Sabtu pagi aku dan teman temanku berangkat liburan ke villa yang berada di puncak daerah kota hujan. Setelah 2jam perjalanan akhirnya aku dan teman-teman tiba di villa tersebut.
Suasana villa yang berada di tengah-tengah persawahan memberi kesan damai dan sejuk. Akupun bergegas ke dalam villa untuk menaruh barang yang aku bawa. Disana tersedia beberapa kamar dan kamar mandi yang berada dikamar tersebut. Villa yang ku tempati tidak ada yang aneh.
Namun pada saat malam tiba kami semua mengadakan bakar-bakar ditepi kolam renang. Semua temanku sangat gembira. Tiba-tiba ponselku berbunyi akupun segera menjauh dari teman-teman ku. Aku pun segera mengangkat telfon tersebut.
" Hallo Assalamu'alaikum siapa ini ya? " Akupun bertanya, namun tidak ada jawaban dari si penelfon tersebut, aku kembali bertanya namun tiba-tiba panggilan pun berakhir.
Aku masih positif thinking paling orang iseng yang biasa ngerjain aku. Akupun bergabung kembali dengan teman-teman.
" Dari mana Sit " tanya Senna.
" Abis angkat telfon tapi ngga tau dari siapa "jawabku.
" Loh ko bisa ngga tau dari siapa? " tanya sena lagi.
" Wong aku tanya diem aja yang nelfon" ucapku kesal.
" Fans mu mungkin" Senna pun berkata sambil cekikikan.
Akupun melanjutkan bakar bakar. Malampun kian larut suasana villa pun semakin dingin. Teman-teman ku ada yang karaokean, ada juga yang bermain kartu.
Tiba-tiba penelfon misterius itu pun bergantian menelfon teman-teman ku.
" Anjirr ini siapa sih yang nelfon dari tadi, tapi ngga ada suara nya" umpat Edo.
" Iya nih gue juga sama ditelfonin terus " ucap Cindy .
"Gue juga tadi ditelfon no ngga dikenal pas ditanya malah dimatiin" ucapku kepada mereka.
" Sebaiknya kita istirahat aja yuk udah malem juga" Senna pun mencairkan suasana.
Namun teror telfon tersebut tidak ada henti hentinya. Handphone yang kita matikan pun menyala sendiri. Suasana villa pun mendadak mencekam. Kami pun bertanya-tanya dalam hati siapa yang iseng menelfon kami semua.
•
•
•
•
Pagi pun tiba karena suasana yang tak beres kami pun menyudahi liburan kami. Semua teman-teman pun membereskan barang bawaan dan bergegas pulang kerumah masing-masing.
Teror pun masih berlanjut sampai kami tiba dirumah. Dalam hati apa salah kami sampai tak henti hentinya diterror telfon misterius.
Setelah berkonsultasi dengan pak Kyai ternyata ada sosok jahil yang mengikuti kami dari villa tempat kami berlibur. Atas bantuan pak Kyai tersebut terror pun berakhir.