di toilet siswi SMA 5, di jam istirahat ke satu.
" pegangin pintunya ya~ " ucap seorang gadis, bernama Alya.
" iya, tenang aja udah~ " saut gadis lainnya, bernama Mutia.
saat tengah memegangi pintu toilet yang rusak, tiba-tiba Mutia gemetar ketakutan sambil berteriak memperingati Alya yang ada di dalam.
" A-ALYA!! KAMU UDAH BELUM!!?? " teriak Mutia.
" belum, baru aja aku mau pipis~ kenapa emang?? " tanya Alya.
" A-ADA GEROMBOLAN LAKI-LAKI MAU KESINI!! " ujar Mutia sambil mengeratkan pegangan nya di pintu.
" ng-ngapain anak cowok kesini!?? ini kan toilet cewek!!?? " ujar Alya sambil terburu-buru menyelesaikan buang air kecil nya.
belum selesai dia memakai celana nya kembali, pintu toilet yang rusak itu terbuka secara paksa dan terlihat lah rombongan lelaki yang sedang tertawa senang melihat Alya.
" hahahahaahahahhahhaa " tawa para gerombolan lelaki itu.
" ja.. jangan..., jangan... " perlahan air mata Alya menitik dan tubuhnya mulai melemas. dirinya merasa syok atas apa yang telah terjadi ini.
Mutia, tidak diam saja. dia mencoba memukul para lelaki tersebut dan mencoba menahan kembali pintu toilet yang rusak.
" Alya.. cepetan, aku tahan pintunya sebisa aku!! " ujar Mutia sambil menahan pintu toilet.
Alya pun bergegas memakai celana nya kembali, dan berusaha menghindar dari gerombolan lelaki itu. Mutia menarik tangan Alya dan membawanya berlari menjauhi gerombolan lelaki tadi.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
dia Alya Rosalie, seorang anak perempuan yang pintar dan sedikit lugu. wajahnya amat cantik tapi anak-anak sekolah nya menganggap nya jelek hanya karena penampilan cupu nya.
namun tidak banyak yang tau kalau dia adalah anak seorang anggota DPR dan seorang Jaksa. kedua orang tuanya selalu sibuk karena pekerjaannya dan tidak sempat meluangkan waktu untuk mengerti keadaan anaknya, sehingga Alya diurus oleh seorang pengasuh bernama Fara.
_-_-_-_-_-_-_-_-_
setelah merasa sudah cukup jauh dari gerombolan lelaki tadi. Mutia membawa Alya ke kelas, setelah membawa Alya ke kelas, Mutia pergi sebentar untuk menemui guru BK dan melaporkan kejadian yang menimpa Alya.
guru BK tersebut menghampiri kelas Alya dan menegur anak lelaki yang telah melakukan hal itu kepada Alya.
" kalian seharusnya gak berbuat begitu!! kalian ini laki-laki, harusnya kalian melindungi perempuan bukan melecehkannya seperti ini!! " tegur seorang guru BK.
para anak lelaki tadi, menundukkan kepalanya dan bersikap seolah-olah mereka menyesali perbuatannya. sedangkan Alya masih dalam keadaan syok berat dan masih gemetar sambil menangis.
" lebay banget sih si Alya!! cuma gitu doang kok sok-sok an tersakiti!! " ujar seorang siswi bersama Cinta.
" iya!! aslinya sih si Alya pasti seneng tuh!! hahahaha mampus tuh!! " saut siswi lainnya bernama Zoya.
tiba-tiba, tubuh Alya panas dan tubuhnya semakin melemas. Mutia membawa Alya ke UKS dan membaringkan Alya di ranjang.
Mutia menghampiri wali kelasnya dan meminta izin untuk membawa Alya pulang lebih cepat. setelah mendapat izin dari wali kelas, Mutia menelpon supir pribadi Alya dan membawa Alya pulang ke rumah nya.
********
setibanya di rumah, Fara pengasuhnya menyambut kedatangan nya dan membawa Alya ke kamarnya. saat membawa Alya ke kamarnya, Fara merasa ada yang aneh dengan Alya karena tidak biasanya Alya begini.
setelah sampai di depan pintu kamar, Alya meminta Fara untuk pergi meninggalkan dia sendirian dulu. Fara mengiyakan keinginan anak majikannya itu, dan segera turun ke bawah untuk mengerjakan pekerjaan lainnya.
Alya membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya, setelah itu Alya menutup pintu kamar dengan sangat kencang sampai suara pintu itu terdengar hingga ke lantai bawah.
" non Alya kenapa ya? apa saya samperin aja..? tapi saya takut non Alya bakal marah.. " ujar Fara.
🥀🍁🥀🍁🥀🍁🥀🍁🥀🍁🥀
di dalam kamarnya, Alya duduk di ranjang nya sambil termenung. dia kembali teringat kejadian yang menimpanya saat di sekolah, air matanya menetes dan Alya pun menangis tersedu-sedu.
Alya menghapus air matanya, dan melirik meja rias yang ada di sampingnya. Alya bangkit dari ranjang nya dan berjalan mendekati meja rias itu.
Alya, duduk di depan meja rias itu sambil menatap dirinya yang menangis dan terlihat menyedihkan.
Alya, mengambil sebuah ikat rambut dan menguncir rambut panjangnya. Alya kemudian melepaskan kacamata bulatnya dan memandang cermin.
" begini lebih bagus ya.. " ucap Alya sambil tersenyum remeh.
🌻🌿🌻🌿🌻🌿🌻🌿🌻🌿🌻
pagi hari kemudian. Alya menggeliat di ranjangnya, lalu ia merendahkan pandangannya ke langit-langit. Alya tersenyum licik dan bangun dari tidurnya.
dia segera mandi dan memakai seragam sekolah nya, lalu menguncir rambutnya dan menyiapkan dirinya di meja rias. Alya melirik lemari pakaian nya lalu tersenyum licik. dia membuka pintu lemari itu dan melihat-lihat, Alya mengambil sebuah jaket brandied dan memakainya.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
setelah bersiap-siap, Alya turun ke lantai bawah dan sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.
" Alya.. bukannya kamu sakit? mau tetep berangkat sekolah? " tanya ibunya, Rosa.
" iya! kalo kamu masih belum vit, udah gak apa-apa gak usah berangkat, biar nanti izin aja! " timpal ayahnya, Erlangga.
" oh.. gak apa-apa kok! gak sakit juga! " jawab Alya.
' non Alya hari ini kenapa ya..? gak kayak biasanya, gaya pakaian dan rambutnya juga..., akkhhh tapi kan terserah non juga! ' batin Fara yang memperhatikan Alya.
🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀
selesai sarapan, Alya berangkat ke sekolah nya menaiki mobil mewah pemberian ayahnya bersama supir pribadinya. supir nya merasa heran, karena tidak biasanya Alya bersikap seperti ini, dan sebelumnya, Alya selalu menolak diantarkan ke sekolah sampai di depan gerbang.
CKIIT-
mobil mewah yang dinaiki Alya, tiba di depan gerbang sekolah nya. Alya segera keluar dari mobil mewah itu, dan berjalan menuju kelasnya dengan gaya yang berbeda. gaya jalan yang sedikit badas, benar-benar berbeda dengan Alya yang dulu sangat lembut dan feminim.
" A.. Alya? " ucap Cinta kebingungan, sambil melihat Alya dari kejauhan.
" ini.. Alya beneran?? k-kok bisa beda jauh begitu!? " ujar Zoya yang berada di samping Alya.
mereka berdua pun, menghampiri Alya yang sedang berjalan menuju kelasnya.
" woy!! " bentak Cinta.
Alya menoleh dan menatap dingin kepada dua siswi yang memanggilnya dengan tidak sopan itu.
" waaah!! abis kejadian kemaren.. Alya mau centil ya.. aduh gue harus siap-siap nih, siapa tau pacar gue diembat si centil and caper kayak- "
" siap-siap aja sono, siapa tau abis ini lu ketiban sial berkali-kali.. " ujar Alya sambil menatap dingin dan tersenyum remeh pada mereka.
" oh berani kamu sama anak kepala sekolah kayak aku??!! " ujar Cinta meremehkan.
" ooh... salah ya?? kamu berani.. sama anak DPR?? sama anak Jaksa?? " jawab Alya.
" berani jawab lo!! cupu kayak lo, gak pantes ada di sini tau gak!!! " ujar Zoya seraya mencoba melayangkan pukulan ke arah Alya.
dengan cepat Alya menangkis pukulan Zoya dan berkata " kalo emang iya aku berani kenapa? kalo emang bener aku anak DPR gimana..? masalah..? "
" oh ya, dan satu lagi! yang gak pantes ada di sekolah ini itu... mungkin lo deh! " lanjut Alya sambil melenggang pergi meninggalkan dua siswi itu.
sekian part 1~
ps.
part 2 nya nanti deh, tapi enaknya CS atau Novel ya?