Aku dan temanku membuka usaha warung kecil di dekat jalan untuk meringankan beban orang tua kami.
Kami mencoba menjadi pengusaha muda dengan berbekal niat dan tentunya modal kami pun mulai membuka warung kecil ini.
Ternyata setelah kami menyelesaikan ujian di bangku sekolah masih ada ujian yang lebih sulit lagi yaitu ujian hidup.
Ini menjadi pembelajaran kami di saat sedang merintis usaha kecil kami mulai dari tidak adanya pembeli sampai kebanyakan pembeli yang tidak tercatat dalam benak kami.
Hari ini kami beruntung karena ada proyek perbaikan jalan di depan warung kecil kami sehingga warung kami penuh akan para pekerja membeli makanan dan minuman sampai kami harus mengambil persediaan di rumah yang jaraknya -+1 km dari tempat usaha kami.
Ini menjadi rekor baru dalam bisnis kami hingga membuat iri sebagian orang yang mengatakan ini itulah dan sebagainya namun kami tetap harus kuat juga berpikiran positif yang penting tidak melanggar aturan agama serta negara.
Yah namanya manusia kebanyakan memang memandang dari segi mudahnya saja tanpa mau merasakan pahitnya seperti saat kami harus rugi besar karena tidak ada pembeli selama 2 hari membuat kami nyaris gulung tikar awal.
Dalam diri, kami membangun jiwa seorang veteran yang tak gentar dalam kondisi apapun namun tetap membawa norma dan agama agar menjadi berkah hidup kami.
Kali ini jiwa veteran kami di uji lagi dengan adanya pencuri yang mencuri hal hal sepele namun tak luput dari perhatian kami.
Sebenarnya kami memaklumi pencuri itu karena mungkin pencuri itu merasa kelelahan dan mengambil beberapa botol minuman untuk menghilangkan dahaga.
Akan tetapi di waktu lain ada uang yang kami simpan dalam taplak meja dengan nominal lumayan hilang membuat kesabaran kami sedikit bergejolak.
Setelah di telusuri sepertinya memang ada pencuri yang memantau pergerakan kami karena bisa mengetahui detail detail tempat rahasia kami.
Total ada 5 kasus dengan jenis pencurian hampir sama, kami pun dengan diam diam menandai pembeli maupun orang orang yang di anggap mencurigakan.
Malam ini kami sudah kehilangan kesabaran dan memutuskan untuk menjaga warung kecil kami.
Dengan bermodal besi dan hp kami mencoba mengusir rasa penasaran wajah pencuri atau kalau bisa menangkap si pencuri.
Baru kali ini kami merasa detak jantung berdetak kencang dengan membawa sebatang besi berukuran panjang 1 meter sebagai alat pertahanan diri atau untuk menakuti si pencuri.
Kami mempersiapkan diri dengan keadaan apapun.
Aksi kami terbilang cukup gila dan sedikit rencana karena berasal dari pergerakan spontan saja tanpa memikirkan dampak lebih jauh.
Ingin melaporkan kepada polisi tentang kasus pencurian tapi apakah bisa dengan laporan kehilangan beberapa botol minuman dan beberapa rupiah saja lantas kami mengurungkan niat untuk melaporkan kepada polisi sebelum bukti kuat terkumpul.
Kami ingin mengajak orang yang lebih tua namun waktu sudah agak malam merasa para orang tua sudah lelah dengan kehidupan mereka masing masing dan pemuda sedang ada kegiatan sendiri akhirnya kami berdua berangkat dengan berbekal seadanya.
Kami berdua membawa hp untuk berkomunikasi dengan para pemuda yang sedang pos ronda di ujung jalan bila terjadi hal yang tidak di inginkan.
Kami berdua bersembunyi di tempat yang
berbeda agar bisa memantau gerak pencuri
lebih leluasa.
Kami berdua sepertinya tidak menghiraukan gelapnya malam dan rimbunnya rumput apabila ada ular atau hewan bahaya lainya berada pada sawah dekat tempat memantau si pencuri.
Sekitar satu jam kami berdua hening dalam pikiran masing masing, Jujur aku sedikit khawatir dengan aksi ini namun aku mengusirnya jauh jauh dan mengatakan dalam diri ini jangan mengandalkan orang lain seperti saat ini aku harus tenang dan beraksi.
Tak ku sangka dalam situasi ini tidak seperti di film yang aku tonton waktu aku masih berada di bangku sekolah saat seorang pahlawan menangkap pencuri dengan mudahnya.
Jam menunjukkan tengah malam, kami berdua mulai mendekati waktu di mana si pencuri mulai beraksi secara pengamatan kami dalam beberapa waktu yang lalu.
Dalam keadaan genting tiba tiba aku ingin buang air kecil kemudian aku menghubungi teman ku dan dia menyarankan aku untuk pergi ke kamar mandi yang berada di warung.
Mungkin karena tegang dan cuaca malam ini cukup dingin membuatku harus pergi ke kamar mandi.
Sial bagiku saat ku pikir dengan pergi ke kamar
mandi membasuh muka dan buang air kecil
tiba tiba ada pesan dari temanku dengan
notifikasi siaga 1 di susul sorotan cahaya
mendekati belakang kamar mandi warung.
Segera aku mengenakan celanaku tak lupa membawa sebatang besi, rasanya bagian kepalaku kekurangan oksigen karena terlalu banyak pikiran dan kini aku mengintip di celah pintu kamar mandi sesosok orang memakai senter hp sedang mencari sesuatu dalam dapur warung kami.
Segera aku menghubungi temanku yang masih di luar warung mengatakan kepadanya untuk bersiap dan langsung di balas oke.
Aku di dalam kamar mandi mencoba berhitung dengan keadaan melihat sepertinya hanya ada satu orang yang masuk ke dalam warung namun aku tidak akan gegabah melancarkan aksi dan lebih memilih memantau lebih jauh.
Aku kemudian menghubungi teman ku tentang posisi pasti dirinya dan melancarkan aksi, mungkin dengan memukul kaki atau anggota badan yang lain agar bisa melumpuhkan maling tersebut.
Setelah temanku memberi tahu posisi pastinya membuatku menghilangkan wajah pucat dan rasa tegang berada dalam kamar mandi.
Ternyata temanku sendiri yang berada dalam warung untuk mencari kopinya yang hilang di dalam dapur dan maksud dari pesannya siaga 1 berarti kondisi belum ada tanda 2 yang mencurigakan.
Aku seperti ingin memukulnya karena membuat jantungku berdetak kencang.
Akhirnya jam 03:45 pagi kami memutuskan
untuk pulang ke rumah.
Sebenarnya aku merasa lega saat ini tidak ada hal hal negatif yang terjadi seperti dalam benakku.
Tak selamanya perjuangan membuahkan hasil, akhirnya kami menutup warung kecil kami karena banyak hal di gantikan dengan usaha yang lain.
Tidak semua sebuah aksi pencurian bisa tangkap seperti dalam film.
Inilah kehidupan nyata yang tidak dapat di prediksi akan terjadinya sesuatu seperti dalam medan perang.
Tak selamanya kehidupan berjalan lurus sesuai angan kita namun kita tetap harus berjuang di medan perang kehidupan masing masing.
Dengan bermodal keyakinan akan kekuasaan Tuhan dan tidak melanggar norma norma yang ada,yakinlah bahkan dalam keadaan apapun engkau akan di menangkan dengan jalan tak terduga .