Hai, namaku Inara Angelina tapi kamu bisa memanggilku Nara. Usiaku sekarang 16 tahun dan sebentar lagi adalah hari ulang tahunku yang ke 17. Mungkin bagi anak anak lain, hari ulang tahun adalah hari yang menyenangkan, hari dimana mereka bisa dimanja, diperhatikan, disuapi kue, dan diberi banyak hadiah. Tapi bagiku tidak, aku tidak menyukai hari ulang tahun. Aku selalu meminta kepada Tuhan agar
waktu berputar dengan lambat. Aku benar benar benci dengan hari ulang tahun.
Berbicara perihal diriku, Aku mempunyai kelebihan dimana Aku bisa melihat kapan kematian seseorang. Dan tentu saja, Aku juga bisa melihat kapan hari kematianku tiba. Kedua orangtuaku tidak menyadari kelebihanku dan Aku juga tidak berusaha memberitahu kepada orangtuaku, aku takut
dianggap hanya berkhayal.
Sebenernya Aku adalah anak yang senang dimanja dan Aku suka sekali diperhatikan, tapi sayang itu semua tidak pernah kudapatkan dari kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan urusannya masing - masing, Jadi Aku mencari perhatian saja di sekolah. Aku selalu berbuat hal-hal gila untuk mendapat perhatian dari guru dan teman-temanku. Sering Aku dipanggil guru BP dan mendapat teguran tapi Aku tidak perduli, yang penting Aku mendapat sedikit perhatian meski bukan dari orang tuaku. Aku hanya ingin orang lain menganggap keberadaanku. Aku hanya ingin diperhatikan sebelum kematianku tiba dan itu....5 hari lagi, tepat diusiaku yang ke 17.
Akibat dari segala kegilaan yang kulakukan akhirnya sekolahpun angkat tangan Aku dikeluarkan dari sekolah. Kedua orangtuaku marah, tapi Aku malah tersenyum akhirnya orang tuaku ada waktu untukku meskipun itu untuk sebuah kemarahan. Akupun pindah sekolah.. lagi. Ya lagi.. karena Aku sudah beberapa kali pindah sekolah.
Hari ke 1
"Baik Anak anak semua, mohon perhatiaannya sebentar, Hari ini kalian kedatangan teman baru" ucap ibu guru yang cantik dan sepertinya juga baik. Dan tentu saja aku tau kapan dia akan pergi, 87.600 jam lagi.
"Silahkan perkenalkan nama Kamu !"
Dengan santainya Aku mulai memperkenalkan diriku dan tentu saja dengan sedikit senyuman
"Haiii semuaaa, perkenalkan namaku Nara. Nama lengkapku Inara Angelina. Aku pindahan dari SMA PELITA BANGSA. Aku harap Kita semua bisa berteman baik."
"oke, silahkan Kamu duduk di situ bersama Naufan !"
Beliau menunjuk satu bangku kosong kepadaku. Aku pun berjalan menuju bangku yang sudah ditunjukkan oleh ibu guru cantik yang ternyata bernama Ibu
Inna.
Aku melihat sekeliling kelas baruku. Lumayan tidak terawat . Dinding berwarna cat putih yang sudah agak kusam dengan list hitam dibagian bawah sedikit. Disini juga terdapat dua kipas angin sebagai
pendingin ruangan. Bangku-bangkunya yang sebagian besar sudah tidak layak untuk dipakai. Meja pun banyak coretan-coretan pulpen, pensil dan Tipe-X. Aahh... kurasa kedua orangtuaku salah memilih sekolah. Sekolah ini berbeda jauh sekali dengan sekolah lamaku yang terbilang sekolah elite.
Aku melihat teman sebangkuku dan sedikit memperhatikannya, Bu Inna tadi bilang namanya Naufan. Kelihatannya Dia ramah, friendly, dan suka bercanda.
Tapi... sepertinya ada yang berbeda , Aku
tidak dapat melihat bayangan kematiannya dan itu tidak pernah terjadi selama ini. Aku berusaha konsentrasi tapi tetap bayangan kematiannya itu tidak muncul dan itu sangat membuatku penasaran ,siapa dia sebenarnya? Kenapa bayangan kematiannya tidak bisa kulihat? Apa dia seorang Malaikat atau sebaliknya ? pertanyaan itu memenuhi sedikit otakku.
"Baik anak-anak kita lanjutkan pelajaran kita hari ini, buka buku hal 36!"
Suara bu Inna membuyarkan pertanyaan yang ada diotakku. Aku tidak mau membuat diriku pusing sendiri. Aku harus
konsentrasi mengikuti pelajaran bu Inna. Jadi aku abaikan saja hal itu.
Jam istirahat tiba, hampir semua teman teman keluar dari kelas. Tapi tidak dengan Naufan, Dia asyik dengan ponselnya tanpa memperdulikan sekitarnya termasuk keberadaanku. Itu membuatku tidak nyaman.
"gw perhatiin dari tadi, lu cuma duduk dan main hp ga ikut keluar?" Dia hanya melirik kearahku tanpa menjawab pertanyaanku.
"hello.. apa lu gk lihat ada gw disebelah lu?"
"Lihat." Hanya itu jawabnya matanya tak lepas dari layar hp didepannya.
"Terus kenapa Gw dicuekin? Ajak ngobrol apa kek!"
Dia hanya tersenyum tapi senyum sinis tapi matanya tak mau lepas juga dari layar hpnya dan kali ini membuatku agak sedikit membuatku kesal.
"Ada apasih emangnya di hp lo ini? Dari tadi asyik bener, coba lihat!" Dengan cepat aku mengambil Handphonenya dari genggamannya dan berusaha melihat apa yang sedang dia lihat dihpnya.
Ku lihat Dia menarik nafas, Dia menatapku.... Ahaa kepancing juga kan,
"Balikin hp gw!!" dengan segera dia mengambil ponselnya dari tanganku.
"gw cuma mau tau, apa sih yang lu lihat sampai lu asyik banget kaya gitu sampai sampai ga mau lihat gw?"
Dia memandangku dengan mata elangnya. Melihatku dari atas sampai bawah dan dari bawah sampai atas lagi, begitu terus sampai beberapa kali dan terus terang itu malah membuatku sedikit salah tingkah.
"udah....udah gw lihat !"
sebelum aku sempat menjawab dia sudah ngeloyor pergi.
"Nara, percuma lu ngomong sama Dia." kata Dewi
"kenapa? Jawabku sedikit heran.
"cowo es kaya gitu ga mungkin bisa cair, hebat kamu kalau bisa menaklukkan dia!"
Aku terdiam, ternyata penilaianku tentang Naufan salah besar, baru kali ini Aku salah dalam menilai orang dan itu semakin membuatku penasaran. Aku merasa tertantang, Aku harus bisa menaklukkannya dan ini menjadi Misiku mulai sekarang.
Hari ke-2
Pagi ini Aku bangun dengan perasaan bahagia dan semangat, hari ini hari kedua aku bersekolah di sekolah SMA Cahaya Purnama. Entah kenapa namanya Cahaya Purnama, mungkin dibangun saat bulan
Purnama tiba he..he..
Kulihat Mama dan Papa sudah duduk dimeja makan., Mama dan Papa keduanya adalah orang yang paling Aku sayang dan tentu saja aku tau kapan mereka akan pergi. Mama akan pergi 131.400 jam lagi. Sedangkan papa akan pergi 105.102 jam lagi aah.. masih waktu yang lama tapi Aku tak akan pernah bisa menikmati kebersamaanku dengan mereka tapi mereka tidak sadar mereka hanya akan berkumpul denganku 4 hari lagi.
Oya Mama adalah seorang wanita cantik yang bekerja menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan besar. Sedangkan papa adalah seorang pria yang tegas tapi dalam pekerjaan papa kurang beruntung papa hanyalah seorang supervisor diperusahan yang tidak begitu terkenal. Dan tentu
saja dalam segi penghasilan gaji mama lebih tinggi dari papa. Kadang ku dengar mereka bertengkar, siapa
yang harus bayar ini itu, contohnya ya sekarang ini.
"Pa, bulan ini jadwal papa yang memberi uang jajan untuk Nara ya!, bulan kemarin kan sudah Aku." ucap mama kepada papa.
"Saya ini lagi banyak keperluan Ma.. apa salahnya jika bulan ini kamu lagi yang memberi Nara uang jajan, lagipula gajimu kan lebih besar dari saya" kata papa
"Papa gimana sih ? kita kan sudah sepakat tiap bulan kita bergantian untuk uang jajan Nara." Mama sedikit emosi.
" Aku sebenarnya sudah malas memberi uang jajan untuk Nara... anak yang tidak tau terima kasih, !"
Duuar..... ucapan papa membuat diriku sakit hati. Anak mana yang tidak sakit hati, ketika orang tuanya mengatakan "anak tidak tau terimakasih!".
"Pa, jaga omongan kamu, kalau Nara dengar bagaimana? Nara itu anak kita lho"
"Aku tidak mau punya anak nakal seperti Dia, coba mama pikir sudah berapa kali dia dikeluarkan dari sekolah, sudah berapa banyak uang kita habiskan hanya untuk biaya pindahan sekolahnya?, jangan
jangan di sekolah yang sekarang dia hanya bertahan beberapa bulan" Setelah papa mengucapkan itu, papa langsung berdiri dan pergi.
Papa salah... bukan beberapa bulan pa.. aku hanya akan bersekolah disitu 4 hari lagi.. kataku dalam hati, Aku sedih tapi entah kenapa aku tidak merasa menyesal bahkan didalam hatiku aku merasa senang kalau mama dan papa ribut soal Aku. Aku jadi merasa ada diantara mereka. Aku berangkat ke sekolah tanpa berpamitan dengan mama yang masih terduduk di meja makan. Pasti kalian bertanya kenapa aku tidak berpamitan kepada mama,bukan karena aku tidak menghargai mama tapi karena aku yakin mama hanya akan menjawab "ya sudah sana!"
Aku memasuki kelas dengan tergesa karena sebentar lagi bel masuk berbunyi. Kulihat Naufan belum datang, atau mungkin terlambat atau bahkan tidak masuk. Padahal aku ingin bertemu dengannya.
Eeitts... Jika kalian berpikir aku akan meminta maaf soal kemarin, kalian salah. Aku tidak pernah meminta maaf pada seseorang jadi jangan harapkan kata maaf keluar dari mulutku. Aku hanya penasaran
dengannya. Kenapa aku tidak bisa melihat bayangan kematiannya dan aku merasa ada yang beda dengan dirinya.
Sampai jam istirahat Naufan tidak juga datang, tak ada kabar, bolos tuh anak . Aku keluar kelas sendiri, Bukan karena tidak ada yang mau berteman denganku tapi Aku yang menjauh dari dengan mereka.
Aku tak mau punya teman lagi, buat apa? Toh umurku tinggal 4 hari lagi. Ga ada gunanya juga kan? Tapi entah kenapa aku hanya ingin berteman dengan Naufan, ada sesuatu yg aneh... bayangan wajahnya selalu hadir
di mataku dari kemarin, bahkan hadir dimimpiku semalam. Aku tidak tau apakah ini terjadi karena aku penasaran dengan dirinya atau karena tanpa kusadari aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama?
Yang jelas saat ini Aku hanya ingin melihat dan berteman dengan Naufan.
Jam istirahat selesai, dengan malas aku masuk ke kelas, tapi aku sedikit tekejut Naufan sudah duduk dibangkunya, kapan tu anak datang? Pikirku
"Hai, kemana lu tadi? Aku coba untuk menyapanya.
"Bukan urusan lu? Jawabnya singkat.
"jelas urusan gw lah, lu kan duduk disamping gw."
Naufan hanya tersenyum kecil tanpa menimpali perkataanku, tapi senyum itu... Oh tidaakk... kenapa dia terlihat sangat menarik ya dengan senyum yang seperti itu. Aku jadi salah tingkah sendiri, aku merada ada yang aneh didadaku, jantungku berdetak dengan kencang, apakah ini aku benar benar jatuh cinta dengannya ?
" Lo mau dihukum? Perkatannya membuyarkan pikiranku
" eh.. apa..?
" lo ga mau duduk? lo ga lihat Pak Hasan datang?, mau kena hukum ? guru sadis Dia.." Tangannya langsung menarikku untuk duduk.
" eh i..iya.. terimakasih !" kataku gugup
Hari ini sepulang sekolah ada pelajaran tambahan dari guru, kami diberi istirahat 15 menit saja, dan kami memanfaatkannya untuk ke kantin walau hanya sekedar untuk minum.
Aku mendekati Naufan yang sedang duduk menikmati es teh manisnya.
'" eh tau ngga lu? Lu tuh mirip banget dengan teman kecil gw."
Naufan hanya melirik.
" Dulu gw punya teman, anaknya baik banget sama gw sampai -sampai gw rasa gw jatuh cinta padanya, tapi sayang akhirnya dia pergi ke luar negri dan sekolah di sana dan entah dia sekarang masih
hidup atau sudah pergi!" dan aku baru menyadari..... aku juga tidak bisa melihat bayangan kematian Randy temanku itu sama dengan yang terjadi dengan Naufan sekarang.
"lu mau ga jadi cowo gw? Aku terkejut sendiri kenapa tiba tiba saja pertanyaan itu terlontar dari mulutku, tapi aahh biarin saja toh itu juga jadi salah satu misiku, menaklukan si manusia es.
Kantin tiba tiba heboh..
"Nara nekat amat lu nembak Naufan??" tanya teman Naufan yang duduk di depanku
"yakin lo nembak Naufan??" kata teman Naufan yang lain.
"gk salah nembak Naufan? kalau lu terbuat dari api baru bisa melelehkan si manusia es." timpal teman yang lain.
"yaa emang kenapa?? Gw suka sama Naufan, bahkan gw udh jatuh cinta dengan Naufan sejak pertama lihat dia, apa salahnya gw nembak dia duluan" kata ku dengan sedikit keras. Membuat suasana di kantin pada saat itu hening, sebagian teman yang lain saling berbisik... entah ngomongin apa.
Tapi ya Tuhan... ku lihat Naufan hanya melirikku dan pergi begitu saja tanpa berkata apa apa. Ahh mungkin dia hanya sedikit kaget dan memerlukan waktu untuk menjawabnya.
Hari ke-4
Pagi hari yang cerah, kata orang sih seperti itu. Tapi tidak bagiku. Jika boleh jujur aku tidak ingin ada pagi. Pagi hanya akan membuatku menghitung sisa hari kepergianku. Membuatku harus bersedih mengingat semua kejadian-kejadian yang ada dihidupku.
Kenapa aku harus lahir ke dunia jika pada akhirnya aku harus pergi meninggalkan orang orang yang ku sayang?.
Kenapa aku harus tumbuh besar jika pada akhirnya aku hanya merasakan besarku hanya dalam kesendirian?.
Kenapa aku harus bertemu Rendy jika pada akhirnya dia pergi meninggalkanku?
Dan Kenapa aku harus bertemu Naufan jika pada akhirnya dia tidak peduli dengan keberadaanku ?.
Kenapa? Kenapa aku harus menjadi bodoh dengan mencoba dekat dengan Naufan? mempermalukan diri sendiri hanya untuk laki-laki tak punya hati, yang tidak bisa menghargai perasaan seseorang.
Sengaja aku berangkat pagi sekali, tak ku perdulikan tatapan mama toh mama juga tak bertanya kenapa aku berangkat pagi. Aku memutuskan untuk jalan kaki hari ini, menghirup udara segar, karena semalam turun hujan. siapa tau bisa menyegarkan perasaanku.
Byuurrr……….
“Dasar manusia gila!! Lu gk liat ada orang jalan?? Jalan bukan punya nenek lu..” teriakku kepada pengendara motor itu. Ku lihat pengendara itu berhenti dan hanya melihatku lewat kaca spion. Aku hanya menyibukkan diri dengan membersihkan bajuku yang kotor terkena genangan air.
Ku kira pengendara itu akan membantuku dan meminta maaf, ternyata tidak. Dengan terpaksa aku melanjutkan perjalananku ke sekolah dengan baju yang sedikit kotor.
Sampai di sekolah aku langsung menuju toilet sekolah untuk membasuh bajuku dengan air bersih. Setidaknya bisa terlihat sedikit bersih daripada sebelumnya.
“Astaga!!” aku kaget ketika dengan tiba tiba Naufan sudah ada didepan toilet
“ternyata muka lu lucu juga kalo kaget.”
“Kenapa disini? Toilet cowo sebelah sana”
“Ini baju buat ganti baju lu, kotor gitu ngga enak dilihat nanti sama guru” kata dia sambil menyodorkan baju bersih, entah dari mana dia dapat tapi baju itu terlihat masih baru.
“Gw gk butuh bantuan lu” jawabku.
“Ini sebagai permintaan maaf gw karena kemaren kata kata gw mungkin udah nyakitin lo dan….” Kata dia sedikit ragu.
“Dan??” tanyaku dengan penasaran.
“Dan minta maaf juga karena gw baju lo jadi kotor gitu”
Jawaban dia cukup membuatku kaget.
“Jadi lo yang ngebut tadi ? Waahh emang kurang ajar lo yaa. Bukannya bantuin gw malah pergi gitu ajaa. Kenapa gk nyamperin gw?? Kenapa gk tanggung jawab?” jawabku dengan kesal dan teriak.
“Sssttt… jangan teriak teriak dong, tar dikira gw ngapa ngapain lu, iya gw salah ni juga gw lagi bertanggung jawab,” balas dia tapi heeyyy… kemana suara sinisnya?
“Nih bajunyaa, dah sana ganti dulu, gw tunggu disini” ucap dia dengan sedikit mendorong tubuhku untuk kembali masuk kedalam toilet , Dengan terpaksa aku menuruti kemauannya.
“ Nah gitu kan cakep, tapi sorry ya kayanya agak kegedean dikit ya? Ukuran baju di koperasi yang pas buat badan lu yang mungil itu habis, tapi tenang.. lu tetep cantik meski pakai baju kegedean !’ katanya dengan tersenyum ketika Aku keluar dari toilet.
What..? apa dia bilang? Dia bilang aku cantik? Ga salah denger kan ya? Kok Aku deg degan ya di bilang cantik sama Naufan? wah jangan jangan aku benar benar cinta sama dia nih.
“Yee malah bengong… yuk masuk kelas sebentar lagi bel”.
Dia menarik tanganku Aku hanya mengangguk dengan perasaan yang tak menentu.
Semenjak dari toilet, sikap Naufan berubah 180 derajat .Apa dia berubah karena rasa bersalah atau otak dia tersambar petir semalem, entahlah yang jelas Dia bersikap hangat kepadaku. Jika begini terus, aku bisa bisa jatuh cinta beneran . ah Mungkin dia biasa sajaa. Tapi tidak apa apa, aku senang. Akhirnya Naufan bisa perhatian kepadaku. Seperti saat ini, kami sedang makan bersama di kantin. Banyak pasang mata yang mengarah kepada kami. Pada ngiri kali ya? Aku dekat dengan Naufan si manusia es
“ Cewe itu , kalau makan yang rapi, pelan-pelan, tuh liat masa nasi disini sihh” kata Naufan dengan tiba-tiba mengelap bagian bawah mulutku.
Dengan rasa kagetku. Aku hanya bengong dan menatapnya terus menerus.
“Kenapa liatin gw? Gw ganteng ya? Dia tersenyum… wow senyum gula jawa
‘wiih kegeeran banget lu ya diliatin gitu aja PD nya dah selangit. Ngga.. gw cuma aneh aja lu kok jadi baik sih sama gw? Jawabku
“ha..ha.. dicuekin salah, dibaikin lebih salah.. “
Dia tertawa… yaaa tuhan ternyata tawanya mengandung maghnet yang terus menarik narik perasaanku.
“ trus mau lu sikap gw gimana?” kali ini dia menatapku tajam dengan mata elangnya membuatku salah tingkah
“tau ah..” jawabku
“Kok tau ah? Itu mah bukan jawaban “ katanya lagi masih dengan senyum dibibirnya dan mata elangnya masih menatapku. Aku bangkit dari dudukku
“heyy… jawab dulu kok malah mau kabur sih?" dia mengejarku
“ tentu saja aku maunya kamu jadi pacarku meskipun suma sesaat..” tapi itu hanya terucap dalam hatiku
Hari ini, selama aku disekolah aku selalu bersama Naufan. itu membuatku bahagia sekali. Ternyata Tuhan mengabulkan permintaanku di hari ke empat. Aku sangat berterimakasih kepadamu Tuhan. Engkau membuatku bahagia walaupun hanya sebentar.
“ Nara, hp lu bagus… ! dia merebut hp yg ku pegang
“ hey balikin hp gw.. !’ aku berusaha merebutnya kembali tapi karena tubuh dia jyang jauh lebih tinggi dariku tentu saja aku mengalami kesulitan.
“ hey Naufan lu mau apain hp gw? Jangan macem macem lu ya!” ancamku ketika ku lihat di mengutak atik hpku.
“ Nih gw dah masukin no gw… tar malem gw hubungin lu ya!” katanya sambil mengembalikan hpku. aku sangat bahagia.
Tapi … eeitt tentu saja kebahagian itu aku sembunyikan dalam hati… bisa GR dia nanti kalau melihat aku senang bisa dapet no teleponnya.
Benar saja malamnya Naufal menghubungiku lewat Vidio call,
“Hay Mungil… lagi ngapain kamu? Lagi nungguin telefon dari cowo ganteng ya? Suara tawa dia terdenger dari sana. Deg hatiku tidak karuan “mungil “ kata itu mengingatkanku pada Randi teman masa kecilku.
“ mungil…mungil… jangan mentang mentang badan lu tinggi seenaknya aja ngatain gw mungil!” aku agak kesal tapi entah kenapa aku tertawa juga sih. Tawa dia masih terdengar
“ kamu cantik kalau lagi cemberut, “ tiba tiba suaranya jadi serius dan tatapan matanya tetap saja membuatku salah tingkah meski dibalik dilayar handphone.
“tadi pulang sekolah kesambet lu ya? Tanyaku , aku pikir dia sedang mangajakku bercanda
“ ngga, kamu memang si mungil yang cantik, kayanya aku jatuh cinta deh sama kamu!’
Kata kata Naufan bagai petir ditelingaku. Perasaanku cambur aduk tidak karuan kaya gado gado tapi ada rasa yang membuatku merasa melambung..
“ tapi waktu itu….”
“ iya aku minta maaf, aku sudah membuatmu sakit hati .. “ katanya. Dia sudah ber “Aku – Kamu.
“ Kamu mau kan terima maafku? “ sambungnya
“ ayolah Nara.. Aku tau kamu kan si mungil yang cantik , baik hati… tidak sombong dan..”
“ iya ..iya gw maafin lu.. “ kataku tertawa
“ Nah gitu dong, ga rugi kok maafin orang ganteng kaya aku.”
“ GR amat sih lu. ?” Aku tertawa, ingin rasanya aku bilang “ iya kamu ganteng makanya aku ingin jadi pacarmu” tapi itu hanya terucap di hatiku.
“ Kamu mau ga jadi pacarku? Tiba tiba suara Naufan terdengar serius
“ apa..? “ aku masih tidak yakin dengan pendengaranku
“ jangan pura pura ga denger deh…, sekarang aku yang tanya sama kamu.. mau ngga jadi pacarku? Mau ya..! kamu pasti tambah cantik deh kalau mau jadi pacarku…!
Aku jadi tertawa melihat ekspresi mukanya yang seperti itu..
“ yeeeaaa… terimakasih ya Tuhan akhirnya si mungil Nara mau jadi pacarku! Ucapnya tiba tiba
“wei Aku belum bilang apa apa” sahutku dengan mulai ber’Aku’
“ Bodo pokoknya mulai detik ini Aku anggap kamu adalah pacarku, habis kamu tertawa manis kaya gitu, jadi pasti kamu terima cintaku! “ ucapnya sambil menatapku lembut dengan senyum yang masih bertengger di bibirnya … senyum gula jawa yang beberapa hari ini selalu terbayang di mataku.
“Nara… kamu ingat ini?” tiba tiba Naufal mengangkat lengan bajunya hingga ke pundaknya, . Matanya menatapku tajam.
Ya Tuhan, Tanda lahir itu…..
“ itu…. “ aku tak sanggup meneruskan kata kataku, aku tidak tau aku harus bagaimana, pikiranku langsung bekelana pada sosok seseorang yang sangat aku kenal.
“ ya Nara.. aku Randy, Randy teman kecilmu. ! ujarnya. Aku masih terdiam aku tidak tau apa yang harus aku ucapkan rasanya tidak mungkin dia Randy.
“ Nara kamu ingat bekas luka ini? Dia memperlihatkan luka di kepalanya
“ kamu ingat waktu itu kamu pengen banget makan buah manga, dan kita nyolong manga di rumah Pak haji Nur, terus tiba tiba pak haji teriak, aku kaget lalu aku terjatuh , kepalaku terbentur batu hingga bocor?”
Ya Tuhan dia benar benar Randy.
“ Randy… ini beneran kamu?”Ucapku masih tidak percaya, pantas saja aku tidak bisa melihat hari terakhir Naufan karena ternyata Naufan adalah Randy.
“ ya benerlah, aku masih hidup kok, plus tambah ganteng kan? Sampai sampai kamu berani bilang suka padaku, ah ternyata gilamu ga berubah ya Nara’
“tapi…”
“ceritanya panjang Nara, kenapa aku bisa berganti nama menjadi Naufan, dan kembali ke Indonesia yang jelas pertama aku melihatmu aku sama terkejutnya denganmu kaya kamu saat ini, aku juga tidak menyangka akan bertemu dengan gadis mungilku, tapi ku putuskan aku mau ngerjain kamu dulu aja,,, “ tawa dia kembali lepas
“ kamu jahat…!”
“ Mulai detik ini aku ga jahat lagi kok, aku akan kembali menjadi Randymu , akan selalu menjagamu dan membelamu, apalagi sekarang kamu kan udah jadi pacarku… aku tau kamu pasti tidak akan menolakku, si mungil Nara menjadi pacar Naufan yang ganteng… pas kan? Ucapnya dengan tawa yang masih terselip dibibirnya.
Aku hanya bisa mengangguk, ingin rasanya aku memeluknya, mengeluarkan semua rasa yang ada di hatiku saat ini, ah Randy aku jadi menangis, tapi aku tidak tau tangisan ini tangisan kebahagiaan atau kesedihan.
Malam ini, aku menghabiskan jam malamku dengan Naufan eh Randy. Randy tidak berubah canda candanya selalu bisa membuatku tertawa lepas,
Tik tok tik tok ….. jarum jam terus berputar
Hari ke-5
Yaaa… tepat hari ini aku berulang tahun yang ke-17. Dan tepat hari ini juga aku tinggal menunggu waktu penjemputan, Tuhan jika aku boleh meminta, aku ingin meminta panjangkan umurku. Agar aku bisa sedikit lebih lama lagi dengan Randyku.
Kenapa baru semalam aku tau bahwa Naufan adalah Randy teman semasa kecilku?. Dimana dia harus pergi ke USA karena mengikuti ayahnya yang tiba tiba dinas disana. Tapi sayang di negri paman Sam itu mereka mengalami kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan kedua orang tua Randy meninggal dunia, sedang Randy sendiri sempat mengalami Amnesia.
Randi kecil kemudian di adopsi oleh keluarga yang berasal dari Indonesia juga, nama Randy pun mereka ganti Menjadi Naufan Dirgantara dengan maksud Randy bisa melupakan kejadian buruk yang menimpanya bersama dengan kedua orangtuanya. Sekarang orang tua angkat Randy kembali ketanah air.itulah sebabnya Randy bisa kembali ke hadapan Nara.
Hari ini adalah hari Minggu, aku dan Randy berencana pergi bersama. Kami memang sudah janjian untuk jalan seharian hari ini.melepaskan semua kerinduan tentang kenangan kenagan kami dimasa kecil dan ini merupakan hari pertamaku yang tentu saja juga menjadi hari terakhir aku menjadi pacar Randy.
Tik tok tik tok
Aku memakai pakaian yang sedikit feminim. Aku memakai baju berlengan pendek berwarna pink muda dengan dipadukan rok pendek diatas lutut berwarna pink tua. Dengan memakai sepatu berwarna putih, aku juga memakai tas yang aku selempangin di pundak kananku.
Ahaaa. Aku tersenyum membayangkan Randy yang pasti akan tertawa melihatku berpakaian seperti itu, karena dari kecil aku jarang sekali mau berpakaian feminim.
“kenapa?” tanyaku pada Randy yang bengong melihatku. Bener kan dia pasti heran dengan penampilanku. Dia tersenyum
“ Kamu cantik!” hanya itu kalimat yang terucap dari mulut Randy , matanya terus menatapku.
“mulai deh ngegombalnya, dah ah yuk kita jalan!” ajakku untuk mengalihkan kegrrogian yang aku alami.
Aku melihat Randy memakai pakaian yang sangat cocok dengannya. Dia memakai kaos berlengan pendek berwarna hitam dan dipadukan dengan jaket berwarna hitam juga. Dia memakai celana jeans juga berwarna hitam dan jangan lupa sepatu yang dikenakan juga berwarna hitam.
Ya Tuhan… Dia seperti orang yang ingin melayat ke suatu pemakaman. Atau mungkin dia sudah punya firasat bahwa dia akan pergi ke sebuah pemakaman. Tapi aku yakin dia tidak akan mengira kalau pemakaman itu adalah pemakamanku. Jika aku mati nanti, dia pasti tidak repot untuk mengganti pakaiannya. hahaha.
“Nara, kamu kenapa?” tanya Randy kepadaku
“ kenapa apanya?”
“Kamu sedikit pucat, kamu sakit? Kalo kamu sakit kita tidak usah jalan, kapan kapan saja ya?”
“ngga, aku ngga sakit kok,, mungkin aku kurang menambah warna di bibirku, jadi keliatan pucat”
“beneran?’
“Aku tidak apa apa Ren, It's ok”
“Oke deh ko gituu, kalo kamu merasakan sesuatu bilang ya!”
Aku hanya menjawab dengan anggukan, ah ya benar, aku memang merasa aku sedikit pucat hari ini, mungkin memang itu tanda tandanya jika ingin menuju ajal.
Kami pergi dengan mobilnya yang berwarna hitam. Dia suka sekali warna hitam. Kami berjalan ke berbagai tempat. Dari mulai taman, mall, tempat makan, apapun kami datangi. Dan hari ini sudah malam. Kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran. Tempat makan ini bisa dibilang tempat yang romantis sekali. Indah banyak lampu lampu disini.
“Kita makan disini yaa?
“Oh.. ok “ kataku
Dalam hal makanan kami berdua mempunyai selera yang sama yaitu nasi goreng seafood dengan telur ceplok setengah matang diatasnya , Tapi kami berbeda dalam hal minuman, Randy sangat suka minuman yang mengandung rasa coklat sedang aku sangat suka stroberi.
“Nara??”
“ya..
“Kamu beneran gapapa??”
“Aku tidak apa apa Ren, kenapa sih?”
“Mukamu semakin pucat Nara”
“Aku tidak apa apa”. Jujur aku sebenarnya juga semakin gelisah saat ini, aku merasa seperti ada yang sedang mengintaiku. Apakah itu orang atau malaikat kematian.
Tuhan… aku mohon jangan sekarang. Tolong kasih waktu sebentar lagi. Setidaknya jangan sampai Randy melihatku ketika malaikat kematian menjemputku.
“Nara” Randy memanggilku lagi
“Ada apa Ren??”
“kamu tau? aku merasa aku makin sayang sama kamu, aku takut kehilangan kamu lagi, please berjanjilah padaku kamu ga akan pernah meninggalkan aku !’. Kata kata Rendy membuat ku semakin gelisah.
“tapi Ren… “ suaraku terputus… ya Tuhan…aku tidak mungkin memberitahukan tentang kematiianku sendiri pada Randy
“Please” mohon Randy.
“Ya Ran, aku juga sebenarnya takut kalau harus berpisah denganmu lagi , kamu tau? aku sudah jatuh cinta padamu sejak kita kecil dulu.”
Aku tidak bisa menahan air mata. Air mata kebahagian sekaligus kesedihan. Maafkan aku Ran aku tidak bisa jujur padamu, aku tidak mau melihat kesedihan di wajahmu.
“ kamu nangis? Apa kamu sakit?” Randy menatapku khawatir
“ ngga,,, aku nangis bahagia,, Aku menemukan Randyku yang Hilang..”
Randy meraih pundakku, dia memelukku erat Seakan akan dia tidak mau kehilangan aku untuk selama lamanya. Tapi maaf Randy aku tidak bisa menemanimu lebih lama, sebentar lagi aku akan pergi.
Tik tok tik tok tik tok
Randy mencium keningku saat mau berpamitan pulang. aku berusaha menahan air mataku.. tidak,,, aku tidak ingin Randi melihat air mataku. Aku melepas kepulangan Randy dengan perasaan yang berat, karena ku tau besok aku tidak akan pernah melihat senyumnya lagi.
Aku mandi dan berganti pakaian, bukan pakaian tidur yang kupakai,,, tapi pakaian terbaik yang ku punya, aku mau menjadi wanita tercantik di akhir hidupku.
Ya Tuhan… mata ini rasanya berat sekali,,, Tuhan aku takut… aku takut kalau aku memejamkan mata aku tidak akan bisa membukanya lagi. . Aku hanya ingin terjaga malam ini. Tapi mata ini makin terasa berat…
Ma, maafkan aku ya ma yang tidak pernah bisa membuat mama bahagia. Maafkan aku yang mungkin hanya bisa menghabiskan uang mama. Maafkan aku yang tidak pernah sopan kepada mama. Tapi aku melakukan itu karena aku hanya ingin mendapat perhatian dari mama. Aku tidak pernah mendapatkan itu ma. Makanya aku jadi nakal dan membuat mama marah
Pa, maafkan aku yang tidak pernah bisa membuat papa bangga mempunyai anak seperti aku. Maafkan aku juga aku tidak pernah berterimakasih kepada papa. Tapi aku selalu sayang kok kepada kalian. Aku ingin sekali mendapat perhatian dari kalian. Jika aku sudah pergi nanti, tolong mama dan papa jangan abaikan kamarku ya, Aku akan selalu ada di kamar ini . Aku sayang papa , aku sayang mama dan aku yakin di hati kecil kalian, kalian juga sayang sama aku. Jika suatu saat kalian kangen padaku.. datanglah ke kamar ini aku akan selalu ada di sisni .
Randy maafkan aku jika perpisahan kita kali ini untuk selamanya, kamu tidak akan pernah bertemu denganku lagi. ini pasti membuatmu sedih. Tapi aku terimakasih pada Tuhan kita masih sempat dipertemukan walau awalnya pertemuan kita membuat kamu malu di depan teman teman, saat itu aku hanya ingin menarik perhatianmu .
Maafkan aku yang sempat marah padamu Tapi itu salahmu sendiri kan? Kenapa kamu bilang aku seperti perempuan murahan. Tapi sekarang aku bahagia ternyata kamu adalah Randyku yang sempat hilang, kamu tau saat ini aku sangat bahagia. Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Jika aku pergi nanti, tolong jangan sedih di depan batu nisanku, di depan gundukan tanahku. Aku tidak mau melihat kamu sedih. kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Terimakasih Randy kamu sudah hadir dan mengisi kekosongan hatiku di akhir akhir hidupkku.
Tik tok tik tok tik tok
Tuhan jika memang sudah waktunya, aku mohon jemput aku dengan pelan, jemput aku dengan kebahagiaan terakhir. Maafkan segala kesalahan-kesalahanku terhadap mama, papa. Buat mereka bahagia, mungkin dengan menghadirkan seorang adik kecil yang mirip denganku tapi jangan kelakuanku ya Tuhan
Tuhan aku mohon juga jaga Randyku, . panjangkan umurnya karena sampai saat ini aku tidak bisa melihat hari kepergiannya,,, apa karena randy adalah orang yang aku cinta? Aku tidak tau yang jelas aku mohon hadirkan kebagiaan dalam hidup randy.
Ah mataku semakin berat…. Tak bisa ku tahan lagi
Tik tok tik tok tik tok
Aku membuka mata , aku tidak percaya kulihat mama disebelahku dan papa juga. Dan yang membuat aku tambah heran Randy juga ada disini..
Ya Tuhan terimakasih ternyata Kau tidak jadi mengambil nyawaku. Aku masih bisa bertemu dengan orang orang yang aku sayang.
“ma… !” aku mencoba memanggil mama, tapi mama hanya diam
“ pa ..! “ papa juga tidak menyaut panggilanku
Aku mencoba bangkit dari tidurku …
Ya Tuhan aku salah … aku tidak percaya dengan pemandangan yang aku lihat… aku hanya bisa menangis… melihat wajah wajah sedih orang orang yang aku sayangi
“ Ren… kamu dengar aku kan?” aku mencoba menyentuh pundaknya, tapi sia-sia.
Randy menoleh kepadaku, tapi tatapannya tidak kepadaku tapi aku melihat tatapannya menyiratkan kesedihan yang sangat dalam. Aku tau Randy merasakan kehadiranku
“Tuhan aku tau ini pasti akan terjadi, tetapi kenapa aku harus pergi sekarang disaat aku menemukan cinta masa kecilku yang hilang?"
Hanya itu pertanyaan yang bisa terucap dalam hatiku dan jawaban itu hanya Tuhan yang tahu. Aku memasrahkan diri ini kepadamu. Dan aku memasrahkan kehidupanku saat ini kepadamu. Buat aku bahagia di kehidupan selanjutnya yang akan aku jalani ini Tuhan. Aku hanya bisa menitipkan orang-orang yang aku sayang kepadaMu.