Rabu, 13-Maret-2022
Ada apa dengan hari itu?, tidak ada apa-apa, hanya aku benci sekali dengan tanggal 13. Banyak kejadian yang tidak menyenangkan yang aku alami di setiap tanggal itu. Dari dikejar anjing tetangga, nyungsep di selokan, sampai kena timpuk sendalnya Mbah Marno yang marah gara-gara ada anak yang maling mangga miliknya. Dan sialnya aku yang kena lemparannya.
Saat berada di sekolah aku sedikit waspada, bersiap-siap dengan kesialan apa lagi yang akan menimpaku hari ini.
Sebelum pergi ke sekolah aku sudah mempersiapkan semua buku yang harus aku bawa hari ini, termasuk juga pekerjaan rumah atau bahasa kerennya home work.
Sesampainya di kelas aku bernafas lega, perjalanan ke sekolah tadi berjalan dengan mulus.
"Ayumi", sapa Keiko.
"Mm", jawabku dengan malas.
"Gimana kalau kita..", belum selesai dia bicara, aku sudah memotongnya dengan menjawab," aku tidak mau*.
"Aku belum selesai bicara", ujar Keiko dengan wajah cemberut.
"Aku sudah tau kemana arah pembicaraanmu", jawabku lagi.
"Ayolah, temani aku, aku mau beli komik kesukaanku, hari ini sudah release episode baru", bujuknya.
"Aku bilang tidak ya tidak, kamu lupa ini tanggal berapa?", aku dengan malas menatap wajahnya.
"Tanggal 13, ah, aku lupa kalau kamu selalu menahan diri untuk tidak pergi kemanapun di tanggal itu", jawab Keiko.
"Nah itu pinter", kataku sambil meletakkan kepalaku di meja.
"Ya udah, kita perginya besok aja", katanya lagi.
"Ga janji", jawabku dengan malas.
"Ayumi", suaranya terdengar agak kesal.
"Itu memang namaku". menutup pembicaraan.
Keiko kembali ke tempat duduknya dengan wajah cemberut.
Tak lama kemudian bel tanda masuk pun berbunyi.
Pelajaran pertama adalah matematika, Pak Rasyid, yang mendapat julukan guru killer dikarenakan selalu memberikan tugas matematika yang rumit cara pengerjaannya, selain itu beliau juga suka memberikan hukuman membersihkan toilet sekolah apabila tidak mengerjakan tugas yang diberikan olehnya, saat itu memasuki ruangan kelas. Ruangan kelas sunyi seketika.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru yang spesial", kata Pak Rasyid dengan wajah yang sumringah.
Teman-teman sekelas ku langsung kasak kusuk sibuk menebak apakah murid baru itu adalah laki-laki atau perempuan.
"Ya, silahkan masuk", suara Pak Rasyid lagi-lagi membuat teman-temanku terdiam, sementara aku secara acuh tak acuh menatap keluar jendela.
Pintu terbuka, tampaklah sesosok salah satu tokoh kartun yang selama ini menjadi idola anak-anak yaitu Doraemon, warna birunya yang khas dan bentuknya yang lucu dan bundar seketika membuat mataku terbelalak.
Kembali teman-temanku terdiam sesaat lalu tanpa terduga mereka tertawa terpingkal-pingkal, "ga salah tuh", kata mereka sambil tetap tertawa.
Aku melihat Doraemon mukanya memerah entah karena marah atau malu, aku sedikit kasihan melihatnya.
Lalu Pak Rasyid dengan sedikit membentak menyuruh teman-temanku diam. Setelah itu ia mempersilahkan Doraemon duduk di sampingku, sambil kembali menahan tawa mereka melirikku dan juga Doraemon.
"Hai, namaku Ayumi, senang berkenalan denganmu", kataku sambil menyodorkan tanganku.
Doraemon tersenyum dan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan denganku sambil menjawab dengan suaranya yang khas," senang berkenalan denganmu juga, mohon bantuannya ya".
Kami lalu memperhatikan pelajaran hari itu tanpa bicara lagi.
Pada saat istirahat, aku mengajak Doraemon ke kantin, tapi terlebih dahulu aku katakan bahwa di kantin tidak ada kue dorayaki tapi ada kue pancake rasa coklat, Doraemon menjawab tidak masalah.
Kami lalu ke kantin, aku memesan bubur ayam kesukaanku sementara Doraemon memesan pancake, dan sahabatku Keiko memesan mie ayam. Kami bertiga makan dengan santai, sesekali Keiko menanyakan beberapa pertanyaan kepada Doraemon. Anak-anak lain yang berada di kantin memperhatikan kami sambil berbisik-bisik.
Ketika kami keluar kantin menuju ke kelas, segerombolan anak-anak nakal yang dipimpin oleh Ryuki menghadang kami, dia berkata," Hei Doraemon, kamu kan punya kantung ajaib, ayo coba keluarkan barang yang bisa menghasilkan uang banyak untukku".
"Aku langsung berdiri didepan Doraemon dan berkata," Kalau mau uang harus berusaha, bukannya malak".
"Tidak usah ikut campur kamu Ayumi, aku bicara dengan Doraemon", teriaknya lagi.
"Sudahlah Ayumi, aku akan menjawab pertanyaannya", kata Doraemon dengan santai.
"Aku tidak punya kantung ajaib, kau lihat sendiri apakah di bagian perutku ini terlihat seperti kantung ajaib", jawab Doraemon.
Anak-anak yang mengelilingi kami melihat memang di bagian perut Doraemon memang tidak terlihat adanya kantung ajaib begitu juga Ryuki, ada sedikit kekecewaan di mata mereka, Doraemon menatap mereka dengan wajah yang serius.
"Dasar boneka ga guna", sungut Ryuki sambil mengajak teman-temannya pergi menjauh.
"Maafkan mereka ya Doraemon", kataku sambil mengelus punggungnya yang halus, seandainya ia adalah boneka beneran aku sangat ingin memeluk badannya yang bulat dan empuk.
Keiko juga setuju dengan perkataan ku.
Sepulang sekolah, ketika akan keluar kelas, Doraemon mengajak pulang bareng sedangkan Keiko sudah pulang duluan.
Aku dan Doraemon pulang beriringan, di jalan banyak yang memperhatikan kami, banyak yang mengajak Doraemon foto bareng, Doraemon melayani mereka sambil tersenyum.
"Doraemon memang baik hati", ucapku dalam hati.
Karena di perjalanan pulang banyak sekali yang mengajaknya berfoto, Doraemon terlihat kelelahan, aku lalu membelikannya minum.
"Kalau tau begini aku tidak mau melakukan ini semua", katanya sambil mengambil minuman dari tanganku dan meminumnya.
"Maksudmu?", tanyaku lagi.
" Di dunia manusia ternyata belum sehari saja sudah melelahkan, setelah ini aku akan pulang ke duniaku, terima kasih Ayumi, aku akan selalu mengingat keramahan dan kebaikanmu" kata Doraemon.
Setelah itu Doraemon mengeluarkan alat dari kantung yang sedari tadi disembunyikan olehnya.
Doraemon berkata," selamat tinggal Ayumi, terima kasih", setelah itu ia menghilang dari hadapanku.
"Bye", jawabku lirih," senang mengenalmu walau hanya sesaat".
Ada sedikit rasa penyesalan karena aku tadi tidak sempat memeluknya.
Setibanya di rumah, aku melakukan kegiatan seperti biasanya, keesokan harinya aku sekeluarga terkejut melihat sepeda baru yang terletak didepan rumah, aku lalu melihat nama pengirimnya, di sebuah kertas tertulis:
"Untuk Ayumi, pergunakan dengan baik, ini bukan sepeda biasa, kelak kamu akan tau apa saja kehebatan sepeda ini".Tertanda Doraemon.
"Terima kasih", Aku terharu, sangat terharu karena aku menginginkannya dari sejak lama.
Mau tau apa saja kehebatan sepeda pemberian Doraemon?. Sepeda itu bisa terbang, kecepatannya bisa mengalahkan sepeda balap, punya kekuatan untuk melindungi diriku dari hujan deras dan bahaya.
Terima kasih Doraemon. Ayumi bahagia.
⛩️TAMAT⛩️