mengandalkan dirinya sendiri untuk bisa memperbaiki nama baiknya disekolah, demi bisa meneruskan pendidikannya.
Semenjak saat itu, aku terus berjuang mempertahankan kehidupanku yang damai dan tentram disekolah ini. Yah walau terkadang banyak yang menyinggung diriku sih, tapi aku bisa mengendalikan itu sampai waktunya kelulusan sekolahku tiba.
「END」