Perkenalkan aku Aldi, anak kelas 12 yang sebentar lagi akan melalui ujian nasional. Aku anak yang terbilang pintar karena setiap ada ujian semester mau pun ulangan harian, aku selalu mendapatkan nilai yang Memuaskan. Aku orangnya suka bergaul dengan siapa pun dan aku gampang beradaptasi sehingga banyak wanita-wanita yang mau mencari perhatian lebih kepadaku. Ada juga Ibu guru yang selalu mencuri pandang saat mengajar di kelas. Walaupun aku tau, tapi aku pura pura tidak tau akan hal Itu.
Kisah ku di mulai dari awal aku masuk kelas 3 SMK Bintara Karya. Ada seorang guru perempuan yang aku perkirakan berumur 27 tahun. Dia bernama ibu Arsyandra. Bu Arsyandra adalah guru favorit para kaum Laki -laki yang mendambakan kecantikan seorang wanita yang termasuk salah satunya adalah aku. Aku bukan laki-laki yang suka gonta ganti pacar, sejatinya aku tidak mau berpacaran sebelum lulus sekolah. Karena aku tidak ingin jika mempunyai pacar pasti akan terganggu dengan mata pelajaran.
Di sela kesibukan sekolah, aku mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti drum band. Setiap hari sabtu setelah pulang sekolah, banyak para siswi yang masih nongkrong di sekolah melihat ku memainkan Bass. Badan ku yang paling tinggi di antara teman -temanku. Kadang juga Ibu Arsyandra tetap di sekolah, walaupun Semua guru sudah pada Pulang ke rumah mereka masing-masing.
Seolah dia juga menyaksikan pertunjukan permainan drumband ku dari halaman sekolah.
"Apakah ibu itu belum hanya untuk melihat ku saja? Atau dia diam-diam menyukai ku?" dalam Hati Ku berbisik.
Aku merasa senang sekaligus takut, karena ibu Arsyandra adalah Guru tercantik dan jadi favorit para siswa di sekolah. Hari ini aku mendapat kabar akan ada ulangan Bahasa Inggris yang Ibu Arsyandra ajarkan. Aku selalu siap, tidak dengan teman sekelas selalu semua panik sampai menyembunyikan buku catatan dalam baju. Ada yang buat contekan dalam bentuk kertas kecil yang di selipkan ke sepatu dan lainnya.
Jam pelajaran bahasa Inggris pun akan segera di mulai. Kami siap menghadapi Ujian. ketika Ibu Arsyandra masuk kedalam kelas, seluruh Siswa laki-laki berteriak kegirangan. Aku tersenyum melihat ibu Arsyandra sekaligus sedikit kesal karena beliau di godain mereka.
"Anak-anak, ibu boleh Minta Tolong? " kata Ibu Arsyandra.
"Apa itu bu " jawab Anak-Anak Kompak.
"Ibu minta tolong bawakan sebuah meja yang berada di belakang di majukan ke depan papan tulis sekarang. Karena ibu akan mengadakan ulangan mendadak hari ini."
Sontak Dicky dan Arif pun saling membantu mengangkat meja ke depan papan tulis.
" Terima kasih Dicky, Arif " ucapnya.
"Sama-sama bu " jawab mereka kompak.
"Sekarang ibu mau Aldi mengumpulkan buku catatan semua siswa dan ingat tidak boleh ada yang terlewatkan" Kata ibu Arsyandra.
Aku pun Kaget dan berkata, "loh kok saya bu yang mengumpulkan buku catatannya? biasanya kan ketua kelas yang ibu suruh" jawabku.
" Udah sekarang kumpulkan saja agar tidak membuang waktu."
"Baik bu, siap 86" jawab ku.
Suasana ruangan kelas tampak hening karena sedang mengerjakan soal. Setelah selesai menjawab semuanya, aku pun mengangkat tangan.
"Bu, saya sudah selesai."
" Kamu sudah selesai Aldi?" tanya bu Arsyandra.
"Sudah bu " kata ku.
Semua mata tertuju pada ku, seolah tatapan harimau yang siap menerkam mangsanya.
"Ya sudah, yang sudah selesai boleh di kumpulkan dan keluar kelas."
Satu persatu anak-anak menyelesaikan ujian dan keluar kelas dengan tertib.
" Aldi" panggil ibu Arsyanda.
" Iya bu, Apa ada yang bisa Aldi bantu?" jawabku.
" Ibu boleh minta tolong bawain hasil ulangan Ini ke ruangan Ibu."
" OSB " jawab ku.
" Apa itu OSB " tanya ibu Arsyandra.
"Oh siap bu "jawab ku.
"Kamu ada-ada aja. Apa kamu mau ikutan godain ibu seperti teman-teman mu? "Tanya Ibu Arsyandra menatapku.
" Maaf bu, saya hanya bercanda" jawab ku dengan sedikit senyum.
Aku pun mengikuti Ibu Arsyandra ke ruangannya. Sesampainya di ruangan Ibu Arsyandra langsung duduk di kursinya sambil mengambil minum dan meneguk teh manis yang sedari pagi sudah di siapkan oleh petugas dapur sekolah.
"Aldi silakan duduk di kursi depan ibu. "
Aku pun menuruti kata ibu Arsyandra, dengan sedikit gugup karena baru kali ini aku duduk di hadapan guru paling cantik. Jantungku berdebar-debar berusaha tenang dengan menarik nafas begitu dalam.
"Maaf bu" ucap ku bersuara pelan.
" Iya Aldi ada apa?"
" Maaf bu, apa yang akan Aldi lakukan di ruangan ibu? " tanya ku.
" Tolong bantu ibu mengoreksi hasil ulangan anak-anak yang lain" jawab ibu Arsyandra.
"Baik bu, akan Aldi bantu "jawabku.
Ibu Arsyandra memberikan kunci jawaban dari hasil ulangan tersebut kepada ku agar aku bisa mengoreksi jawaban para muridnya.
Tidak terasa hari pun sudah mulai gelap dan selesai juga semuanya yang aku dan ibu Arsyandra koreksi.
"Sebelum kita pulang, ibu mau tanya sesuatu ke Aldi " kata ibu Arsyandra dengan muka yang memerah.
"Apa bu, apa ada yang salah dengan Koreksi yang Aldi kerjakan? " jawab ku.
" Oh, bukan itu maksud Ibu " jawab Ibu Arsyandra.
" Terus ibu perlu bantuan apa lagi bu? " jawab ku sedikit heran.
"Ibu mau tanya" kata Ibu Arsyandra.
"Ya silakan bu " jawab ku.
"Menurut kamu, gimana?"
Mendengar pertanyaan dari ibu itu, aku menjadi sedikit pusing sambil mengusap kepala.
" Maksud ibu apa ya? Aldi tidak mengerti " jawabku.
"Aldi sudah punya pacar atau belum? " tanya ibu Arsyandra.
Dengan Kaget nya aku pun sampai mengeluarkan suara yang sedikit keras.
"Hah? maksud ibu?" jawabku sangat gugup.
" Ibu mau Aldi menjadi kekasih ibu" ucapnya.
Seperti tersambar petir atau mendapatkan durian runtuh dari pertanyaan ibu Arsyandra lontarkan. Aku pun merasa senang dan kaget setengah mati. Baru kali ini ada seorang guru perempuan yang menembak ku di ruangan nya. Mungkin yang seperti Ini hanya di novel-novel, yang berjudul guru memanggil ku ke ruangannya atau guru ku menembak ku. Akan tetapi itu nyata yang aku alami.
"Apakah ibu yakin mau menjadikan Aldi kekasih Ibu Arsyandra?" tanya ku dengan sedikit berharap.
" I iya Aldi" jawab Ibu Arsyandra.
"Sejak kapan Ibu mulai menyukai Aldi?" tanyaku menyelidiki.
"Sejak pertama Kali Aldi naik ke kelas 3 dan saat Aldi membantu Ibu pertama kali ketika ibu hampir tergelincir di tangga depan ruangan guru " jawab Ibu Arsyandra.
Aku ingat-ingat lagi kapan kejadian itu. Waktu itu aku sedang mengembalikan bola ke ruang guru ketika itu Ibu Arsyandra lewat dan tergelincir kulit pisang yang di buang oleh anak kecil dari seorang guru.
"Jadi jawaban Aldi gimana?" tanya ibu Arsyandra.
"Maaf bu, bukannya Aldi tidak mau bu, Aldi mau fokus sekolah karena sebentar lagi akan ada ujian nasional, jadi Aldi tidak mau terlena akan cinta dari Ibu Arsyandra, walaupun Aldi begitu senang Mendengarnya " jawab ku sedikit ketakutan.
"Baiklah, bagaimana kalau Aldi jawab cinta Ibu setelah kelulusan sehingga tidak mengganggu sekolah Aldi?"
" Ya bu, itu keputusan yang tepat untuk saat ini " jawab ku.
Tanpa terasa hari-hari pun berlalu, hari ini hari terakhir sebelum ujian nasional di mulai senin besok. Aku selalu di ajarkan dan di bimbing berbagai macam mata pelajaran sekolah oleh Ibu Arsyandra secara pribadi di tempat Les nya sebelum ujian Nasional tiba. Hari ini alangkah senang nya aku karena mendapatkan kejutan hadiah dari Ibu Arsyandra, sebuah syal berwarna merah untuk menghangatkan leher ku ketika belajar di tengah malam.
Setelah Ujian Nasional selesai, sekolah ku mengadakan acara api unggun untuk mengenang masa masa di sekolah Bintara Karya. Semua murid kelas tiga dan semua perangkat guru dan security pun ikut berpartisipasi akan memeriahkannya. Di saat para siswa dan guru berbaur satu dengan yang lain. Aku mendekati Ibu Arsyandra dan menjawab apa yang menjadi rahasia kami berdua, dengan berbisik mesra tanpa ada yang mengetahui nya.
"Ibu Arsyandra, Aldi ingin mengatakan kalau Aldi menerima ibu menjadi kekasih Aldi mulai malam ini dan selamanya" kataku.
"Terima kasih sayang" jawabnya yang langsung berlari karena wajahnya begitu merah padam.
Saat tengah malam tiba, kami l berkumpul di tengah lapangan untuk menunjukan bakat masing-masing maupun dari siswa atau guru sebagai kenang-kenangan kita. Aku menyanyikan sebuah lagu yang berjudul melamar mu, sambil sesekali melihat wajah iekasih baruku yaitu ibu Arsyanda.
Acara Api unggun pun telah usai, para murid dan guru pun meninggalkan lapangan untuk istirahat di kelas yang di sulap sebagai kamar sementara untuk para siswa dan para guru. ketika pagi hari menjelang, aku sengaja bangun lebih awal agar bisa melihat kekasihku dan bersiap mengantarkannya pulang ke rumahnya. Ketika di jalan aku sengaja mengendarai sepeda motor sedikit kencang agar kekasihku memeluk erat. Aku bahagia bisa berpacaran dengan guru yang menjadi idola para siswa Laki-Laki. Aku bahagia karena guru mu menembak ku, momen dan kejadian langka ini akan aku kenang seumur hidupku. I love you guru ku.
-END-