"Bisa pulang sendiri kok, jangan jemput, soalnya katanya tadi disana hujan, aku tutup ya telponnya, baterainya lowbat soalnya, sampai ketemu besok ya di kantor"
Itu tadi adalah percakapan terakhir antara Rai dan Lela, dan percakapan itu juga yang membuat Rai sangat menyesal karena sudah menuruti ucapan Lela.
Padahal sebenarnya, Rai sudah menyiapkan diri untuk menyatakan cintanya kepada Lela, tapi apa daya, ternyata setelah percakapan terakhir antara mereka berdua, Lela menghilang.
Karena hingga satu hari ditunggu, Lela tidak juga kembali, dan membuat keluarganya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.
Hasil investigasi pihak yang berwajib, jika tempat terakhir Lela bicara adalah tempat dia les bahasa Inggris, karena memang hal tersebut adalah rutinitasnya di hari Sabtu dan Minggu.
Tapi ketika Lela menghubungi Rai malam itu, semuanya diluar dugaan menurut Rai, karena yang Rai tahu, Lela adalah tipe perempuan yang tidak suka menyusahkan orang lain, dan malam kejadian dia menghilang, entah karena apa dia justru menghubungi Rai yang ia kira sedang ada di kosnya, akan tetapi malam itu Rai sedang pulang kampung, dan di kampungnya sedang turun hujan cukup lebat.
Hal tersebutlah yang membuat Lela melarang Rai untuk menjemputnya, karena selain jarak yang lumayan jauh, dan dengan cuaca yang buruk, tentunya Lela khawatir akan keselamatan Rai nantinya.
Rai bingung dengan apa yang ditemukan oleh pihak yang berwajib di lokasi sekitar Lela menghilang, dan apa ia dengan barang bukti tersebut dapat mengungkapkan apa penyebab Lela menghilang, karena barang bukti tersebut ternyata berupa sandal yang Lela kenakan pada saat malam kejadian.
Sandal Lela, bagaimana caranya mengungkapkan kasus hanya dengan berbekal Sandal, dan apalagi hanya tinggal sebelah, sementara di area jalan, tidak ada CCTV, dan hanya depan tempat les yang memiliki CCTV, tapi dari hasil rekaman tidak menunjukkan hal yang mencurigakan, lalu apa penyebab Lela menghilang.
Apakah dia diculik? Lantas untuk tujuan apa? Kalau meminta tebusan, rasanya tidak masuk akal, keluarga Lela bukan berasal dari keluarga yang berada, begitu juga dengan Rai, itulah juga kenapa Lela ikut banting tulang bekerja, dan bahkan meluangkan waktunya untuk les bahasa Inggris, agar dia lebih mudah untuk mendapatkan promosi jabatan.
Rai memandang setangkai bunga mawar plastik yang menghiasi meja kerjanya, dan rencananya akan dia gunakan untuk menyatakan perasaannya kepada Lela, tapi apa mau dikata, Lela justru menghilang.
Pihak keluarga Lela sangat tertekan dengan hilangnya Lela, karena Lela adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga tersebut, jadi secara tidak langsung, anak kesayangan.
Begitu juga dengan Rai, hatinya hancur lebur, karena pujaan hatinya sekarang entah berada dimana, dan apakah kondisinya baik-baik saja, karena pernyataan dari pihak yang berwajib, tidak cukup memuaskan, mereka akan mencoba membantu, tapi hingga satu Minggu berlalu, belum juga ada kabar.
Poster orang hilang sudah disebarkan, baik itu media cetak dan elektronik, bahkan keluarga Lela bahkan mendatangi sebuah stasiun televisi swasta untuk meminta bantuan, agar mereka memuat berita tentang Lela, sembari membawa Sandal Lela yang tinggal sepasang, karena hanya itu satu-satunya yang tertinggal dari Lela, dan jadilah kasus tersebut dikenal dengan sebutan kasus Sandal Lela.
Rai yang merasa penasaran dengan apa sebenarnya yang terjadi saat hilangnya Lela, berulang kali menyusuri jalanan yang dilalui oleh Lela, tapi dia tidak menemukan sebuah keganjilan, lalu kemana gerangan Lela sang kekasih hatinya saat ini.
Ditengah kesedihannya yang mendalam, Rai bermunajat kepada Tuhan, dan meminta seandainya dia bisa memutar waktu, dia ingin menebus semua penyesalannya.
Seketika suara petir menggelegar, mengagetkan Rai, dan membuatnya buru-buru pergi dari tempat les Lela, tapi tiba-tiba dia mendengar suara Lela memanggilnya.
"Kok ditinggal, jahat deh, maaf ya, kamu harus jauh-jauh dari kampung hanya untuk jemput aku les, mana basah kuyup lagi, kamu kenapa kok malah nangis?" tanya Lela heran, sama herannya dengan Rai, yang bahkan sampai mencubit pipinya sendiri.
"Aku minta jemput soalnya aku takut, kalau pakai ojek online, kamu lihat orang yang pakai jas hujan yang selalu melihat kesini, dan aku takut kalau pakai ojek online, nantinya aku dibuntuti, mana tahu, apa tujuan orang tersebut, siapa tahu dia punya tujuan yang jahat" ucap Lela.
Sejenak Rai terdiam, bukankah yang menggunakan jas hujan tersebut adalah dia, karena tidak jauh dari tempat orang tersebut motornya juga terparkir.
Rai bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia justru melihat dirinya sendiri, dan yang lebih anehnya lagi, dia ternyata menjemput Lela.
Tapi kenapa ingatannya justru mengatakan dia tidak menjemput Lela, ada apa sebenarnya, dan anehnya lagi, saat malam kejadian, teman kos Rai, memang mengatakan Rai pulang hujan-hujanan, tapi dan seingat Rai, dia dari kampung dan langsung menuju kos, dan terbangun keesokan paginya, dengan kondisi demam.
"Ayo naik, nanti Abang antar pulang" ucap Rai yang membuat Zia, teman kantor Rai bingung, karena Rai tidur sambil ngelindur.
"Pulang kemana? Kamu masih di kantor, masih teringat Lela ya, berdoa saja, semoga Lela baik-baik saja" ucap Zia sembari menyodorkan segelas kopi untuk Rai.
Tapi bukannya meminum kopi buatan Zia, Rai justru buru-buru izin pulang, dan tujuannya adalah rumah.
Rai mencari jas hujan yang ia lihat dalam mimpinya, dan alangkah kagetnya dia, ketika melihat jas hujan tersebut berada didalam kantong plastik hitam yang tersimpan di dalam lemari pakaiannya dan di dalam kantong tersebut juga terdapat sandal Lela yang sebelahnya.
Apa sebenarnya yang terjadi, Rai bingung sendiri, kenapa Sandal Lela bisa ada di kosnya, pikiran Rai mulai bercampur aduk, dan dia teringat akan mimpinya tadi, saat dia mengantar Lela pulang, karena Lela meminta ia jemput, soalnya dia takut dengan gelagat aneh orang yang menggunakan jas hujan, yang pandangannya tidak bisa lepas dari dirinya.
Ternyata selama ini Rai memiliki kepribadian ganda, dan sebenarnya hal tersebut sudah diketahui oleh kakak Rai, tapi dia bingung bagaimana menjelaskan apa yang terjadi terhadap Rai, kepada kedua orangtuanya, karena tentunya mereka akan kecewa nantinya, belum lagi anggapan tetangga.
Tapi karena keputusan kakak Rai tersebut, justru membuat Rai menjadi pembunuh berantai yang selama ini ternyata dicari oleh pihak yang berwajib, dan korban terakhirnya adalah perempuan yang justru ia suka, dan karena terlalu sayangnya, Rai tidak ingin, Lela dimiliki oleh orang lain, dan malam kejadian Lela menghilang, Lela memang bersama Rai, karena Rai menjemputnya, tapi saat itu kepribadian Rai sedang berubah, dan dia menjadi sosok yang tanpa rasa bersalah menghabisi nyawa Lela, dan kemudian membuang jasad Lela ke jurang, dan seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya, Rai akan mengambil benda yang bentuknya sepasang dari korbannya, dan untuk kasus Lela, Rai mengambil Sandal milik Lela bagian kanan untuk ia simpan, dan dikumpulkannya bersama dengan barang-barang milik korbannya yang lain, sementara Sandal sebelah kiri sengaja ia tinggal, karena dia tidak suka benda yang digunakan pada bagian tubuh yang kiri.
Teman-teman kantor Rai tidak menyangka jika Rai, karyawan baru yang mereka kenal santun dan sopan, ternyata adalah seorang pembunuh berantai, yang selama ini diburu oleh pihak yang berwajib.
Pihak yang berwajib mengetahui hal tersebut, karena menemukan bukti baru, yaitu sebuah struk belanja yang tertinggal disekitar lokasi kejadian, meskipun agak pudar tapi masih bisa terbaca, karena sangat aneh jika seseorang membuang struk belanja di sebuah pot bunga, sementara disamping pot tersebut terdapat tempat sampah, dan rupanya struk tersebut Rai dapatkan, saat ia membeli bunga mawar plastik, disebuah minimarket, dan sebenarnya bunga mawar plastik tersebut hanyalah mainan anak-anak.
Kasir minimarket sebenarnya heran, kenapa ada orang yang hujan-hujanan masih menggunakan jas hujan, bukannya membeli minuman untuk menghangatkan badan, tapi justru bunga mawar plastik mainan anak-anak, dan yang memudahkan pihak yang berwajib mengungkapkan kasus hilangnya Lela adalah saat transaksi, Rai rupanya juga menggunakan kartu member minimarket tersebut, jadi secara otomatis, nama Rai tercetak didalamnya, dan rupanya Rai malam kejadian membeli dua bunga, satu ia lemparkan bersama dengan jasad Lela, dan bunga yang satunya lagi, ia simpan di dalam vas bunga diatas meja kantornya.