KABAR DARI MANTAN
Mantan
Sebentuk kalimat yang akan menggiring seseorang pada sebuah dimensi, dimana didalamnya akan membawa seperangkat kenangan.
Cerita tentang kenangan yang terkadang akan membangkitkan keinginan yang belum tersampaikan
Atau justru kenangan yang ingin dihapuskan dari bank memori seseorang
Mengenang mantan bukanlah dosa, bagi sebagian orang dan pasangan hanya saja perlu waspada agar tidak terbawa suasana
Mendung disebuah sore menjelang petang. Sebuah sudut ruang kerja yang dipenuhi nuansa warna coklat yang temaram. Sebuah hati yang berada disebuah sudut perenungan yang mendalam. Menjadi setting terciptanya sebuah cerita. Tentang mantan-mantan yang pernah hadir dan menjadi bagian dari perjalanan menemukan seseorang yang pada akhirnya menjadi pemilik hati yang sesungguhnya dari seseorang yang berada di ujung ruangan ini.
Seseorang yang saat ini sedang berada diujung pertarungan antara idealisme dalam memperoleh pendamping hidup dengan tuntutan usia, mulai larut dengan petualangan yang sebenarnya sudah dimulai semenjak 8 tahun yang lalu. Kenangan demi kenangan seolah otomatis terbuka satu persatu, tanpa komando melintasi ruang imajinasi Nugie.
Mona,
Calon kekasih pertama yang hampir menjadi cinta pertama bagi Nugie muda, yang saat itu masih duduk di bangku kuliah semester akhir. Mona merupakan mahasiswa satu angkatan, namun beda jurusan dengan Nugie. Jika Mona lebih memilih untuk mengambil Akuntansi, maka Hukum menjadi pilihan bagi Nugie. Kisah dimulai pada saat pelaksanaan KKN yang dilakukan disebuah kawasaan pedesaan, selama 3 bulan lamanya.
Waktu dan suasana yang mendukung keakraban berujung pada perkenalan dan berlanjut pada terjalinnya sebuah komunikasi yang lebih intens. Selama di lokasi KKN, banyak hal yang mereka lewati bersama. Mulai dari kegiatan sosial, hingga mengambil alih tugas Mona untuk mengisi kegiatan KKN ia lakukan. Tida hanya sampai disana, selama hampir 2 bulan menjalin kedekatan di lokasi KKN, selama itu pula Mona tidak pernah absen mengirimkan makanan kepada Nugie, melayanglah angan dan kepercayaan diri yang dimiliki Nugie mendapat perlakuan istimewa itu.
Memasuki bulan ke-3 masa KKN, Nugie merasa ini adalah momen yang tepat untuk menyatakan perasaannya. Sinyal-sinyal sepakat yang selama ini ia tangkap dari perlakuan Mona terhadapnya, menambah rasa percaya diri. Nugie, berniat menyatakan perasaannya malam ini kepada Mona. Tentunya kesempatan yang telah ditunggu-tunggu ini tidak mungkin lagi untuk di tunda. Mona itu cantik, pintar, dan juga mudah akrab dengan siapapun. Terlambat sedikit, bisa disambet orang lain.
Gerimis pada petang hari itu tak menyurutkan niatan Nugie yang ingin mengajak Mona untuk meningkatkan status pertemanan mereka menjadi sepasang kekasih. Dengan langkah penuh semangat Nugie menuju lokasi penginapan Mona. Begitu sampai di halaman, Nugie melihat Mona sedang asyik bergurau dengan seseorang. Sepertinya aku mengenal orang itu. Farhan, mahasiswa pascasarjana yang juga menempuh perkuliahan di kampus yang sama.
Firasat buruk seketika menyeruak di benak Nugie. Farhan? Ada perlu apa? Kunjungan dari senior kah? Ah ….alasan terlalu klise. Aaataau….jangan..jangan…
Gerimis seketika berubah menjadi hujan. Benar-benar hujan air yang pastinya saat sudah reda akan meninggalkan genangan air pula.
Dengan terpaksa, Nugie tetap melangkahkan kakinya yang tiba-tiba menjadi kaku dan berat. Farhan berdiri dan mempersilahkannya duduk. Nugie mungkin memang mengenal Farhan, tapi tidak sebaliknya. Kepopuleran Farhan sebagai artis kampus semenjak duduk di bangku S-1, tentunya tak pernah pudar. Mona yang sedari tadi duduk, ikut berdiri dan memperkenalkan Farhan.
“Nugie…kenalin nih, tunanganku Mas Farhan”
DEG!!! Seketika hujan semakin deras. Kilatan petir juga turut menyempurnakan gemuruh suara galau di dada Nugie. Suasana yang sempurna untuk mematahkan sebuah hati. Hati yang belum sempat untuk ditautkan. Bisa jadi ini boleh disebut putus sebelum jadian. Keadaan inilah yang menggambarkan keadaan Nugie saat itu.
Sofia,
Kekasih pertama, namun bukan cinta pertama. Istilah yang disematkan Nugie pada kekasih pertamanya. Percayalah bisa jadi kisah ini juga menimpa kebanyakan orang. Menjalin sebuah hubungan, bukan karena ingin main-main tapi tiba-tiba saja Tuhan kirimkan seseorang yang mengisi ruang dan waktu sedemikian ruap sehingga disebut sebuah hubungan, tapi tidak membangkitkan letupan-letupan rasa yang umum disebut dengan cinta.
Sofia bukanlah objek pelarian Nugie, karena saat itu justru Sofie yang datang dalam kehidupan Nugie. Tanpa permisi dan banyak penawaran. Sofie menyatakan cintanya pada Nugie, keadaan rumit yang tidak mudah diatasi kecuali dengan menerima pernyataan cintanya. Meskipun belakangan Nugie mengetahui bahwa, dirinya menjadi bahan taruhan sekelompok geng yang diketuai Sofia.
Tragis memang, sebagai bahan taruhan. Namun dalam kurun waktu 4 bulan bersama Sofie, bisa dikatakan Nugie tidak dirugikan apapun oleh Sofie. Kemandirian Sofie dan loyalnya seorang Sofie, justru menjadi kenangan manis bagi keduanya. Bisa dibilang Nugie dimanjakan dengan hadiah dan berbagai perhatian oleh Sofie. Hingga tiba akhirnya mereka haus berpisah, karena kontrak taruhan sudah berakhir.
Sofie yang memang dari awal menjalin hubungan tanpa rasa cinta, bisa demikian enteng meminta maaf dan mengajak untuk mengganti status pacar menjadi mantan. Nugie tidak patah hati, hanya kecewa. Melihat dirinya yang selama ini tulus, ternyata hanya sebagai bahan taruhan. Walaupun pada akhirnya, mereka memang akhirnya benar-benar harus berpisah.
Mitha,
Cinta pertama yang tak sempat dimiliki oleh Nugie. Bagaimana bisa? Tentunya karena terkadang cinta datang tanpa mengenal permisi. Mitha adalah kekasih dari sahabat Nugie sejak SMA. Mitha menjalin hubungan dengan Burhan sejak memasuki bangku perkuliahan. Selama itu pula, ternyata Burhan merahasiakannya pada Nugie. Bukan hanya Nugie sebenarnya, melainkan pada semua orang. Hingga akhirnya pada acara reuni hal itu baru diketahui oleh Nugie.
Nugie mengenal Mitha yang berbeda jurusan dengannya justru pada saat sama-sama melamar pada sebuah perusahaan swasta. Mitha yang juga tidak menunjukkan penolakan pada saat Nugie melakuan PDKT, tentunya semakin menarik perhatian Nugie. Hari-hari Nugie menjadi lebih cerah, daripada sekedar telah diterima bekerja disebuah perusahaan bergaji dollar itu. Terlebih pada senyuman-senyuman Mitha yang menghiasi hari-harinya.
Suatu hari pada saat gelaran reuni kampus, satu persatu kejutan dimulai. Diawali dengan niatan Nugie yang ingin memberikan kejutan dengan rencana menyatakan cinta lewat penyanyi band yang mengisi acara hari itu, yang untungnya bisa digagalkan. Karena Mitha datang dengan menggandeng Burhan dan memperkenalkan sebagai calon suami. LAGI! Iya lagi-lagi Nugie meletakkan rasa pada wanita yang merupakan calon pasangan orang lain. Niatan membuat kejutan, berahir dengan kejutan yang harus ia pulang bersama kenangan berakhirnya cinta pertamanya itu.
Nivea,
Nama yang unik, mirip salah satu merek produk kecantikan. Bisa dibilang pacar sungguhan yang sungguh-sungguh menjalani hubungan dengan Nugie tanpa kesalahpahaman. Cukup lama, 2 tahun jalinan yang mereka rangkai. Nivea dan Nugie. Sebenarnya ada kecocokan dari nama mereka. Namun nyatanya tidak mampu menyelamatkan hubungan keduanya.
Nivea memilih mengakhiri hubungan dengan Nugie, alasan klise perbedaan visi dan misi. OMG, udah mirip mendirikan sebuah perusahaan saja. Tapi belakangan Nugie mengetahui, Nivea meninggalkannya karena mantan Nivea yang hadir kembali dan menawrkan pernikahan kepadanya. Tentunya berbanding terbalik dengan keadaan Nugie, yang memang belum berani melangkah kearah Pernikahan.
Dinding ruang kantor sedari tadi menjadi saksi bisu perenungan panjang Nugie atas masa lalunya. Mantan-mantan yang datang dan pergi mengisi hari-harinya, hingaa saat ini mengantarkannya pada status jomblo. Semenjak putus dengan Nivea, maka jomblo menjadi pilihan Nugie. Pilihan terbaik untuk seseorang yang masih butuh waktu untuk menyembuhkan luka.
Membangun sebuah hubungan diatas sebuah luka, tentunya juga bukan hal yang baik. Mencoba membuka hati, disaat perasaan enggan terluka masih menguasai hati, tentu tidaklah muda. Bukan putus asa, hanya saja belum ingin memulai kembali. Karena dalam setiap hal, memulai hal baru membutuhkan kekuatan, Kekuatan itulah yang hingga ini belum berhasil dibangun oleh Nugie.
Mungkinkah sulit untuk jatuh cinta lagi?
Ataukah memang sendiri menjadi pilihan terbaik saat ini, bagi seseorang yang masih belum berani melangkah menuju hubungan yang dihalalkan. Sedangkan muara hubungan tertinggi dari penyatuan dua insan adalah pernikahan…………
Ini mungkin hanya tentang waktu. Bisa juga tentang kemauan. Mungkin juga perlu penerjemahan yang paling sesuai untuk keadaan ini. Tidak mengadili juga tidak memberikan pembenaran pada salah satu pihak. Keinginan menikah itu adalah sebuah niat yang lahir dari seseorang dengan cara, keadaan, dan waktu yang berbeda. Demikian juga pernikahan, bagi seorang pria tentunya yang nanti akan memikul sebuah tanggung jawab terhadap keluarga, akan memunculkan pemikiran yang berbeda-beda pula.
Bagi yang matang secara materi sekalipun, terkadang juga belum berani melangkah. Masih ada pertimbangan bibit, bebet, dan bobot yang terkadang menjadi tuntutan untuk dipenuhi. Bagi yang matang secara pemikiran, terkadang materi yang menjadi pikiran. Bahkan yang sudah siap lahir dan batin, terkadang juga harus menunggu, karena jodoh tak kunjung datang.
Nugie menghela nafas panjang. Perenungan mantan yang terbawa oleh suasana hujan, mengajarkannya banyak hal. Pertemuan dan perpisahan. Akhir dan awal sesuatu. Setiap hal yang selama ini dilewatinya hingga memasuki usia 34 tahun ini, adalah kehendak tuhan. Cara-cara Tuhan untuk mengajarkannya banyak hal, sebelum layak untuk ditakdirkan menjadi kepala dalam sebuah rumah tangga.
Nugie beranjak meninggalkan ruang kantornya. Nampaknya huja sudah reda, langit kembali cerah meskipun hari sudah gelap. Terima kasih hujan, telah mengingatkan kembali kenangan akan mantan. Terima kasih mantan, telah memberikan kenangan dan mengajarkan banyak hal. Memberikan luka dan mnegajarkan cara untuk bangkit. Mempertemukan dengan orang yang salah, mematahkan hati, dan kemudian menyerahkan pada waktu untuk menyembuhakan. Semata hanya untuk memahamkan bahwa, terkadang patah hati itu perlu untuk menyelamatkan seseorang dari orang yang salah dan mempertemukan dengan orang yang benar.